Agen Domino Terbaik - Pernah berfikir gimana sih rasanya cewek gadis SMP mesti begitu nikmatnya memek yang sempit jika berhubungan dengan yang masih perawan, dan kali ini aku akan bercerita perawan hotnya gadis SMP.



Sekian lama aku berteman tak disangka dan diduga diapun mengutarakan maksud dan tujuannya mengajak berteman aku dahalulu karena dia ingin mengenal aku lebih jauh, Bila aku tak jawab,mungkin aku dikira sombong,

Setelah aku berpikir panjang dengan berbagai pertimbangan keputusan akhirnya aku pilih’Aku meneAnja jadi pacarnya’ singkat dan penuh malu aku kirim Sms’untuk kata

”IYA AKU MAU JADI CEWEKMU’, dia gembira bukan kepalang tentu saja orang lain aja belum tentu bisa meraih hatiku, dengan uletnya dan gigihnya akupun luluh karena aku yakin dia tulus sayang sama aku sikap-sikap yang ditunjukin kepadaku telah jadi buktnya.

Namaku Anja. Kata orang aku cantik, kulitku kuning, hidungku bangir, sepintas aku mirip Indo. Tinggiku 160cm, ukuran Bhku 34, cukup besar untuk seorang gadis seusiaku. Aku punya pacar, Dani namanya. Dia kakak kelasku, kami sering ketemu di sekolah.

Dani seorang siswa yang biasa-biasa saja, dia tidak menonjol di sekolahku. Prestasibelajarnyapun biasa saja. Aku tertarik karena dia baik padaku. Entah kebaikan yang tulus atau memang ada maunya. Dia juga mencoba mendekatiku. Di sekolah, aku tergolong populer. Banyak siswa cowok mencari perhatian padaku.

Tapi entah mengapa aku memilih Dani. Singkatnya, aku pacaran dengan Dani. Banyak teman-teman cewekku menyayangkannya, padahal masih ada si Anto yang bapaknya pejabat, Si Danu yang juara kelas, Si Andi yang jago basket, dan lainnya.

Entah mengapa aku tidak menaruh perhatian pada mereka-mereka itu.Aku dan Dani telah berjalan kurang lebih 6 bulan. Pacaran kami sembunyi-sembunyi, ya karena kami masih SMP jadi kami masih takut untuk pacaran secara terang-terangan.

Orang tuaku sebenarnya melarangku untuk berpacaran, masih kecil katanya. Tetapi apabila cinta telah melekat, apapun jadi nikmat.

Hari Sabtu sepulang sekolah aku janjian sama Dani. Aku mau nemanin dia ke rumah temannya. Aku bilang ke orang tua bahwa hari Sabtu aku pulang telat karena ada les tambahan. Aku berbohong. Di tasku. telah kusiapkan kaos dan celana panjang dari rumah.

Sepulang sekolah, aku ke wc dan mengganti seragamku dengan baju yang kubawa dari rumah. Danipun begitu.

Dari sekolah kami yang berada di perbatasan Jakarta Timur dan Selatan, kami naik bis kearah Cipinang, Jakarta Timur, rumah teman Dani. Sesampai disana, aku diperkenalkan dengan teman Dani, Agus namanya. Rumahnya sepi, karena orang tua Agus sedang ke luar kota. Agus juga bersama pacarnya, Anggi.

Pembantunya pun pulang kampung, sesekali kakak Agus yang telah menikah, datang ke rumah sekalian menengok Agus dan membawakannya makanan. Kakaknya hari ini sudah datang tadi pagi dan akan datang lagi besok, demikian kataAgus. Jadi hanya kami berempat di rumah itu. Kami ngobrol bersama ngalor ngidul.

Tak lama kemudian, Agus dan Dani pergi ke dapur dan menyiapkan minuman untuk kami. Aku ngobrol dengan Anggi. Dari Anggi, aku tahu bahwa Agus telah berhubungan selama kurang lebih 1 tahun. Keduanya satu sekolah, juga di SMP hanya berlainan dengan sekolahku.

10 menit kemudian, Agus dan Dani kembali dengan membawa 4 gelas sirup dan dua toples makanan kecil. Setelah memberikan minuman dan makanan itu, Agus berdiri dan memutar VCD.Film baru katanya. Aku enggak ngerti, aku pikir film bioskop biasa.

Agus menyilakan kami minum. Aku minum sirup yang diberikannya. 10 menit berlalu, kepalaku pusing sekali, bersamaan dengan itu ada rasa aneh menyelimuti tubuhku.

Rasa..hangat merinding di tv tampak adegan seorang wanita bule yang sedang dientot oleh 2 laki-laki, satu negro dan satu lagi bule juga. Aku berniat untuk pulang, tetapi entah mengapa dorongan hatiku untuk tetap menyaksikan film itu.

Mungkin karena aku baru pertama kali ini nonton blue film. Badanku makin enggak karuan rasanya kepalaku serasa berat dan ah rangsangan di badanku semakin menggila.

Aku lihat Agus dan Anggi sudah saling melepaskan baju mereka telanjang bulat di hadapan aku dan Dani.Mereka saling berpelukan, berpagutan tampak Agus menciumi tetek Anggi yang mungil Agus lalu mengisep-isep pentilnya tampaknya keduanya sudah sering melakukannya .

Mereka tampak tidak canggung lagi Anggi mengisep-isep peler Agus persis seperti kejadian di film blue itu . Anggi juga sepertinya telah terbiasa Kontol Agus bak permen, diisep, dikulum oleh Anggi Dani merapatkan tubuhnya kepadaku.

“Nja .kamu sayang aku enggak?”tanyanya padaku. “Eh..emang kenapa, Din ?”kataku kaget karena aku masih asyik menyaksikan Agus dan Anggi

“Aku pengen kayak gitu .”kata Agus sambil menunjuk pada Agus dan Anggi yang semakin hot. Tampak Agus mulai menindih Anggi, dan memasukkan batang kontolnya ke nonok Anggi.

Dengan diikuti teriakan kecil Anggi, batang kontol itu masuk seluruhnya ke nonok Anggi. Gairahku melonjak-lonjak entah kenapa?Seluruh badanku merinding .

”Anja?”kata Dani lagi. “Eh enggak ah enggak mau malu .”kataku. “Malu sama siapa?”kata Dani.

Tangannya mulai merayapi dadaku. Kutepis pelan tangannya. “Malu sama Agus dan Anggi tuh “kataku.
“Ah mereka aja cuek ayo dong Anja aku sudah enggak tahan nih “kata Dani.

“Ah..jangan ah “kataku. Gairahku makin tidak keruan mendengar erangan dan rintihan Agus dan Anggi. Tak terasa tangan Dani mulai membuka kancing bajuku. Entah kenapa aku membiarkannya sehingga bajuku terbuka. Aku hanya mengenakan BH dan celanapanjang jeans.

Adegan di TV makin hot tampak sekarang seorang wanita asia di entot tiga orang bule dua orang memasukkan kontolnya ke memek dan pantatnya sedangkan yang satunya kontolnya lagi diisep oleh si wanita. Keempatnya terlihat sedang merasakan kenikmatan Tangan Dani mulai merayapi dan meremas-remas buah dadaku yang masih kencang dan belum pernah disentuh oleh siapapun.

Aku menggelinjang, geli nikmat ah..baru pertama kali aku merasakan ini. ”Buka Bhnya, ya sayang “pinta Dani. Aku mengangguk, aku jadi inginmerasakan lebih nikmat lagi Dengan cekatan Dani membuka Bhku.. aku sekarang benar-benar telanjang dada.

Dani mengisepi pentilku memencet-memencet buah dadaku yang masih kenyal dan bagus “Tetekmu enak bener, sayang belum pernah ada yang pegang yaa”kata Dani sambil terus meremas tetekku dan mengisepi pentilku “Belum Din ahhh enak Din terus terus..jangan berhenti .”kataku.

Kenikmatan itu baru kali ini aku rasakan. Kulirik Agus dan Anggi, mereka sekarang bermain doggy style.

Anggi berposisi nungging dan Agus menusuknya dari belakang terdengar erangan dan eluhan mereka Gairahku makin menggila “Buka celanamu ya sayang aku udah pengen nih “pinta Dani.

“Jangan Din takut .”kataku.

“Takut apa sayang?”kata Dani.

“Takut hamil “kataku.

“Enggak Din, aku nanti keluarnya di luar memekmu sayang kalo hamilpun aku akan tanggung jawab, percayalah “katanya.

Aku diam saja Dani mulai membuka ristleting celanaku, aku diamkan saja .tak lama kemudian, dia memerosotkan celanaku tampak memekku yang menggumpal dengan jembut yang lumayan tebal.

Dani pun memerosotkan celana dalamku Aku benar-benar polos bugil. Danipun membukaseluruh bajunya, kami berdua telanjang bulat.

Tangan Dani tetap meremas-remas tetekku Kulirik Agus dan Anggi, eh mereka bersodomi Anggi sudah biasa bersodomi rupanya kulihat kontol Agus maju mundur di pantat Anggi sedangkan tangan kiri Anggi mengucek-ucek memeknya sendiri yang sudah basah Erangan mereka terdengar makin sering .

Dani terus mengerjaiku, tangannya mulai merayapi jembutku. Salah satu jarinya dimasukkan ke nonokku”Ah..sakit, pelan-pelan, Din..”teriakku ketika jari itu memasuki nonokku.

Dani agak sedikit mengeluarkan jari itu dan bermain di bibir kemaluanku tak lama kemudian nonokku basah . “Din, isep dong punyaku “pinta Dani sambil menyodorkan kontolnya ke mukaku.

“Ah..enggak ah “kataku menolak.

“Jijik ya? Punyaku bersih kok ayo dong Anggi saja berani tuh “pinta Dani memelas.

Dengan ragu aku pegang kontol Dani. Baru sekali ini aku memegang punya laki-laki. Ternyata liat dan keras. Kontol Dani sudah berdiri tegang rupanya. “Ayo dong Anja sayang “pinta Dani lagi. Dengan ragu kumasukkan kontol itu ke mulutku, aku diamkan kontol itu sambil kurasa-rasa.

Ih, kenyal “Hisap dong sayang seperti kamu makan permen “Dani mengajariku. Pelan-pelankuisap-isap, kujilati bolong kontol itu dengan lidahku lama kelamaan aku merasa senang mengisapnya kuisep keras-keras..kusedot-sedot, kujilati .

Kumaju mundurkan kontol itu di dalam mulutku terdengar berulang kali erangan Dani. “Ah ah. uuuhhh enak sayang teruskan ..” erang Dani. Tangan Dani terus mengucek-ucek nonokku.

Sudah tidak sakit lagi sekarang, mungkin sudah basah Aku jadi senang mengisap kontol Dani terus kulomoh kuisap..kujilati kusedot-sedot ih..enak juga, pikirku Tiba-tiba Dani menarik kontolnya dan mengarahkannya ke nonokku Aku pasrah, dimasukkannya kontolnya ternyata meleset,

Dani melumuri tangannya dengan ludahnya kemudian tangannya itu diusapkan ke kontolnya dan mencoba lagi memasukkan kontolnya ke liang nonokku, ketika kepalanya masuk ke nonokku, aku berteriak”Aduuh sakit Din pelan-pelan dong ” Gairah semakin meninggi .aku ingin merasakan kenikmatan lebih.

Dani melesakkan kontolnya ke nonokku pelan kurasakan sesak nonokku ketika kepala kontol itu masuk ke dalamnya Dani lagi menghentakkan kontolnya sehingga amblas semuanya ke dalam nonokku .

”Ahhh perih Din “kataku. Dani diam sebentar memberikan waktu kepadaku untuk menenangkan diri. “Tenang Din, sebentar lagi kamu akan terbiasa kok “katanya. Pelan-pelan Dani mengocokkontolnya di nonokku.

Masih terasa perih sedikit kocokkan Dani semakin kencang Aneh, perih itu sudah tidak terasa lagi, yang ada hanya rasa nikmat nikmat sekali “Terus Din Terus ahhhh ah .enak .”kataku. Sempat kulirik Agus dan Anggi masih terus bersodomi.

Gimana rasanya disodomi ya, pikirku Agus semakin menggencarkan kocokkanyya Aku semakin menggelinjang .ah ternyata ngentot itu nikmat .surga dunia coba dari dulu.. kataku dalam hati .”Din ah.ah .aku aku .”entah apa yang aku ingin ucapkan.

Ada sesuatu yang ingin kukeluarkan dari nonokku entah apa “Keluarkan saja sayang kamu mau keluar .”kata Dani. “Ahh iya Din aku mau keluar ..”tak lama kemudian terasa cairan hangat dari nonokku .

Dani terus mengocok kontolnya kuat juga pacarku ini, pikirku. “Satu nol, sayang”kata Dani tersenyum. Dani mencopot kontolnya, aku sedikit kecewa “Kenapa dicopot Din..”tanyaku. “Kita coba doggy style, sayang “jawabnya sambil membimbingku berposisi seperti anjing.

Dani menusukan kontolnya lagi sekarang badanku terguncang-guncang keras terdengar erangankeras dari Anggi dan Agus, mereka ternyata telah mencapai puncaknya kulihat peluh bercucuran dari kedua tubuh mereka, dan akhirnya mereka terkapar kenikmatan tampak wajah puas dari mereka berdua Aku sudah hampir tiga kali keluar Dani tampak belum apa-apa dia terus mengocok kontolnya di memekku.

Sudah hampir ¾ jam aku dientot Dani, tapi tampaknya Dani belum menunjukkan akan selesai. Kuat juga aku lemes sekali lalu Dani mencopot lagi kontolnya dan mengambil baby oil yang tersedia dekat kakinya. Aku ingat baby oil itudipakai untuk melumuri pantat Anggi ketika mau disodomi .

Eh apakah aku mau disodomi Dani? “Mau ngapain Din “tanyaku penasaran .”Seperti Anggi dan Agus lakukan, Anja aku ingin menyodomimu sayang “jawabnya.

Sebenarnya aku takut, tapi terdorong rasa gairahku yang melonjak-lonjak dan keingin tahuanku rasanya disodomi, maka aku mendiamkannya ketika Dani mulai mengolesi lubang pantatku dengan baby oil.

Tak lama kemudian, kontol Dani yang masih keras itu diarahkan ke pantatku meleset dicoba lagi kepala kontol Dani tampak mulai merayapi lubang pantatku “Aduuuh sakit Din “kataku ketika kontol itu mulai masuk pantatku.

“Tenang sayang nanti juga enggak sakit “jawab Dani sambil melesakkan bagian kontolnya kepalanya sudah seluruhnya masuk ke pantatku “Aduuuhh sakiiiitt “kataku lagi.

“Tenang Nja, nanti enak deh..aku jadi ketagihan sekarang “kata Anggi sambil mengelus rambutku dan menenangkanku. “Kamu sudah sering disodomi, Nggi?”tanyaku.

“Wah bukan sering lagi hampir tiap hari kadang aku yang minta abis enak sih udah tenang saja ayo Dani coba lagi nanti pacarmu pasti ketagihan ayo..”kata Anggi sambil menyuruh Dani mencoba lagi.

Dani mendesakkan lagi kontolnya sehingga seluruhnya amblas ke pantatku. Terasa perih di pantatku .”Tuuh kan sudah masuk tuh enak kan nanti pantatmu juga terbiasa kok kayak pantatku ini enak kan jadi enggak ada hari libur, kalo lagi mens-pun tetap bisa dientot hi hihi “kata Anggi. Aku diam saja.

Ternyata sakit kalo disodomi .Dani mulai mengocok kontolnya di pantatku. “Pelan-pelan, Din masih sakit “pintaku pada Dani.

“Iya sayang enak nih sempit”katanya. Anggi ke belakang pantatku dan mengucek-ucek nonokku dengan tangannya aku semakin menggelinjang nikmat “Anggi ah .enak “kataku.

“Ayo Din, kocok terus, biar aku mengucek nonoknya, biar rasa sakit itu bercampur rasa nikmat”kata Anggi pada Dani. Benarsekarang rasa sakit itu tidak muncul lagi hanya nikmat .

”Hai sayang ini ada lobang nganggur mau pake? Boleh kan Dani? Lubang yang satu ini dipake pacarku Agus “kata Anggi.

“Tanya Anja saja deh, aku lagi asyik nih”jawab Agus sambil terus mengocok kontolnya di pantatku.

“Gimana Anja? Bolehkan? Enak lo di dobelin aku sering kok “pinta Anggi. “Ah..jangan deh

“kataku.”Sudahlah Anja, kasih saja aku rela kok”kata Dani. Tiba-tiba Agus merayap di bawahku dan menciumi tetekku. Kontolnya dipegang oleh Anggi dan diarahkan ke nonokku.

Dengan sekali hentakan, kontol itu masuk ke nonokku. “Jaang “kataku hendak berteriak jangan tetapi terlambat, kontol itu sudah masuk ke nonokku. Jadilah aku dientot dan disodomi. ½ jam Agus dan Dani mengocok kontolku.

Aku lemes sekali baru sekali dientot sudah diduain tanganku sudah tidak kuat menopang badanku. Kakiku lemes sekali. Kenikmatan itu sendiri tidak adaduanya .aku sebenarnya jadi senang dientot berdua begini tapi mungkin kali ini kurang siap.

Aku keluar 2 kali sebelum Agus mencopot kontolnya dan memasukkan kontolnya ke mulut Anggi. Anggi menghirup peju yang keluar dari kontol Agus dengan nikmat. Kemudian Dani melakukan hal yang sama, tadinya aku ragu untuk menghirupnya, tapi lagi-lagi rasa penarasan pada diriku membuatku ingin rasanya menikmati pejunya Dani.

Dani memuntahkan pejunya dimulutku akupun menelannya. Ah..rasanya asin dan agak amis setelah kontolnya bersih, Dani mencopot kontolnya dan menciumku yang sudah KO di kasur.

“TeAnja kasih sayang aku puas dan sayang sama kamu “katanya lembut. Aku diam saja sambil merasakan kenikmatan yang baru pertama kali aku rasakan.

Badanku lemes sekali Kulihat di seprai ada bercak merah..darah keperawananku dan mungkin bercampur dengan sedikit darah dari pantatku yang mungkin juga sobek karena dirasuki kontol Dani.

Aku mencoba duduk, ah masih terasa sakit di kedua lubangku itu, lalu aku menangis di pelukan Dani .”Din, aku sudah enggak perawan lagi sekarang jangan tinggalkan aku yaa .”kataku pada Dani. Kulihat Anggi dan Agus sudah tidur berpelukan dalam keadaan telanjang bulat.

“Iya sayang aku makin cinta sama kamu aku janji enggak akan meninggalkanmu tapi kamu harus janji yaa “katanya.

“Bener Din? Kamu enggak ninggalin aku? Tapi janji apa ?”kataku balik bertanya.

“Janji, kita akan mengulangi ini lagi aku bener-bener ketagihan sekarang sama nonokmu dan juga pantatmu, sayang “kata Dani sambil mengelus rambutku. Aku diam saja, aku juga ingin lagi..aku juga ketagihan kataku dalam hati. “Janji ya sayang “katanya lagi mendesakku.

Aku hanya mengangguk. “Sudah jangan nangis sekarang kamu mau langsung pulang atau mau istirahat dulu?”tawar Dani. Aku pilih istirahat dulu lalu akupun tertidur berpelukan dengan Dani. Hari ini baru pertama kali aku berkenalan dengan sex. Ternyata enak dan nikmat.

Post By : PokerAstro.net
Agen Domino Online - Perkenalkan nama saya Wawan usiaku 26 tahun asal Surabaya JATIM.

Kisah yang akan aku ceritakan ini adalah cerita nyata waktu aku merantau di Jakarta

Langsung ke pokok cerita broooo…….

Pada tahun 2005 aku dapat panggilan kerja di jakarta tepatnya di bekasi, di bekasi aku tinggal bersama om ku bagio namanya, omku punya anak bernama indri umurnya 18 tahun, orangnya tinggi 160 cm, kulitnya putih bersih payudara gak terlalu besar, orangnya cantik berjilbab, karena keluarga OM ku orang nya saat taat agama, pertama aku datang aku di sambut sma Indri karena omku dan istrinya masih kerja dan pulang sore, aku kaget melihat indri udah gede, terakhir ketemu dia masih kecil.



Aku : Assalamualikum…
Indri : walaikum salam kak wawan…, gimana kbrnya kak….., ayo masuk…kak
aku : baik-baik in……, bapak sama ibu kemana….?
Indri : Kerja kak…, dirumah gak da orang…..
aku : oooo…., kamu gak sekolah in…..
indri : libur kak…..inikan tgl merah….
aku : ooo iya…ya….

setelah aku masuk aku diantar indri kekamr tamu, aku lihat indri pakai jilbab dengan pakaian serba ketat, sungguh bodynya sexi banget, pantatnya padat, susunya walupun belum besar tapi pada juga broo…

wah pikiranku udah mulai kotor lihat indri jalan….., alangkah nikmatnya kalo indri aku entot, tapi aku sadar kalo indri kan adek keponakanku, jadi aku buang aja jauh-jauh pikiran kotor, walaupun kadang membayangkan bisa entot ma indri…,

waktu udah sore aku dengar mobil om ku datang, aku segera ke depan buat bukain pintu, karena indri lagi di belakang jadi aku yang bukain pintu, Wan gimna kbrnya……( tanya Omku…), baik-baik om…, loo tante kemana om kok gak bareng om…, tante tadi ada tugas mendadak dari kantor…, buat penyuluhan bibit di malang…., jadi langsung pergi wan….,

malam harinya kita makan malam bersama di Rumah makan dekat rumah indri, kami saling cerita, bercanda….., ternyata panggilanku kerja itu di perusaahan om saya jadi besok aku langsung kerja, gak perlu pakai tes…, sekitar jam 10 malam kita bertiga pulang, karena om udah capek dia langsung pergi ke kamar, sedangkan aku sendiri belum ngantuk, akhirnya aku utuskan buat nonton TV di lantai atas, dan aku ketiduran sampai pagi…., jam 9 pagi aku baru bangun karena masuk kerjaku siang, kulihat om ku udah berangkat, dan indri nyiapin makan pagi,

aku : loo in kamu gak sekolah….
indri : aku masuk siang kak…..
aku : om udah berangkat kerja in….
indri : udah kak….., ni ada pesen dari bapak….

ternyata omku pesen buat nitip indri ke aku, soalnya om ku ada kerja di semrang selama 2 minggu, sedangka tanteku di malang mungkin sampai 3 mingguan, di dalam amplop aku di kasih uang cukup banyak sekitar 3 jutaan, buat beli makan dan aklo indri minta apa2…, skarng di rumah hanya aku dan indri, pertama sih kita biasa aja, hari ke2 pas aku baru pulang kerja aku lihat indri sedang ngobrol dengan temannya lusi namanya, orang nya gak kalah cantik ma indri, body sexi kulitnya putih wahh bikin tongkat ku berdiri…

Indri : kak baru pulang ya….
Aku : iya nih in…..
Indri : sini kak aku kenalin temenku lusi nmanya…..
aku : aku wawan…..
lusi : aku lusi kak….., baru pulang ya kak….
aku : iya lus…, aku ke kamar dulu ya mu mandi….

aku langsung aja pergi ke kamar mandi wahh uda gak kuat lihat lusi…., setelah mandi aku sengaja ikut ngobrol dengan indri dan lusi..

Aku : ehh kalian udah pada punya pacar lom….
indri : aku belum kak tapi kalo lusi udah punya….
Aku : ooo…., eehh in nonton film yuuukkk….
indri : film apaan kak……
aku : terserah lah film apaan……
indri : ya udah aku cari dulu ya ke kamar bapak. bapak kan suka nonton film juga….
aku : okey…..
indri : ini kak…., tapi kok gak da sampulnya ya……, tapi coba dulu aja kak
aku terkejut ternyta CD yang diambil dari kamar Om ternyata film bokep…., gak ada pembukaan langsung aja film itu action orag lagi ngetot, aku lihat indri langsung menutup mata, tapi lusi tetap melihatnya….,
aku : loo kok film gituan in….
indri : gak tahu kak….
aku : tapi gak papa lah kalian kan udah gede…., jadi gak papa kalo lihat film gituan…, ya itung-itung buat peljaran kelak kalian udah nikah, biar gak kaget dan bingung…
indri : ooo gitu ya kak…..
aku : iya in….., eh lus kamu mau kan lihat film ini…
lusi : gpp kak aku dulu juga pernh nonton kok….
aku : wah pasti kamu udah pernah gituan ya ama pacarmu….
lusi : belum pernah kak….., pernah cowoku ngajak gituan tapi aku tolak kak, soalnya kata temen2ku rasanya sakit banget….
aku :emang sih rasanya skit banget tapi cuma sebentar…, habis itu rasanya nikmat banget…, pokonya bikin ketagihan deh…
Indri : emang kak wawan udah prnah gituan…., emang enak ya kak…..
aku : udah dulu ama pacar kakak……, rasanya enek banget in…., uda kita lihat dulu aja contohnya….

kami bertiga akhirnya mulai nonton Film tersebut, pass adegannya si cewek di emut susunya, dan tangan si cowoknya masuk ke vaginanya…., aku lihat mereka berdua gelisah duduknya udah gak beraturan, tandanya mereka udah terangsang tapi merekan belum menyadari, aku yang dari tadi udah ngaceng berat….,

aku putuskan buat dekatin lusi, aku duduk dekat lusi, aku rangkul lusi tapi lusi diam gak berontak, aku coba memgang susunya dari belakang, gila bro dia diam…., dan aku remas pelan-pelan aku ciumi lher belakang, dia tampak menikmatinya…., Aahhh…geli kak…….!!!, bisik lusi. Lus…..kamu mau gak gituan…, sakit gak sih kak…, tapi kayaknya di film gak sakit malah kelihatn ceweknya nikmat banget….., tanya lusi, gak sakit lus…, nanti juga enak…, gimana mau gak…..? tanya indri dulu dia mau gak…., ternyata indri mau dia pengen ngrasain gimana rasanya main kayak di film,

tapi indri minta aku gituan dulu ama lusi…., ya udah aku angsung mendekap lusi dari belakang, aku ciumi lehernya aku remas susunya, dia hanya merintihh…., ooohhh kak….geli banget…., aku buka kaos nya tapi te2p aku biarin jilbabnya terpakai, biar nambah sensasi tersendiri, aku buka juga BH nya, sungguh indah susunya aku ciumi aku jilati putingnya, ooooohhh kak….enak banget kak…truss kak….trus…..,

tanganku mulai membuka resleting celananya tanpa penolakan dari lusi, dan lusipun langsung membuka celana dalamnya sekarang lusi udah telanjang hanya jilbab yang terpasang, tanganku mulai memainkan klitorisnya…., lusipun mendesah ta karuan…., ooohh kak enak banget kan….., diapain kak memek lusi enak banget….., sekarang aku ciumi perut lusi dan turun kebawah aku jilati vagina lusi, sungguh harum vaginanya…., aku jilati klitoris nya, aku msukin lidah ku kedalam…., menambah lusi makin menggelijang,

aaahh kak……ahhh….aku mau pipis….., keluar cairan hangat dari vagna lusi, ternyata lusi suda orgasme, ganti aku sodorkan penis ku ke mulut lusi, tanpa malu2 langsung di kulum ma lusi…, sungguh pemandangan yang indah, sementara indri hanya menyaksikan aja, aku ajak main berdua dia gak mau…., sepongan lusi bener2 enek banget, sudah 30 menit kami saling oral, skrang giliran penisku yang siap bertempur, aku angkat lusi ke atas sofa, aku buka lebar-lebar selakangannya…, aku arahkan penisku ke vagina lusi, aku gesek2kan kedinding vaginanya….,

lusi mendesah tak karuan…, aku tusk pelan2 baru setengah aja lusi udah merintih kesakitan…, aaah kak sakittt……ahh….pelan2 kak sakitt……kak…,rintih lusi, tahan ya lus…., skitnya cuma sebentar kok…, aku tusuk terus akhirnya blesss…..terasa selput daranya robek di penisku…., aaaahhhhh sakiiiiiitttt kaaaakkkk………, jebol sudah perawan lusi, mengalirlah darah perwan dari vagina lusi, aku diam sejenak biar lusi mengatur nafasnya, stelah itu aku genjot lagi dengan pelan..pelan, dan semakin cepat…, rintihan sakit berubah menjadi rintihan kenikmatan…, aaahhh kak enak banget kaakk……… lebih cepat kak…, aku mau pipis lagi….,

badan lusi mnggelinjang, otot vaginanya menjepit penisku, dan keluar cairan hangt, lusi orgasme yang kedua…., aku semakin cepat menggejot vagina lusi …., terasa da sesuatu yang mau keluar…., aaahhhh lusss…..aku mau keluar……., aku juga kak….mau pipis lagi….., dan croooott…..crooott…crooott…., aku tumpah kan spermaku di vagina lusi…., sungguh permainan lusi sangat hebat….., kemudian aku suruh lusi menjilati sisa sperma di penisku,

aku : gimana lus….enakkan….
lusi : enek banget kak…., ntar habis ma indri aku mau lgi kak…., skrang aku capek, aku ganti lihat kakak main ma indri…
aku : giman in kamu udah siap….
indri : okey siapa takut…, klihatanya enak….
Aku : okey kalo gitu…, kita main di kamar aja….

aku langsung menuju kamar indri…, sedangkan lusi tiduran di sofa di dalam kmar indri dengan telanjang…
aku langsung memeluk indri, aku cium bibirnya yang mungil, indri langsung membalas, ini kami sling berciuman sling melumat, tanganku meremas2 susunya yang indah…, aku buka bajunya indri aku leas BHnya, sungguh susnya indri lebih besar dan putingnya udah berdiri, mingkin dia udah terangsang dari tadi, aku lepas celananya, cuma jilbabnya yang gak aku lepas, aku lumat putingnya aku pelintir2, indri mendesah ke enakan…,

aaahhh kak wawan enek banget kak…trus kak…., aku suruh di jongkok tanpa komando, indri tau maksudku, langsung di kulum habis penisku, kuluman indri lebih tersa di banding lusi, aku rebahkan indri di kasur, aku buka selakangannya, terlihat vagina yang masih rapat, yang udah basah, aku jilati klitoris nya kau masukkan liddahku ke dalam memek indri.,,, aaahh kaaakkk….enak banget kak……, gak tersa ada cairan hangat keluar, ternyata indri uda orgasme….., tampak dia mulai lemas, aku kembali menjilati putingnya…., dan tangan indri mengocok penisku, aku udah gak tahan pengen jebol perawan indri…,

aku arahkan penisku ke vagina indri…., indri merintih kesakitan…, tampak air matanya mengalir…., aaahh kak….sakiiittt…..kak….pelan2 kak….., blesssss ….akhirnya penisku masuk ditelan vagina indri…., aaah…..sakiitttt…….., jebol juga akhirnya perawan indri….., keuar darah segar perawan indri…, netes di speri kasurnya….., aku diamkan sejenak, dan aku mulai menggenjot pelan2 ternyata indri sudah mulai terbiasa…., rintihan sakit menjadi rintihan kenikmatan… ooohh kak…..trus kak enak banget…., aku sayang kakak….., aku juga in…., aku genjot trus…., aku suruh indri nungging…, aku masukkan kembali penisku…..,

aku panggil lusi buat gabung…., aku tarik tangan lusi aku remas2 susunya, aku ciumi bibirnya…, dan tangan masuk kedaam memek lusi, sementara aku masih trus menggejot indri….., aaahhhh kak trus kak…, indri dan lusi mendesah kenikmatan….., aku mau keluar kak….., ternyta indri orgasme yang ke 2, aku semakin cepat menggenjot indri…., dan crooottt….crooott…crooott…, tumpahlah lahar panas kedalam memek indri…, aku biarkan penisku menancap…, sementara aku saling melumat bibir dengan lusi, tangan ku terus aku masukkan ke dalam memek lusi, aaahhh ka…. aku mau keluarr……, ternyata lusi orgasme lagi…..,

sungguh nafsu lusi sangat besar, aku cabut penisku dan indri lari kekamar mandi, sedangkan peniisku masih tegak berdiri, aku kembali menarik tubuh lusi, aku suruh menungging karena pas waktu main ama lusi dia lom ngrasin posisi doggy style, aku masukan dengan lancar……, lusi hanya mnedesah pasrah….., dia udah lemas…, aku genjot lagi dengan cepat…, dan crooott….crooottt….crooott…, spermaku keluar di dalam memek lusi, tapi kali ini lebih sedikit, soalnya dri tadi udah keluar banyak….,

kemudian kita bertiga mandi bersama…., bahkan di kamar mandi indri minta main lagi….., ya aku turuti aja……, akhirnya kami tertidur dengan telanjang bulat…, aku di tengah dan lusi di smping kiri, dan indri di samping kanan, gak tersa aku bangun kesiangan jam 10 pagi…, aku lihat mereka masih tidur, ya maklum smalam kita ngesek smpai jam 4 pagi…., gila pengalamn gak bakal terlupakn…, selama om dan tanteku pergi…,

hampir setiap hari kita ngesek…., bahkan pernah waktu malam minggu indri ngajak 5 orang temennya buat nginap dirumah, yang satunya lusi, katanya mereka masih perawan dan pengen ngesek bergiliran satu2 ama aku…, tapi aku yang udah pengalaman aku minum aja obat kuat…., untuk ngladeni mereka, jadi malam minggu kita mulai jam 11 malam sampai subuh…., ada yang minta dua kali ada yang pengen main bareng…, sampai2 sprei indri banyak ceceran darah perwan temennya indri….sampai saat inipun kami sering ngesek bareng2 kadang berdua sama indri dan lusi, kadang di undang temennya indri buat ngesek dirumahnya pas lagi sepi…

itulah pengalaman sexku di jakarta….., sungguh nikmat ABG2 Smu temen indri…

Post By : PokerAstro.net
Agen Poker Indonesia - Sebelumnya aku akan memberikan gambaran sekilas tentang tanteku ini. Tingginya sekitar 167-an, lingkar dadanya sekitar 34-an, pinggulnya 32-an, aku menambahkan “an” karena aku kurang tahu pasti besar masing-masing bagian tubuhnya itu.



Kejadian itu terjadi di kota Denpasar Bali, tahun 1998, aku waktu itu masih duduk dibangku 3 SMU di salah satu SMU di Denpasar. Tapi sekarang aku kuliah di Jakarta di salah satu kampus yang tidak begitu terkenal di Jakarta. Aku memang sudah lama sekali sangat menginginkan tubuh tanteku itu, tapi butuh penantian yang lama, kira-kira sejak aku SMP. Mulailah kuceritakan isinya.

Waktu itu sekitar jam 12.30 WITA, matahari benar-benar panasnya minta ampun, terus motorku endut-endutan. Wahh! benar-benar reseh dah. Tapi akhirnya aku sampai di kost-kostan, langsung saja aku ganti baju, terus sambil minum air putih, wuaahh, seger tenan rek. Lalu tiba-tiba belum kurebahkan badan untuk istirahat handphone-ku berdering, ternyata dari tanteku, lalu kujawab,

“Halo Tan, ada apa?”
“Kamu cepet dateng ya!” ucap tanteku.
“Sekarang?” tanyaku lagi.
“La iya-ya, masa besok, cepet yah!” ujar tanteku.

Lalu aku bergegas datang ke rumah tanteku itu.

Sesampainya di sana, kulihat rumahnya kok sepi, tidak seperti biasanya (biasanya ramai sekali), lalu kugedor pintu rumah tanteku. Tiba-tiba tanteku langsung teriak dari dalam. “Masuk aja Wa!” teriak tanteku. Oh ya, namaku Dewa. Lalu aku masuk langsung ke ruang TV. Terus aku tanya,

“Tante dimana sih?” tanyaku dengan nada agak keras.
“Lagi di kamar mandi, bentar ya Wa!” sahut tanteku.

Sambil menunggu tanteku mandi aku langsung menghidupkan VCD yang ada di bawah TV, dan menonton film yang ada di situ. Tidak lama kemudian tanteku selesai mandi lalu menghampiri aku di ruang TV. Oh my god! Tanteku memakai daster tipis tapi tidak transparan sih, tapi cetakan tubuhnya itu loh, wuiihh! Tapi perlu pembaca ketahui di keluargaku terutama tante-tanteku kalau lagi di rumah pakaiannya seksi-seksi.

Aku lanjutkan, lalu dia menegurku.

“Sorry ya Wa, Tante lama.”
“Oh, nggak papa Tante!” ujarku rada menahan birahi yang mulai naik.
“Oom kemana Tante?” tanyaku.
“Loh Oom kamu kan lagi ke Singaraja (salah satu kota di Bali),” jawab tanteku.
“Memangnya kamu nggak di kasih tau kalo di Singaraja ada orang nikah?” tanya tanteku lagi.
“Wah nggak tau Tante, Dewa sibuk sih,” jawabku.
“Eh Wa, kamu nggak usah tidur di kos-an yah, temenin Tante di sini, soalnya Tante takut kalo sendiri, ya Wa?” tanya tanteku sedikit merayu.

Wow, mimpi apa aku semalam kok tanteku mengajak tidur di rumahnya, tidak biasanya, pikirku.

“Tante kok nggak ikut?” tanyaku memancing.
“Males Wa,” jawab tanteku enteng.
“Ooo, ya udah, terus Dewa tidur dimana Tan?” tanyaku lagi.
“Mmm.. di kamar Tante aja, biar kita bisa ngobrol sambil nonton film, di kamar Tante ada film baru tuh!” ujar tanteku.

Oh god! what a miracle it this. Gila aku tidak menyangka aku bisa tidur sekamar, satu tempat tidur lagi, pikirku.

“Oke deh!” sahutku dengan girang.

Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan pukul enam sore.

“Waa..! Dewaa..! udah mandi belum?” teriak tanteku memanggil.
“Bentar Tan!” jawabku.

Memang saat itu aku sedang membersihkan motor, melap motor adalah kebiasaanku, karena aku berprinsip kalau motor bersih terawat harga jualnya pasti tinggi. Pada saat itu pikiran kotorku dalam sekejap hilang. Setelah melap motor, aku bergegas mandi. Di kamar mandi tiba-tiba pikiran kotorku muncul lagi, aku berpikir dan mengkhayalkan kemaluan tanteku,

“Gimana rasanya ya?” khayalku.

Terus aku berusaha menghilangkan lagi pikiran itu, tapi kok tidak bisa-bisa. Akhirnya aku mengambil keputusan dari pada nafsuku kupendam terus entar aku macam-macam, wah pokoknya bisa gawat. Akhirnya aku onani di kamar mandi. Pas waktu di puncak-puncaknya aku onani, tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang mengetuk. Kontan saja aku kaget, ternyata yang masuk itu adalah tanteku. Mana pas bugil, sedang tegang lagi kemaluanku, wah gawat!

“Sibuk ya Wa?” tanya tanteku sambil senyum manja.
“Eh.. mm.. so.. so.. sorry Tan, lupa ngunci,” jawabku gugup.

Tapi sebenarnya aku bangga, bisa menunjukkan batang kemaluanku pada tanteku. Panjang batang kemaluanku pas keadaan puncak bisa mencapai 15 cm, pokoknya “international size” deh.

“Oh nggak papa, cepetan deh mandinya, terus langsung ke kamar ya, ada yang pengen Tante omongin.”
“Oh my god, marah deh Tante, wah gawat nih,” pikirku.

Lalu aku cepat-cepat mandi, terus berpakaian di dalam kamar mandi juga, tidak sempat deh melanjutkan onani, padahal sudah di puncak.

Setibanya di kamar tanteku, aku melihat tante memakai celana pendek, sangat pendek, ketat, pokoknya seksi sekali, terus aku bertanya,

“Ada apa Tan, kayaknya gawat banget sih?” tanyaku takut-takut sambil duduk di atas tempat tidur.
“Enggak, Tante pengen cerita, tentang Oom-mu itu lho,” ujar tanteku.
“Emangnya Oom kenapa Tan?” tanyaku lagi.

Dalam hatiku sebenarnya aku sudah tahu oom itu orangnya agak lemah, jadi aku berharap tante menawarkan kemaluannya padaku. Dengan seksama aku medengarkan cerita tanteku itu.

“Sebenernya Tante nggak begitu bahagia sama Oom-mu itu, tapi dibilang nggak bahagia nggak juga, sebabnya Oom-mu itu orangnya setia, tanggung jawab, dan pengertian, yang bikin Tante ngomong bahwa Tante nggak bahagia itu adalah masalah urusan ranjang,” ujar tanteku panjang lebar.

“Maksud Tante?” tanyaku lagi.
“Ya ampun, masih nggak ngerti juga, maksud Tante, Oom-mu itu kalo diajak begituan suka cepet nge-down, nah ngertikan?” tanya tanteku meyakinkan aku.

“Ooo..” ucapku pura-pura tidak mengerti.
“Mmm.. Wa, mau nggak nolongin Tante?” tanya tanteku dengan nada memelas.
“Bantu apa Tan?” tanyaku lagi.
“Kan hari ini sepi, terus Oom-mu kan nggak ada, juga sekarang Tante lagi terangsang nih, mau nggak kamu main sama
Tante?” tanya tanteku sembari mendekatkan tubuhnya kepadaku.

Gila! Ternyata benar juga yang aku khayalkan, Tanteku minta! Cihui! ups tapi jangan sampai aku terlihat nafsu juga, pikirku dalam-dalam.

“Tapi Dewa takut Tante, nanti ada yang ngeliat gimana?” ucapku polos.
“Loh..! kan kamu ngeliat sendiri, emang di sini ada siapa? kan nggak ada siapa-siapa,” jawab tanteku meyakinkan.
“Ya udah deh,” ujar tanteku sambil memulai dengan menempelkan tangannya ke kemaluanku yang sebenarnya sudah menegang dari tadi.
“Wow.. gede juga ya! Buka dong celanamu Wa!” ujar tanteku mesra.

Lalu kubuka celanaku dengan cepat-cepat, dengan cepat pula tanteku memegang kemaluanku yang sudah over size itu. Sambil mengocok batang kemaluanku dengan tangan kirinya, tangan kanan tanteku memegang payudaranya dan mengeluarkan bunyi-bunyi yang merangsang.

“Emf.. ehm.. mm.. gede banget kemaluanmu Wa!” ujar tanteku.

Aku tidak terlalu mendengarkan omongan tanteku, soalnya aku sudah “over” sekali. Lalu tanteku mulai menempelkan kemaluanku ke mulutnya, dan dengan seketika sudah dilumatnya batang kemaluanku itu.

“Oh God! Eh.. eh.. ehm.. e.. nak.. Tante.. terus Tan..!” ujarku merasakan nikmatnya kuluman tanteku itu.

Tanteku lalu merebahkan tubuhku di atas ranjangnya, lalu dengan ganas ia menyedot batang kemaluanku itu, lalu ia memutar tubuhnya dan meletakkan liang kemaluannya di atas mukaku tanpa melepaskan kemaluanku dari mulutnya. Dengan sigap aku langsung menjilat liang kemaluan tanteku. Merasakan itu tanteku mengerang keenakan.

“Aaah.. Wa.. enak.. terus Wa.. terus jilat..!” erang tanteku keras-keras.

Mendengar itu, nafsuku makin bertambah, dengan nafsu yang menggebu jilatan ke kemaluannya kutingkatkan lagi, dan akibatnya tanteku mengalami orgasme yang dahsyat, sampai-sampai mukaku kena semprotan cairan kewanitaannya.

“Oh Dewa.. Tante sayang kamu.. uh.. ka.. ka.. mu ponakan Tante paling.. hee.. bat.. aah,” puji tanteku sambil mengerang merasakan nikmat.

Aku merasa bangga karena aku masih bertahan, lalu aku membalikkan tubuh tanteku sehingga ia terlentang. 

Kuangkat kedua kakinya sehingga terpampanglah liang kemaluannya berwarna pink merekah. Sebelum aku mulai menu utamanya, pertama aku melucuti pakaiannya terlebih dahulu, setelah terbuka, aku mulai memainkan mulutku di puting payudaranya, dan kemaluanku yang telah “over” tadi kuletakkan di atas perutnya sambil menggesek-gesekkannya.

Perlahan aku menciumi tubuh tanteku dengan arah menurun, mulai dari puting terus ke perut lalu ke paha sampai akhirnya tiba di bibir kemaluannya. Dengan penuh nafsu aku menjilat, menyedot, sampai menggigit saking gemasnya, dan rupanya tanteku akan mengalami orgasmenya lagi.

“Ooohh.. Waa.. Tante mau kee.. luu.. aar! Aaah..!” erang tanteku lagi sambil menjambak rambut kepalaku sehingga wajahku terbenam di kemaluannya.
“Wa, udah ah, Tante nggak kuat lagi, Oom-mu mana bisa kayak gini, udah deh Wa, lansung aja tante pengen langsung ngerasain itu-mu.”

Tubuhnya kutopang dengan tangan kiri, sementara tangan kiri membimbing batang kemaluanku mencari sarangnya. Melihatku kesulitan mencari liang kemaluan tanteku, akhirnya tanteku yang membimbing untuk memasukkan batang kemaluaku ke liang kemaluannya.

Setelah menempel di lubangnya, perlahan kudorong masuk batang kemaluanku, dorongan itu diiringi dengan desahan tanteku.

“Egghmm.. terus Waa.. pelan tapi terus Wa.. egghhmm..!” desahan tanteku begitu merangsang.

Aku sebenarnya tidak senang dengan permainan yang perlahan. Akhirnya dengan tiba-tiba dorongan batang kemaluanku, kukeraskan sehingga tanteku teriak kesakitan.

“Aaahh.. Waa.. saakitt.. pelan-pelan.. aargghh..” teriak tanteku menahan sakitnya itu.

Dan tidak percuma, batang kemaluanku langsung terbenam di dalam liang kehormatannya itu. Setelah itu batang kemaluanku, aku maju-mundurkan perlahan, untuk mencari kenikmatan.

Dengan gerakan perlahan itu akhirnya tanteku menikmati kembali permainan itu.

“Ah.. uh.. terus Wa.. enak sekali.. itu-mu gede sekali.. egghh.. lebih enak dari Oom-mu itu.. terus Waa..” erang tanteku keenakan.

Lalu lama-lama aku mulai mempercepat gerakan maju-mundur, dan itu mendapat reaksi yang dahsyat dari tanteku, ia juga mulai memainkan pinggulnya, hingga terasa batang kemaluanku mulai berdenyut,

“Tan.. saya mauu.. kelu.. arr.. nih..!”
“Di dalam aja Waa.. Tante.. juugaa.. mauu keeluaarr.. aarrgghh..!”

Akhirnya kami keluar bersama-sama, kira-kira enam kali semprotan aku mengeluarkan sperma. Aaahh.. begitu nikmatnya.

Setelah itu kucabut batang kemaluanku dari liang kemaluan tanteku, terus kuberikan ke mulut tanteku untuk dibersihkan. Dengan ganas tanteku menjilati spermaku yang masih ada di kepala kemaluanku hingga bersih. Setelah itu tanteku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan aku tetap berada di kamar, tiduran melepas lelah.

Setelah tanteku selesai membersihkan diri, ia kembali ke kamar dan segera mencium bibirku, lalu ia bilang bahwa selama oom-ku di Singaraja, aku diharuskan tinggal di rumah tanteku dan aku jelas mengiyakan. 

Lalu tante juga bertanya apakah keadaan kostku bebas, maka kujawab iya. Lalu tante bilang bahwa kalau misalnya oom-ku ada di rumah, terus tanteku ingin main denganku, tanteku akan mencariku ke kost, aku hanya manggut-manggut senang saja. Demikianlah pengalamanku dengan tante sendiri.

Post By : PokerAstro.biz
Agen Poker Online - Kisah ini terjadi pada awal akhir tahun 2003 tepatnya bulan bulan desember. Aku seorang pria berwajah biasa dengan tinggi 171 dan berat 50 kg, termasuk kurus bodyku dan kulitku sawo matang khas jawa dan umurku 25 tahun. Aku sebenernya baru tinggal di Surabaya karena aku orangnya kerasan banget di kamar jadi di Surabaya aku agak kurang pergaulan alias kuper terhadap cewek-cewek di Surabaya.


Pada suatu hari ketika aku chatting di kamar, tiba-tiba menyapa seorang cewek (umur 41 tahun) dan selanjutkan kami kenalan ternyata namanya Linda, kami chatting sampai 3 jam lamanya dan aku sangat suka dengan type cewek ini karena dia sangat terbuka masalah sex.

Setelah selesai chatting dan kami saling tukar nomer hp, tiba-tiba malamnya HPku berbunyi, ternyata Linda yang SMS aku. 

Dia bilang boleh telpon aku atau tidak, jadi kujawab aja boleh. Kemudain tak lama kemudian dia telepon. Setelah ngobrol-ngobrol banyak dia mengaku bahwa dia berasal dari bandung dan dia ternyata masih single karena trauma dengan pacarnya dulu. 

Karena sifat dia yang terbuka maka kami cepat akrab dan ngobrol banyak hal tertama tentang sex.

Kubilang kalau aku orangnya agak hypersex dia malah jadi penasaran dan ingin mencoba karena cowoknya dulu hanya tahan sebentar karena hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak mementingkan kepuasan pasangannya. 

Dan aku bilang padanya kalau aku belum bisa orgasme kalau pasanganku belum keluar minimal 3 kali (3 kali orgasme).

“Wah hebat donk kalau gitu” kata Linda di telpon.
“Ah biasa aja” jawabku santai karena ku anggap itu hal yang lumrah.
“Seandainya aku punya cowok kayak kamu betapa bahagianya aku” kata Linda lagi.
“Aku mau kok jadi cowok kamu” kataku nekad.

“Kamu kan baru umur 25 tahun sedangkan aku sudah 41 tahun, kamu mana mau ama cewek setua aku, kan kamu bias cari cewek yang sebaya sama kamu” kata Linda.

“Kurang enak she kalau ama cewek yang sebaya atau lebih muda dari aku, soalnya aku paling suka cewek yang jauh lebih tua dibanding aku, biasanya cewek yang jauh lebih tua dari aku yang bias ngimbangi nafsu sex ku yang kuat ini” jawabku.

“Jadi kamu mau jadi pacarku” kata Linda setengah tidak percaya.
“Swear. Aku senang banget jika kamu mau jadi pacarku” jawabku yakin.
“Tapi jarak kita kan jauh, kamu di surabaya sedangkan aku di bandung. Jadi kita jarang ketemu donk” kata Linda.

“Masalah jarak kan enggak masalah kan kita bisa gantian datang ke kota masing-masing. Siapa yang bisa lah” kataku.

“Wah.. kalau gitu kamu kesini donk”kata Linda penuh harap.
“Kalau sekarang enggak bisa deh.. Soalnya aku lagi bokek berat neh.. kalau kamu mau datang aja ke Surabaya sekaligus lihat-lihat kota Surabaya” kataku setangah membujuk.

Setelah dibujuk-bujuk dan omong-omong ternyata dia mau ke Surabaya besok pagi dan minta di jemput di airport. Setelah janjian kemudain dia tutup telponnya karena sudah tengah malam dan dia harus bangun pagi besok.

Paginya kira-kira pukul 08:00 aku sudah menunggu Linda di airport. Setelah diumumkan bahwa pesawat merpati dari bandung telah tiba, maka aku siap-siap di lokasi kedatangan. Tiba-tiba HP ku berbunyi, ternyata Linda yang telepon.

“Kamu yang mana don” tanya Linda.
“Aku yang pake baju item dan pake kacamata” jawabku.
“Aku pake baju biru muda, aku sudah lihat kamu, nampak nggak aku melambai” kata Linda.

Kulihat seorang wanita berbaju biru muda melambaikan tangan kepadaku, dan aku menghampirinya. Aku kaget banget, ternyata dia cewek Chinese dan dari wajahnya kayak baru umur 35 tahunan, bodynya ramping, kulitnya putih halus, rambutnya sebahu dan kuperhatiin dadanya, ternyata dia punya payudara kecil, menurut perkiraanku ukuran payudaranya 34A. 

Tapi dia seorang wanita yang sangat menarik dan orang tak akan menyagka kalau dia sudah berumur 41 tahun. Pasti orang mengira dia berumur 35-an tahun.

Setelah naik taxi dan ngobrol juga saling memperhatikan kami serasa sudah kenal berbulan-bulan mungkin karena dia pandai berbicara (dia kerja sebagai marketing salah satu perusahaan ansuransi di bandung). 

Setelah sampai hotel “IP” didaerah Ngagel dan pesan kamar, kami langsung masuk kamar. Ketika dia menyusun pakaiannya ke dalam lemari, kupeluk dari belakang dan kucium tengkuknya yang putih halus. Linda mengelinjang kegelian.

“Jangan don, geli neh” kata Linda.
“Kan geli-geli enak” jawabku sambil memutar tubuh Linda sehingga kami berhadapan.

Dengan agak membungkuk kucium jidatnya (dia tingginya 155/45), Linda memejamkan matanya sambil menikmati ciumanku. 

Kemudian kucium bibirnya yang tipis dan sexy, dia mendesah dan membalas ciumanku dan ternyata dia sangat ahli dan hal ciuman. Lidahnya bermain dimulutku dan kontan saja Mr. P ku yang dari tadi sudah keras jadi makin mengeras.

Kemudian kugendong tubuhnya dan kubaringkan di kasur perlahan-lahan. Lalu kucium lehernya yang jenjang dan putih mulus dan tangankupun mulai merayap ke arah dadanya, Linda mengerang perlahan menahan rangsangan yang sudah ditahannya selama bertahun-tahun. 

Kemudian kujilati kupingnya yang mungil dan bersih, Linda menjerit agak keras karena ternyata letak rangsangan paling hebat yang dirasakannya saat di jilatin kupingnya. Tanganku perlahan membuka bajunya dan nampaklah tubuhnya yang putih mulus dan terpampang sepasang apel yang mungil di balut dengan Bra pink.

“Gilaa!! Tubuhnya seperti tubuh gadis berumur 20 tahunan” pikirku.

Lalu kujilati seluruh leherdan kuping dan turun kebawah sambil tanganku meremas-remas lebut payudaranya yang masih dibalut dengan bra pink tersebut. Kemudian kulepas bra Linda dan Linda mulai berani membuka kaosku. 

Wah, benar-benar luar biasa indahnya tubuh Linda, putih mulus dan kencang, ternyata dia benar-benar merawat tubuhnya dengan baik. Kujilat puting susunya yang sebelah kanan sambil tangan kiriku mengelus-elus susunya yang kiri.

“Oughh, Don, hisap sayang” kata Linda sambil menggelinjang-gelinjang keenakan.
“Sabar sayang” jawabku.

Kemudian ku hisap puting susunya yang kanan dan tangan kiriku memuntir-muntir puting yang satunya. Linda menggeliat-geliat sambil tangannya mencengkeram punggungku dan mulutnya menjerit-jerit perlahan.

“Uhh enak banget Don.. Kamu hebat sayang. Hisap terus sayang.. yang kuat” ceracau Linda didalam rangsangannya

Kemudian setelah puas dengan puting yang kanan, mulutku ganti memainkan puting yang sebelah kiri, menghisap, menjilat, dan menggigit-gigit kecil putingnya sambil tanganku membuka kancing celananya. 

Ternyata Linda nggak mau kalah, dia berusaha membuka celanaku juga. Terpaksa kuhentikan kegiatan mulutku. Dan kemudian kubuka celanannya dan membuka celanaku sendiri.

Woowww.. Terpampang dihadapanku sepasang paha putih mulus yang di sela-sela paha tersebut terdapat gundukan bukit kecil yang masih tertutup celana dalamnya yang berwarna pink juga seperti warna BH dia. 

Nampak bulu-bulu hitam halus membayang dibalik celana dalamnya yang berwarna pink. Kemudian kubuka celana dalamnya, terpampanglah sebuah bukit kecil yang ditumbuhi dengan hutan yang tak begitu lebat. Indah

Kemudian kudekatkan mukaku ke sela paha Linda, tercium bau harus khas vagina sangat merangsang. Kubuka belahan vaginanya perlahan dengan kedua belah jariku. Nampak sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan. 

Bukit kecil dengan warna serba pink hamper sewarna dengan warna celana dalam dan branya. Kemudian kujilat clitsnya hingga Linda terlonjak dan kemudian menjerit-jerit keenakan. 

Dan kumasukan lidahku ke lubang vaginanya yang masih sangat sempit itu, tak peduli dengan jeritan Linda yang keras mungkin terdengar sampai depan pintu kamar hotel seandainya ada orang disana, kuhisap lubang vaginanya yang sudah banjir dengan air maninya karena Linda sudah orgasme sebanyak 2 kali selama pemanasan ini, Linda kemudian menagang dan menyemprotlah air mani bak air mancur kemulutku, banjirlah mulutku dengan air mani Linda yang histeris itu dan kutelan air maninya semua dan kujilat seluruh vaginanya hingga kering.

“Enak banget air mani kamu Linda” kataku.
“Ayo don.. Jangan siksa aku, masukkan punyamu” kata Linda merengek.
“Bentar donk, ini kan belum apa-apa sayang” kataku.

Tapi tangan Linda kemudian menarik celana dalamku hingga lepas. Mencuat keluarlah Mr. P ku yang emang sejak tadi tegang. Mendelik mata Linda melihat acungan mr P ku yang sudah tegang 100%.

“Oww!! Besar banget Don, mana muat masuk ke lubang vaginaku” seru Linda.

Emang pennisku ukurannya lumayan besar, panjang penniesku 17 cm dan diameter sekitar 4 cm.

“Tenang aja.. Pasti bisa masuk kok” kataku cuek.

Tangan Linda menggapai pennisku dan mengocok2nya pennisku dengan semangat dan aku kemudian melanjutkan kegiatanku di seputar dada dia dan tanganku bermain di di vagina Linda. Linda kemudian mendekatkan mulutnya ke pennisku dan menjilatinya. 

Tapi kularang, karena aku memang suka mengoral vagina cewek tapi aku kurang suka di oral pennisku karena pacarku yang dulu paling enggak suka mengoral penis.

“Enggak usah di jilatin deh rudalku itu lin” kataku.
“Kamu enggak suka ya” tanya Linda.
“Kurang suka she, soalnya aku bersifat memuaskan cewek bukan memuaskan diriku sendiri” jawabku.
“Kayak gigolo aja” kata linda sambil ketawa.

Aku Cuma tersenyum dan kemudian melanjutkan kegiatan mulutku yang menjilati seluruh tubuh Linda dan tangankupun gencar meremas susunya dan bergerilya di sekitar pahanya. Linda menggeliat-geliat menikmati seluruh kegiatanku dan mulutnya menjerit-jerit keras sambil tangannya menjambak-jambak rambutku. Setelah hamper 35 menit melakukan pemanasan, Linda menarik tubuhku ke dalam pelukannya.

“Don masukan donk.. Jangan siksa aku kayak gini, please, please honey..” kata Linda memohon.

Aku mengangguk kepala sambil mengarahkan rudalku ke lubang vagina linda, kemudian kugesek-gesekan kepala rudalku ke vagina Linda. Linda mendesah-desah dan dia mengangkat pantatnya supaya rudalku masuk ke vagina diatapi karena lubang vagina Linda sangat sempit mungkin karena lama nggak dipake main dan juga vagina Linda berukuran mungil hingga yang masuk hanya kepala rudalku. 

Lalu kutekan rudalku ke dalam lubang vagina Linda tapi ternyata enggak bisa masuk juga, kupaksakan rudalku masuk ke lubang vagina Linda hingga masuk rudalku setengah dan Linda menjerit kesakitan.

“Sorry, sayang. Habis susah banget masuk ke lubang vagina kamu sih, kamu masih perawan ya” tanyaku.
“Nggak. Aku dulu sering main juga jadi enggak mungkin aku masih perawan. Kontol kamu aja yang kegedean hingga susah masuk ke vaginaku” kata Linda.

Kukeluar masukan rudalku yang baru masuk setengah supaya licin dan bisa masuk ke vagina Linda dengan mulus. Linda menggoyang-goyangkan pantatnya sambil mendesah-desah keenakan, kemudian kutekan rudalku ke dalam vagina Linda hingga masuk semua rudalku ke dalam lubang vaginanya.

“Aduh sakit Don” jerit Linda.

Kudiamkan rudalku yang tertancap penuh di lubang vagina Linda sambil tanganku meremas-remas pantatnya dan mulutku menjilati leher dan telinganya untuk menetralisir rasa sakit Linda akibat masuknya rudalku ke lubang vaginanya. Linda mulai melupakan rasa sakit di vaginanya dan dia menggelinjang-gelinjang kenikmatan merasakan rangsangan akibat permainan lidahku dan gigitan-gigitan kecilku di kupingnya serta remasan di pantatnya yang montok.

Setelah kulihat Linda menikmati jilatan dan remasanku sampai matanya mendelik-ndelik akibat menahan nikmatnya rangsanganku dan mulutnya juga sudah mulai berteriak-teriak histeris baru kukeluar masukan rudalku perlahan-lahan supaya Linda tidak merasakan kesakitan akibat keluar masuknya rudalku yang ukurannya over karena ukuran vagina dia mungil.

“Oughh yes. Terus Don. Lebih cepat Don. Oughh nikmat” kata Linda diantara jeritan kenikmatan dia.
“Kamu hebat Don. Lebih cepat.. Aku mau keluar neh” kata Linda lagi.

Kemudian kukeluar masukan rudalku didalam vagina Linda dan kurasakan ada tegangan didalam vagina Linda sehingga lubang vagina Linda semakin sempit. Seolah-olah rudalku dipijit-pijit oleh sesuatu yang hangat didalam vaginanya. 

Semakin kupercepat kocokan rudalku didalam vagina Linda hingga kurasakan tubuh Linda menegang kaku dan tangannya mencakar punggungku hingga agak pedih tapi aku nggak peduli dengan pedih tersebut, kuperhatikan mata Linda mendelik dan mulutnya menjerit-jerit mengucapkan kata-kata yang enggak jelas. Kemudian kutekan rudalku dalam-dalam hingga menyentuh dasar rahim Linda dan kudiamkan.

“Aarrgg” jerit Linda kemudian tubuhnya lemas dan mata terpejam.

Kemudian ku peluk tubuhnya yang mungil memberi kesempatan dia beristirahat dulu tanta mencabut rudalku didalam vaginanya. 

Setelah kupikir dia sudah cukup puas menikmati istirahatnya baru kemudian tangan dan lidahku beraksi untuk merangsang nafsu Linda lagi. Nampaknya nafsu Linda sudah terbangkit lagi, nampak dari gerakan tubuhnya dan mulutnya sudah mulai mendesah-desah keenakan.

Kemudian mendadak kucabut rudalku dari lubang vaginanya, dan Linda nampak kecewa tapi aku enggak perduli dan kubalikan tubuh Linda dan kusuruh nungging. Lalu kumasukan rudalku ke lubang vagina Linda dari arah belakang (doggy style). Kuhentakan rudalku dan kemudian masuk seluruh rudalku ke dalam vagina Linda sampai tubuh Linda tersentak dan mulutnya bunyi “ngekk!!”

“Aduh Don, nikmat banget” rintih Linda.

Kukeluar masukan rudalku dengan cepat dan tanganku meremas-remas kedua susu Linda dari belakang karena posisiku sambil memeluk punggung Linda. Tangan Linda mencakar-cakar kasur dan mulutnya menjerit-jerit keras.

“Don.. Aku mau keluar lagi” kata Linda.
“Keluarin aja sayang” jawabku.

Kupercepat kocokan rudalku dan tiba-tiba tubuh Linda menegang dan mulutnya menjerit keras, kurasakan ada cairan hangat menyiram kepala rudalku dari dalam lubang vagina Linda. Linda mengalami orgasmenya yang ke lima kali. 

Kudiamkan rudalku didalam vagina Linda selama dua menit kemudian kukocok lagi perlahan-lahan dan kemudian cepat, Linda ternyata nafsunya sangat kuat juga kemudian dia minta aku berhenti dan mencabut rudalku dari dalam lubang vaginanya. 

Kemudian aku disuruh terlentang dan dia mengangkangiku dan memasukan rudalku ke dalam vaginanya dari atas.

Kemudian dia menggoyang-goyang pantantnya dan terkadang dia agak memutar-mutar tubuhnya hinggan terasa sentuhan-sentuhan dinding rahimnya di kepala rudalku. Nampaknya Linda mau keluar lagi hingga dia mempercepat goyangan pantatnya dan akupun meremas-remas pantatnya untuk menambah kenikmatannya dalam mencapai orgasme keenamnya.

Terasa tubuh Linda menegang dan kurasakan cairan hangat menyiram rudalku kulihat air maninya menetes kebawah karena lubang vaginanya nggak muat menampung air maninya. Kemudian tanpa mencabut rudalku dari dalam vaginanya kurebahkan tubuh Linda disampingku dan kurubah posisiku kembali diatasnya. Kupeluk Linda dari atas.

Setelah orgasme ke 11 kalinya Linda nampak sangat lemas dan aku merasa kasihan melihat dia kecapean. Terbayang diwajahnya dia begitu lelah.

“Don, kok kamu belum keluar juga sayang. Keluarin donk. Please.. Aku sudah nggak kuat neh. Badanku sudah lemes banget dan vaginaku sudah terasa linu. 

Tolong donk sayang, aku nggak mau hanya aku yang merasa puas” kata Linda sambil memohon kepadaku
“Oke deh. Aku emang bentar lagi keluar kok. Aku juga sudah capek nih” jawabku.

Kemudian Linda menggoyang-goyang pantatnya perlahan. Dan aku mulai menggerakan rudalku keluar masuk lubang vagina Linda sehingga Linda dengan sisa-sisa tenaganya yang sudah terkuran di sebelas kilmaxnya itu mulai menggerak-gerakan tubuhnya dan mencengkeram punggungku dengan keras dan mulutnya mendesah-desah tidak berteriak-teriak kayak sebelumnya mungkin karena tenaganya sudah terkuras habis.

“Don, aku mau keluar lagi nih, keluar bareng yukk” kata Linda memelas.
“Iya.. Aku juga sudah mau keluar neh sayang” jawabku sambil mengocok-ngockkan rudalku dengan cepat ke lubang vaginanya.

Kurasakan lubang vagina Linda mulai menyempit kembali dan kurasakan ada sesuatu yang mengalir dari dalam tubuhku menuju rudalku dan kemudian hentakkan rudalku ke dalam lubang vagina Linda hingga menyentuh dinding rahim Linda. Bagai banjir keluarlah air maniku dan muncrat ke dalam lubang rahim Linda.

“Aaargg” jerit Linda.

Nampaknya Linda juga orgasme dan kami bareng menumpahkan air mani kami. Dan tubuh Linda mulai melemas. Lalu kupeluk tubuh Linda yang mungil dan kucium jidatnya. Kemudian kucabut rudalku dari lubang vagina Linda, Linda memejamkan mata menikmati gesekan kulit pada liang vaginanya akibat kucabut rudalku dari dalam liang vaginanya.

Kemudian aku berbaring disamping Linda dan kupeluk tubuhnya yang basah dengan keringat itu.

“Kamu puas enggak sayang,” tanya Linda kepadaku.
“Puas banget, vaginamu sangat enak dan aku baru sekali ini menemui vagina yang enak seperti ini hingga membuat aku puas banget” kataku jujur.

“Tapi aku enggak kuat lagi kalau nanti kamu minta main lagi, mungkin besok baru aku bisa soalnya vaginaku linu mungkin karena kamu main terlalu lama dan kontolmu kegedean” katanya.
“Nggak apa-apa.. Kita tidur aja dan besok kita lanjutkan lagi” jawabku sambil mencium pipinya.

Linda kemudian memelukku dengan erat. Kulihat matanya mulai terpejam dan tak lama kemudian dia tertidur pulas didalam pelukanku. 

Dan akupun mulai merasakan capeknya tubuhku dan tak lama kemudian aku tertidur pulas. Kami melakukan itu selama 3 hari 3 malam karena kami harus kerja dan dia kemudian pulang ke Bandung dan kami ketemu sebulan dua kali. Gantian saling mengunjungi.

Post By : PokerAstro.biz
Agen Poker Online - Saat ini aku hampir menjadi seorang insinyur elektro, sekarang sedang menunggu wisuda. Sambil menunggu wisuda, aku dan beberapa temanku membuka toko komputer. Kejadian ini terjadi pada bulan Agustus 2000.


Pagi itu sekitar jam 10 pagi, aku sedang membuat proposal penawaran untuk pemda Wonogiri. Sebuah mobil putih tiba-tiba masuk di halaman kantorku, seorang cewek WNI keturunan berumur sekitar 20 tahun, tinggi sekitar 165 cm mengenakan kaos ketat warna biru muda keluar dari dalam mobil.

“Selamat pagi Mas”, katanya.
“Pagi, silakan duduk.., Ada yang dapat saya bantu?”, sahutku sambil bersalaman dan menyiapkan sebuah kursi yang masih berada di pojok ruangan.

Terasa dingin dan sangat lembut ketika aku meremas tangannya.

Singkat cerita dia setuju membeli seperangkat komputer pentium II/550 multimedia dan sebuah bjc-2000 yang saat itu seharga 6,6 juta.

“Ini saya baru bawa lima juta, sisanya besok bisa Mas?”, tanya dia.
“Oh.., nggak apa-apa”, jawabku, sebenarnya dengan uang muka seratus ribu pun aku juga bersedia.
“Maaf, Mbak namanya siapa, ini untuk mengisi kwitansinya”, tanyaku.
“Yuni, lengkapnya Yuni xxx”, sahutnya. Dia juga memberikan alamat dan nomor HP-nya.

Saat itu juga setelah kuselesaikan pembuatan penawaran, aku langsung merakit komputer yang dia pesan. Dalam tiga jam aku selesai merakit plus menginstall program yang diperlukan. Satu jam kemudian setelah aku selesai makan siang yang sudah agak sore, aku iseng-iseng telepon Yuni.

“Mbak.. ini komputer yang Mbak pesan udah selesai, sewaktu-waktu dapat diambil”, kataku membuka pembicaraan.
“Aduh cepat sekali Mas, ini saya juga baru ngambil uang di bank, oh ya Mas.. sekalian modemnya ya.. nambah berapa?”, tanyanya.

“Kalau internal Motorola 140 ribu Mbak”, jawabku.
“Ya udah yang itu saja, tetapi tolong Mas yang pasangkan ke rumah saya, masalahnya saya nggak bisa masang sediri..”, pintanya.
“Ya.. kalo begitu nanti jam 7 malam saya akan datang ke rumah Mbak”, Sahutku.

Selesai mandi aku membayangkan wajah Yuni, mirip dengan salah satu bintang film mandarin tapi siapa aku tidak tahu namanya. 

Berwajah oval, rambut sebahu berhigh light merah, kulitnya yang putih bersih benar-benar sangat manis. Selesai berdandan dan sedikit minyak wangi, aku menyalakan Suzuki Carretaku dan meluncur ke perumahan Solo Baru, sebuah kompleks perumahan yang cukup elite di kota Solo.

cerita sex terbaru lainya & foto mahasiswi bu9il masturbasi >>> www.orisex.com

Setelah sepuluh menit berkeliling kompleks, akhirnya aku menemukan alamatnya. Terlihat Vitara putih di dalam garasi yang tidak tertutup, setelah yakin alamatnya benar maka aku pencet bel yang berada di balik pagar besi yang terkunci. Seorang perempuan setengah baya keluar dan membuka pintu pagar sambil berkata,

“Mas yang mau ngantar komputer ya, silakan masuk dulu Mas, Mbak Yuni baru mandi”. Aku tidak langsung masuk tetapi mengambil barang-barang pesanan Yuni dan aku letakkan di teras depan.

“Barang-barangnya disuruh langsung dipasang ke kamar Mbak Yuni Mas”, perempuan itu menyusulku ke mobil saat aku mengambil barang terakhir, yaitu keyboard, mouse dan nota penjualan.

“Ini kamar Mbak Yuni”, kata perempuan itu sambil mengantarkanku menuju ke suatu ruangan berukuran 4 x 4 meter.

Tidak terlalu luas tetapi cukup tertata rapi dan barang-barang yang lumayan mewah menghiasi kamar. Bau parfum ruangan berjenis apple samar-samar tercium hidungku. Tanpa membuang waktu aku merakit komputer di meja yang telah dia siapkan sebelumnya.

Saat merakit instalasi printer, Yuni masuk kamar, tercium harum bau sabun mandi. Terlihat Yuni hanya mengenakan daster warna kuning tanpa ritsluiting dan tanpa lengan baju (model you can see). 

Lengannya yang putih mulus dan bentuk badannya yang ramping mengigatkanku pada Novi (cinta pertama) tetapi badannya lebih gedean Novi sedikit. Sesaat aku terdiam memandangnya, dia hanya tersenyum saja memperlihatkan giginya yang putih dan berjajar rapi.

“Udah selesai Mas?”, tanyanya membuatku sedikit kaget.
“Oh.. sebentar lagi Mbak, ini baru pasang printer”, jawabku.
“Mas, jangan panggil aku Mbak, panggil saja Yuni”, katanya.
“Kamu kuliah di mana?”, tanyaku.
“Di Akademi **** (edited), semester 3″, jawabnya.

“Stop kontaknya mana Yun?”, tanyaku.
“Itu di bawah meja”, jawabnya.
“Kok sepi, di mana ortumu?”, tanyaku.

“Aku di sini tinggal bersama kakakku, Papi sama Mami tinggal di Surabaya, kakakku sudah tiga hari di Semarang ikut seminar untuk syarat mengambil dokter spesialis”, jelasnya.
“O.. kakakmu dokter ya.., terus perempuan itu pembantumu?”, aku terus bertanya.

“Iya, dia membantu dari pagi sampai jam 7 malem setelah itu pulang ke rumahnya kira-kira 300 meter dari sini”, jelasnya.

“Nah.. udah siap silakan kalo mau coba”, kataku setelah layar monitor memperlihatkan logo WIN 98.
“Oh ya.. Mas mau minum apa?”, tanyanya setelah menunggu logo WIN 98 berubah menjadi gambar Titanic.
“Ah.. apa aja mau kok”, kataku sambil tersenyum.

Dia berjalan keluar kamar, saat dia berjalan itu samar-samar kulihat pantatnya yang tidak terlalu besar tetapi terlihat padat dan kenyal. Dia kembali dengan membawa segelas es jeruk dan meletakkan di samping ranjangnya yang memang terdapat meja kecil dan sebuah telpon.

“Wah sayang aku belum ngedaftar ke ****net “, katanya.
“Oh.. kamu mau nyoba pakai internet, kalo gitu untuk sementara kamu boleh pakai punyaku”, kataku sambil aku mulai mengisi user name dan password.
“Eh.. Mas.. kalo mau lihat gambar-gambar artis Indonesia yang telanjang alamatnya di mana sich”, katanya tanpa malu-malu.

Selanjutnya kuberi tahu alamat-alamat situs porno sambil aku memperlihatkannya. Terlihat Yuni Shara sedang bercinta dengan seseorang, melihat adegan tersebut matanya yang agak sipit dan bening terus melotot sambil menelan ludah, aku hanya tersenyum menyaksikan ekspresi wajahnya yang lucu sangat manis terpaku memandangi adegan itu.

“Kalo kamu mau baca cerita-cerita erotis, ada di sini..”, kataku sambil mengetik www.cerisex.net(sekarang sudah pindah ke alamat orisex.com) dan mulai masuk ke salah satu cerita erotis, dengan seksama dia membacanya dan aku juga membaca tentunya.

Saat dia tengah membaca, dia mendekatkan kursinya di sampingku sambil sesekali dia meletakkan salah satu kakinya di atas kakinya yang lain. 

Dan batang kemaluanku pun mulai bereaksi dan.. aduh, kelihatan sekali kalau batang kemaluanku sedang tegang. Dia melirik ke bawah, aku berusaha menyembunyikannya, dan dia hanya menarik nafas dalam-dalam sambil tersenyum kecil.

Setelah beberapa saat berselancar keliling dunia, kuputuskan hubungan ke internet.

“Mas.. ini udah bisa dipakai nonton film?”, tanyanya.
“Iya, kamu punya CD (compact disk) film nggak”, tanyaku sambil aku berusaha menempatkan batang kemaluanku agar berada pada posisi vertikal setelah terangsang dengan cerita tadi.
“Sebentar, aku carikan dulu ke kamar kakak”, jawabnya sambil keluar kamar.

“Ada sich, tapi.. adanya ini punya kakak”, dia berkata sambil memperlihatkan VCD semi porno dengan judul Kama Sutra versi Barat.
“Ya.. nggak apa-apa kan cuma nyoba, tapi pembantumu tadi di mana?”, tanyaku sambil melongok ke arah pintu.
“Oo.. dia udah pulang tadi waktu aku selesai mandi dan masuk ke sini”, jawabnya.

Terlihat adegan yang sangat romantis pada layar monitor, tidak seperti film-film porno lain, adegan dalam film ini sangat lembut dan romantis. 

Sebenarnya aku sudah terbiasa menonton film-film seperti ini, tetapi jika ditemani makhluk manis seperti ini jantungku berdebar sangat kencang. Sesekali kulirik dia yang sedang menyaksikan adegan tersebut. Terlihat sesekali dia membasahi bibirnya yang berwarna merah delima dengan lidahnya.

Ingin sekali sebenarnya aku mencium bibirnya. Baru sekali aku merasakan bersetubuh dengan pacar pertamaku, dan keinginan itu saat ini sangat menggebu. 

Kulihat Yuni mulai sering menggerakkan kakinya naik turun. Aku hanya menarik nafas panjang dan kumundurkan kursiku sehingga berada sedikit di belakang Yuni. Karena aku sudah tidak tahan lagi, dengan agak takut kusenggolkan kakiku dengan kakinya.

Tidak kuduga sama sekali dia hanya diam, tanpa menungu lebih lama lagi kakiku mulai naik turun di betisnya. Karena dia sepertinya tidak keberatan kuperlakukan seperti itu, kuberanikan tanganku untuk memegang tangannya dan dia juga menyambutnya dengan meremas tanganku. Akupun mulai lebih berani, kuraba dadanya yang tidak begitu besar tetapi sangat kencang dan padat terasa cukup keras.

Saat kuraba payudaranya terlihat dia terpejam sepertinya sedang menikmati apa yang sedang kulakukan. Tangannya yang putih bersih mulai merayap menuju pahaku, aku semakin terangsang hebat. 

Sementara tanganku masih rajin meraba payudaranya, dan dia terpejam, perlahan kucium bibirnya, kuhisap dengan lembut dan lidahku pun mulai masuk di antara gigi-giginya yang putih berjarar rapi. Masih berasa pasta gigi saat lidahku melumat bibirnya. 

Selanjutnya dia pun membalas dengan memainkan lidahnya ke dalam mulutku. Lembut sekali bibir dan lidahnya.

Setelah beberapa saat aku menikmati bibirnya yang mungil, ciumanku mulai berjalan menuju ke telinganya. Saat aku mungulum telinganya, dia mendesah dan mengangkat kepalanya, sepertinya dia kegelian. 

Kulepaskan ciumanku dan aku mulai mencumbu lehernya yang putih dan berbau harum sabun mandi, sementara tanganku masih terus meraba payudaranya dengan lembut. Perlahan ciumanku aku turunkan di dada bagian atas dan tanganku mulai melepaskan tali yang mengantung pada lengannya.

Setelah aku berhasil melepaskan tali dari dasternya, maka daster bagian atasnya mulai menurun dengan sendirinya. 

Terlihat bukit yang masih tertutup BH berwarna krem. Saat aku mulai mencium payudaranya bagian atas, perlahan-lahan dia berdiri dan spontan aku menarik ciumanku, agak takut aku waktu itu, kupikir dia akan marah. 

Tetapi setelah dia berdiri tegak, semua dasternya merosot ke bawah dan tampak dia berdiri setengah telanjang hanya menggenakan BH dan celana dalam berwarna putih. Sepertinya dia tidak marah malah dia tersenyum kecil, saat itu aku berpikir mungkin dia penganut aliran seks bebas. Ah masa bodoh, yang penting keinginanku dapat kesampaian dan aku tidak memaksanya.

Perlahan aku mulai berdiri di hadapannya, kupandangi tubuhnya yang setengah telanjang dengan seksama. Indah sekali tubuhnya, dari wajah sampai ujung kaki semuanya berbalut kulit berwarna putih bersih khas kulit WNI keturunan. 

Perlahan kudekati dia dan kucium bibirnya untuk yang kesekian kalinya. Senang sekali aku menikmati bibirnya yang mungil dan berwarna merah delima.

Sambil aku melumat bibirnya kupeluk dia sampai tubuh kami saling menyentuh. Tanganku yang berada di punggungnya mulai berusaha melepaskan BH, tapi sulit bagiku, aku tidak berhasil karena BH yang dia pakai lain dengan yang pernah dipakai Novi. 

Sepertinya dia tahu kalau aku kesulitan membuka BH-nya, dan akhirnya dia sendiri yang membuka. Setelah BH-nya terlepas terlihat dua buah bukit yang berwarna putih dengan puting berwarna coklat muda menggantung dengan kencang.

Kubopong dia ke tempat tidur dan kurebahkan dia ke sisi tempat tidur. Saat itu dia berada di atas tempat tidur dan aku berada di lantai. 

Perlahan kuraba payudara bagian kiri dengan tangan kananku, sementara lidahku mulai memainkan puting susunya yang sebelah kanan sambil sesekali kuhisap putingnya. Kulihat dia terpejam dan menggigit bibir bagian bawah sementara kedua tangannya menarik-narik rambutnya sendiri, sepertinya dia sangat menikmati permainan ini.

Saat kedua tangannya memegang rambutnya, terlihat ketiaknya yang sangat bersih tanpa ditumbuhi bulu karena mungkin sering dicukur. Selanjutnya hisapanku mulai bergeser sedikit demi sedikit ke sisi payudaranya, dan kulanjutkan jilatan dan hisapanku ke atas menuju ketiaknya dan tangan kananku berganti memainkan payudara bagian kanan. 

Saat lidahku menyapu ketiaknya dia sedikit berteriak, “Akhh..”. Aku lanjutkan dengan menghisapnya dan dia semakin mendesah keras dan kedua kakinya merapat saling menindih. Terlihat dia menegang untuk beberapa saat, kemudian mulai melemas sepertinya dia telah mencapai orgasme untuk yang pertama.

Terlihat titik-titik keringat muncul di dahinya, aku melepaskan gigitanku dan dia duduk sambil tangannya menyentuh rambutku dan dia meraba wajahku dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya membersihkan keringat yang ada di dahinya. 

Setelah dia meraba bagian wajahku, jari-jarinya menyentuh bibirku dan dengan ibu jarinya dia mengusap-usap bibirku dan berusaha memasukkan ibu jarinya ke dalam mulutku. 

Aku tidak menolak, kukulum ibu jarinya dengan lembut, dan jarinya yang lain mulai menyusul masuk ke dalam mulutku, kukulum satu persatu jari-jarinya yang putih.

Perlahan dia menarik tangannya dan mulai membuka kacing-kancing kemejaku. Perlu pembaca ketahui jika aku berada di tempat customer aku selalu mengenakan kemeja dan sepatu, tetapi sepatu dan kaus kakiku telah kulepas di depan rumahnya. 

Setelah semua kancing kemejaku terlepas, aku berdiri dan membuka kemejaku. Selajutnya kubuka sendiri ikat pinggang dan celana panjangku sampai aku hanya memakai CD yang telah menjadi ketat karena terdesak oleh batang kemaluanku yang menegang keras. 

Selanjutnya kubuka CD-ku sendiri sehingga kini aku telah telanjang bulat.

Terlihat batang kemaluanku tegak berdiri dengan arah agak vertikal, perlahan kudekatkan batang kemaluanku ke wajahnya dengan harapan dia akan menghisapnya, tapi sepertinya dia tidak mengerti maksudku, karena dia hanya memandang saja. 

Selanjutnya dengan tangan kananku memegang batang kemaluan dan tangan kiriku membelai rambutnya, aku usap-usapkan batang kemaluanku ke wajahnya, lagi-lagi dia belum mengerti keinginanku, dia hanya memejamkan mata. 

Karena sudah tidak sabar kuusapkan kepala batang kemaluanku ke bibirnya dan aku berusaha memasukkan batang kemaluanku dan akhirnya dia mau membuka mulutnya.

Perlahan kudorong batang kemaluanku agar masuk lebih dalam lagi, terasa lidahnya yang lembut menyentuh kepala batang kemaluanku. 

Sepertinya dia mulai mengerti apa yang kuinginkan, selanjutnya lidahnya mulai menyapu kulit batang kemaluanku dari pangkal sampai ujung berulang-ulang sambil sesekali mengulumnya, terasa sangat lembut, hangat dan sangat nikmat sampai-sampai merinding seluruh tubuhku. 

Sepertinya dia menyukai batang kemaluanku karena lebih dari lima menit dia menikmati batang kemaluanku sampai kakiku kelelahan berdiri, akhirnya aku mengambil posisi 69 dengan posisi miring.

Sementara dia mengulum dan menjilati batang kemaluanku, aku mulai membuka CD-nya yang sedikit basah. Terlihat rambut-rambut halus menutupi kemaluannya sebelah atas. Aku terus menurunkan CD-nya sampai terlepas, selanjutnya kucium dan jilati paha bagian dalamnya sampai mendekati liang kewanitaannya. 

Lain dengan Novi, bibir liang kewanitaan Yuni berwarna cenderung merah hati. Aku sapukan lidahku ke lubang kenikmatannya yang telah mengeluarkan cairan bening, terasa agak gurih.

Saat kubuka liang kewanitaannya dengan tangan kiriku, terlihat liang kewanitaannya sangat sempit dan sepertinya dia masih perawan karena bentuk bagian dalamnya persis seperti kepunyaan Novi. Mengetahui dia masih perawan, aku semakin semangat menikmati liang kewanitaannya. 

Kurenggangkan kedua pahanya, kusapukan lidahku dari anusnya dan sedikit demi sedikit naik menuju lubang kemaluannya dan akhirnya sampai pada klitorisnya. Kujilati dan kuhisap klitorisnya berulang-ulang, kuturunkan lidahku ke lubang senggamanya dan cairan bening mulai mengalir dari liang kewanitaannya. 

Kemudian kuhisap dalam-dalam cairan yang keluar tersebut dan kukeluarkan di daerah klitorisnya sambil terus kujilati dan kuhisap klitorisnya.

Setelah puas menikmati klitorisnya, kini lidahku mulai menyapu liang kewanitaannya, dan lidahku kumasukkan ke dalam liang kewanitaannya yang sempit tersebut. 

Sampai akhirnya dia melepaskan hisapan pada batang kemaluanku dan untuk yang kedua kalinya dia menegang dan perlahan keluar cairan bening dari dalam liang kewanitaannya yang selanjutnya kuhisap dan kutelan sampai habis.

Aku melihat Yuni yang kelelahan, aku bangkit dan duduk di samping tubuhnya yang telah lemas dan karena aku belum mencapai orgasme, kuambil posisi di atasnya dan dengan tangan kananku, kubimbing batang kemaluanku agar dapat masuk ke dalam liang kewanitaannya. 

Saat kugesek-gesekkan batang kemaluanku pada liang kewanitaannya, tangan kanannya menahan agar batang kemaluanku berhenti.

“Tolong Mas jangan dimasukin, aku takut, aku belum pernah melakukannya”, ucapnya dengan lirih.

Mendengar itu aku jadi iba juga, kutarik batang kemaluanku dari permukaan liang kewanitaannya, dan aku kembali duduk di sampingnya dengan tanganku mengocok batang kemaluanku yang masih tegang. “Aku kulum saja ya Mas, boleh nggak?”, tanyanya sambil tangan kanannya meraih batang kemaluanku. Aku hanya mengangguk, selanjutnya dia bangkit dari tidurnya dan duduk berhadapan denganku, dia tersenyum dan mencium bibirku sejenak.

Kemudian dia menunduk dan mulai mendekati batang kemaluanku, dia sapukan lidahnya dari kepala batang kemaluan sampai pada pangkalnya berulang ulang. 

Aku hanya merintih menahan nikmat, aku heran juga kenapa dia nggak capek ya.. Yuni terus memainkan lidahnya sambil sesekali mengulum kepala batang kemaluanku. Kuakui kulumannya sangat nikmat karena batang kemaluanku masuk cukup jauh ke dalam mulutnya.

Setelah beberapa saat aku menahannya, akhirnya

“Akhh.. aku mau keluar”, ucapku sambil meremas payudaranya dan maniku keluar memenuhi mulutnya dan sebagian membasahi wajahnya yang manis.

Setelah menelan maniku yang ada di dalam mulutnya, dia melanjutkan mengulum dan membersihkan batang kemaluanku yang basah dengan lidahnya. Sampai batang kemaluanku melemas pun dia masih terus mengulumnya sampai batang kemaluanku terasa geli. 

Karena kegelian, kusuruh dia melepaskan kulumannya. Kemudian kuangkat dagunya hingga wajahnya berhadapan denganku, masih terlihat sisa-sisa maniku di sisi kiri bibirnya yang mungil menetes ke dagunya. 

Kuusap maniku yang membasahi hidung dan pipinya dengan jariku dan akan kuusapkan pada CD-nya, tetapi dia ingin menelannya, sehingga jari-jariku dilumatnya hingga mani yang kupegang habis. Sepertinya dia sangat menyukai maniku, enak kali ya..

Sepertinya dia kelelahan, dia berbaring telentang menatapku dengan tanpa selembar kainpun menutupi tubuhnya. 

Kupandangi lagi tubuhnya yang telanjang dari ujung rambut sampai ujung kaki. Terlihat titik-titik keringat keluar dari sekujur tubuhnya, terlihat semakin indah. Aku menarik nafas panjang dan kucium bibirnya yang mungil, masih terasa sisa-sisa maniku di bibirnya, terasa gurih tetapi lebih kental dari maninya.

Saat kulihat sudah pukul 10.30 malam, aku segera berpakaian, mematikan komputer dan pamit pulang. Dengan malas diapun bangkit dan mengenakan dasternya tanpa memakai CD dan BH.

“Mas uang kekurangannya belum aku siapkan, mau tunggu sebentar?”, katanya.
“Ah.. besok saja udah malam nih takut ditanya macam-macam sama satpam”, kataku.

Sebenarnya maksudku adalah agar aku dapat datang lagi dan main dengannya seperti yang baru saja kami lakukan. 

Untuk yang terakhir kalinya pada malam itu kucium bibirnya. Aku start mobilku dan meninggalkan rumahnya. Dalam perjalanan aku heran juga, bagaimana dia bisa mempertahankan keperawanannya jika dia sudah bermain sejauh itu. 

Dalam hati aku yakin jika suatu saat nanti dia akan mennyerahkan keperawanannya padaku.

Semenjak kejadian malam itu aku selalu teringat dengannya. Hampir aku tidak percaya jika aku pernah bercumbu dengan seorang WNI keturunan yang berwajah sangat manis. Tetapi karena kesibukanku ikut tender, aku jadi belum sempat menghubungi Yuni. Kejadian ini berlangsung empat hari setelah malam yang indah itu.

Sore itu sekitar jam 15.30 aku baru datang dari luar kota. Aku ke kantor dan menyerahkan berkas-berkas dan revisi penawaran kepada dua orang temanku, sedangkan aku langsung masuk ke ruang service dan tidur. Seperempat jam kemudian aku mendengar seorang temanku berkata,

“Wah Doel, ada makhluk cakep datang.. ck.. ck.. ck.. indah bener nih cewek”. Karena aku sangat capek, aku tidak begitu menggubrisnya dan aku tetap tidur sampai salah seorang temanku membangunkanku.
“Hai Doel.. bangun.. dicari makhluk indah tuh..” kata temanku sambil menendang pelan kakiku.

Oh ya, aku mendirikan toko komputer bersama dua orang temanku, dan kami sama-sama memanggil dengan julukan Doel.

“Siapa sih.. aku capek banget nih..” kataku sambil bangkit untuk duduk.
“He.. Doel, Yuni itu WNI keturunan ya.. mana cakepnya selangit lagi, kok kamu diam aja sih”, umpat temanku.

Tahu kalau yang datang Yuni, hilang semua rasa capekku, segera aku keluar untuk menemuinya.
“Hai Yun pa kabar.. sorry nih beberapa hari ini aku sibuk banget”, sapaku.
“Ah.. aku yang sorry nih baru ngelunasi sekarang”, katanya.

“Iya.. iya.. udah selesai udah aku urusin, mendingan sekarang kamu tidur lagi aja”, sahut temanku sambil ketawa.

“Bagaimana, ada masalah dengan komputernya, kamu udah daftar belum?” tanyaku.
“Nggak ada masalah dengan komputernya, tapi aku belum daftar”, jawabnya.
“Sekarang kamu mau ke mana, aku anterin daftar mau nggak”, ajakku.

Dia mengangguk, kedua temanku cuma bengong melihat aku sudah sangat akrab dengannya.

“Pakai mobilku aja nggak apa-apa Mas”, katanya.
“Sebentar, aku cuci muka dulu ya”, sahutku sambil berjalan ke belakang.

Selesai cuci muka aku titipkan mobilku pada salah seorang temanku.

“Heh.. Doel, mau pergi ke mana kamu?” tanya temanku setelah aku menyerahkan kunci mobilku padanya.
“Alah.. udah kamu jalan-jalan yang jauh sana pake mobilku, ini urusan orang dewasa, kamu nggak boleh ikut-ikut”,
kataku sambil mengajak Yuni keluar. nPermisi Mas..” kata Yuni sambil keluar menuju pintu.

“Sekarang kamu mau ke mana?” tanyaku setelah selesai daftar.
“Nggak tahu, terserah Mas aja”, katanya.
“Kakak kamu ada di rumah nggak?” tanyaku.
“Ada, emangnya kenapa?” dia balik bertanya.

“Nggak, aku cuma kangen ama kamu”, kataku sambil tersenyum.
“Aku juga kangen ama Mas.. eh nama Mas siapa sih, aku malah belum tahu nama Mas”, katanya.
“Iya ya.. kita udah sangat akrab tapi kamu belum tahu namaku, namaku Fafa”, jawabku sambil aku memegang tangan kirinya.

“Kita ke mana nih.. Mas?” tanyanya sambil melambatkan laju mobilnya.
“Kalo misalnya kita nginap boleh nggak sama kakakmu?” kataku agak ragu.
“Ya.. coba aku telpon dulu mungkin boleh asal Mas diam, jangan sampai suara Mas kedengeran sama kakakku, eh memangnya kita mau nginap di mana sih Mas”, tanyanya sambil menepi dan menghentikan mobilnya.

“Kita sewa villa saja di Tawang Mangu”, jawabku.

Yuni mengeluarkan HP dari tasnya dan meghubungi kakaknya. Setelah aku tahu kalau kakaknya mengijinkan, aku sangat senang sekali dan mulai dari jalan itu gantian aku yang pegang setir karena jalannya sempit dan berliku-liku.

Satu jam kemudian aku sampai di lereng Gunung Lawu tersebut.

“Mas pernah sewa villa di sini ya?” tanya Yuni.
“Belum tuh, mungkin kita bisa tanya di rumah makan itu sambil kita makan, aku udah lapar nih”, kataku sambil menghentikan mobil ke sebuah rumah makan.

Untungnya pemilik rumah makan tersebut juga menyewakan villa yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah makan tersebut.

Keinginanku untuk bercumbu dengannya mengalahkan ongkos sewa villa yang lumayan tinggi yaitu 200 ribu per malam. Sebuah rumah mungil dengan dua kamar tidur yang masing-masing terdapat sebuah kamar mandi. Saat kami masuk ke villa yang berada di tepi sebuah bukit tersebut, matahari hampir terbenam. Kami memilih satu kamar yang meghadap langsung ke tebing.

“Aku mandi dulu ya..” kataku sambil melepaskan semua pakaianku dan masuk ke dalam kamar mandi.

Saat aku membersihkan badanku dengan sabun, kulihat pintu kamar mandi yang memang tidak kukunci telah terbuka. Kulihat Yuni telah telanjang menyusulku masuk ke dalam kamar mandi. “Ikutan mandi ya Mas”, katanya sambil mendekatiku. Kulihat tubuhnya yang sintal dan padat terbalut kulit putih bersih dengan dua buah bukit yang menggantung sangat indah.

Dia mendekatiku dan mengusap wajahku dengan jari-jarinya yang lentik, tampak air telah membasahi rambutnya. Setelah semua tubuhnya basah oleh air, dia mematikan kran shower. Selanjutnya dia meraih sabun yang masih kupegang. 

Aku diam ingin tahu apa yang ingin dia lakukan, dengan sabun di tangannya dia mulai menelusuri lekuk-lekuk tubuhku. Dari leher, dada, punggung, perut, batang kemaluan sampai ujung kakiku dia gosok lembut dengan sabun.

Kulihat batang kemaluanku telah tegang, saat Yuni masih menggosok betisku, kutarik tangannya perlahan agar dia berdiri. Setelah wajahnya berhadapan dengan wajahku, kudekati bibirnya, kucium dengan hidungku, dan lidahku aku sapukan di kulit bibirnya yang mungil. Dia hanya terpejam, selanjutnya lidahku mulai kupermainkan di dalam mulutnya, dia membalas dengan menghisap lidahku.

Aku melepaskan ciumanku, kuraih sabun yang masih di pegangnya. Sekarang gantian aku yang menggosok seluruh tubuhnya. Mulai dari leher dan ketika sampai pada payudaranya, kuputar-putarkan sabun di sekitar payudaranya sambil sesekali kuremas dengan lembut. 

Selanjutnya usapanku mulai mendekati sekitar liang kewanitaannya, aku sapukan sabun di sekitar paha bagian dalam dan juga ke rambut kemaluannya yang masih lembut.

Setelah selesai aku meratakan sabun di seluruh tubuhnya, kini kuraih kran shower dan kuputar perlahan. 

Dengan guyuran air, kulumat bibirnya dan kemudian ciumanku aku turunkan di payudaranya. Kuhisap lembut kedua payudaranya secara bergantian, terlihat dia merapatkan pelukannya sambil mendesis keenakan. 

Perlahan ciumanku berjalan menuju ke liang kewanitaannya, kuhisap-hisap liang kewanitaannya sambil lidahku masuk menerobos lubang yang sangat sempit itu.

Karena aku risih dengan air yang mengalir pada liang kewanitaannya, kuputar kran sehingga air berhenti mengguyur tubuhnya. Setelah air berhenti mengalir, kulanjutkan mempermainkan liang kewanitaannya. 

Kujilati pahanya bagian dalam dan di sekitar liang kewanitaannya. Kudengar Yuni merintih dan dia naikkan kaki kirinya di atas pundakku. Kini aku dapat melihat dengan jelas lubang kenikmatannya yang terlihat sangat kecil dengan bibir berwarna merah hati.

Kemudian kudekatkan mulutku di liang kewanitaannya dan kusapukan lidahku di sekitar klitorisnya sambil sesekali kuhisap klitorisnya. Kupindah sapuan lidahku dari klitoris menuju ke liang kewanitaannya, kini pada lubang kemaluannya telah terasa agak asin. 

Aku terus memasukkan ujung lidahku ke dalam lubang kemaluannya sambil kupermainkan ujung lidahku ke atas dan ke bawah.

Yuni mulai terangsang hebat, dia menggerak-gerakkan pinggulnya sambil menekannya ke bawah sehingga lidahku masuk lebih dalam lagi di liang kewanitaannya. Sambil kupermainkan lidahku, kuhisap cairan bening yang keluar dari liang kewanitaannya. 

Dia semakin cepat menggoyangkan pinggulnya sambil tangannya menekan kepalaku, hingga aku hampir tidak dapat bernafas. 

Aku tahu kalau dia hampir mencapai orgasme, hingga kutarik lidahku dari liang kewanitaannya. Aku ingin kami mencapai organsme untuk yang pertama secara bersama-sama.

Saat kutarik lidahku dari liang kewanitaannya, kulihat Yuni terkejut dan sepertinya dia agak kecewa. “Nanti kita sama-sama saja Yun biar tambah asyik”, kataku sambil tersenyum dan Yuni hanya tersenyum kecut, sepertinya dia sangat kesal sekali. 

Kemudian aku berdiri dan kucium bibirnya, dia hanya diam tidak memberikan respon. Kurasa dia sedikit marah aku menggagalkan orgasmenya. Kasihan juga aku melihatnya, selanjutnya kubopong dia ke tempat tidur dan kurebahkan dia telentang, terlihat titik-titik air masih memenuhi tubuhnya yang sangat indah.

Selanjutnya kucium bibirnya dengan lembut, dan kulanjutkan dengan menyapukan lidahku di sekitar lehernya sambil kupermainkan payudaranya dengan tangan kananku, sedangkan tanganku yang kiri mengangkat tangan kanannya. 

Aku masih ingat ketika aku mencumbu di sekitar ketiaknya yang mulus itu, dia sangat menikmatinya. Kemudian sapuan lidahku kugeser menuju payudaranya sebelah kanan, sedangkan payudara sebelah kiri masih kupermainkan dan sesekali aku meremasnya dengan tangan kananku.

Sambil kuhisap puting susunya, tanganku yang kiri membelai dan mengelus ketiaknya. Selanjutnya sapuan lidahku kugeser menuju ketiaknya yang sangat putih dan terlihat bersih. Aku jilati dan sesekali kuhisap ketiaknya, kulihat dia mendesah keras, sepertinya dia sangat menikmatinya. 

Tangan kananku kuturunkan menuju pahanya, kuraba pahanya dengan lembut dan belaianku kulanjutkan ke liang kewanitaannya. 

Kubelai-belai liang kewanitaannya dengan lembut sambil sesekali kutusukkan ujung jariku ke dalam liang kewanitaannya, terasa basah. Yuni semakin mengeliat dan menggerak-gerakkan kedua kakinya.

Setelah aku tahu dia telah terangsang hebat, kutindih dia dan kulumat lagi bibirnya. Kupegang kedua tangannya dan aku berusaha menusukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya. Yuni meronta sambil merapatkan kedua pahanya sehingga batang kemaluanku tidak berhasil menembusnya. 

“Kita main seperti dahulu saja Mas”, bisiknya. Dengan terpaksa kulepaskan kedua tangannya dan aku mengambil gaya seperti dahulu yaitu gaya 69, tetapi kali ini aku meminta dia berada di atasku.

Saat dia berada di atasku, kulihat daerah liang kewanitaannya merekah dengan bibir berwarna merah hati dan lubang kemaluannya berwarna merah muda. Tanpa pikir panjang kusapukan lidahku ke arah klitorisnya sambil kuhisap dengan pelan. 

Aku merasakan dia mulai mengulum batang kemaluanku dengan lembut, saat batang kemaluanku masuk ke dalam mulutnya, terasa sangat hangat dan nikmat sekali. 

Aku terus menghisap klitorisnya dan kemudian sapuan lidahku kugeser ke liang kewanitaannya, kuhisap cairan bening yang keluar dari liang kewanitaannya. Kusapukan lidahku dari liang senggamanya menuju ke duburnya, terus kusapukan lidahku maju mundur.

Selanjutnya kumasukkan ujung lidahku pada lubang kemaluannya sambil kupermainkan ujung lidahku. 

Yuni menggeliat dan dia menggoyangkan pinggulnya maju mundur dengan sedikit tekanan ke bawah. Dia mempercepat kulumannya pada batang kemaluanku, sepertinya Yuni akan mencapai orgasme. Aku semakin mempercepat gerakan ujung lidahku untuk menari di dalam liang kewanitaannya.

Beberapa saat kemudian kedua kakinya menegang dan dia menghisap batang kemaluanku dengan cukup keras, kemudian aku merasakan cairan gurih telah menetes menuju lidahku, aku terus melanjutkan gerakan lidahku sampai kedua pahanya berhenti menegang. 

Yuni melepaskan hisapan batang kemaluanku dan dia terkulai di paha kiriku, sementara lidahku terus menyapu bagian dalam liang kewanitaannya hingga cairan yang keluar dari liang kewanitaannya habis.

Beberapa saat kemudian aku bangun dan duduk bersandar pada papan tempat tidur. Saat itu kulihat Yuni kelelahan dengan posisi tidur tengkurap dan titik-titik air yang tadinya ada pada tubuh Yuni kini berganti dengan titik-titik keringat sehingga terlihat pada pantatnya yang putih dan kencang. 

Kemudian Yuni duduk di sampingku sambil tersenyum dan tangan kirinya mengusap batang kemaluanku yang telah berdiri tegak. Selanjutnya dia mencium bibirku dan dilanjutkan dengan mencium leherku sambil tangan kirinya terus mempermainkan batang kemaluanku.

Setelah selesai mencium leherku, kemudian mulutnya mulai mendekati batang kemaluanku dan dia memulai sapuan lidahnya pada prostat-ku, kemudian secara sangat perlahan dia naikkan menuju ujung batang kemaluanku, agak geli tetapi sungguh sangat nikmat sekali. Gerakan itu dia lakukan berulang-ulang hingga sekitar lima menit.

Selanjutnya dia mulai dengan mengulum ujung batang kemaluanku dan melepaskannya untuk menyapukan lidahnya di sekitar kulit batang kemaluanku. 

Gerakan itu juga dia lakukan berulang-ulang hingga beberapa menit kemudian kutekan kepalanya agar batang kemaluanku dapat masuk lebih dalam lagi ke dalam mulutnya, kemudian kuangkat dan kubenamkan lagi sampai pada akhirnya ujung batang kemaluanku mengeluarkan cairan kental berwarna putih.

Tanpa kusuruh, dia masih terus mengulum batang kemaluanku dan menggerakkan mulutnya ke atas dan ke bawah, hingga kulihat spermaku menetes menuju prostat-ku, mungkin dengan gerakan seperti itu Yuni tidak dapat menghisap spermaku. 

Setelah sperma yang keluar telah banyak, dia melepaskan kulumannya dan dia sapukan lidahnya untuk membersihkan spermaku yang tercecer di sekitar prostat-ku dan ada juga yang mengalir ke anus. Yuni terus mencari-cari ceceran spermaku dengan lidahnya dan kemudian dia telan.

Setelah selesai dia membersihkan spermaku yang tercecer, dia melanjutkan dengan mengulum batang kemaluanku yang masih setengah tegang. 

Aku biarkan dia terus mengulum batang kemaluanku meskipun batang kemaluanku telah lunglai. Kulihat kepalanya disandarkan pada perutku sambil mulutnya terus mengulum batang kemaluankku, aku tetap mendiamkannya sampai akhirnya aku tahu dia telah tertidur dengan mulutnya masih mengulum batang kemaluanku.

Karena aku capek duduk, perlahan kulepaskan batang kemaluanku dari mulutnya, dia menggeliat tetapi matanya masih tertutup, sepertinya dia sangat capek sekali. Aku pindah tidurnya ke tengah tempat tidur, kurubah posisi tidurnya dari tengkurap menjadi telentang. 

Karena aku juga sangat capek, akhirnya aku juga tertidur di sisinya sambil memeluknya.

Beberapa jam kemudian aku merasakan kerongkonganku sangat kering, aku terbangun dan langsung menuju ke dispenser yang berada di sudut ruangan. Setelah aku meminum beberapa teguk air dingin, aku kembali menuju tempat tidur. 

Saat aku akan kembali ke tempat tidur, aku melihat tubuh Yuni yang telanjang tidur dengan telentang. Dengan rambut yang sedikit acak-acakan, wajahnya yang sangat manis masih terlelap tidur. 

Aku terus memandangi tubuhnya yang indah, payudaranya yang tidak terlalu besar tetapi terlihat sangat kencang dengan puting susu yang berwarna coklat muda sangat enak dipandang.

Perut dan pinggulnya yang terlihat sangat serasi dibalut kulit putih mulus sangat indah. Kaki kanannya lurus sedangkan kaki kirinya ditekuk sehingga liang kewanitaannya yang ditutupi bulu-bulu halus terlihat dengan jelas. 

Sungguh suatu pemandangan yang menakjubkan, begitu sempurna tubuhnya. Aku tak bosan-bosan memandang tubuhnya, hampir 15 menit aku terpana memandang tubuhnya. Tanpa terasa adik kecilku mulai bergerak, dia mulai bangun dan ingin dibelai.

Kudekati Yuni yang masih terlelap, kusapukan lidahku pada bibirnya yang mungil dengan sangat perlahan. Yuni membuka matanya yang masih memerah,

“Ah.. kenapa Mas, aku capek sekali, besok pagi aja Mas”, kata Yuni pelan.
“Maaf Yun kalo aku ganggu kamu, kamu tidur lagi aja, aku bisa sendiri kok tapi boleh kan aku sentuh kamu?” kataku.

Kulihat Yuni mengangguk sambil tersenyum kecil, dia membuka lebar kedua pahanya hingga liang kewanitaannya tampak lebih jelas terlihat.

Begitu melihat liang kewanitaannya yang merekah, aku langsung menyapukan ujung lidahku pada klitorisnya dan kulanjutkan pada liang kewanitaannya. Yuni sama sekali tidak bereaksi, tampaknya dia sangat capek hingga tertidur lagi. Aku terus mempermainkan liang kewanitaannya dengan lidahku.

Sepuluh menit kemudian aku bangun dan kucium bibirnya, Yuni menarik nafas panjang. Kupegang kedua tangannya dengan kedua tanganku dengan posisi tangan di atas kepala, selanjutnya aku langsung menindih tubuh Yuni dan karena kedua pahanya masih terbuka lebar, aku merhasil menyelipkan pinggulku di antara kedua pahanya. Saat itu kulihat Yuni terkejut dan membuka kedua matanya.

“Mas.. Mas mau apa..?” katanya sedikit keras namun tertahan.

Aku tidak memperdulikannya, aku berusaha mencium bibirnya tetapi dia meronta, sehingga ciumanku kutujukan ke lehernya yang putih. 

Dia semakin meronta, dan tanganku semakin erat memegang kedua tangannya. Yuni terus meronta dengan mengerak-gerakkan pingulnya ke kanan dan ke kiri, tetapi percuma, aku jauh lebih kuat darinya.

Tapi dia terus meronta sampai akhirnya dia pasrah, begitu gerakannya melemah aku berusaha memasukkan batang kemaluanku pada liang kewanitaannya, cukup sulit aku memasukkan batang kemaluanku pada liang kewanitaannya, sampai sekitar 5 menit kemudian aku berhasil menemukan lubang kenikmatannya.

Kumasukkan batang kemaluanku secara perlahan, saat aku memasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya dia meronta lagi dengan menggerakkan pinggulnya ke kanan dan ke kiri, tetapi ujung batang kemaluanku telah masuk cukup dalam ke dalam liang kewanitaannya hingga aku merasakan batang kemaluanku telah menembus sesuatu yang sangat kecil. Aku terus memasukkan batang kemaluanku lebih dalam lagi sampai semua batang kemaluanku tenggelam.

Saat itu aku melihat Yuni memejamkan mata dan dia menggigit bibirnya yang bawah dengan giginya yang tampak putih berjajar rapi. 

Aku terus menggerakkan batang kemaluanku maju mundur keluar masuk liang kewanitaannya, sedangkan mulutku menghisap payudaranya bergantian. Aku merasakan seluruh batang kemaluanku seperti ditekan-tekan tetapi rasanya sangat hangat.

Sekitar 10 menit aku memasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya, sampai akhirnya kukeluarkan sperma yang sejak dari tadi kutahan. Kulihat spermaku keluar dari liang kewanitaannya tetapi warnanya telah bercampur dengan bercak-bercak darah, tidak terlalu banyak memang darah yang keluar, lain dengan Novi (pacarku red) yang saat itu sangat banyak darahnya.

Setelah itu aku lunglai di atas tubuh Yuni yang telah diam tidak bergerak dengan kepalaku berada di sisi kepalanya. Beberapa menit kemudian aku merasakan setitik air membasahi telingaku, aku terbangun dan kulihat setitik air keluar dari sisi kedua matanya yang masih terpejam.

Saat itu baru aku sadar jika Yuni telah menangis, ya Tuhan.. Yuni menangis dengan menggigit bibirnya. Saat itu aku langsung merengkuh dan merangkul tubuhnya dengan erat, beberapa kali aku ucapkan kata maaf.

“Kenapa.. kenapa kamu melakukan ini..?” Yuni berkata sambil menangis. Aku terus merangkul tubuhnya yang masih telanjang dengan erat sambil aku terus memohon maaf, tapi Yuni tidak memperdulikannya dia terus menagis dan berusaha melepaskan pelukanku.

Setelah aku melepaskan pelukanku, dia langsung tidur dengan tengkurap tetapi masih sesekali kudengar isakan tangisnya. Kudekati dia dan kubelai rambutnya,

“Maaf Yun, aku lepas kontrol, sungguh aku tidak menduga kamu begitu terpukul dengan apa yang sudah aku lakukan.

Kamu boleh memaki aku, kamu boleh memukul aku, tapi aku mohon kamu jangan menagis, aku sayang kamu, aku akan bertanggung jawab jika kamu menginginkannya, apa saja yang kamu inginkan aku akan penuhi, tapi tolong kamu mau maafin aku” Tak terasa air mataku juga telah mengalir saat aku mengucapkan kalimat itu. Aku merasa sangat menyesal telah melakukan hal itu kepada Yuni.

Beberapa saat setelah aku mengucapkan kalimat itu, kepala Yuni menoleh ke arahku.

“Baik Mas, aku akan meminta satu permintaan untuk kamu, tapi tolong untuk saat ini kamu jangan ganggu aku, aku ingin tidur, aku akan katakan permintaanku besok jika kita udah pulang”, dia berkata dengan suara serak dan sedikit berat. Aku hanya mengangguk dan aku tidak mendengar lagi isakan tangisnya.

Malam itu aku sama sekali tidak dapat tidur, kupandangi tubuh Yuni yang tengkurap dan terlihat sedang tidur. Aku tidak berani menyentuhnya, saat kuperhatikan pada pantatnya terlihat bercak darah bercampur dengan spermaku. 

Aku beranikan diri untuk membersihkannya dengan sapu tanganku yang telah terlebih dahulu kubasahi dengan air hangat yang kuambil dari dispenser. Dengan sangat perlahan aku membersihkan pantat dan pahanya dari spermaku, kulihat Yuni masih tertidur.

Tetapi tiba-tiba dia menggerakkan tubuhnya dan dia berganti posisi untuk telentang, untung dia masih tertidur. Selanjutnya aku kembali membersihkan spermaku yang membasahi rambut dan liang kewanitaannya juga dengan sangat hati-hati agar Yuni tidak terbangun, tetapi tanpa kusadari Yuni telah membuka matanya dan dia memandangiku dan memperhatikan apa yang sedang kuperbuat. Aku langsung menghentikan tanganku yang masih membersihkan rambut di liang kewanitaannya.

“Kamu nggak perlu melakukan itu Mas, udahlah aku juga salah kok, aku maafin kamu” Yuni berkata sambil menatap wajahku yang sejak tadi menunduk.

Saat aku mendengar kalimat itu rasanya telah hilang semua perasaanku yang sejak tadi kutahan.

“Terima kasih Yun, terima kasih kamu udah mau maafin aku”, kataku terpatah-patah.
“Sudahlah, sekarang Mas tidur saja, besok Mas harus setir mobil, pinggangku sakit sekali”, Yuni berkata sambil menarik lenganku.

Beberapa jam kemudian aku terbangun, kulihat Yuni masih tertidur. Dengan hati-hati aku bangun dan kukecup keningnya dan aku berjalan menuju kamar mandi untuk mandi. Selesai mandi kuambil pakaianku yang kulepas di sisi tempat tidur. Saat aku akan mengambil pakaianku, kulihat Yuni terbangun dan dengan susah payah dia bangkit. Aku langsung menghampirinya dan kubantu dia untuk berdiri.

“Kamu mau mandi Yun, ayo aku antar”, kataku.
“Iya.. tapi aduh.. pinggangku sakit sekali Mas..” katanya.
“Kalau begitu aku mandiin ya.. aku janji nggak akan ngapa-ngapain kamu lagi”, kataku.

Dia mengangguk, kemudian kubopong dia menuju kamar mandi dan kududukkan di atas kloset duduk lalu kubersihkan seluruh tubuhnya. Karena saat itu aku belum berpakaian, maka aku juga ikut mandi lagi.

Setelah kami pulang, dalam perjalanan aku bertanya tentang permintaannya yang dikatakannya tadi malam. Seperti disambar petir rasanya saat dia berkata “Aku punya satu permintaan yang sebenarnya untukku juga sangat berat, tetapi itu harus kamu lakukan karena itu janjimu kemarin. Aku minta Mas tidak lagi menghubungi aku lagi, aku nggak bisa ngasih alasan dan tolong jangan tanya mengapa, itulah permintaanku”. Aku hanya bengong tidak dapat berkata apa-apa.

Kuantarkan dia sampai ujung gang, karena itu permintaannya dan setelah Vitara putih itu masuk ke dalam gang, aku kembali menuju jalan besar dan pulang naik taksi. Empat hari kemudian kuberanikan diri untuk menghubunginya, siapa tahu dia berubah pikiran. Saat aku hubungi melalui HP-nya, tidak pernah aktif dan kucoba menghubungi rumahnya ternyata yang menerima kakaknya dan mengatakan kalau Yuni pulang ke Surabaya dan katanya tidak mau diganggu oleh siapapun.

Sepuluh hari kemudian aku mendapat email dan mengatakan kalau saat itu ia berada di Melbourne dan akan kuliah di sana. Selain itu dia juga menceritakan panjang lebar tentang alasannya tidak mau bertemu aku lagi. Akhirnya kusadari dan kumaklumi alasannya. Dalam hati aku sering berpikir, seandainya aku tidak memperkosanya, aku pasti masih sering bercumbu dengannya. Sampai jumpa Yuni.

Post By : PokerAstro.net
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home