Agen Poker Online Terpercaya - Nama saya Deni, umurku 25 tahun dan ini merupakan kisah yang tak akan pernah kulupakan. Kisah ini terjadi 10 tahun yang lalu, saat saya masih berusia 15 tahun dan baru masuk ke SMAN I kelas 1 di kota Bogor. Ayahku merupakan seorang perwira menengah AD yang sedang sering berpindah-pindah kota sesuai dengan penugasannya.

Saat itu ayahku dipindah tugas ke Maluku, saya dan kakak perempuanku tak dapat ikut pindah, sebab saya masih baru masuk SMA dan kakak perempuanku di kelas akhir SMA. 

Jadi, saya dan kakakku tetap tinggal di kota Bogor sambil ditemani seekor anjing betina bernama Katty dan seorang pembantu setia keluargaku, bi Tuti seorang janda berumur sekitar 35 tahun, yang berkulit bersih agak kecoklatan dan bertubuh montok dengan ukuran buah dada sangat besar.



Agen Poker Online Indonesia - Sebab ayahku telah pindah ke Maluku, kami terpaksa pindah dari rumah dinas ke rumah yang sengaja dibeli untuk kami berdua. Rumahnya cukup besar dengan halaman di bagian belakang, kamarnya lima, tiga kamar berukuran besar, dan dua kamar yang lain berukuran sedang. Saya menempati kamar di bagian belakang, sedangkan kakak perempuankku di kamar tengah, dan kamar bi Tuti berseberangan dengan kamarku, dekat kamar mandi.

Bi Tuti berasal dari daerah Bandung Selatan. dia telah ikut keluargsaya sejak berusia 17 tahun dan sempat berpisah selama setahun saat kawin dengan seorang sopir bus antar kota tapi perkawinannya hanya berumur enam bulan sebab bis yang di sopirinya tabrakan sehingga suaminya tewas. Sebab merasa kasihan, Ibu menawarkannya untuk kembali menjadi membantu keluarga kami seperti sebelumnya.

Rupanya bi Tuti menyambut tawaran itu sebab dia telah menjadi seorang janda. Jadilah dia pembantu setia keluarga kami. Saat saya lahir, bi Tuti merupakan orang yang menjadi pengasuhku. Artinya, jika saya ngompol, dia yang mengganti celanaku, jika saya mandi dia yang memandikan aku, sehingga bi Tuti betul-betul orang yang sangat dekat denganku.

Semenjak umur lima tahun sampai sebelas tahun, saya sering mandi bersama dengan bi Tuti. Seringkali bi Tuti menyuruhku menggosok-gosok punggungnya, dengan berjongkok di depanku sambil meremas-remas buah dadanya dengan kedua tangannya.


Agen Poker Online - Kadang kala bi Tuti mendesah dan badannya bergetar seperti kedinginan,

” Kenapa bi?” tanyaku, “Nggak apa-apa Den, hanya ini bibi gatal” jawabnya sambil menunjuk buah dadanya.

Saat itu, saya belum ngerti apa-apa tentang kebutuhan biologis. Tapi saat saya telah umur dua belas tahun, saya tak pernah diajak mandi bersama lagi sama bi Tuti.

Tetapi saya masih ingat dengan jelas kejadian dulu dan lekuk-lekuk tubuhnya serta bau badannya yang khas itu. Ingatan ini yang sering menggodsaya untuk melamun di malam hari, sambil membayangkan tubuh telanjang bi Tuti ada di depanku dengan buah dadanya yang besar dan lobang rahasianya yang ditutupi bulu tebal.

Tiap melihat bi Tuti, langsung kontolku tegang. Tapi keinginan itu tetap kutekan bertahun tahun, sampai akhirnya terjadilah peristiwa yang sampai saat ini tetap tetap kuingat, yakni kenangan pertama menyetubuhi seorang wanita.

Ceritanya begini. Sejak SMP saya mulai terangsang tiap kali melihat bi Tuti mengepel lantai, yang biasa dilakukannya dengan menungging. Biasanya tiap pagi saya bersiap mengerjakan PR di meja makan atau meja ruang tamu sambil menunggu bi Tuti lewat untuk melihat bagian atas dari buah dada bi Tuti yang berayun-ayun dan pantatnya bergoyang saat dia menggerakkan kain pel kekanan dan ke kiri.

Selain itu saya memandangi pahanya yang kadang terlihat jika kain bi Tuti tersingkap dengan tak sengaja saat dia sedang mengepel. Gumpalan buah dada bi Tuti itu sering membuatku terhanyut untuk mencoba memegangnya.

Sungguh, saat itu saya ingin mengelus-elus, meremas-remas dan menciumi puting buah dada itu. Tapi, perasaan itu saya tekan sebab saya masih kecil dan tak berani untuk melakukan itu pada bi Tuti.

Tapi semakin lama kutahan keinginan itu semakin sering dan kuat perasaan itu muncul. Dan akhirnya saya mulai mendapat akal bagaimana caranya supaya bi Tuti tak sadar jika saya mengerayangi tubuhnya. Ide itu kudapat setelah ada seorang teman sekelasku yang tertidur sangat nyenyak di kelas, seperti pingsan hingga tak seorangpun dapat membangunkannya, hanya sebab dia memakan setengah butir obat kepunyaan ayahnya yang berprofesi dokter bedah.

Bagaimana jika bi Tuti kuberi obat tidur,lalu setelah tidur nyenyak kusetubuhi? Dengan pikiran ini, saya main kerumahnya lalu kuminta sepuluh butir pil tidur pada temanku itu. Malamnya, seperti biasa saya nonton tv bersama kakak perempuanku dan bi Tuti juga nonton, tapi biasanya sebelum acara dunia dalam berita jam 21:00 mulai dia telah pergi ke kamarnya untuk tidur. Biasanya, sebelum tidur bi Tuti selalu minum segelas air teh manis yang telah ada di kamarnya.

Dengan pengetahuan ini, malam itu saat kami lagi asyik nonton sinetron, saya pergi kekamarku lalu pura-pura ke kamar mandi, padahal saya pergi ke kamar bi Tuti untuk memasukkan dua butir pil tidur, yang telah kubikin jadi serbuk ke gelas bi Tuti sambil kutambahkan gula putih supaya tehnya tetap manis.

Setelah acara sinetron selesai, dan dunia dalam berita akan mulai, bi Tuti beranjak dari ruang tv, beres-beres sebentar lalu kekamarnya untuk meminum air teh manisnya setelah itu dia ke kamar mandi untuk kencing dan gosok gigi.

Tapi sewaktu dia di kamar mandi, saya menyelinap masuk ke kamar tidurnya. Saya telah hafal posisi kamar tidur itu sebab saya sering masuk secara diam-diam untuk mencari tempat dimana saya harus sembunyi.

Tempat yang paling aman untuk sembunyi merupakan di bawah tempat tidur bi Tuti. Maka akupun menyelinap masuk ke kolong dan menunggu bi Tuti masuk ke kamar.

Sementara itu, kontolku telah tegang sebab sudah, terbayang apa yang akan terjadi. Langkah kaki bi Tuti akhirnya semakin dekat dan klek… klek… crek…., pintu dibuka lalu ditutup lagi dan di kunci. Lalu kulihat kaki bi Tuti berada di samping tempat tidur dan saya tahu dia sedang membuka baju dan kainnya.

Saya semakin tegang dan nafasku mulai agak memburu membayangkan tubuh bi Tuti hanya ditutupi BH dan celana dalam saja…. ingin rasanya saya cepat keluar. Beberapa saat kemudian lampu utama kamar dimatikan, dan kamar kini diterangi dengan bola lampu lima watt warna hijau.

Kurasakan langkah yang berat mendekatiku, lalu terdengar bunyi tempat tidur berderit, tanda bi Tuti telah merebahkan badannya di atas kasur. Saya mulai tak sabar menunggu Rupanya pil tidur itu memang sangat manjur, baru lima menit saya telah merasakan tak ada gerakan-gerakan lagi di atas tempat tidur, dan kudengar desah nafas bi Tuti telah teratur, tanda dia telah tidur nyenyak.


Agen Poker Terpercaya - Dengan gemetar maka akupun mulai merayap keluar dari kolong tempat tidur itu dan saya tak langsung berdiri takut dia belum tidur.

Kutunggu lima menit….. sepuluh menit…. lalu kucoba menarik kain yang belum sempat dibuka semua….. mungkin sebab terlalu ngantuk….. dan tetap tak ada reaksi. Akupun berdiri perlahan-lahan sambil mendengarkan desah nafas bi Tuti.

Akhirnya….. kulihat tubuh bi Tuti telentang hanya memakai BH dan celana dalam warna hitam. Sementara tangan kirinya masih memegang kain tak sempat dibuka semuanya. Saking ngantuknya membereskan kain dan bajunya.

Saya menelan ludah beberapa kali melihat gundukan buah dada bi Tuti naik turun seirama dengan desah nafasnya. Dengan tangan agak gemetar dan nafas agak ngos-ngosan, pelan-pelan dari samping tubuh bi Tuti kuletakkan tanganku di perutnya lalu pahanya, lalu dengan lembut kusap-usap sambil meyakinkan diri bahwa dia telah benar-benar tak merasakan usapan itu.

Akhirnya.. setelah saya yakin benar, tanganku mulai mengelus-elus buah dada bi Tuti, lalu kuremas-remas dengan lembut….. rasanya uahhhhhh, setelah puas lalu kulepaskan BH bi Tuti dengan tangan gemetar menahan gejolak keinginan untuk segera meremas dengan keras sambil menyedot putingnya.

Setelah BH terlepas, tergerailah dua buah dada bi Tuti yang besar dengan kedua putingnya yang berwarna agak kehitaman. Saat telapak tanganku menyentuh kulit yang lembut dan hangat terasa ada getaran aneh dalam tubuhku yang mendesak untuk segera meremas-remas.

Dengan tak sabar kuremas-remas buah dada itu sambil kuciumi dan kusedot-sedot putingnya bergantian…… aduhhhhh nikmatnya…. kugigit….. kusedot…. untuk mereguk kenikmatannya…… kuendus-endus….. untuk menyerap baunya.

Sementara tangan kananku terus meremas-remas, tangan kiriku mulai menjarah bagian bawah perut bi Tuti, saat kuusap-usap selangkangannya kulihat kepala bi Tuti bergerak menggeleng. Saya kaget sekali…. langsung kuhentikan semua gerakan.

Kutatap dalam-dalam wajah bi Tuti untuk mengetahui apakah dia terbangun atau tidak. Ternyata, dia hanya memindahkan posisi kepalanya saja….. maka akupun semakin berani. Lalu saya pindah posisi, lalu naik ke tempat tidur mendekati kedua kakinya……

Kucoba untuk menurunkan celana dalamnya….. kuangkat pantatnya yang besar…. kutarik celana dalamnya…… Ya ampuun…. kulihat lobang rahasianya ditutupi bulu keriting yang menumbuhi bagian bawah pusar bi Tuti.

Sementara bibir lobang rahasianya tampak bagai garis kehitaman. Ohhh indahnya…… kontolku yang telah tegang dari tadi, kian menegang dan berdenyut-denyut melihat pemandangan yang terhampar di depanku, bi Tuti telanjang bulat.

Akhirnya, kurenggangkan kedua kaki bi Tuti, lalu saya mulai memainkan jari-jariku menyibakkan bulu-bulu membuka bibir lobang rahasianya lalu kucium dan kujilat-jilat…… biar agak bau tapi rasanya enaakkkk sekali…. terus kujilat-jilat sampai puas……. kurasakan tubuh bi Tuti sedikit bergerak-gerak.. tapi saya tak peduli lagi…… akuuuu takk tahannnn lagiiii……….

kedua kaki bi Tuti lebih kurenggangkan lagi lalu kulipat dilututnya dan kutahan dengan tanganku….. kutempatkan kedua lututku diantara pahanya dan saya mulai mengarahkan kepala kontolku ke bibir lobang rahasianya…..

kutekan perlahan-lahan……bless…. kutekan lagi…bless…. aduhhhh sempitnya….. kucoba lebih keras agi….blesssss…. terdengar bunyi prepetttt….. seperti kain sobek….. akhirnya kontolku masuk semua rasanya agak perih tapi enaaaakkkkk……..nikmaatttt…… saya terdiam sejenak merasakan hangat dan denyut lobang rahasia bi Tuti sampai kurasakan ada cairan hangat di seputar kontolku….. saya pun menarik kontolku perlahan-lahan…..

kutekan lagi….. tarik… tekan… tarik…tekan….crep…crep….crep…. ahhhh nikmat sekaliiii….. terussss sampai tangan dan pinggangku pegal….. kurasakan kontolku mulai berdenyut-denyut dan ngilu-ngilu enakkkkk….. dan akupun makin mempercepat gerakan-gerakan maju mundur…. sampai akhirnya kurasakan ngilu…geli… yang amat sangat…..

saya tak tahannn lagiiiii….. kutekan kontolku sedalam-dalamnya…. dan… crettt….cretttt….creettt…. air maniku keluar banyak sekali bagai hujan…. saat itu kurasakan tubuhku bergetar keras seperti menggigil kedinginan… rasanya….oohhh….tak terkira nikmatnya….. tak terasa tubuhku menindih tubuh bi Tuti.

Kepalsaya tergolek di dada bi Tuti sambil terengah-engah, lalu kontolku kutarik perlahan-lahan sampai saya terduduk di antara kedua kaki bi Tuti, kuperhatikan dalam-dalam wajah bi Tuti, buah dadanya, kuusap-usap lobang rahasianya.

kurasakan ada kepuasan yang luar biasa sekali….. sambil mengingat-ingat apa yang telah terjadi. Kulihat kontolku masih tetap tegang dan nafsuku mulai datang lagi.

Lalu kuambil kainnya bi Tuti kuusap-usapkan ke lobang rahasia yang basah sebab air maniku. Setelah agak bersih, saya mulai merenggangkan dan melipat lagi kedua kaki bi Tuti dan agar lebih mudah lagi asyik, pantatnya kuganjal dengan bantal sehingga lobang lobang rahasianya terlihat jelas agak menganga, lalu perlahan saya merangkak diantara kedua paha yang telah kurenggangkan itu sambil kujilat-jilat sebentar dan kuludahi sedikit.

Perlahan tapi pasti kuarahkan batang kontolku ke lobang yang telah menganga diselangkangan bi Tuti, kutekan perlahan dahulu…. bles….. tekan lagi….bless… tekan lagi…. blessssss…. kontolku masuk semua….. Aduh… lobang lobang rahasia bi Tuti telah kering lagi!! seperti tadi, kutahan gerakanku sebentar lalu kutarik sedikit… kutekan..tarik…

sampai terasa ada cairan hangat di sekeliling kontolku….Nah, sekarang pasti lancar, pikirku. Lalu saya mulai aktif menekan dan menarik, semakin lama semakin cepat….. crepp… crepp…. crepp…. kutekan kuat-kuat… crepp… blessss….. sampai kepala kontolku mentok!, terasa sekali ada denyut-denyut hangat…. nikmattttt….. enaakkkkk….. kontolku seperti dipijat-pijat…. nikmattt..

Akupun semakin lupa diri, kujatuhkan badanku ketubuh bi Tuti, kuciumi puting buah dadanya sambil kuremas-remas… aduhh nikmatnya… kugerakkan lagi pantatku naik turun… terusss… teruss… akupun tak sadar saat badan bi Tuti sedikit bergetar dan kelihatan mengernyitkan dahinya saat batang kontolku semakin dalam menyelusuri lubang lobang rahasianya yang telah lama tak pernah dilewati kontol lelaki sebab saat itu saya merasakan ada rasa yang aneh tapi enak campur geli di kepala kontolku…. ada gerinjal-gerijal di dinding lobang rahasianya… geli…nikmattt…. crepp… crepp… crepp… tak lama kurasakan kontolku mulai berdenyut-denyut… ada sesuatu yang mendesak ingin keluar… saat inilah yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata… nikmat sekali…. enak campur geli… gelinya sampai keubun-ubun…

Inilah kedua kalinya saya merasakan kenikmatan yang luar biasa dan rasa yang aneh… tapi nikmatttt… kupercepat gerakanku, crepp… crepp… crepp… dan kutekan kuat-kuat…. crettt…. crettt… crettt…. crett…. crettt… air maniku muncrat di dalam lobang rahasia bi Tuti… aduhhh nikmatnya… enakkknya… kukeluarkan air maniku sampai tetes terakhir, kupeluk badan bi Tuti sambil kusedot kuat-kuat puting buah dadanya… badanku terasa lemas sekali… saya terdiam kelelahan, badanku basah kuyup oleh keringat… kutarik kontolku yang agak melemas… plepp!

Kulihat air maniku mengalir keluar dari dalam lobang lobang rahasia bi Tuti lalu kuseka dengan kain sampai tak ada lagi yang keluar, kemudian kuciumi dan kujilat-jilat lembut lobang rahasia yang memberi saya pengalaman yang tak akan pernah kulupakan seumur hidup…. saat-saat keperjakaanku hilang dan pertama kalinya saya menyetubuhi seorang wanita.


Agen Judi Poker - Kuperhatikan dalam-dalam wajah bi Tuti, kulihat dahinya agak berkernyit, basah oleh butir-butir keringat…, Aahhh!!! saya kaget sekali saat kulihat bi Tuti menggigi tbibir atasnya… Mungkinkah bi Tuti sadar saat saya menyetubuhinya tadi… saya bangkit perlahan-lahan… kupegang perutnya lalu kucubit pelan untuk melihat ada reaksi atau tidak… ternyata badan bi Tuti diam saja… plong! lega sekali rasanya…..

Akupun mulai bangkit berdiri, sambil mengumpulkan BH dan celana dalam serta kain bi Tuti yang kupakai jadi lap, sambil berdiri di sampingnya kupasangkan kembali BH hitamnya… tertutup telah buah dada yang sangat besar dan indah itu….

Lalu kuselipkan kain seperti semula, saat saya akan memasangkan celana dalam hitamnya sambil memandangi celah lobang rahasia bi Tuti yang telah merekah, saya merasakan kontolku menegang kembali tapi tak begitu keras.

Akupun berdiri termenung di samping tempat tidur sambil memandangi tubuh di hadapanku dari kepala sampai ujung kaki dan akhirnya pandanganku terpsaya pada satu titik yaitu lobang rahasia bi Tuti… kupandangi dengan seksama, gundukan daging yang tertutup bulu tebal tetapi halus… dengan tak sadar tanganku mulai mengusap-usap… jrenggg!!! kontolku langsung berdiri tegang!!!!! tapi badanku terasa lemas terutama bagian lutut dan pinggang.

Saat itu terdengar dentang jam dinding dua belas kali, saya sedikit kaget, tiga jam telah saya ada di kamar ini. Terlalu lama, nih! pikirku. Saya ingin segera keluar tapi kontolku masih tegang, malah tambah tegang dan berdenyut-denyut lagi. Semakin lama merenung, semakin besar dorongan untuk menyetubuhi bi Tuti lagi, irama nafas dan degup jantungkupun semakin cepat.

Tanpa basa-basi, saya naik lagi keatas tempat tidur, kuambil bantal satu lagi untuk menambah ganjal pantat bi Tuti sambil kurenggangkan dan kulipat kedua kakinya. Celah lobang rahasia bi Tuti yang agak kemerah-merahan itupun terlihat semakin menganga dan posisinya lebih tinggi dari tadi. Nyut…nyut… kontolku berdenyut-denyut dan semakin keras…..

Saya tak ingin membuang-buang waktu, kujilat celah lobang rahasia bi Tuti dan kuludahi sampai bagian dalamnya…. dengan posisi berjongkok sambil menyelipkan kedua tanganku pada lipatan lututnya dan kedua lututku menempel pantatnya kuarahkan kepala kontolku yang telah kubasahi dengan ludahku, langsung blesssss…… kutekan sedalam-dalamnya sampai kontolku masuk semuanya dengan lancar tanpa hambatan…. kutarik… tekan…. tarik… tekan… crepp… crepp… crepp… crepp… rasa lemasku mendadak hilang, gerakanku makin cepat… makin kuat hentakanku…. nafaskupun semakin memburu…

saking kuatnya hentakanku kurasakan badan bi Tuti sedikit terdorong…

Tapi saya telah tak perduli lagi… kutarik kontolku dengan perlahan lalu kudorong dan kuhentak dengan kuat… terus berulang-ulang hingga yang terdengar merupakan bunyi crepp plokk… crepp plokk… crepp plokk.. plokk.. plokk.. plokk.. plokk.. saat pahsaya menghantam pantatnya seperti bunyi tepuk tangan…

Saat itu saya hanya ingin cepat-cepat selesai… saya menunduk sambil memperhatikan batang kontolku keluar masuk lubang lobang rahasia bi Tuti… kulepaskan tangan kananku dari jepitan lutut bi Tuti, kuelus-elus dengan lembut itil yang terlihat menonjol dengan ibu jariku… dan telapak tangan kiriku kucengkeramkan sambil meremas-remas buah dada kiri yang ditutupi BH hitam…. saya semakin bernafsu… gerakanku bertambah liar… bertambah cepat… bertambah kuat…

Tak terasa ada kenikmatan dan rasa geli seperti dua babak sebelumnya… rasa ingin cepat selesai dan ingin mendapatkan kenikmatan seperti tadi membuat saya lupa diri… kudorong kontolku sedalam-dalamnya.. kupijit-pijit itilnya… kuremas BH yang menutupi buah dadanya dengan kuat… creppp plokk… creppp plokk… crepp plok… terusss.. terusss.. badan bi Tuti terus terdorong… bergeser… pantatnyapun tak terganjal oleh bantal lagi… hingga tak terasa terdengar bunyi lonceng satu kali, tanda telah pukul satu malam… akupun semakin tak sabar supaya cepat-cepat selesai… tapi nikmat dan geli yang luar biasa tanda saya akan mencapai puncak kenikmatan tetap tak kurasakan… badanku benar-benar basah kuyup oleh keringat… pinggang mulai terasa panas…

Badanku benar-benar lemas tapi nafsuku malah bertambah kuat… gerakanku mulai lambat… tubuhku telah tak kuat tegak lagi… dan tubuhkupun ambruk menindih tubuh bi Tuti… wajahku beradu dengan wajahnya… sambil memandangi mukanya, kutekan pantatku dengan perlahan sekali… terusss… sampai sedalam-dalamnya… kutarik sampai kepala kontolku keluar dengan perlahan… kutekan lagi dengan perlahan… creeeppp.. bleeeessss… tarik… tekan… creeepp… creeepp… tiap kutekan kontolku sedalam-dalamnya sampai kepalanya menyentuh dinding yang bergerinjal, kulihat dahi bi Tuti agak berkernyit dan bibirnya agak terbuka dan bergetar…

Kutempelkan kupingku di dadanya terdengar degup jantung agak cepat… desah nafasnyapun agak cepat… tapi saya yakin jika bi Tuti tak tahu sedang diapain dirinya… saya terus bergerak dengan perlahan tetapi pasti… sambil memandangi wajah dan merasakan sentuhan, gesekan, denyutan dan hangatnya lobang rahasia bi Tuti… dan akupun mulai merasakan suatu kenikmatan akibat kontolku keluar masuk lobang lobang rahasia bi Tuti, rasa nikmat itu menumbuhkan kembali nafsu dan tenagaku….

Semakin lama rasa nikmat itu semakin terasa, kontolku mulai berdenyut-denyut dan geli… tapi saya tetap menjaga agar gerakanku tetap perlahan… terasa sekali ada denyutan dari dalam lobang rahasia bi Tuti seperti memijat-mijat kontolku… saya langsung sadar jika cara bersetubuh dengan perlahan dan lembut seperti inilah yang paling cepat memberikan kenikmatan…

tapi tanpa sadar gerakan berubah menjadi agak cepat seiring dengan irama nafas dan degup jantung… creepp bleess… creepp bleess… creepp… creepp… tiba tiba pantat bi Tuti bergerak mundur dan kakinya agak mengejang, buah dadanya mendadak terasa mengeras mendorong dadsaya dan kepalanya bergerak kekiri kekanan dengan bibir terbuka dan desahan nafasnya mendadak cepat…

Aduuhhhh!!! aaahhhh!! terasa lobang rahasia bi Tuti mengeluarkan cairan hangat dan licin, kontolku semakin berdenyut… nikmat sekali.. oohhh.. oohhh…. nikmattt… geliii… dan aaahhhhh…. terasa ada yang menyedot-nyedot kontolku… nikmatt sekali rasanya… ternyata lobang rahasia bi Tuti punya kelebihan dapat menyedot…

Mata saya merem melek merasakan pijitan dan sedotan itu… akupun mulai tak sabar, kupercepat gerakan menekan dan menarik… creepp… creepp… crepp…. crepp… sambil mulutku mulai mencari-cari sasaran… kujilati dan kuciumi lehernya… lalu belakang kupingnya… badan bi Tuti terasa menggelinjang saat lobang kupingnya kujilat dengan lidahku…

merasakan adanya reaksi dari bi Tuti saya semakin bernafsu… kutekan kontolku sedalam-dalamnya sambil kumainkan ujung lidah di lobang kupingnya… badan bi Tuti bergetar, pantatnya agak naik, kedua telapak tangannya mencengkeram seprei, raut wajahnya seperti sedang menahan sakit yang luar biasa… terasa kembali muncul cairan hangat di sekeliling batang dan kepala kontolku…

Saat saya sedang menikmati kehangatan, denyutan dan sedotan dari lobang rahasia bi Tuti… terdengar bunyi lonceng dua kali, saya kaget… tak menyangka jika saya telah lima jam di sini, Saya harus cepat-cepat selesai, bahaya…! pikirku.

Akupun mempercepat gerakan keluar masuk yang telah sangat lancar sekali soalnya lobang rahasia bi Tuti telah basah sekali dan licin… rasa hangat dan nikmat campur geli itu terus menjalar sampai ke kepalaku, hingga tanpa sadar kulumat bibir bi Tuti yang agak tebal tapi seksi… kugigit…. kusedot…. kumainkan lidahku di dalam mulutnya…

Sambil kusedot lidahnya dengan kuat… kepalanya kutahan dengan tangan kiriku, bi Tutipun tanpa sadar membalas ciuman dan sedotanku dengan lemah, nafasnya mulai memburu dan terdengar desahan pelan dari mulutnya, aahhh…. oohhh…. ooohhhh… aaahhh….. ehhhh…. ooohhh… uuuhhhh… mmmhhh…oooohhhh…. mmmhhhh…. mmmmhhhh…..

Mendengar desahan pelan dan merangsang yang baru pertama kali kudengar saya merasakan tubuhku melayang-layang… akhirnya rasa nikmat dan geli luar biasa yang kutunggu-tunggu tiba… nikmaattt… geli…. enaakk… gelinya terasa dari ujung kaki ke ujung rambut…. kontolku telah terasa makin berdenyut-denyut…

Dengan posisi kedua tangan memeluk bahu bi Tuti dan mulutku terus mencium.. menggigit kuping sambil memainkan lidah di lobangnya…… saya menggerakkan pantatku mendorong menarik kontolku keluar masuk lobang rahasia bi Tuti dengan cepat, crepp.. crepp.. crepp.. crepp.. crepp.. crepp… aahhh….

Merasakan kenikmatan yang luar biasa ini tanpa sadar membuat saya mendesah keenakan di kuping bi Tuti… aahhhh…. ouhhhh… ouhhhh…. oohhhh…. hhh… hhhhh… hhhh… enaaaak bi….. enaaakkkk…. hhhh….. oohh…. aahhhh….. bi Tuti pun mendesah dengan lemah di kupingku mmmmhh…. mmmmhhh…. mmmhhh…. ooohhhh…. sambil menarik dan mengangkat pantatnya… terasa seerrrr….. kembali ada cairan hangat dan licin terasa di seputar kontolku…. oohhh… sehingga akupun tak kuat lagi menahan dorongan kuat air maniku……

Kutekan kontolku sedalam-dalamnya sambil memeluk tubuh bi Tuti dengan kuat sekali dan aaahhhhh….. creett… creettt…cret.. muncrat telah air maniku di dalam lobang rahasianya, saat itu kurasakan tubuh bi Tuti menggelinjang dan bergetar…. pantatnya terangkat mendorong ke atas kemudian turun… lalu terasa ada denyut-denyut yang menyedot-nyedot kontolku selagi memuncratkan air mani……. saya tak dapat melukiskan kenikmatan yang kureguk saat itu…… saya hanya dapat memejamkan mata sambil mendesah panjang… aaaaahhhh… oooooohhhhhhhhhhh… nikkkmmaaaattttttt…….. mmmmmmhhhh….

Setelah beberapa menit terdiam sambil memeluk tubuh bi Tuti, saya bangkit dengan perlahan-lahan sambil mencabut kontolku dari lobang rahasianya dan langsung kubersihkan bibir lobang rahasia itu dengan dijilati olehku dan segera kupakaikan kembali celana dalam hitamnya.

Kukembalikan posisinya seperti semula, kecuali kainnya yang berlepotan air maniku… akan kubawa dan langsung kurendam di kamar mandi.



Sebelum pergi, saya berdiri sambil memandang wanita yang telah memberikan suatu pengalaman yang tak terlupakan dan tak tergantikan, sambil bertanya-tanya dalam hati,

” Apakah dia tahu jika akulah yang menyetubuhinya ?”, soalnya saya yakin bahwa bi Tuti mengetahui ada seseorang sedang menyetubuhinya dan bahkan diapun sempat mengalami puncak kenikmatan tapi sebab rasa kantuk yang amat amat sangat sehingga dia tak dapat memberi reaksi yang normal.

Setelah beberapa menit, tak ada reaksi, akupun keluar dari kamarnya dengan langkah gontai tapi puas.

Post By : PokerAstro.me

Agen Poker Online Terpercaya - Kisah dewasa ini terjadi beberapa bulan yang lalu, dan ini merupakan pengalamanku yang pertama juga dengan tante Amira, perkenalkan namaku Dono (bukan pelawak DKI) memang orang orang sering memanggilku dengna sebutan dono soalnya ada kemiripan juga agak sedikit tonggos kedepan gigi aku hehehe,,


Aku baru saja menuntaskan skripsiku dan sudah di wisuda di PTS jakarta, Dahulu saat aku masih duduk di bangku SMA, aku memiliki sahabat bermain yang cukup akrab, namanya Dinar. Ia adalah sahabat dekat aku sejak perkenalan pertama kali saat masih duduk di bangku SMP. Karena hubungan kami sangat dekat, maka aku sering bermain ke rumahnya di kawasan Menteng.



Agen Poker Online Indonesia - Hampir setiap minggu pasti aku bermain ke rumahnya, entah untuk mengajaknya pergi atau cuma bermain di rumahnya saja. Karena hubungan kami yang dekat, maka hubungan aku dengan keluarganya cukup dekat pula. Apalagi dengan Tante Amira, yang tak lain adalah ibu kandung Dinar. 

Perlu anda ketahui, Tante Amira menikah di umur yang sangat muda dengan Om Tatang. Tante Amira melahirkan Dinar saat masih berumur 18 tahun. Selain Dinar, Tante Amira juga memiliki anak lagi yaitu Jeremy yang baru berumur 2 tahun saat itu.

Memang perbedaan umurnya dengan Dinar sangat jauh, apakah mungkin Tante Amira memang ingin memiliki anak lagi ataukah..? Setiap hari Tante Amira cuma di rumah saja, sedangkan Om Tatang-nya adalah seorang karyawan perusahaan asing yang cukup sukses. 

Pada akhirnya saat baru menginjak SMA tahun ke-2 hubungan aku dan Dinar serta dengan keluarganya putus,saat ternyata mereka sekeluarga harus pindah ke Jerman untuk mengikuti Om Tatang yang mendapat pekerjaan di Jerman.

Tapi kira–kira setahun yang lalu aku mendapat berita bahwa Dinar sedang liburan ke Jakarta. Tentu saja aku senang sekali karena bisa bertemu sahabat lama saya. Saat sudah berada di Jakarta, Dinar menelepon aku dan ia menyuruh aku datang ke apartmentnya di kawasan Kuningan. Dan akhirnya aku pun datang bertemu dengan ia di apartmentnya. Saat datang aku sangat


Agen Poker Indonesia - kaget, karena ternyata Tante Amira sudah tinggal kembali di Jakarta. Tante Amira ternyata tak terlalu betah dengan suasana di Jerman, kira–kira setelah 1 tahun di Jerman ia memutuskan bersama Jeremy untuk kembali ke Jakarta. Sedangkan Om Tatang dan Dinar tetap tinggal di sana. Jeremy sekarang sudah sekolah pada sebuah SD swasta terkenal di kawasan Lippo Karawaci.

Saat bertemu dengan Dinar maupun dengan anggota keluarganya yang lain, aku sangat senang sekali, karena sudah lama sekali aku tak berjumpa dengan mereka semua. Tapi setelah kira–kira 2 minggu berada di Jakarta untuk liburan, akhirnya Dinar harus kembali ke Jerman untuk meneruskan studinya. Tapi setelah 1 minggu Dinar balik ke Jerman, tiba–tiba aku mendapat telepon dari nomor HP yang biasa dipakai Dinar saat ia berada di Jakarta, dan ternyata setelah aku ingat nomor tersebut adalah nomor HP Tante Amira.

“Don.. Tante nih, kamu lagi dimana?” tanya si Tante.

“Aku baru saja habis makan siang tuh sama sahabat aku Tante, ada apa memangnya?” tanyaku kembali.

“Gini.. ada yang aneh sama TV di rumah Tante, kamu bisa tolong kemari tidak?” tanyanya.

“Yah.. bisa deh Tante, cuman kira-kira 2 jam lagi deh yah,” jawab saya.

Akhirnya aku datang juga ke apartmentnya untuk membantunya. Setelah sampaidi apartmentnya alangkah kagetnya saya, ternyata Tante Amira memakai baju yang sangat seksi.

Yah, memang badannya cukup seksi bagiku, karenawalaupun sudah mulai berumur, Tante Amira masih sempat menjaga tubuhnya dengan melakukan senam “BL” seminggu 3 kali. Tubuhnya yang ideal menurut aku memiliki tinggi sekitar 168 cm, dan berat sekitar 48 kg, ditambah ukuran payudaranya kira–kira 36B. Saat aku mengecek TV-nya ternyata memang ada yang rusak.

Waktu aku sedang berusaha mengeceknya tiba–tiba Tante Amira menempel di belakang saya. Mula–mula aku tak menaruh curiga sama sekali mungkin karena ia ingin tahu bagian mana yang rusak, tapi lama–lama saya merasakan ada sesuatu yang menempel di punggung saya, yaitu payudaranya yang montok. Setelah TV berhasil aku benarkan, kami berdua akhirnya duduk di ruang keluarganya sambil menonton acara TV dan berbicara tentang kabar saya.

“Don, kamu masih seperti yang dahulu saja yah?” tanya Tante Amira.

“Agh.. Tante bisa aja deh, emang nggak ada bedanya sama sekali apa?” jawabku.

Iyah tuh.. masih seperti yang dahulu saja, cuman kini pastinya sudah dewasa dong..” tanyanya.



Agen Poker Terbaik - Lalu belum aku menjawab pertanyaannya yang satu itu, tiba–tiba tangan Tante Amira sudah memegang tangan aku duluan, dan tentu saja aku kaget setengah mati.

“Don.. mau kan tolongin Tante?” tanya si Tante dengan manja.

“Loh.. tolongin apalagi nih Tante?” jawabku.

“Tolong memuaskan Tante, Tante kesepian nih..” jawab si Tante.

Astaga, betapa kagetnya aku mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Amira yang memiliki rambut sebahu dengan warna rambut yang highlight, aku benar–benar tak membayangkan kalau ibu sahabat dekatku sendiri yang meminta seperti itu. Memang tak pernah ada keinginan untuk “bercinta” dengan Tante Amira ini, karena selama ini aku menganggap ia sebagai seorang ibuyang baik dan bertanggung jawab.

Wah.. aku harus memuaskan Tante dengan apa dong?” tanyaku sambil bercanda.

Yah.. kamu pikir sendiri dong, kan kamu sudah dewasa kan..” jawabnya.

Lalu akhirnya aku terbawa nafsu setan juga, dan mulailah memberanikan diri untuk memeluknya dan kami mulai berciuman di ruang keluarganya. Dimulai dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku mulai meremas–remas payudaranya yang masih montok itu.

Tante Amira juga tak mau kalah, ia langsung meremas–remas alat kelaminku dengan keras. Mungkin karena selama ini tak ada pria yang dapat memuaskan nafsu seksnya yang ternyata sangat besar ini, apalagi setelah kepulangannya dari Jerman.

Akhirnya setelah hampir selama setengah jam kami berdua bercumbu seperti di atas, Tante Amira menarik aku ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya ia langsung melucuti semua baju saya, pertama–tama ia melepas kemeja aku kancing perkancing sambil menciumi dada saya.

Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya sampailah pada bagian celana. Betapa nafsunya dia

ingin melepaskan celana Levi’s saya. Dan akhirnya ia dapat melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya.

“Wah.. Don, gede juga nih punya kamu..” kata si Tante sambil bercanda.

“Masa sih Tante.. perasaan biasa–biasa saja deh,”jawabku. Dalam keadaan aku berdiri dan Tante Amira yang sudah jongkok di depan saya, ia langsung menurunkan celana dalam aku dan dengan cepatnya ia memasukkan batang kemaluan aku ke dalam mulutnya.

Aghh, nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini aku merasakan oral seks. Setelah ia puas melakukan oral dengan kemaluan saya, kemudian aku mulai memberanikan diri untuk bereaksi.

Kini gantian aku yang ingin memuaskan si Tante. Aku membuka bajunya dan kemudian aku melepaskan celana panjangnya. Setelah melihat keadaan si Tante dalam keadaan tanpa baju itu, tiba–tiba libido seks aku menjadi semakin besar.

Aku langsung menciumi payudaranya sambil meremas–remas, sementara itu Tante Amira terlihat senangnya bukan main. Lalu aku membuka BH hitamnya, dan mulailah aku menggigit–gigit putingnya yang sudah mengeras.

Oghh.. aku merindukan suasana seperti ini Don..” desahnya.

Tante, aku belum pernah gituan loh, tolong ajarin aku yah?” kataku.

Karena aku sudah bernafsu sekali, akhirnya aku mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan kemudian aku membuka celana dalamnya yang berwarna hitam.

Terlihat jelas klitorisnya sudah memerah dan liang kemaluannya sudah basahsekali di antara bulu–bulu halusnya. Lalu aku mulai menjilat–jilat kemaluan si Tante dengan pelan–pelan.

“Ogh.. Don, pintar sekali yah kamu merangsang Tante..” dengan suara yang mendesah.

“Wah.. natural tuh Tante, padahal aku belum pernah sampai sejauh ini loh..” jawabku.

Tak terasa, tahu–tahu rambutku dijambaknya dan tiba–tiba tubuh tante mengejang dan aku merasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah.. ternyata ia orgasme! Memang berbau aneh sih, cuma berhubung sudah dilanda nafsu, bau seperti apapun tentunya sudah tak menjadi masalah.

Setelah itu kami merubah posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinyaaku rasakan, dan nikmatnya benar–benar luar biasa.

Mulut Tante menjilati kemaluan aku yang sudah mulai basah dan begitupun mulut aku yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Setelah kami puas melakukan oral seks, akhirnya Tante Amira kini meminta aku untuk memasukan batang kemaluan aku ke dalam lubang kemaluannya.

Don.. ayoo dong, kini masukin yah, Tante sudah tak tahan nih,” minta si Tante.

Wah.. aku takut kalo Tante hamil gimana..” tanyaku.

Nggak usah takut deh, Tante minum obat kok, pokoknya kamu tenang–tenang aja deh,” sambil berusaha meyakinkanku.

Benar–benar nafsu setan sudah mempengaruhi saya, dan akhirnya aku nekad memasukan kemaluan aku ke dalam lubang kemaluannya.

Oghh, nikmatnya. Walaupun sakitnya juga lumayan. Setelah akhirnya masuk, aku melakukangerakan maju-mundur dengan pelan, karena masih terasa sakit.

“Ahh.. dorong terus dong Don..” minta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali.

Mendengar desahannya aku menjadi semakin nafsu, dan aku mulai mendorong dengan kencang dan cepat walaupun rasa sakit juga terasa. Akhirnya aku mulai terbiasa dan mulai mendorong dengan cepat.


Poker Judi Online - Sementara itu tangan aku asyik meremas–remas payudaranya, sampai tiba–tiba tubuh Tante Amira mengejang kembali. Astaga, ternyata ia orgasme yang kedua kalinya. Dan kemudian kami berganti posisi, aku di bawah dan ia di atas saya.

Posisi ini adalah idaman aku kalau sedang bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan aku ini memang tak salah, benar–benar aku merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, dan tangan aku tetap sibuk meremas payudaranya lagi.

Oh.. oh.. nikmat sekali Donniie..!” teriak si Tante.

Tante.. aku kayaknya sudah mau keluar nih..” kata saya.

Sabar yah Don.. tunggu sebentar lagi dong, Tante juga udah mau keluar laginih..” jawab si Tante.

Akhirnya aku tak kuat menahan lagi, dan keluarlah cairan mani aku di dalam liang kemaluan si Tante, begitu juga dengan si Tante. “Arghh..!”

teriak si Tante Amira. Tante Amira kemudian mencakar pundak aku sementara aku memeluk badannya dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot–otot kemaluannya benar–benar meremas batang kemaluanku. Setelah itu kami berdua letih dan langsung tidur saja di atas ranjangnya.

Tanpa disadari setelah 3 jam tertidur, aku akhirnya bangun. Aku memakai baju aku kembali dan menuju ke dapur. Saat di dapur aku melihat Tante Amira dalam keadaan telanjang, mungkin ia sudah biasa seperti itu. Entah kenapa, tiba–tiba kini giliran aku yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang.

Tanpa bekata–kata, aku langsung memeluk Tante Amira dari belakang, dan mulai lagi meremas–remas payudaranya dan pantatnya yang bahenol serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante langsung menciumi bibir saya, dan memeluk aku dengan erat.

Ih.. kamu ternyata nafsuan juga yah anaknya?” kataya sambil tertawa kecil.

Agh Tante bisa aja deh,” jawabku sambil menciumi bibirnya kembali.

Saking nafsunya, aku mengajak untuk sekali lagi bersenggama dengan si Tante, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa ada perintah dari Tante Amira kali ini aku langsung membuka celana dan baju aku kembali, sehingga kami dalam keadaan telanjang kembali di dapurnya. Karena keadaan tempat

kurang nyaman, maka kami cuma melakukannya dengan gaya doggie style.”Um..

dorong lebih keras lagi dong Don..” desahnya. Semakin nafsu saja aku mendengar desahannya yang menurut aku sangat seksi. Maka semakin keras juga sodokankukepada si Tante, sementara itu tanganku menjamah semua bagian tubuhnya yang dapat aku jangkau.

Don.. mandi yuk?” mintanya.

Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, terus Tante mandiin aku yah?” Jawab saya.

Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi aku mendudukkan Tante Amira di atas wastafel, dan kemudian aku kembali menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Dan Tante mulai terangsang kembali.

Hm.. nikmat sekali jilatanmu Don.. agghh..” desahnya.

Don.. kamu sering–sering ke sini dong..” katanya dengan nafas memburu.

Tante, kalo tahu ada service begini mah aku setiap hari kalau bisa juga mau,” jawabku sambil tersenyum.

Setelah puas menjilatinya, aku memasukkan batang kemaluan aku kembali ke lubang kemaluan Tante Amira.

Kali ini, dorongan aku sudah semakin kuat, karena rasa sakit aku sudah mulai berkurang ataukah aku sudah mulai terbiasa yah? Bosan dengan gaya tersebut, aku duduk di atas kloset dan Tante Amira aku dudukkan di atas saya, dan batang kemaluan aku kembali dibimbingnya masuk ke dalam lubang kemaluannya.

Kali ini aku sudah mulai tak terlalu merasakan sakit sama sekali, tapi rasa nikmat lebih banyak terasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat akhirnya aku “KO” kembali, aku mengeluarkan air mani ke dalamlubang kemaluannya. 



Tante Amira kemudian menjilati kemaluan aku yang sudah berlumuran dengan air mani, dihisapnya semua sampai bersih. Setelah itu kami mandi bersama.

Setelah selesai mandi, Tante Amira memasakkan makan malam untuk kami berdua, dan setelah itu aku pamitan untuk balik ke rumah. Setelah kajadian itu aku baru tahu bahwa kesepian seorang Tante dapat membawa nikmat juga kadang–kadang.

Sampai kini kami masih sering bertemu dan melakukan bersetubuhan. Kami biasanya melakukan di apartmetnya di kala anaknya Jeremy sedang sekolah atau les. Dan sering juga Tante mem-booking hotel berbintang dan kami bertemu di kamar.

Post By : PokerAstro.me

Agen Judi Poker - Kisah dewasa ini terjadi beberapa bulan yang lalu, dan ini merupakan pengalamanku yang pertama juga dengan tante Amira, perkenalkan namaku Dono (bukan pelawak DKI) memang orang orang sering memanggilku dengna sebutan dono soalnya ada kemiripan juga agak sedikit tonggos kedepan gigi aku hehehe,,


Aku baru saja menuntaskan skripsiku dan sudah di wisuda di PTS jakarta, Dahulu saat aku masih duduk di bangku SMA, aku memiliki sahabat bermain yang cukup akrab, namanya Dinar. Ia adalah sahabat dekat aku sejak perkenalan pertama kali saat masih duduk di bangku SMP. Karena hubungan kami sangat dekat, maka aku sering bermain ke rumahnya di kawasan Menteng.




Agen Poker Indonesia - Hampir setiap minggu pasti aku bermain ke rumahnya, entah untuk mengajaknya pergi atau cuma bermain di rumahnya saja. Karena hubungan kami yang dekat, maka hubungan aku dengan keluarganya cukup dekat pula. Apalagi dengan Tante Amira, yang tak lain adalah ibu kandung Dinar. 

Perlu anda ketahui, Tante Amira menikah di umur yang sangat muda dengan Om Tatang. Tante Amira melahirkan Dinar saat masih berumur 18 tahun. Selain Dinar, Tante Amira juga memiliki anak lagi yaitu Jeremy yang baru berumur 2 tahun saat itu.

Memang perbedaan umurnya dengan Dinar sangat jauh, apakah mungkin Tante Amira memang ingin memiliki anak lagi ataukah..? Setiap hari Tante Amira cuma di rumah saja, sedangkan Om Tatang-nya adalah seorang karyawan perusahaan asing yang cukup sukses. 

Pada akhirnya saat baru menginjak SMA tahun ke-2 hubungan aku dan Dinar serta dengan keluarganya putus,saat ternyata mereka sekeluarga harus pindah ke Jerman untuk mengikuti Om Tatang yang mendapat pekerjaan di Jerman.

Tapi kira–kira setahun yang lalu aku mendapat berita bahwa Dinar sedang liburan ke Jakarta. Tentu saja aku senang sekali karena bisa bertemu sahabat lama saya. Saat sudah berada di Jakarta, Dinar menelepon aku dan ia menyuruh aku datang ke apartmentnya di kawasan Kuningan. Dan akhirnya aku pun datang bertemu dengan ia di apartmentnya. Saat datang aku sangat


Agen Poker Terbaik - kaget, karena ternyata Tante Amira sudah tinggal kembali di Jakarta. Tante Amira ternyata tak terlalu betah dengan suasana di Jerman, kira–kira setelah 1 tahun di Jerman ia memutuskan bersama Jeremy untuk kembali ke Jakarta. Sedangkan Om Tatang dan Dinar tetap tinggal di sana. Jeremy sekarang sudah sekolah pada sebuah SD swasta terkenal di kawasan Lippo Karawaci.

Saat bertemu dengan Dinar maupun dengan anggota keluarganya yang lain, aku sangat senang sekali, karena sudah lama sekali aku tak berjumpa dengan mereka semua. 

Tapi setelah kira–kira 2 minggu berada di Jakarta untuk liburan, akhirnya Dinar harus kembali ke Jerman untuk meneruskan studinya. Tapi setelah 1 minggu Dinar balik ke Jerman, tiba–tiba aku mendapat telepon dari nomor HP yang biasa dipakai Dinar saat ia berada di Jakarta, dan ternyata setelah aku ingat nomor tersebut adalah nomor HP Tante Amira.

“Don.. Tante nih, kamu lagi dimana?” tanya si Tante.

“Aku baru saja habis makan siang tuh sama sahabat aku Tante, ada apa memangnya?” tanyaku kembali.

“Gini.. ada yang aneh sama TV di rumah Tante, kamu bisa tolong kemari tidak?” tanyanya.

“Yah.. bisa deh Tante, cuman kira-kira 2 jam lagi deh yah,” jawab saya.

Akhirnya aku datang juga ke apartmentnya untuk membantunya. Setelah sampaidi apartmentnya alangkah kagetnya saya, ternyata Tante Amira memakai baju yang sangat seksi.

Yah, memang badannya cukup seksi bagiku, karenawalaupun sudah mulai berumur, Tante Amira masih sempat menjaga tubuhnya dengan melakukan senam “BL” seminggu 3 kali. Tubuhnya yang ideal menurut aku memiliki tinggi sekitar 168 cm, dan berat sekitar 48 kg, ditambah ukuran payudaranya kira–kira 36B. Saat aku mengecek TV-nya ternyata memang ada yang rusak.

Waktu aku sedang berusaha mengeceknya tiba–tiba Tante Amira menempel di belakang saya. Mula–mula aku tak menaruh curiga sama sekali mungkin karena ia ingin tahu bagian mana yang rusak, tapi lama–lama saya merasakan ada sesuatu yang menempel di punggung saya, yaitu payudaranya yang montok. Setelah TV berhasil aku benarkan, kami berdua akhirnya duduk di ruang keluarganya sambil menonton acara TV dan berbicara tentang kabar saya.



Poker Judi Online - “Don, kamu masih seperti yang dahulu saja yah?” tanya Tante Amira.

“Agh.. Tante bisa aja deh, emang nggak ada bedanya sama sekali apa?” jawabku.

Iyah tuh.. masih seperti yang dahulu saja, cuman kini pastinya sudah dewasa dong..” tanyanya.

Lalu belum aku menjawab pertanyaannya yang satu itu, tiba–tiba tangan Tante Amira sudah memegang tangan aku duluan, dan tentu saja aku kaget setengah mati.

“Don.. mau kan tolongin Tante?” tanya si Tante dengan manja.

“Loh.. tolongin apalagi nih Tante?” jawabku.

“Tolong memuaskan Tante, Tante kesepian nih..” jawab si Tante.

Astaga, betapa kagetnya aku mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Amira yang memiliki rambut sebahu dengan warna rambut yang highlight, aku benar–benar tak membayangkan kalau ibu sahabat dekatku sendiri yang meminta seperti itu. Memang tak pernah ada keinginan untuk “bercinta” dengan Tante Amira ini, karena selama ini aku menganggap ia sebagai seorang ibuyang baik dan bertanggung jawab.

Wah.. aku harus memuaskan Tante dengan apa dong?” tanyaku sambil bercanda.

Yah.. kamu pikir sendiri dong, kan kamu sudah dewasa kan..” jawabnya.

Lalu akhirnya aku terbawa nafsu setan juga, dan mulailah memberanikan diri untuk memeluknya dan kami mulai berciuman di ruang keluarganya. Dimulai dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku mulai meremas–remas payudaranya yang masih montok itu.

Tante Amira juga tak mau kalah, ia langsung meremas–remas alat kelaminku dengan keras. Mungkin karena selama ini tak ada pria yang dapat memuaskan nafsu seksnya yang ternyata sangat besar ini, apalagi setelah kepulangannya dari Jerman.

Akhirnya setelah hampir selama setengah jam kami berdua bercumbu seperti di atas, Tante Amira menarik aku ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya ia langsung melucuti semua baju saya, pertama–tama ia melepas kemeja aku kancing perkancing sambil menciumi dada saya.

Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya sampailah pada bagian celana. Betapa nafsunya dia

ingin melepaskan celana Levi’s saya. Dan akhirnya ia dapat melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya.

“Wah.. Don, gede juga nih punya kamu..” kata si Tante sambil bercanda.

“Masa sih Tante.. perasaan biasa–biasa saja deh,”jawabku. Dalam keadaan aku berdiri dan Tante Amira yang sudah jongkok di depan saya, ia langsung menurunkan celana dalam aku dan dengan cepatnya ia memasukkan batang kemaluan aku ke dalam mulutnya.

Aghh, nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini aku merasakan oral seks. Setelah ia puas melakukan oral dengan kemaluan saya, kemudian aku mulai memberanikan diri untuk bereaksi.

Kini gantian aku yang ingin memuaskan si Tante. Aku membuka bajunya dan kemudian aku melepaskan celana panjangnya. Setelah melihat keadaan si Tante dalam keadaan tanpa baju itu, tiba–tiba libido seks aku menjadi semakin besar.

Aku langsung menciumi payudaranya sambil meremas–remas, sementara itu Tante Amira terlihat senangnya bukan main. Lalu aku membuka BH hitamnya, dan mulailah aku menggigit–gigit putingnya yang sudah mengeras.

Oghh.. aku merindukan suasana seperti ini Don..” desahnya.

Tante, aku belum pernah gituan loh, tolong ajarin aku yah?” kataku.

Karena aku sudah bernafsu sekali, akhirnya aku mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan kemudian aku membuka celana dalamnya yang berwarna hitam.

Terlihat jelas klitorisnya sudah memerah dan liang kemaluannya sudah basahsekali di antara bulu–bulu halusnya. Lalu aku mulai menjilat–jilat kemaluan si Tante dengan pelan–pelan.

“Ogh.. Don, pintar sekali yah kamu merangsang Tante..” dengan suara yang mendesah.

“Wah.. natural tuh Tante, padahal aku belum pernah sampai sejauh ini loh..” jawabku.

Tak terasa, tahu–tahu rambutku dijambaknya dan tiba–tiba tubuh tante mengejang dan aku merasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah.. ternyata ia orgasme! Memang berbau aneh sih, cuma berhubung sudah dilanda nafsu, bau seperti apapun tentunya sudah tak menjadi masalah.

Setelah itu kami merubah posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinyaaku rasakan, dan nikmatnya benar–benar luar biasa.

Mulut Tante menjilati kemaluan aku yang sudah mulai basah dan begitupun mulut aku yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Setelah kami puas melakukan oral seks, akhirnya Tante Amira kini meminta aku untuk memasukan batang kemaluan aku ke dalam lubang kemaluannya.

Don.. ayoo dong, kini masukin yah, Tante sudah tak tahan nih,” minta si Tante.

Wah.. aku takut kalo Tante hamil gimana..” tanyaku.

Nggak usah takut deh, Tante minum obat kok, pokoknya kamu tenang–tenang aja deh,” sambil berusaha meyakinkanku.

Benar–benar nafsu setan sudah mempengaruhi saya, dan akhirnya aku nekad memasukan kemaluan aku ke dalam lubang kemaluannya.

Oghh, nikmatnya. Walaupun sakitnya juga lumayan. Setelah akhirnya masuk, aku melakukangerakan maju-mundur dengan pelan, karena masih terasa sakit.



Situs Judi Poker - “Ahh.. dorong terus dong Don..” minta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali.

Mendengar desahannya aku menjadi semakin nafsu, dan aku mulai mendorong dengan kencang dan cepat walaupun rasa sakit juga terasa. Akhirnya aku mulai terbiasa dan mulai mendorong dengan cepat.

Sementara itu tangan aku asyik meremas–remas payudaranya, sampai tiba–tiba tubuh Tante Amira mengejang kembali. Astaga, ternyata ia orgasme yang kedua kalinya. Dan kemudian kami berganti posisi, aku di bawah dan ia di atas saya.

Posisi ini adalah idaman aku kalau sedang bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan aku ini memang tak salah, benar–benar aku merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, dan tangan aku tetap sibuk meremas payudaranya lagi.

Oh.. oh.. nikmat sekali Donniie..!” teriak si Tante.

Tante.. aku kayaknya sudah mau keluar nih..” kata saya.

Sabar yah Don.. tunggu sebentar lagi dong, Tante juga udah mau keluar laginih..” jawab si Tante.

Akhirnya aku tak kuat menahan lagi, dan keluarlah cairan mani aku di dalam liang kemaluan si Tante, begitu juga dengan si Tante. “Arghh..!”

teriak si Tante Amira. Tante Amira kemudian mencakar pundak aku sementara aku memeluk badannya dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot–otot kemaluannya benar–benar meremas batang kemaluanku. Setelah itu kami berdua letih dan langsung tidur saja di atas ranjangnya.

Tanpa disadari setelah 3 jam tertidur, aku akhirnya bangun. Aku memakai baju aku kembali dan menuju ke dapur. Saat di dapur aku melihat Tante Amira dalam keadaan telanjang, mungkin ia sudah biasa seperti itu. Entah kenapa, tiba–tiba kini giliran aku yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang.

Tanpa bekata–kata, aku langsung memeluk Tante Amira dari belakang, dan mulai lagi meremas–remas payudaranya dan pantatnya yang bahenol serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante langsung menciumi bibir saya, dan memeluk aku dengan erat.

Ih.. kamu ternyata nafsuan juga yah anaknya?” kataya sambil tertawa kecil.

Agh Tante bisa aja deh,” jawabku sambil menciumi bibirnya kembali.

Saking nafsunya, aku mengajak untuk sekali lagi bersenggama dengan si Tante, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa ada perintah dari Tante Amira kali ini aku langsung membuka celana dan baju aku kembali, sehingga kami dalam keadaan telanjang kembali di dapurnya. Karena keadaan tempat

kurang nyaman, maka kami cuma melakukannya dengan gaya doggie style.”Um..

dorong lebih keras lagi dong Don..” desahnya. Semakin nafsu saja aku mendengar desahannya yang menurut aku sangat seksi. Maka semakin keras juga sodokankukepada si Tante, sementara itu tanganku menjamah semua bagian tubuhnya yang dapat aku jangkau.

Don.. mandi yuk?” mintanya.

Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, terus Tante mandiin aku yah?” Jawab saya.

Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi aku mendudukkan Tante Amira di atas wastafel, dan kemudian aku kembali menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Dan Tante mulai terangsang kembali.

Hm.. nikmat sekali jilatanmu Don.. agghh..” desahnya.

Don.. kamu sering–sering ke sini dong..” katanya dengan nafas memburu.

Tante, kalo tahu ada service begini mah aku setiap hari kalau bisa juga mau,” jawabku sambil tersenyum.

Setelah puas menjilatinya, aku memasukkan batang kemaluan aku kembali ke lubang kemaluan Tante Amira.

Kali ini, dorongan aku sudah semakin kuat, karena rasa sakit aku sudah mulai berkurang ataukah aku sudah mulai terbiasa yah? Bosan dengan gaya tersebut, aku duduk di atas kloset dan Tante Amira aku dudukkan di atas saya, dan batang kemaluan aku kembali dibimbingnya masuk ke dalam lubang kemaluannya.



Kali ini aku sudah mulai tak terlalu merasakan sakit sama sekali, tapi rasa nikmat lebih banyak terasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat akhirnya aku “KO” kembali, aku mengeluarkan air mani ke dalamlubang kemaluannya. Tante Amira kemudian menjilati kemaluan aku yang sudah berlumuran dengan air mani, dihisapnya semua sampai bersih. Setelah itu kami mandi bersama.

Setelah selesai mandi, Tante Amira memasakkan makan malam untuk kami berdua, dan setelah itu aku pamitan untuk balik ke rumah. Setelah kajadian itu aku baru tahu bahwa kesepian seorang Tante dapat membawa nikmat juga kadang–kadang.

Sampai kini kami masih sering bertemu dan melakukan bersetubuhan. Kami biasanya melakukan di apartmetnya di kala anaknya Jeremy sedang sekolah atau les. Dan sering juga Tante mem-booking hotel berbintang dan kami bertemu di kamar.

Post By : PokerAstro.me

Agen Poker Online Terpercaya - Kisah dewasa ini terjadi beberapa bulan yang lalu, dan ini merupakan pengalamanku yang pertama juga dengan tante Amira, perkenalkan namaku Dono (bukan pelawak DKI) memang orang orang sering memanggilku dengna sebutan dono soalnya ada kemiripan juga agak sedikit tonggos kedepan gigi aku hehehe,,

Aku baru saja menuntaskan skripsiku dan sudah di wisuda di PTS jakarta, Dahulu saat aku masih duduk di bangku SMA, aku memiliki sahabat bermain yang cukup akrab, namanya Dinar. 

Ia adalah sahabat dekat aku sejak perkenalan pertama kali saat masih duduk di bangku SMP. Karena hubungan kami sangat dekat, maka aku sering bermain ke rumahnya di kawasan Menteng.



Agen Poker Online Indonesia - Di dalam pembicaraan kami berdua, aku selalu memancing Tante Silvi agar ia bercerita tentang kehidupan pribadinya, dan ternyata Tante Silvi menyembunyikannya, sebab didalam pikiran Tante Silvi orang yang baru dikenal sudah ingin cari tahu kehidupan pribadinya. Setelah sekian lama kami ngobrol di telepon akhirnya kami mencatat nomor kami masing-masing.

Keesokan harinya aku menelpon ia (Tante Silvi). Kali ini pembicaraan ngalor-ngidul, dan aku terus memancing Tante Silvi agar mau bercerita tentang kehidupan pribadinya. 

Memang pertamanya Tante Silvi tak mau bercerita tetapi setelah aku bertanya terus akhirnya Tante Silvi mau buka rahasia kehidupan pribadinya. 

Tanpa disadari saat bicara tentang pengalaman pacaran, ia bilang, mohon maaf kalau sebelumnya ia berbohong kepada aku kalau ia belum punya pacar padahal sudah punya suami.


Agen Poker Online - Tetapi hubungannya dengan suaminya tak terlalu bahagia sebab agak bosan, itu diakibatkan suaminya sering melantarkan kehidupan seksnya. 

Akhirnya aku makin berani dan pasti lalu kutanyakan bagaimana rasanya saat bulan madunya apakah ada yang sangat istimewa sebab aku sama sekali belum pernah merasakan berdekatan dengan wanita (walau itu yang namanya ciuman). ia bilang, itu sih alamiah.. Kali ini ia tak malu-malu lagi. Lalu kutanya lagi,

Gaya apa yang biasa dilakukan. Tante Silvi menjawab kalau suamiku pada awal permainan sangat suka

mencium leherku kemudian baru menghisap payudara.. Lalu kutanya lagi, Kalau Tante Silvi senangnya dimana?”.

Lalu Tante Silvi menjawab,” Aku senangnya kalau lagi diatas perut,”balasnya manja.

Masih dipercakapan telepon juga kutanyakan,”Tolong dong Tante ajarin aku”.

Jawab Tante,” Enak saja.. Cari saja perempuan yang masih single kemudian nikahi.. Bereskan.!,” balasnya dengan nada sedikit genit.

Ternyata Tante Silvi ini jinak-jinak merpati.. Aku makin menjadi semakin tertantang. Lalu kucoba pancing lagi.

Iyah deh.. Nggak usah yang berat-berat.. Ciuman aja..” ternyata Tante Silvi mulai memberi angin dengan memberi jawaban, “

Lihat saja belum, sudah mau cium-cium.. Entar sudah lihat malah lari..”

Aku menimpa kembali,” Siapa yang lari aku atau Tante?”

Dia menjawab,” Sudah ketemu aja deh.. Dimana..?”

Saya langsung jawab di” F” restaurant, terus langsung nonton film.

Akhirnya diakhir percakapan kami janjian untuk ketemu besok jam 3 sore.

Keesokan harinya tepat jam 3 sore ada seorang wanita rambut panjang, tinggi 165 cm, pakaian kuning dengan rok merah yang seksi, persis dengan janjiannya, pikiranku langsung tak karuan, aku bersumpah aku harus dapat mencium dan menyetubuhinya. Hanya ngobrol sebentar, kami langsung ke

bioskop yang terkenal, setalah sampai di bioskop kami beli karcis masuk, kebetulan kami berdua dapat tempat duduk dipinggir.

Setelah film dimulai, didalam celanaku ada terasa yang sangat ganjil ternyata ‘kontolku mulai berdiri kencang’. Kemudian kuberanikan untuk memegang tangannya yang begitu halus dan lembut, ternyata Tante Silvi hanya diam saja. aku berbisik,

Tante bohong katanya ditelpon bilang sudah nenek-nenek tetapi nyatanya masih seperti umur 20-an tahun, beruntung yah suami Tante.” Lalu aku berbisik lagi,” Mana janjinya Tante.. Katanya boleh cium,

kalau nggak lari..”

Kemudian ia melihat sekeliling,” Malu nanti ketahuan orang,” aku bilang kembali,”

Sepi kok Tante..”

Dalam keremangan aku melihat Tante Silvi merapat-rapatkan kedua bibirnya untuk membersihkan lipstiknya. aku mulai mendekatkan bibir aku pada telinga Tante Silvi. Busyet wangi sekali, kemudian tanpa ragu lagi aku makin berani mendekatkan bibir aku dipipi Tante Silvi dan seterusnya kulumat

bibir Tante Silvi.

Mulanya Tante Silvi hanya diam lama kelamaan Tante Silvi terbawa arus dan segera melawan lumatanku dengan penuh gairah. Kemudian tanganku mulai kumainkan di sekitar badannya Tante Silvi, dan sampai di buah dadanya.

Waduh montok sekali buah dadanya Tante Silvi, setalah itu langsung kuremas dan pelintir puting susunya. Nafas Tante Silvi mulai ngos-ngosan.

Tiba-tiba tanganku disentakkan dan ciuman aku dihentikan. Tante Silvi sadar bahwa ia sudah mengkhianati suaminya.

Sudah dong..!jangan terlalu jauh aku sudah nikah.”

Tetapi aku tak mau nyerah sampai disitu, dengan penuh trik aku mulai pegang kembali tangannya dan tanpa rasa ragu tangannya kubimbing ke arah kemaluanku yang sudah besar(kupikir aku pasti ditampar sebab kurang ajar).

Ternyata Tante Silvi hanya diam saja terpaku dengan besarnya kontolku, lalu aku keluarkan kemaluanku, aku tempelkan tangan Tante Silvi dikemaluanku, Tante Silvi terhenyak.



Agen Poker Terpercaya - Nekad kamu” “

Biarin Tante,” balasku nakal..“

Besar dan panjang juga barang kamu”. Bisik Tante Silvi genit..“

Iya Tante, aku sudah tak tahan lagi,” balasku mesra “

Nanti saja keluarin di kamar mandi,” goda Tante Silvi.“

Enggak mau, pingin sama tangan Tante Silvi!” bisikku manja. “

Pusing ya..” Tante Silvi terus menggodaku. “Iyah..” balasku mantap.

Kemudian aku menyuruh Tante Silvi untuk mengocok kontolku. Saat itu Tante Silvi menolak, tetapi dengan segala cara yang aku mainkan akhirnya Tante Silvi mau juga mengocok kontolku yang sudah besar.

Oooh.. syyhhkk.. nikmatnya..”

Tangan Tante Silvi yang super halus dan penuh pengalaman mengocok kontolku. Selang beberapa menit”Sreet.. sreett..” keluar sudah pejuhku akibat kocokan mesra tangan Tante Silvi.

Saat film selesai aku dan Tante Silvi keluar dan jalan-jalan. Kami berdua membeli permen karet dan terus jalan-jalan kembali, makan, hingga tanpa terasa jam menunjukkan pukul 09.30 malam. Kemudian aku bertanya,

Tante Silvi nggak dimarahin sama Om.. pulang terlambat?”

Tadi sudah bilang ada teman yang ulang tahun, jadi pulang agak lambat..”

Kemudian aku mengantarnya pulang. Didalam perjalanan pulang terlihat plang hotel, pikiranku mulai nggak karuan. Bawah saja Tante Silvi kesini. Tanpa banyak pikir aku langsung membelokkan mobil ke hotel.

Tante Silvi protes, “Mau ngapain kesini..?”

Kita ngobrol.. untuk saling kenal lagi Tante.. aku nggak akan nakal Tante,” balasku mesra, Tante Silvi diam saja. Ternyata Tante Silvi sudah nggak tahan dan ingin sekali merasakan kenikmatan sesaat walau itu bukan dengan suaminya.

Aku mengajak Tante Silvi untuk turun dari mobil, dan kami berdua pergi masuk ke dalam, setelah itu aku memesan kamar. Saat telah didalam kamar, Tante Silvi tampak kikuk, kucoba menenangkannya,

Santai saja Tante Silvi..”

Lalu Tante Silvi membuka sepatunya, aku menghampirinya.

Wah Tante Silvi badannya lebih pendek dengan saya, tetapi nggak ada pengaruh kalau sudah ditempat tidur.

Tante Silvi, aku pingin cium bibir Tante lagi..”

Lalu aku menghampirinya, Tante Silvi diam saja. Kemudian kulumat bibirnya.

Dengan setengah paksa kubuka bajunya lalu celana panjangnya sampai Tante Silvi terlihat bugil, Tante Silvi berontak lalu kujepit badannya yang seksi dan montok.

Ando.. jangan Ando.. jangan maksa dong..”

Aku tak peduli, dengan cepat aku buka celana aku kemudian dengan sigap kujilati toketnya Tante Silvi, sampai ke lubang” V” Tante Silvi. Tante Silvi merasakan kenikmatan yang luar biasa. Kemudian aku mengocok-ngocok lubangnya sampai Tante Silvi merasakan nikmat untuk yang kedua kalinya.

Kemudian kami berganti posisi sekarang gilirannya Tante Silvi yang menghisap punyaku, setelah 15 menit kami melakukan pemanasan kumasukkan kontolku yang besar dan panjang ke lubang memek Tante Silvi yang sudah basah, dengan cepat kugerakkan punyaku turun naik.

Masih kontolku menancap di lubang memek Tante Silvi, aku guling-gulingkan badannya sehingga kadang ia diatas kadang

dia dibawah. Kami melakukannya dengan penuh mesra.

Lama-lama Tante Silvi terangsang juga dan ingin cepat keluar, akhirnya Tante Silvi mencapai orgasme. Melihat akan hal itu aku terus mempercepat goyangan.

Akhirnya disaat posisi dog style, aku merasakan ada sesuatu yang ingin keluar, srroott.. sroott..

Saya memasukkan semua air mani aku ke lubang memek Tante Silvi.

Setelah itu aku jilati bibir kemaluan Tante Silvi sampai kemudian Tante Silvi orgasme yang kesekian kalinya, lalu kemudian kami berdua terlentang di tempat tidur.

Setelah 10 menit kami istirahat, kami berdua mandi. Dan kami melakukannya lagi di kamar mandi. Setelah 10 menit kami melakukannya, belum sempat selesai terdengar bunyi suara HP, yang ternyata dari suaminya. Kami menyudahinya dan Tante Silvi mengangkat telepon.


Setelah selesai bicara dengan suaminya di HP, Tante Silvi datang berbisik, Ando kamu memang hebat, dibandingkan suami saya. Dan jika Tante Silvi ingin berhubungan lagi dengan kamu, bolehkah..? Tante Silvi menghubungi kamu lagi. Kemudian aku menjawab,

Boleh.. aku siap melayani Tante. Tante mau pulang pulang dulu sebab suami Tante sudah cemas..”

Akhirnya impianku terwujud untuk menyetubuhi Tante Silvi yang seksi. Sampaisaat ini Tante Silvi sering menghubungi saya. Sebab suaminya tak dapat memuaskannya. Dan sekarang Tante Silvi sedang mengandung, entah itu punya aku atau suaminya yang jelas Tante Silvi sangat puas dengan kenikmatan yang aku kasih.

Post By : PokerAstro.me
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home