Agen Poker Online - Perkenalkan namaku Dimas aku sudah menikah dimana usiaku yang sekarang mengijak ke 30 tahun banyak di usiaku ini aku malah semakin muda , karena janggut dan brengosku aku cukur ditambah dengan tubuh yang juga atletis seringnya kalau pagi aku olahraga. Sekarang aku bekerja di salah satu perusahaan besar.

Kisah di bawah ini terjadi sebelum aku bekerja , dimana sewaktu aku masih serumah dengan ortuku aku merasa di kekang karena lingkungan rumah mengajarkanku untuk selelu disiplin dan setelah keluar dari rumah karena bekerja aku merasa liar, saat itu aku memang sedang hobby dengan bermain chat di kantor kadang kau lakukan saat sedang free, dari sejak SMP aku senang namanya akan sex memang sangat indah kalau di gambarkan.





Agen Poker Terbaik - Jujur saja dari kecil aku juga selalu di gandrungi banyak cewek karena sewaktu masa sekolah aku terpilih menjadi ketua osis setiap jenjang sekolahku.Balik pada ceritaku, dunia chatting adalah ‘accses’ untuk mengenal banyak wanita dengan segala status yang mereka miliki; mulai ABG, mahasiswi, ibu muda sampai wanita sebaya, di luar jam kantor. Dan mulai dari sinilah aku mulai mengenal apa itu “kehidupan sex having fun”.

Suatu ketika aku chatting dengan menggunakan nickname yang menantang kaum hawa untuk pv aku, hingga masuklah seorang ibu muda yang berumur 32 tahun sebut saja namanya Fera. Fera yang bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai sekretaris dengan paras yang cantik dengan bentuk tubuh yang ideal (itu semua aku ketahui setelah Fera sering kirim foto Fera email aku).

Kegiatan kantor aku tidak akan lengkap tanpa online sama dia setiap jam kantor dan dari sini Fera sering curhat tentang kehidupan rumah tangganya. Karena kita berdua sudah sering online, Dia tidak segan-segan menceritakan kehidupan sex nya yang cenderung tidak bisa menikmati dan meraih kepuasan. Kami berdua share setiap kesempatan online maupun mungkin aku sempatkan untuk call dia.

sampai ketika suatu hari, kami putuskan untuk jumpa darat sepulang jam kantor, aku lupa tanggal berapa tapi yang pasti hari pertemuan kami tentukan bersama hari Jum’at. Setelah menentukan dimana aku mau jemput, sepulang kantor aku langsung kendarai mobil butut starletku untuk meluncur di tempat yang janjikan.

Dengan perasaan deg-deg an, sepanjang perjalanan aku berfikir secantik apakah Fera yang usianya lebih tua dari aku 2 tahun. Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku bener-bener ketemu dengan Fera. Wow! Aku berdecak kagum dengan kecantikan Fera, tubuhnya yang sexy dengan penampilannya yang anggun membuat setiap kaum adam berdesir melihatnya.

Tidak terlihat dia seorang ibu muda dengan 3 orang anak, Fera adalah sosok cewek favorite aku. Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan alamak.. pantatnya yang sexy membuat aku menelan ludahku dalam-dalam sewaktu membayangkan bagaimana jika aku bisa bercinta dengan Fera.

Tanpa pikir panjang serta menutupi kegugupan aku. Aku memancing untuk menawarkan pergi ke salah satu motel di sudut kota (yang aku tahu dari temanku). Sepanjang perjalanan menuju hotel, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Fera yang cantik sekali dan aku membayangkan jika aku dapat menikmati bibirnya yang tipis..

Dan sepanjang itu juga “adik kecilku” mulai bangkit dari tidurnya. Tidak lama sampailah kami di salah satu Motel, aku langsung memasukan mobilku kedalam salah satu kamar 106.



Agen Domino Terpercaya - Didalam kamar aku amat grogi sekali bertatapan dengan wajah Fera..

“Met kenal Dimas,” Fera membuka obrolan.

“hey Fera..,” aku jawab dengan gugup.

Aku sungguh tidak percaya dengan yang aku hadapi, seorang ibu rumah tangga yang cantik sekali, sampai sempat aku berfikir hanya suami yang bego jika tidak bisa menyayangi wanita secantik Fera.

Kami berbicara hanya sekedar intermezo saja karena memang kami berdua tampak gugup saat pertemuan pertama tersebut. Sedangkan jantungku berdetak keras dibareng “adik kecilku” yang sudah meronta ingin unjuk gigi.

“Dimas meskipun kita di sini, tidak apa-apakan jika kita tidak bercinta,” kata Fera.

Aku tak menjawab sepatah katapun, dengan lembut aku gapai lengannya untuk duduk di tepi ranjang. Dengan lembut pula aku rangkul dia untuk rebahan diranjang dan tanpa terasa jantungku berdetak keras, bagaikan dikomando aku menciumi leher Fera yang terlihat sanagt bersih dan putih.

“Fera kamu sangat cantik sayang..,” aku berbisik.

“Dann.. jangan please..,” desahan Fera membikin aku terangsang.

Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Fera yang jenjang.

“Akhh Dimas..”

Tanpa terasa tanganku memulai nakal untuk menggerayangi payudara Fera yang aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.

“Ooohh.. Dimaasss..”

Fera mulai mengikuti rangsangan yang aku lakukan di dadanya. Aku semakin berani untuk melakukan yang lebih jauh..

“Fera, aku buka jas kamu ya, biar tidak kusut..,” pintaku.

Fera cuma mengikuti pergerakan tanganku untuk memreteli jasnya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan tanktop warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yang putih nampak dengan jelas dimukaku.

Setelah jas Fera terbuka, aku berusaha naik di tubuh dia, aku ciumi bibir Fera yang tipis, lidahku menjelajahi bibirnya dan memburu lidah Fera yang mulai terangsang dengan aktivitas aku. Tanganku yang nakal memulai menarik tanktop warna hitam dan..



Bandar Ceme Online - Wow.. tersembul puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan dibibir Fera untuk kemudian mulai melpeas BH dan menjilati puting Fera yang berwana kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat puting Fera berdiri dengan kencang.. sedangkan tangan kananku memilin puting Fera yang lain nya.

“Ooohh Dimassss.. kamu nakal sekali sayang..,” rintih Fera.

Dan saat aku mulai menegang..

“Tok.. tok.. tok.. room service.” Ahh.. sialan pikirku, menganggu saja roomboys ini. Aku meraih uang 50.000-an dikantong kemejaku dengan harapan supaya dia cepat pergi.

Sesudah roomboy’s pergi, aku tidak memberikan kesempatan untuk Fera bangkit dari pinggir. Parfum Fera yang harum menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya. Dengan bekal pengetahuan sex yang aku ketahui (baik dari majalah, film BF maupun obrolan-obrolan teman kantor), aku semakin berani berbuat lebih jauh dengan Fera.

Aku beranikan diri untuk mulai membuka CD yang digunakan Fera, dan darahku mendesir saat melihat tidak ada sehelai rambutpun di bagian memek Fera. Tanpa berpikir lama, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang memek Fera.

“Oohh.. Dan.. nikmat.. sayang,” Fera merintih kenikmatan tiap lidahku menghujam lubang memeknya dan sesekali menekan kepalaku untuk tidak melepaskan kenikmatan itu. Dan disaat dia sedang menikmati jilatan lidahku, telunjuk jari kiriku aku masukkan dalam lubang memek dan aku semakin tahu jika dia lebih bisa menikmati jika diperlakukan seperti itu. Terbukti Fera menggeliat serta mendesah disetiap gerakan jariku keluar masuk.


“Aakkhh Dimmm… kamu memang pintar sayang..,” desah Fera.

Disaat kocokkan jariku semakin cepat, Fera sudah mulai memperlihatkan ciri-ciri orang yang mau orgasme dan sesat kemudian..

“Dimmmm.. sayang.. aku nggak tahan.. oohh.. Dan.. aku mau..” menggelinjang hebat sambil menggapit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa sesak dibuatnya.

“Dimm.. ookkhh.. aakuu keluaarr.. crut-crut-crut.”

Fera merintih panjang saat clitorisnya memuntahkan cairan kental dan bersamaan dengan itu, aku membuka mulut aku lebar-lebar, sehingga carian itu tidak ada yang menetes sedikitpun dalam mulutku.

Aku biarkan Fera terlentang menikmati orgasmenya yang pertama, sambil membuka seluruh pakaian yang aku kenakan, aku memperhatikan Fera begitu puas dengan foreplay aku tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yang begitu berbinar-binar.

Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yang masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang kontolku yang berukuran 19 cm dengan bentuk melengkung, segera menghujam celah kenikmatan Fera dan sontak meringis..

“Aaakhh.. Dimas..,” desah Fera saat kontolku melesak kedalam lubang memeknya.

“Dimasy.. kontol kamu besar sekali.. aakkh..”

Aku merasakan setiap gapitan bibir memeknya yang begitu seret, sampai aku berfikir suami macam apa yang tidak bisa merasakan kenikmatan lubang senggama Fera ini?



Aku berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Fera yang mulai aku rasakan sangat menikmati permainan ini.

“Dimmmas.. sudah.. sayang.. akhh..” sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir memek mengapit batang kontolku. lalu aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari memek Fera. Aku tidak mempedulikan desahan Fera yang semakin menjadi

Aku hanya berusaha memberikan kepuasan bercinta, yang kata Fera belum pernah merasakan selama berumah tangga. Setiap gerakan maju mundur kontolku, selalu membuat tubuh Fera menggelinjang hebat karena sebenarnya bentuk kontolku agak bengkok ke kiri.

Tiba-tiba Fera mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua kalinya. Kontolku bergerak keluar masuk dengan cepat dan..

“Dimm.. aku.. mau.. keluarr lagi.. aakk.. Kamu hebat sayang, aku.. nggak tahan..,” seiring jertian itu, aku merasakan cairan hangat meleleh disepanjang batang kontolku dan aku biarkan sejenak kontolku didalam memeknya.

Sesaat kemudian aku melepas kontolku dan mengarahkan ke mulut Fera yang masih terlentang. Aku biarkan dia oral kontolku.

“Ahh..,” sesekali aku merintih saat giginya mengenai kepala kontolku. Disaat dia asik menikmati batang kontolku, jariku yang nakal, mulai menelusuri dinding memek Fera yang mulai basah lagi.

“Creek.. crekk.. crek..,” bunyi jariku keluar masuk dilubang memek Fera.

“Ohh.. Dimas.. enak sekali sayang..”

1.. 2.. 3.. 4.. 5.. jariku masuk bersamaan ke lubang memek Fera. Aku kocok keluar masuk.., sampai akhirnya aku nggak tahan lagi untuk mulai memasukkan kontolku, untuk menggantikan 5 jariku yang sudah
“memperkosa” lubang kewanitaannya.


Dan..

“Ohh.. sayang aku keluar lagi..”

Orgasme yang ketiga diraih oleh Fera dalam permainan itu dan aku langsung meneruskan inisiatif menindih tubuh Fera, berkali-kali aku masukkan sampai mentok.

“Aaakhh.. sayang.. enak sekali.. ohh..,” rintih Fera. Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, menindih Fera..

“Sayang aku boleh keluarin di dalam..,” aku tanya Fera.

“Jangan.. aku nggak mau, entar aku hamil,” jelas Fera.
“Nggak deh sayang jangan khawatir..,” rengekku.

“Jangan Dimas.. aku nggak mau..,” rintihan Fera membuat aku semakin bernafsu untuk memberikan orgasme yang berikutnya.

“Akhh.. oohh.. Dimas.. sayang keluarin kamu sayang.. aakkhh..,” Fera memintaku.

“Kamu jangan tunggu aku keluar Dimas.. please,” pinta Fera.

Disaat aku mulai mencapai klimaks, Fera meminta berganti posisi diatas.

Danndy aku pengen diatas..”

Aku melepas kontolku dan langsung terlentang. Fera bangkit dan langsung menancapkan kontolku dlam-dalam di lubang kewanitaannya.

“Akhh gila, kontol kamu hebat banget Dimas asyik.. oohh.. enak..,” Fera merintih sambil menggoyangkan pinggulnya.

“Aduhh enak Dimas.. ”

Goyangan pinggul Fera membuat gelitikan halus di kontolku..

“Fera.. Fera.. akh..,” aku mengerang kenikmatan saat Fera menggoyang pinggulnya.

“Dimas.. aku mau keluar sayang..,” sambil merintih panjang, Fera menekankan dalam-dalam tubuhnya hingga kontolku “hilang” ditelan memeknya dan bersamaan dengan itu aku sudah mulai merasakan klimaks sudah diujung kepala.



Agen Capsa Online - “Fera.. Fera.. ahh..”

Aku biarkan spermaku muncrat di dalam vagianya.

“Croot.. croot..” semburan spermaku langsung muncrat dalam lubang Fera, tetapi tiba-tiba Fera berdiri.

“Aakhh Dimas nakal..”

Dan Fera berlari berhamburan ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yang baru keluar dalam memeknya, karena memang dia tidak menggunakan pernah menggunakan KB.

Permainan itu berakhir dengan penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru saat bercinta denganku, dia mengalami multi orgasme yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

“Dimas, kapan kamu ada waktu lagi untuk lakukan ini semua sayang,” tanya Fera.

Aku menjawab lirih, “Terserah Fera deh, aku akan selalu sediakan waktu buatmu.”



“Makasih sayang.. kamu telah memberikan apa yang selama ini tidak aku dapatkan dari suami aku,” puji Fera.

“Dimm.. kamu hebat sekali dalam bercinta.. aku suka style kamu,” sekali lagi puji Fera.
Pertemuan pertama disini kita akhiri dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan dengn kata-kata, dan hanya kami berdua yang bisa rasakan itu.

Aku sebenarnya termasuk orang yang selalu berusaha membuat pasanganku puas dan aku mempuyai fantasi sex yang tinggi hingga tidak sedikit abg, mahasiswi dan ibu muda yang hubungi aku untuk hanya membantu memberikan kepuasan buat mereka. 

Post By : PokerAstro.com


Agen Poker Terpercaya - Cerita ini tentang mahasiswi yang masih semester 4 sebut saja namanya Fira yang umurnya 22 tahun, dengan rambut panjang, body yang propsional gak terlalu gemuk tapi dominan ke kurus dan ukuran toket juga gak terlalu besar tapi kalau dia memakai pakain memang sangat menggairahkan rasa rasanya ingin meremas buah dada dan pantatnya sayangnya dia sudah mempunyai pacar kakak kelasnya namanya Drajad. 

Mereka kalau jalan sangat serasi dari wajah juga ada kemiripan yang satu cantik yang satu ganteng, mereka berpacaran juga sudah lama, banyak juga yang mengetahui kalau mereka berdua juga sering melakukan hubungan seperti suami istri.






Agen Domino Online - Saat mereka berdua sedang jajan di kantin tiba tiba saja Drajad bilang sama Fera seperti ini ;

“Fira, aku pengen nih?” kata Drajad berbisik kepada telinga Fira suatu saat di kantin kampus

“Dasar.. Kamu kan sudah aku kasih semalam,” ujar Fira sambil mencubit tangan Drajad.

“Tapi sekarang aku horny, nih…” ujar Drajad sambil mengusap selangkangannya.

“Ini kan masih di kampus.. Emangnya mau main di kantin sini?” tanya Fira sambil menatap Drajad.

“Kita ke aula, yuk!” ajak Drajad sambil tersenyum.

“Kita tidak usah main, isepin saja punya aku, ya…” pinta Drajad.

Fira tersenyum sambil bangkit. Setelah membayar jajanannya, mereka bergegas menuju aula yang memang selalu sepi kalau hari biasa. Mereka tidak langsung masuk, tapi sebentar melihat dulu situasi yang ada. Setelah dinilai aman, mereka segera masuk.

Lalu mereka langsung menuju balik panggung podium. Drajad menarik tangan Fira agar mendekat. Lalu sambil mengecup bibir Fira, Drajad membuka sabuk dan resleting celananya. Setelah itu diperosotkan celananya sampai lutut.

“Ayo dong, sayang.. cepat isep,” pinta Drajad tak sabar.

Terlihat celana dalam bagian depannya sudah menggembung. Fira tersenyum lalu berjongkok.

“Tidak sabaran amat sih,” ujar Fira sambil mengelus celana dalam Drajad yang menggembung.
Sejurus kemudian diperosotkan celana dalam Drajad sampai lutut. Penis Drajad yang sudah tegang dan tegak lalu dikocoknya perlahan sambil sesekali ujung lidah Fira menjilat lubang penis Drajad.

“Uhh…” Drajad mendesah sambil menatap wajah Fira.

Tak lama mulut Fira sudah penuh mengulum penis Drajad yang besar. Jilatan dan hisapan serta kocokan tangan Fira membuat Drajad terpejam dan memompa pelan penisnya di mulut Fira.

“Ohh.. Terus sayangg.. Ohh…” desah Drajad.

Selang beberapa menit, tubuh Drajad mengejang. Didesakannya kepala Fira ke selangkangannya. Penisnya agak ditekan dalam-dalam ke mulut Fira. Lalu.. Crott! Crott! Crott! Air mani Drajad keluar di dalam mulut Fira.

Fira dengan mendongak menatap Drajad sambil menelan semua air mani Drajad di mulutnya. Sambil tersenyum Fira bangkit berdiri lalu memeluk dan melumat bibir Drajad. Drajad pun dengan hangat membalasnya..



Agen Judi Poker - “Sudah puas?” tanya Fira sambil merapikan pakaian Drajad.

Drajad tersenyum lalu mengecup bibir Fira. Merekapun keluar aula..

Suatu hari selesai jam kuliah, Drajad mengantar Fira pulang. Setiba di rumah, adik kandung Fira, Erik, sedang menonton televisi.

“Kamu tidak sekolah, Rik?” tanya Fira sambil duduk di depan adiknya itu.

“Males ah.. Aku bolos hari ini?” kata Erik santai sambil tiduran di kursi dan menaikkan satu kakinya ke sandaran kursi.

“Gila kamu!” hardik Fira.

Erik tetap diam tak memberikan reaksi sambil terus menonton televisi.

“Fir, aku pulang dulu ya?” kata Drajad.

“Aku harus ketemu teman nih.. Sudah janji,” kata Drajad sambil bangkit lalu menghampiri Fira.

“Iya deh.. Jangan nakal ya?” kata Fira.

“Iya…” kata Drajad sambil mengecup pipi Fira.

“Aku pulang dulu ya, Rik…” kata Drajad.

“O, iya…” kata Erik sambil tersenyum sementara kakinya tetap naik di sandaran kursi. Drajad pun segera pulang.

“Mama kemana sih,” tanya Fira.

“Tadi sih bilangnya mau ke Mall beli sesuatu,” kata Erik.

Mereka terdiam sambil menonton acara di televisi. Tiba-tiba mata Fira menoleh ke Erik ketika adiknya itu menggaruk pahanya karena gatal. Dan dengan santai, Erik menggaruk pahanya terus sampai ke pangkal paha.

Celana pendeknya ikut naik seiring garukan tangan. Fira sebetulnya merasa biasa saja melihat hal itu. Tapi ketika tangan Erik agak lama menggaruk selangkangannya, mata Fira melihat sebagian celana dalam Erik menyembul.



Agen Domino Terpercaya - Terutama bagian depan celananya yang jadi perhatian Fira. Entah perasaan apa yang datang dalam hati Fira, yang jelas mata Fira terus tertuju ke arah selangkangan Erik walau Erik sendiri sudah selesai menggaruk dan merapikan celana pendeknya.

“Kenapa sih kamu melototin celana aku?” tanya Erik mengagetkan Fira.

“Eh.. Ihh! Aku tidak lihat apa-apa kok,” kata Fira sambil memalingkan wajahnya dan pura-pura menonton televisi lagi.

“Kamu tuh horny ya lihat aku garuk selangkangan?” kata Erik sambil tertawa.

“Yee..!!” teriak Fira lalu tertawa sambil melempar Erik dengan bantal. Erik juga tertawa.

“Eh, kamu sudah pernah begini tidak dengan si Drajad?” tanya Erik sambil menyelipkan jempol tangannya diantara telunjuk dan jari tengah.

“Kamu nanya apaan sih? Tau ah!” kata Fira sambil melotot.

“Aku kan cuma nanya…” kata Erik tenang.

Fira bangkit lalu menghampiri Erik. Diambilnya bantal lalu dipukulkannya ke wajah Erik.

“Nakal kamu ya!” kata Fira sambil tertawa dan terus memukulkan bantal.

Erikpun tertawa sambil mencoba merebut bantal. Ketika sudah terebut, ditariknya bantal tersebut sampai Fira ikut terjatuh menimpa badan Erik di kursi.

Sesaat Tubuh Fira berada di atas tubuh Erik. Entah kenapa perasaan Fira yang tadi datang tiba-tiba datang lagi ketika tubuhnya berada di atas tubuh Erik. Apalagi ketika wajah mereka sangat berdekatan hampir bersentuhan. Mereka saling bertatapan sambil diam.

Entah gairah seperti apa yang menuntun bibir Fira mengecup dan melumat bibir Erik. Erikpun dengan hangat membalas ciuman kakaknya itu. Tangan Erik dengan lembut mengusap punggung Fira lalu turun dan mulai meremas pantat Fira. Mereka berdua terus menikmati ciuman demi ciuman dengan mata terpejam dan nafas mulai memburu.


“Pindah yuk?” bisik Fira.

“Kamar siapa?” tanya Erik.

“Kamar kamu,” bisik Fira lagi.

Mereka segera bangkit lalu menuju kamar Erik. Erik, waktu itu 17 tahun, masih duduk di bangku SMA. Wajah ganteng, malah mirip dengan Fira. Sebagai pemuda yang mulai masuk pubertas, obsesinya terhadap seks sangat besar.

Mulai dari bacaan, majalah dan film porno banyak dia koleksi. Di kamarnyapun banyak tertempel poster-poster porno. Di dalam kamar, mereka kembali berciuman di atas ranjang.

Elusan, rabaan, dan remasan pada tubuh masing-masing sudah mulai gencar dilakukan. Erik yang baru pertama kali menyentuh wanita terlihat sangat agresif. Tangannya segera melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuh Fira. Kemudian Erik melepas pakaiannya sendiri.

“Ohh, Rik…” desah Fira ketika lidah Erik menjilati puting susunya sambil tangannya yang satu meremas buah dadanya. Erik terus memainkan buah dada Fira dengan lidah dan tangannya sementara penisnya yang sudah tegak digesek-gesekannya ke vagina Fira.

“Uhh.. Sshh…” desah Fira sambil terpejam ketika lidah Erik turun menuruni perut lalu mulai menyusuri dan menjilati selangkangannya.



“Ooww.. Mmhh…” desah Fira makin keras ketika belahan vaginanya terasa hangat dan nikmat waktu lidah Erik menjilatinya. Tubuh Fira agak melengkung merasakan nikmat ketika lidah Erik menjilati kelentitnya.

“Ohh.. Cepat masukkan, Rik. Cepatlahh…” desah Fira.

Erik menurut. Setelah mengelap mulutnya yang basah oleh cairan vagina Fira, Erik segera mengangkangi tubuh Fira. Diarahkan penisnya ke lubang vagina Fira. Tangan Fira segera memegang dan membimbing penis Erik agar bisa masuk ke vaginanya. Setelah Erik menekankan penisnya, bless.. cleb.. cleb.. Penis Erik sudah mulai keluar masuk vagina Fira. Mata Erik terpejam sambil terus menyetubuhi Fira.

“Mmhh…” desah Erik di sela-sela genjotannya.

“Ohh.. Teruss.. Teruss.. Mmhh…” desah Fira sambil memeluk tubuh adiknya itu. Erik terus memompa.

“Mmhh.. Aku capek…” bisik Erik.

“Gantian…” bisiknya lagi.

Fira mengangguk sambil tersenyum. Erik mencabut penisnya lalu merebahkan badannya. Fira langsung bangkit lalu naik ke atas tubuh Erik dan mengarahkan lubang vaginanya ke kepala penis Erik. Kemudian dengan mata terpejam sambil memeluk tubuh Erik, pinggul Fira bergerak naik turun sesekali berputar dan menekankan vaginanya keras ke penis Erik.

Desahan-desahan kenikmatan memenuhi kamar Erik yang memang sudah terhias dengan poster-poster porno menambah suasana romantis adik kakak kandung tersebut. Tak lama gerakan Fira makin cepat dan keras, tangannya mencengkram pundak Erik. Dengan mata terpejam terdengar desahan panjang dari mulut Fira.

“Ohh.. Uuhh…” desah Fira sambil mendesakkan vaginanya ke penis Erik lebih dalam. Kemudian tubuh Fira lemas.

“Sudah?” tanya Erik.

Fira mengangguk sambil tersenyum lalu turun dari badan Erik. Erik segera menaiki lagi tubuh Fira. Kembali penisnya keluar masuk vagina Fira lebih hebat karena Erik ingin segera mendapat kepuasan. Semakin lama gerakan Erik semakin cepat, sampai akhirnya dengan cepat Erik mencabut penisnya dari vagina Fira. Kemudian disodorkan penisnya ke mulut Fira. Setelah sedikit mengelap penis Erik yang basah, Fira segera menghisap penis Erik sambil mengcocoknya.

Tak lama kemudian Fira merasakan penis Erik berdenyut dan terasa ada cairan hangat dan asin di lidahnya yang keluar dari penis Erik. Erik mengejang ketika air maninya menyembur di dalam mulut Fira. Fira dengan tenang menelan semua air mani Erik, lalu menjilati sisa air mani yang ada di kepala penis Erik sampai bersih. Erik merebahkan tubuhnya di samping tubuh Fira.

“Kamu hebat,” puji Fira.

Erik tersenyum sambil mengecup pipi Fira. Kemudian mereka bangkit lalu berpakaian. 

Post By : PokerAstro.com
Cerita Sex Penasaran Akan Kejantananku


Agen Poker Online - Baru 2 minggu kemarin anak anak kantor mengadakan pesta di villa, kemarin sore setelah rapat kantor Hpku ada notificasi kalau ada email masuk , aku baca pesannya hanya mengirim nomer teleponnya dan menyuruhku untuk menelponnya , karena penasaran habis rapat kantor aku langsung meneleponnya.

“halloo dengan siapa kalau boleh tau”
“ini Desi mas, yang 2 minggu kemarin tempat villaku di buat pesta kantor mas”
“ohh Desi” hatiku kaget karena si sela sela telepon itu dia meminta untuk makan malam bersama , kita janjian di sebuah restoran, aku pun mengiyakan ajakan dia dan malamnya pukul 8 kulihat Desi sangat anggun dan cantik memakain gaun yang seksi itu, gaunnya memang sedikit agak terbuka di bagian dadanya sehingga membuat hatiku berdetak kencang, jujur saja melihat hal itu aku leluasa melihat toketnya yang tanpa Bh menyembul.




Bandar Ceme Terpercaya - Rambutnya di sanggul, sehingga lehernya yang putih jenjang terlihat jelas. Gaun mininya yang ketat memperlihatkan pinggulnya yang padat dan aku tidak melihat garis celana dalamnya. Betisnya putih dan berbentuk seperti cerutu makin membuat darah laki-lakiku makin bergolak. Selesai makan, kuantar dia pulang ke apartemennya di Cipete.

Di lift, begitu pintu tertutup, tiba-tiba saja dia memelukku dan berbisik. “Bim, aku pingin merasakan kejantanan lu.., Clara bilang lu hebat”. Aku merasakan buah dadanya yang tertekan di antara tubuhku, dan kontan saja kontolku berdiri.

Desi ternyata merasakan juga kontolku yang menegang, dia langsung meremas kontolku sambil menyodorkan bibirnya yang merekah, langsung saja kusambar bibirnya dengan ciuman yang penuh nafsu dan tanganku mulai menjelajah buah dadanya. Aku remas buah dadanya dengan lembut dan aku merasakan desahan nafas Desi yang makin keras.

Tidak lama kemudian pintu lift terbuka, dan kita berdua dengan terburu-buru langsung menuju kamar apartemen karena kita merasakan nafsu birahi yang rasanya sudah tidak tertahankan lagi. Setelah kita berdua masuk dan mengunci pintu, Desi langsung menciumiku dengan bertubi-tubi, tangannya langsung melepaskan sabuk dan celanaku.

Sementara itu, aku juga berusaha melepaskan gaunnya dengan menurunkan ritsluiting di punggungnya. Setelah gaunnya lepas, aku melihat tubuh yang putih mulus, Desi ternyata tidak memakai celana dalam sehingga aku sekarang bisa melihat bibir memek yang menggembung dan ditutupi oleh bulu-bulu yang tipis dan buah dadanya yang menonjol indah itu masih ditutupi oleh BH yang tipis.

Tidak lama kemudian, aku merasakan jari-jarinya di kontolku dan setelah itu Desi berjongkok dan memulai babak pemanasan dengan mengecup dan menghisap kontolku dengan bibirnya yang mungil itu.

Beberapa saat kemudian, kita berdua sudah telanjang total tanpa sebuah benangpun menutupi tubuh. Aku merasakan hisapannya di kontolku makin menggairahkan. Pelan-pelan kuangkat dia supaya berdiri dan kurapetin dia ke tembok, kuhujani dia dengan kecupan di leher dan bibirnya.

Sementara itu tanganku mulai bekerja di buah dada dan memeknya. Tidak lama kemudian, Desi menggelinjang dan setengah berteriak “Bim, setubuhin aku sekarang.., aku udah tidak tahan!”.



Agen Capsa Terpercaya - Kusuruh dia mengangkat kakinya, pada saat itu memeknya terbuka, aku masukin kontolku ke memeknya yang sudah dipenuhi dengan lendir.

Setelah itu aku suruh dia melingkarkan kedua kakinya di pinggangku dan kedua tangannya di leherku, kedua tanganku berada di pantatnya untuk mengangkatnya. Posisi kita persis seperti orang yang menggendong temannya, hanya saja kontolku sudah tertancap ke memeknya.

Dengan tanganku yang ada di pantatnya, aku angkat dia naik turun sehingga kemaluan kita saling bergesek. Aku merasakan lubang memeknya mulai basah lembab. Sambil menggendong Desi, aku jalan ke sofa dan akhirnya aku duduk di sofa yang empuk itu.

Sekarang posisi Desi berjongkok di atasku dengan kontolku masih di dalam memeknya yang menggairahkan itu. Desi mulai menggerakkan badannya naik turun, seperti orang sedang berkuda sementara itu kedua tanganku mulai bekerja di payudaranya yang makin menegang itu.

Makin lama gerakan naik turunnya makin cepat, sehingga kontolku dan memeknya bergesek makin keras, karena memeknya sudah mengeluarkan cairan “pelumas”, gesekan itu terasa nikmat dan membuat kontolku makin keras.

Kenikmatan gesekan ini ternyata membuat Desi menjerit-jerit kecil, “Ough.., ough.., ahh”. Beberapa saat kemudian, gerakan naik turunnya bertambah pelan, seolah-olah dia ingin merasakan gesekan yang menimbulkan kenikmatan itu, kontolku sekarang bergesek lembut dengan memeknya.

Aku tahu dia sebentar lagi orgasme, langsung saja bibirku bekerja di payudaranya, sambil kuremas pelan-pelan bibirku mengecup dan menghisap puting payudaranya. Kegiatanku ini ternyata membuat Desi makin tersenggal-senggal,

“Ahh.., aauhhg.., terus ‘Bima.., ohh”. Tidak lama kemudian, Desi mengejang dan menjerit, “Bim, aku tidak tahan lagi.., ohh.., uhff”, dan aku merasakan kontolku dibasahi cairan dari memeknya.

Desi merebahkan badannya di atasku, aku terus mengecup dan menjilati kedua putingnya dan celah-celah payudaranya.

Tangan kiriku mengelus dan meremas rambutnya dan tangan kananku meremas-remas pantatnya yang kencang itu. Sesudah beberapa menit, aku bilang ke Desi, “Des, aku pingin nyetubuhin lu dari belakang, coba lu nungging di sofa”.

Tanpa banyak bicara, dia melakukan perintahku. Dia berdiri mengangkang dengan satu kaki ada diatas sofa dan badannya membungkuk dengan kedua tangan berpegangan di sandaran sofa. Kumasukkan kontolku ke memeknya dari belakang, aku merasakan memeknya masih cukup lembab buat main satu ronde lagi.

Aku pegang pinggangnya yang ramping dan aku mulai menggerakkan badanku maju mundur. kontolku keluar masuk memeknya, mula-mula dengan perlahan-lahan, makin lama aku tambah temponya. Badan Desi terguncang-guncang dan dia mulai mendesah-desah,

“Ough.., Oohh.., Oughh.., lagi Bima, lagi”. Setelah kugoyang dengan cepat dan bertenaga, aku pelankan ayunan pantatku dan aku raih payudaranya untuk diremas-remas, sesudah itu aku naikkan lagi tempo keluar-masuknya kontolku dari memeknya dan akibatnya Desi menjerit-jerit lagi, “Uughh.., ughh.., Oughh..”.



Bandar Capsa Online - Jeritannya ternyata makin membangkitkan nafsuku, sehingga kugoyang makin cepat dan makin bertenaga. Aku merasakan kenikmatan yang makin besar, tapi akibatnya Desi menjerit,

“Bima.., udah Bima.., Ohh.., aku tidak tahan..”. Akhirnya kulepaskan kontolku dari memeknya.

Aku Rentangkan dia diatas karpet dan kubisiki, “Sorry Des.., aku belum orgasme juga nih, kita main sebentar lagi yaa!”. Terus kutindih dia dan aku masukkan kontolku lagi di memeknya dan sekarang kita main dengan posisi konvensional.

Desi cuma berbisik, “Pelan-pelan ya Bima..”. Sekarang aku merasakan kedua payudaranya yang menegang di dadaku, kedua tangan Desi memeluk punggungku dan aku mulai beraksi dengan menggerakkan pinggulku naik turun. Sementara itu mulut kita saling berciuman, dan lidah kita saling beradu mencoba saling membelit.

Pantat Desi ikut bergerak seirama dengan gerakan pinggulku, sehingga aku merasakan kenikmatan yang luar biasa, kenikmatan yang akan membuatku orgasme. Beberapa saat kemudian, aku mendengar desah nafasnya yang mulai tidak teratur dan aku menaikkan tempo goyangan pinggulku.

Aku juga merasakan memeknya yang makin basah, badannya juga menggelinjang-gelinjang di bawah tekanan badanku dan tangannya mulai meremas rambutku. Makin lama desahannya makin keras,

“Ahh.., emmhh.., Bima, lagi.., oughh”.

Beberapa saat kemudian, Desi menjerit, “Bima, aku tidak tahan lagi.., oughh”, dan badannya mulai mengejang. Terus aku berkata, “Tahan dulu Len.., sebentar saja..”, dan aku merasakan cairan maniku mulai mengalir di batang kontolku, mendesak keluar dan aku pelanin goyangan pinggulku.



Sesudah itu kutekan kontolku dalam-dalam ke memek Desi, dia mengejang dan menjerit, “Ouhh..”, demikian juga aku. Desi mengejang dan memelukku kuat-kuat, air maniku menyemprot di dalam memeknya dan kita berdua merasakan sensasi orgasme yang luar biasa.

Beberapa detik kemudian, kita berdua terkulai lemas tapi aku masih menciumi bibir dan lehernya dengan lembut. Tanganku mengelus-elus kedua payudaranya karena aku tahu setelah orgasme, wanita tidak ingin ditinggal begitu saja.

Akhirnya Desi berbisik, “Pantes si Clara lengket sama lu Bima, lu ternyata memang hebat di ranjang”. Sesudah itu kita berdua pergi ke kamar tidur buat beristirahat, mengumpulkan tenaga karena masih ada beberapa seks session lagi sebelum pagi tiba. 

Post By : PokerAstro.com


Agen Poker Terpercaya -  Jujur dimana saat ini usiaku yang ke 23 tahun kalau ketemu wanita masih saja minder dan takut tapi di samping lain aku mempunyai libido yang tinggi atau haus sex , entahlah aku juga gak tau akan hal ini selalu aku pendam , jika melihat wanita yang seksi aku selalu menghayal dan bias menyetubuhi dirinya alhasil kalau sudah begitu aku lampiaskan dengan mengocok di dalam kamar mandi.

Hanya cara itu yang bisa membuat aku tenang, karena sifatku yang pemalu malah banyak wanita yang penasaran denganku, karena aku juga terbilang cowok yang cakap dengan kulit putih dan tinggi badan 170 an cm, saat aku berjalan menuju ke kantin disana banyak wanita wanita yang sedang duduk kulihat dia melirikku cuman itu saja soalnya tau sendiri aq orangnya cuek, tapi ada salah satu wanita yang menaruh rasa padaku soalnya aku tau dari temanku.


Ketika aq minta untuk menunjukkan anaknya, kebetulan penampilannya sesuai degan seleraku. Tinggi tubuhnya sama denganku, rambut panjang, kulit putih bersih, wajah menarik, ukuran toketnya juga pas dengan seleraku, dan badannya padat berisi.





Agen Poker Online - Sebut saja namanya Nesha. Sejak itu setiap kali aq melihatnya, aq sering berpikiran edan, yaitu membayangkan bisa bersetubuh dengannya. Sebaliknya bila ia melihatku, sikapnya biasa-biasa saja, walaupun aq tahu sebenarnya dia menyukaiku.

Pada suatu hari yang tak terduga olehku, seolah-olah keinginanku dikabulkan (masa?). Saat kuliah usai pada jam 19.00 sore, selepas keluar ruangan aq hendak untuk mencuci muka, sekedar menyegarkan diri.

Aq menuju WC kampus yang kebetulan letaknya agak menyendiri dari “peradaban” kampus. Sampai disana aq mendapati beberapa orang yang juga akan mempergunakan kamar mandi.

Selagi menunggu giliran, aq ingin buang air kecil dulu, tapi kamar mandi sedang dipakai. Praktis aq urungkan saja.

Begitu tiba giliranku, aq hendak menuju ke arah kran, tiba-tiba dari arah pintu kamar mandi yang tertutup tadi keluarlah seorang wanita yang selama ini kusukai dan dia juga mengincarku. Aq sangat tekejut melihatnya, sikapku hampir salah tingkah, begitu pun dengan dia.

Kami saling bertatapan mata dan terdiam beberapa saat. Kemudian dia sedikit tersenyum malu-malu. Kok dia ada disini sih?, Pikirku. Akhirnya aq memberanikan diri untuk memulai percakapan.


“Sha, ngapain kamu masuk ke WC cowok?” tanya aq penuh rasa heran.

“Ehh.. itu.. ehmm.. tempat wanita penuh semua, makanya aq ke sini..”

“Emang yang di lantai bawah juga penuh?”, tanya aq.

Padahal dalam hati aq merasa mendapat kesempatan emas.

“Iya. Emang kenapa? Boleh dong sebentar doang.. lagi pula ‘kan sekarang udah nggak ada siapa-siapa, ya kan..?”, jawab Nesha rada genit.



Agen Capsa Online - Aq pun tidak mau kalah.

“Tapi kan aq cowok, kamu nggak malu?”, gantian aq membalasnya.

“Kalo kamu, aq emang nggak keberatan kok.., untungnya cuman tinggal kamu dong yang ada di sini, daripada yang laen..”, jawab Nesha.

Denger jawaban kayak gitu, aq malah jadi tambah bengong. Gila.. kayaknya dia emang ngasih kesempatan nih! Pikirku. Tiba-tiba dia menyerobot posisi aq yang dari tadi udah berdiri di samping kran.

“Sorry yah, aq duluan, habis kamu bengong aja sih..”, katanya.

Rupanya dia juga mau mencuci muka. Selama dia mencuci muka, aq seperti orang bingung. Kadang-kadang aq mencuri pandang ke arah bagian yang terlarang. Posisinya yang sedang membungkuk membuat pantatnya yang berisi menungging ke arah selangkanganku.

Ditambah lagi CD-nya yang berwarna krem terlihat olehku. Lama kelamaan aq menjadi terangsang, penisku mulai tegang tak keruan. Langsung saja di pikiranku membayangkan penisku kumasukkan ke dalam vaginanya dari belakang pada posisi seperti itu.

Entah apa yang merasuki pikiranku, aq berniat untuk menyetubuhinya di WC ini, sebab hasratku sudah tak tertahankan. Aq tak peduli dia keberatan atau tidak. Pokoknya aq harus ngentot dengan dia, apapun caranya.

Diam-diam aq berdiri di pintu keluar, mengamati keadaan. Aman pikirku, tak ada seorang pun. Jadi aq bisa leluasa melaksanakan niat bejatku.

Saat dia menuju pintu keluar, dari jauh aq sudah melihat senyumannya yang merangsang birahiku. Sepertinya dia memang sengaja menarik perhatianku. Tiba-tiba dengan cepat kupalangkan tanganku di depannya, sehingga ia menghentikan langkahnya. Dia melihatku seakan- akan mengerti maksudku.

“Buru-buru amat Sha, emang kamu udah ada kuliah lagi?”, tanya aq.

“Enggak kok, aq cuman pengen istirahat di sini aja”, jawabnya.

Aq tak menanggapinya, dengan cepat aq segera menutup dan mengunci pintu dari dalam. Melihat sikapku, Nesha mulai menatapku dalam-dalam. Dengan perlahan kudekati dia. Kutatap kedua matanya yang indah.



Agen Poker Indonesia - Dia mulai bereaksi, perlahan dia juga mulai mendekatiku, sehingga wajah kami berdekatan. Aq mulai merasa bahwa dia juga merasakan hal yang sama denganku. Nafasnya juga semakin memburu, seolah-olah dia mengerti permainan yang akan kulakukan.

Mulutnya mulai terbuka seperti akan mengatakan sesuatu, namun dia keburu mengecupku dengan lembut. Perasaanku saat itu tak menentu, sebab baru kali inilah aq dicium oleh seorang wanita. Dengan spontan aq pun membalasnya dengan mesra.

Aneh, walaupun aq belum pernah melakukannya, otomatis aq tahu apa yang harus mesti kulakukan. Apalagi aq juga sering melihat di film BF.

Kami saling bermain lidah cukup lama, sampai kami kesulitan bernafas. Kedua bibir kami berpagut sangat erat. Desahan Nesha membuatku semakin hot menciumnya. Aq mulai menggerakkan tanganku menuju ke pantatnya, kuraba dengan lembut, dan dengan gemas kuremas pantatnya.

Kemudian aq mencoba untuk mengusap bagian vaginanya. Kugosok-gosok sampai dia mengerang kenikmatan. Aq panik kalau erangannya terdengar ke luar.

Setelah kuberi tahu dia mengerti dan mengecup bibirku sekali lagi. Usapanku membuat cairan vaginanya membasahi celananya. Karena dia memakai celana bahan, maka cairannya juga membasahi tanganku.

“Ssshhtt.. gilaa.. enak banget.. ehmm..”, desah Nesha.

Aq melepaskan ciumanku dan berpindah menciumi lehernya yang putih mulus. Lehernya yang harum membuatku makin gencar menciumi lehernya. Mata Nesha terlihat mendelik dan menengadahkan mukanya ke atas merasakan kenikmatan.

Tangannya mulai berani untuk meremas penisku yang keras. Enak sekali pijitannya, membuat penisku semakin berdenyut- denyut.

Aq berhenti menciumi lehernya, aq mulai meraba-raba toketnya yang sudah mengeras. Nesha mulai membuka kaosnya, dan memintaq untuk memainkan kedua toketnya. Kuraba-raba dengan lembut, dan sesekali kuremas sedikit.

Merasa masih ada penghalang, kubuka BH-nya yang berwarna putih. Benar-benar pemandangan yang sangat indah, toketnya yang berukuran sedang, putih mulus, dan putingnya merah kecoklatan terlihat menantang seperti siap untuk dikemot.

Langsung saja aq sedot susunya yang kenyal itu. Nesha menggelinjang kenikmatan. Aq tak peduli ada orang yang mendengar. Rupanya dia senang menyemprotkan parfum ke dadanya, sehingga terasa lebih nikmat mengulum toket harum.

Aq benar-benar menikmati toket Nesha dan aq ingin mengemoti toket Nesha sampai dia menyerah. Kujilat puting susunya sampai putingnya berdiri tegak. Kulihat Nesha seperti sudah di awang-awang, tak sadarkan diri.

Tangan Nesha mulai membuka ritsleting celana aq dan berusaha mengeluarkan penis aq yang sudah keras sekali. Begitu semua terlepas bebaslah penis aq menggantung di depan mukanya yang sebelumnya dia telah mengambil posisi jongkok.

Dia kocok-kocok penis aq, sepertinya dia sedang mengamati dahulu. Lalu dia mulai mencium sedikit-sedikit. Kemudian dia mencoba membuka mulutnya untuk memasukkan penisku. Pertama hanya 1/4 nya yang masuk, lama-lama hampir seluruh penisku masuk ke mulutnya yang seksi, penisku sama sekali sudah tak terlihat lagi.



Bandar Ceme Online - Lalu dia mulai memaju mundurkan penisku dalam mulutnya. Sedotan dan hisapannya sungguh luar biasa, seperti di film BF.

Aq menahan rasa geli yang amat sangat, sehingga hampir saja aq mengeluarkan maniku di dalam mulutnya.

Belum saatnya, pikirku. Aq ingin mengeluarkan maniku di dalam vaginanya. Maka aq memberi tanda agar Nesha berhenti sebentar. Aq berusaha menenangkan diri sambil mengusap-ngusap toketnya. Setelah rileks sedikit, Nesha mulai melanjuntukan permainannya selama kurang lebih 10 menit. Nesha sempat menjilat cairan bening yang mulai keluar dari ujung penisku dan menelannya.

Nesha kemudian bangkit untuk melepaskan celana panjangnya, ia juga melepaskan CD-nya yang berwarna krem. Aq mengambil posisi jongkok untuk menjilati vaginanya dahulu, agar licin. Kubuka pahanya lebar-lebar.

Terlihatlah vagina Nesha yang sangat bersih, berwarna merah, lipatannya masih kencang, tak tampak sehelai bulu satu pun. Sepertinya Nesha memang pandai merawat kewanitaannya. Aq mulai menjulurkan lidahku ke vaginanya.

Aq sempat berpikir bagaimana kalau di vaginanya tercium bau yang tidak sedap. Ah, bodo amat aq sudah bernafsu, aq tahan nafas saja.

Kubuka belahan vaginanya. Lalu kujilat bagian dalamnya. Tapi ternyata koq baunya tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya.

Vagina Nesha tidak berbau kecut, tapi juga tidak berbau harum, bau vagina alami. Justru bau yang alami seperti itulah yang membuatku makin bernafsu serasa ingin melumatnya semua ke dalam muluntuku. Aaahh..Nesha benar-benar pandai merawat vaginanya. Sungguh beruntung aq.

Aq terus menjilat-jilat vaginanya yang mulai basah dengan cairannya. Nesha terlihat sangat menikmati permainan ini. Matanya sayu, desahannya makin keras seraya menggigit bibir bawahnya.

“Akkhh.. sstt.. uugh.. gilaa.. enak banget..”, desah Nesha.

Vaginanya terasa hangat dan lembut. Betul-betuk vagina ternikmat yang kurasakan.

Kumasukkan jari telunjukku ke dalam vaginanya sambil mengait-ngaitkan ke dinding vaginanya. Tentu saja Nesha makin edan reaksinya, membuat semakin nggak keruan.

Sampai ia menjepitkan kedua belah pahanya hingga kepalaq terjepit di antara sepasang paha yang putih mulus, dan tangannya menjambak rambuntuku sampai aq sendiri merasa kesakitan.

Cairan yang keluar dari vaginanya sampai meleleh ke pipiku dan kepahanya. Sebagian sempat mengalir ke bibirku. Karena penasaran dengan selama ini yang kutahu, kucicipi cairan itu. Gila! Rasanya enak koq, agak asin. Langsung aja aq hisap sebanyak-banyaknya dari vaginanya. Nesha sempat risih melihat perbuatanku. Namun aq cuek saja, sebab dia tadi juga melakukan hal yang sama pada penisku.

Tiba-tiba Nesha mendorong kepala aq dari vaginanya. Kayaknya dia sudah nggak kuat lagi.

“Masukin dong punya kamu, aq udah nggak tahan nich.. ayo dong sayy..”, pinta Nesha dengan suara mendesah.

Aq sempat tertegun sejenak, sebab sama sekali aq belum pernah melakukannya.

“Ayo cepat dikit dong..”, katanya sambil memandangku yang tertegun sejenak.

Dengan bermodal nekat dan pengetahuan dari film BF, aq turutin saja permintaan Nesha.

Kuangkat satu kakinya ke atas bak mandi, sehingga posisi vaginanya lebih terbuka. Vaginanya sudah basah sekali oleh cairan sehingga terlihat mengkilat.

Hal itu makin membuatku bernafsu untuk memasukkan penisku ke vaginanya. Kuelus-elus dahulu kepala penisku ke bibir vaginanya. Kudorong penisku perlahan.. masuk sedikit demi sedkit..

Pantatku terus kudorong, terasa sebagian kepala penisku sudah masuk ke lobang vagina Nesha yang sudah basah dan licin tapi terasa sempit banget. Dalam hati aq beruntung juga bisa ngerasain sempitnya vagina perawan.

Kucoba kugesek dan menekan perlahan sekali lagi. Penisku sudah masuk setengahnya, namun masih terasa sempit sekali. Tubuh Nesha sempat tersentak ketika penisku sudah masuk seluruhnya.

“Auuwww.. sakitt.. pelann.. sstt..”, Nesha sedikit menjerit.

Kutarik penisku keluar, lalu kudorong lagi sekuat tenaga. Aq sengaja membiarkan penisku menancap di dalamnya beberapa saat agar vagina Nesha terbiasa menerima penisku. Kemudian barulah aq memulai gerakan maju mundur.

Terasa penisku bergesekan dengan dinding vagina yang bergerinjal-gerinjal. Jadi ini toh yang dinamakan bersetubuh, pikirku dalam hati. Penisku terasa agak perih dijepit oleh vaginanya, tapi tetap kuteruskan, aq tak mau kehilangan kesempatan berharga ini.



DewaPoker - Tampaklah pemandangan indah ketika penisku keluar masuk vagina Nesha. Penisku sudah tidak terasa perih lagi, malah sebaliknya, terasa geli ngilu enak. Nesha semakin tidak jelas rintihannya, seperti orang menangis, air matanya meleleh keluar.

Mulutnya menggigit bibirnya sendiri menahan sakit. Aq sempat kasihan melihatnya. Mungkin aq sudah keterlaluan. Kucoba berbicara padanya sambil kedua pinggul kami menghentak-hentak.

“Ke.. napa.. Sha.. ehhgg.., kamu.. pe.. ngen udahan..?”, tanya aq.

“Ja.. ngan dilepas.. terussinn.. aja.. aq.. nggak.. apa.. apa.. kok.. sstt..”, kata Nesha.

Goyangan pinggul Nesha sangat luar biasa, hampir aq dibuat ngecret sekali lagi. Kutarik penisku keluar dan kudiamkan beberapa saat.

Setelah itu aq minta ganti posisi, aq ingin ngentotin dia dari belakang. Nesha berpegangan pada pintu kamar mandi, sedangkan pantatnya sudah menungging ke arahku.

Dalam posisi itu lipatan vaginanya terlihat lebih jelas. Tanpa basa-basi lagi kumasukkan saja penisku dengan hentakan yang kuat. Kali ini lebih lancar, sebab vaginanya sudah terbiasa menerima penisku.



Kali ini gerakan Nesha lebih hot dari sebelumnya, ia mulai memutar- mutar pantatnya. Setiap gerakan pantatnya membuat penisku sangat geli luar biasa.

Penisku berdenyut-denyut seperti ingin memuntahkan lahar yang panas..aq merasa tak tahan lebih lama lagi. Tapi aq tak ingin mengecewakan Nesha, aq pun berusaha mengimbangi permainannya.

Aduhh srr.., ada cairan licin kembali keluar dari penisku. Cairan itu makin menambah licin dinding vagina Nesha. Aq benar-benar merasakan kenikmatan persetubuhan ini. Aq makin tenggelam dalam kenikmatan bersetubuh dengan Nesha, sungguh aq tak akan melupakannya.

Tubuh kami terlihat mengkilat oleh keringat kami berdua. Toket Nesha bergoyang-goyang mengikuti irama gerakan kami, membuatku makin gemas untuk meremasnya dan sesekali kukemot sampai ia memjerit kecil. Vagina Nesha makin berbusa akibat kocokan penisku. jangan lupa di share ya teman sahabatku yang memilii kisah yang sama denganku

Post By : PokerAstro.com


Agen Poker Terbaik - Dengan duduk sendiri di café sambil meminum dan kepalaku menjadi sedikit pusing aku melihat wanita yang bernama kirana dia memang mempunyai body yang bagus dengan ukuran toket yang hampir setelapak tanganku kalau dia berjalan hmm bokongnya itu membuat bernafsu, kulit putihnya di perlihatkan saat dia memakai rok mini sambil berjalan. 


Terbayangkan akan diri kirana jika aku menyentuh dia meremas remas kedua toketnya dan menurunkan rok mininya kemudian aku masukkan senjataku dan ada di dalam celana masuk ke dalam memeknya sambil aku genjot pantatnya dan ahhh ahhh ahhhhhh




Agen Poker Terpercaya - “hai Baim”

“waoi kirana, saking kagetnya dia membuyarkan imajinasiku yang sedang memperhatikan dirinya.

“baim kenapa kamu duduk sendirian disini”

“ketemu juga kamu disini kirana, gak nyangka banget bisa bertemu kamu”

Kirana menjawab dengan senyuman sambil berkata: “Aku sih emang sering ke sini! Seneng deh bisa ketemu kamu, hihi.. kamu sendirian kan? Aku join kamu yah? yah?”

Sebelum sempat aku menjawab, Kirana telah menarik bangku dan duduk di sampingku, dan kuberpikir “Ya Tuhan betapa anehnya ini…”

Lalu selanjutnya kita berdua telah asyik berbicara ngalor-ngidul. Tak kusangka Kirana ternyata kuat minum. Pembicaraan kami diwarnai oleh pesanan baru yang selalu datang mengganti gelas cocktailnya yang mulai kosong.

Sementara konsentrasiku untuk minum telah luluh-lantak dihancurkan sepasang bahu indah ditemani leher panjang di atas belahan dada putih milik Kirana, sang fantasi seksualku yang tiba-tiba datang menghampiri! Kirana malam ini memang lebih sexy dari biasanya ditutupi gaun sackdressnya yang berwarna merah menyala.

Dan kuberpikir lagi, “Oh Tuhan mimpi apa aku semalam?”

Tak terasa jam telah menunjukkan pukul 3 pagi. Dari cara Kirana berbicara dan raut mukanya, kutahu bergelas-gelas cocktail yang Dia minum telah memberikan hasil sesuai yang diinginkannya. Kirana mabok.

Tidak ada hal lain yang dapat kulakukan selain meminta kunci mobilnya dan memaksa untuk mengantarnya sampai di rumah. Kirana tidak melawan dan dengan pasrah masuk ke dalam mobil di kursi penumpang depan.


Agen Poker Indonesia - Kumulai menyupirkan mobilnya sampai tiba-tiba Kirana berkata, “Baim! Aku nggak bisa pulang lagi mabok kaya beginih.

Ke rumah kamu aja yahhh… aku tidur rumah kamu dulu boleh kan Baim?”
Aku berpikir “Terima kasih Tuhanku!”

Setibanya di apartemenku, kubimbing dia ke kamar tidurku, Kirana langsung duduk di tempat tidur.
Tersenyum aku sambil mencopot sepatunya, kuberpikir “Ya Tuhan betapa indah dan sexynya sepasang kaki putih laksana kapas ini.. dan hmmmh…”

Tiba-tiba terdengar bisikan yang berkata, “Jangan Baim! Dia mabok! Kamu nggak boleh mempergunakan kesempatan! Itu tidak gentleman!”

Lalu, “Man! lihat betapa sexynya pundak si Kirana, lehernya.. pahanya… Ohhhh”

Dan, “Baim! Kamu bukan orang seperti itu!”

Lalu, “Ingat Baim! Kapan lagi kamu punya kesempatan seperti ini, jangan bodoh!”

“Sial!!” dalam hatiku.

Ada seorang wanita cantik dan sexy, idamanku, fantasy seksualku, duduk di tempat tidurku dan aku malah bingung harus gimana.

“Sial! Sial! Sial!”

Ketika aku sedang sibuk sendiri dengan pikiranku, tiba-tiba, “Baim… sini Baim.. Hhhh” rintih Kirana.

Tanpa berpikir dua kali aku mendekat seperti anak buah dipanggil majikan dan berkata, “I.. Iya Kirana.. Ada yang kamu mau? Air putih mungkin?”

“Aku mau kamuhh, Baim sayanghh..” Kirana menjawab.

“Deg!” tak kuasa kutahan degup jantungku yang semakin menderu-deru.

Belum sempat kuberpikir lebih lanjut, kulihat jari-jari mungil Kirana telah berada di ikat pinggangku bersamaan dengan tangan putih berbulu halusnya.

“Aku ingin kamu Baim.. “

Sekali lagi Kirana membuka bibirnya yang basah dan ranum memerah, “Iya Baimhh.. malam ini!” Kirana meneruskan desahannya.

“Tapi.. Kirana..” belum sempat kuhabis berucap, tiba-tiba jari-jari mungil tadi dengan perlahan membuka ikat pinggangku dan dengan bantuan lengan yang indah berbulu halus tadi menarik turun celana blue jeansku dengan mudah tanpa perlawanan dariku.

“Ohhh Kirana… Aku tak tahu ini benar dilakukan atau…” jawabku.

“Ssst.. Aku selalu ingin tahu bagaimana rasanya dengan orang putih sepertimu Baim.. ” Kirana memotong, dan mulai menarik turun celana dalamku.

“Hmmmh, memang Punyanya bule sepertimu lebih besar dari pada orang kita.”

Kirana dengan genit memandangi alat kemaluanku yang memang sudah mulai mengeras. “Kirana..” Aku yang merasa harus mengatakan sesuatu.



Agen Domino Online - Kembali dipotong olehnya sambil berkata, “Kamu harus tau kehebatan cewek Indonesia Baimhh.. mmmhhh,” sambil berkata demikian Kirana mendekatkan wajah cantiknya ke jantananku dan sambil mengedip-ngedipkan bulu matanya yang panjang dan lentik .

Kirana mulai mengecupnya, “Mmmuuah.. cup.. cup..” Bibirnya yang merah ranum mulai menjelajahi kepala kejantananku yang mulai mengeras dan terus mengeras.

“Aku belum pernah dengan barang segede gini.. hihi,” godanya genit dan kali ini menjulurkan lidahnya ke batang kemaluanku dari bawah kembali ke atas menyentuh kepala kejantananku lagi.

“Mmmmhhh,” godanya lagi.

“Shhh.. hhhh,” aku cuma bisa mendesis, tak terbayang betapa terangsangnya aku oleh kejadian ini!
Dan, “Emmmhh,” Kirana memasukkan setengah alat kejantananku kedalam mulutnya yang mungil, dan kepalanya mulai bergerak naik turun secara perlahan.

“Ughhooooghhh.. Kirana! yeah!” Aku merintih menahan rasa nikmat dari mulut Kirana yang basah dan hangat.

Kirana sejenak menarik keluar kejantananku dari mulutnya dan berkata, “Emmm.. Enak nggak sayang?”

Lalu kembali melumat dan menghisap kejantananku kali ini dengan ritme yang lebih cepat, “Mmm.. mmm..mmm..”

“Arrrggghh!! Kirana! Oh Kirana…” Aku mulai mengerang agak keras karena merasakan lidah halus Kirana bergerak-gerak di dalam mulutnya yang hangat sementara kepala Kirana terus bergerak naik turun bertambah cepat.

“Ouugggghh!!!” Kali ini aku tidak dapat menahan hasrat yang meluap-luap di dalam diriku.
Kutarik turun gaun sackdress yang dipakainya sehingga terlihat punggung putih mulus berbulu halus sedikit tertutup oleh rambutnya yang panjang dan hitam lebat.

Kirana tidak memakai bra. Kemudian kuteruskan lagi menarik turun sampai terlihat celana dalam putih tipis berenda yang membalut pantat putih kemerah-merahan yang ranum.

Lalu kujulurkan tanganku yang panjang mencoba meraih liang kewanitaan yang tersembunyi di bawah pantat ranum putih miliknya. Dan tersentuh olehku daging halus sedikit berbulu yang telah basah oleh cairan lubrikasi tanda siap untuk bercinta!

“Ohhhh Kirana.. hhh kamu sudah basah,” ku bertutur terbata-bata.

“Hmmm… hmmm…” Kata-kataku dijawab Kirana dengan hisapan yang lebih cepat dan liar terasa cepat melumat seluruh batang kejantananku.



Agen Domino Terpercaya - “Ghhhhaahh.. Kirana!!!” Aku kembali mengerang dan mulai menggerak-gerakkan jari-jariku di bagian apa saja dari liang kemaluannya yang dapat kuraih! Trus dan trus kujulurkan jariku sampai menyentuh klitorisnya.

“Mmmhhh!” Kali ini terasa reaksi dari Kirana karena Ia mengerang keras sambil membalas dengan mempercepat hisapan dan lumatannya ke batang kejantananku.

“Urrrghhh!! hmmm,” aku tidak mau kalah dan kembali membalas dengan menggetarkan secara cepat sekali jariku di atas klitorisnya!

“Uooohhhh… ohhhh,” tak tahan Kirana mengeluarkan kejantananku dari dalam mulutnya, merintih dan mulai menggenggam batang kejantananku dan mengocok cepat naik turun.

“Uhh.. mmmhh.. ohh.. yeahhhh!!” Berdua kami mengerang, merintih, menikmati sentuhan masing-masing sampai akhirnya Kirana tiba-tiba mendekatkan mukanya kepadaku. Kirana mulai menciumi dan melumat bibirku dengan bibirnya yang merah basah.

Kubalas ciumannya sambil kupeluk dan kuelus punggung mulus dan rambutnya yang tergerai di belakang.

“Hmmmhh..” Sambil berciuman, Kirana merentangkan kedua kaki mulus jenjangnya dan naik keatas ku.

“Sekarang Baim.. hhh.. hh.. ambillah aku sekarang…” Kirana berkata dengan nafas memburu sambil menatap lekat wajahku dengan paras cantiknya.

Dengan penuh nafsu kutarik turun celana dalamnya dan kupegang batang kejantananku dengan tangan kanan, juga selangkangan Kirana dengan tangan kiri.

Lalu mulai memasukkan dengan perlahan kepala kejantananku kedalam liang kemaluannya yang merah menyala basah ditumbuhi rambut-rambut hitam halus indah di atasnya.

“Hoohhh… ssshhh,” Kirana mendongak ke atas sambil memejamkan matanya dan mendesis merasakan kenikmatan penetrasi kepala kejantananku di lubang kemaluannya yang lalu kusambut dengan memasukkan batang kejantananku lebih dalam lagi. “Bles!”

“Uhhhhh.. yeah!! Baim!”

“Ohhh Kirana…” sambil kuangkat badan Kirana sedikit dan kulepas lagi sehingga naik turun di atas badanku.

“Ouurgghh.. ahhhhhh…”

Kali ini Kirana mengerang semakin keras dengan raut wajah sedikit meringis sambil berkata lagi, “Terus Baim.. gerakin lagi lebih cepat shhhh… mmmhhh… yeahh..”

Terus terang tidak mudah bagiku untuk bergerak cepat memompa Kirana naik turun di dalam jepitan kewanitaannya yang sempit dan hangat seolah ingin menyedot seluruh kejantananku masuk ke dalam.

“Ohh.. mmmm… mmmhhh.. shhh.. yeahh..” Kirana tanpa henti-hentinya merintih, mengerang dan menggeram mesra seiring kunaikkannya kecepatan tubuhnya yang mulai basah berkeringat naik turun di atasku sambil kubenamkan terus lebih dalam kejantananku ke dalam liang kemaluannya yang semakin hangat terasa meremas-remas dan memijat-mijat kejantananku.



Agen Capsa Online - “Ohh Kirana .. ohhh kamu suka sayanghh?” Aku bertanya di sela-sela rintihan, buruan nafas dan erangan kita berdua.

“Hhhhh.. Cepat lagi sayanghh… mmmhhh. cepat lagihh!” Rintih Kirana semakin bersemangat dan mulai menggerak-gerakan pinggul mulus sexynya dengan gerakan erotis kekiri dan kekanan yang membuat liang kemaluannya semakin sempit hangat membara, menyedot dan memuntahkan kuat kejantananku keluar masuk semakin cepat dan keras.

“Arrrgghhh!! Yeahhh!” Geramku sambil membalas dengan menggenjotkan pantatku ke atas untuk membantu kejantananku menghunjam dan menusuk lebih dalam lagi.

“Uhh.. ahhh. ahh.. ahh.. ohhh… uuhhh.. uhh.. uhh..urrgghhhaaa!” Jerit Kirana menyambut genjotan hebat yang kuberikan kepadanya tanpa henti sehingga terlihat wajah cantik Kirana memejamkan kedua matanya lalu meringis hebat sambil menggigit bibir bawah yang merah basah.

“Mmmhhh!!” dan membuka mulutnya lagi “Uuuhhh!!” Terasa seluruh tubuhnya menggelinjang, bergetar hebat menuju puncak kenikmatan dan orgasme berulangkali yang kuberikan kepadanya tanpa ampun.



Terasa sakit genggaman jari-jemarinya yang mungil sedikit mencakar dan menggengam keras di kedua pundakku diikuti dengan seluruh tubuhnya menegang dengan seketika.

Akhirnya, “Serr!” Terasa cairan hangat mengguyur batang kejantananku yang sedang memompa keras di dalam liang kemaluannya. Yah! Puncak orgasme. Kirana telah mencapainya.

“Uuuooohhh.. hoh.. hhh.. hhh.. hoh… hohh.. hhh,” terengah-engah nafas Kirana memburu.

Seluruh tubuhnya yang putih indah telah habis basah kuyup oleh keringatnya, tidak ketinggalan rambutnya yang juga tidak kalah basah.

Terasa tegang tubuhnya berkurang. Genggamannya melemas, dan tubuhnya jatuh lemah lunglai di atas tubuhku yang juga telah basah kuyup diguyur keringat.

“Hhh..hhh..hh.. mmmhhh kamu emang hebat Baim.. aku belum pernah merasa sepuas ini oleh lelaki sebelumnya…” Tutur Kirana dengan pacar saya.

Post By : PokerAstro.com
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home