Agen Domino Terpercaya - Sekarang saya sudah masuk kelas 3 SMA dimana saya serign berolahraga membuat badan saya menjadi atletis , disini saya akan berbagi cerita dewasa terbaruku dengan khalayak pembaca terlebih dahulu saya akan memperkenalkan diri saya , nama saya Andik umur 21 tahun saya mempunyai adik cewek yang umurnya 18 tahun dia cantik seperti ibu yang suka dandan juga.

Ibuku masih muda dia dan bapak menikah muda kira kira umur ibuku sekitar 35an tahun sedangkan bapak saya umur 40an tahun mereka menikah muda karena sudah cocok dan bercukupan jadi mereka tak takut untuk menikah muda sampai sekarang masih awet tapi ibu sering kali di tinggal pergi dirumah karena pekerjaan bisnis bapak yang sudah jalan.




Bandar Capsa Online - Di rumah kami ada 5 kamar, dua kamar di bawah & 3 kamar lagi di lantai 2. Kamar Adikku berada di atas bersebelahan dengan kamar tamu. Sedangkan kamarku berada di bawah, tetapi berada sedikit jauh dari kamar Ibu, sebab terhalang oleh ruang tengah.

Kamar Ibu & kamar tamu mempunyai kamar mandi masing-masing. Enam bulan belakangan ini hubungan Ibu & Bapak sedikit merenggang mereka telah tak lagi tidur sekamar. Bapak yang sibuk dengan bisnisnya kerap pulang malam & tidur di kamar tamu yang bersebelahan kamar adikku.

Ibu kerap tidur sendiri di kamarnya & kadang tidur bareng dengan adikku bila Bapak tidur di kamar Ibu. Hubungan saya & kedua orang tuaku jadi sedikit renggang. Adikku memang masih dekat dengan Ibu, tetapi ia semakin jauh dengan Bapak. Sebenarnya saya telah andik h dengan keadaan ini saya takut kerenggangan ini terus berlanjut sampai orang tuaku bercerai.

Sedangkan ini tak mengganggu aktivitas sekolahku & Adikku tetap saja saya khawatir. Suatu hari sahabat-sahabatku mengajak keluar malam nanti jam 8 untuk merayakan ulang tahun salah satu sahabatku di sekolah. Kalau pergi ke luar biasanya saya suka memakai parfum Bapak yang senantiasa di simpan di lemari di kamarnya (kamar Ibu).

Sore harinya saya pergi ke kamar Ibu saya melihat tak ada orang di sana tetapi laptop Ibu masih menyala, mungkin Ibu lagi di kamar mandi. Dengan langkah yang hati-hati saya menuju lemari pakaian Bapak & Ibu. Lemarinya berukuran sangat besar sesampai memungkinkan seseorang untuk bersembunyi di dalamnya.

Aku perlahan-lahan membuka lemarinya untuk mencari parfum Bapak & tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka saya terkejut & langsung bersembunyi di dalam lemari. Lemari ini mempunyai pintu yang terbuat dari kayu yang dihimpit-himpit miring sehingga saya dapat melihat dengan jelas lewat celah kayu tersebut. Ibu keluar dari kamar mandi dengan cuma memakai celana dalam & BH. saya terkejut, baru kali ini saya melihat Ibu telanjang, dadanya Ibu terbilang biasa, tak besar ataupula kecil tetapi sangat seksi & masih terlindung oleh BH-nya.

Ibu duduk di samping ranjang kedian mengambil sesuatu dari lemari kecil di pinggir tempat tidur. Ibu mengambil sebuah dildo berukuran sedang yang tak lebih besar dari kontolku kalau sedang tegang.

Ibu menurunkan CD-nya & melepaskan BH-nya lalu terlentang di kamar tidur, baru kali ini saya melihat perempuan telanjang bulat seperti ini.

Ibu memutar sebuah film porno di laptopnya. Kemudian Ibu membuka selangkangannya & menyelipkan sebuah bantal kecil tepat di bawah bokongnya sampai memeknya sedikit terangkat.

Perlahan demi perlahan Ibu memasukan dildo itu ke dalam memeknya kemudian mengocoknya secara perlahan. “Ahhh…..ahh…. uhhhhh….” Ibu mengerang seirama dengan kocokan dildonya. Tangan satunya lagi meremas-remas dadanya yang seksi.



Agen Capsa Susun - Melihat kejadian ini saya telah terangsang kontolku sangat tegang & tanpa kusadari saya mulai mengocok-ngocok kontolku di dalam celanaku.

“Ahhh….ahhh…

” & tanpa saya sadari saya mengerang cukup keras & kedengaran oleh Ibu.

“Siapa itu?

” Ibu menghentikan kocokan dildonya, menutup laptopnya kemudian berjalan ke arah lemari. “Siapa di dalam?”….

“Bapak?” ….

”Ngapain Bapak di dalam lemari?”.

“Pak?…. kok jam segini udah pulang?

” Ibu terus bicara sambil mendekati lemari saya terkejut & tidak tahu apa yang harus saya lakukan.
“Ini Andik ma

” saya menjawab secara perlahan. Andik ngapain kau di dalam?

” Ibu kemudian membuka pintu lemari.

“Kau ngapain di dalam?

” saya cuma dapat tertunduk malu di depan Ibuku yang sedang telanjang.

“a…anu… ma… Andik mau ngambil parfun Bapak, & tiba-tiba Ibu datang, jadi Andik langsung sembunyi di dalam lemari”.

“Kau ini kalau kau mau ngambil parfum Bapak kenapa harus sembunyi-sembunyi, Ibu ga akan marah ko, ayo keluar dari lemari”.

Kemudian saya keluar dari lemari sembari menutupi bagian kontol yang masih tegang. “Kau tadi liat Ibu ya?”

“Iya ma, maafin Andik ya, Andik janji ga akan ngulanginya lagi”

“sudah ga pa pa, ayo keluar, itu nya jangan di pegangin gitu donk

” Ibu sambil melihat ke bagian kontolku yang masih pakai celana.

“Maafin Andik ya ma”

“sudah gak apa apa” lalu Ibu memelukku, kontolku nempel di bagian perut Ibu & membuat kontolku semakin tegang. Andik , itu punya kamu?”

“punya mu telah gede ya, sini biar Ibu liat” mema bertanya dengan penasaran apa yang menempel di perutnya. “tetapi bukk…….”

“ayo ga usah malu, saya ini Ibumu, sini biar Ibu liat”.

Kemudian Ibu berjongkok mengeluarkan kontolku yang telah tegang tak tertahankan.

“Telah berapa lama tegang seperti ini?, kasihan kalau ga di keluarin”

“ dari tadi bu”

“Ibu keluarin ya biar ga tegang lagi”.

Kemudian Ibu mengocok perlahan kontolku, tak ku sangka Ibu malah memasukan kontolku ke mulutnya. Perlahan-lahan saya merasakan nikmat yang luar biasa, untuk pertama kalinya kontolku dinikmati oleh perempuan, & itu pun merupakan Ibuku.
Sedotan demi sedotan saya rasakan semakin nikmat di kontolku.



Agen Poker Online - “Enakkk bu,, terus…., terus,,” nada ku sedikit mengerang.

“kalau kau mau kau boleh sambil peras-peras susu Ibu”. tanpa pikir panjang saya mulai memeras susu Ibu. ndik, di ranjang yuk, kalau sambil berdiri gini ga bebas ngulumnya”.

Lalu Ibu mengajakku ke atas tempat tidurnya,aku terlentang di atas tempat tidur Ibu terus mengkulum kontolku dengan bibirnya yang seksi sambil terus ku remas-remas susunya. Beberapa menit berlalu,

“bu Andik mau keluar”

“keluarin aja di mulut Ibu, jangan malu”

“iya bu”….. ahhhhhh…….ahhhhhh,….Andik keluar…..” saya mengeluarkan spermaku di dalam mulut Ibu & Ibu terus menghisapnya sampe tak ada sperma yang keluar dari mulutnya,

“wah pejuh kau banyak juga ya ndik, Ibu jadi ketagihan”.

“Ma maafin Andik ya” saya berbaring di pinggir Ibu, kemudian kita ngobrol dengan tetap telanjang.

Ibu curhat tentang masalahnya dengan Bapak, telah lebih dari enam bulan Ibu tak berhubungan badan dengan Bapak. Ibu senantiasa melampiaskan nafsu seksnya dengan dildo, sedangkan demikian Ibu senantiasa minum pil KB sebagai antisipasi bila sewaktu-waktu Bapak ingin menyetubuhi Ibu.

Sekitar sepuluh menit kita ngombrol omongan Ibu semakin panas. Dengan sedikit berbisik Ibu bicara ndik kau mau puasin Ibu ga?” “maksud Ibu?. “ayo ndik jilatin puting Ibu, dari tadi Ibu udah ga tahan pengen di jilatin.”

Pikirku rasanya egois kalau tak muasin Ibu juga, tanpa pikir lagi saya langsung menjilati puting Ibu. kiri & kanan bergantian saya jilati sembari memainkan tangan kananku di memek Ibu. “Awwww…Andik kau nakal juga ya” ucap Ibu ketika jariku bergerayam di memeknya.

Kemudian saya turunkan jilatanku ke memek Ibu, Andik kau pintar banget, belajar dari mana sayang? Kerap nonton ya?” “Iya ma biasa sama anak-anak” “gak apa-apa asal kau jangan jajan sembarangan” saya terus melanjutkan permainanku di memek Ibu.

Melihat ekspresi Ibu yang terangsang akupun kembali mulai terangsang, kontolku perlahan-lahan mulai naik & bergerak bebas di kaki & paha Ibu.

“Sayang kontol kau udah naik lagi ya, Ibu udah ga tahan masukin aja punyamu ke memek Ibu”.

“beneran ma?”

“Iya sayang, sini biar Ibu hisap dulu kontol kamu

”Ibu memintaku untuk memasukan kontolku di mulutnya lagi. Bibir seksi Ibu & lidah Ibu yang bermain di kepala kontolku membuat kontolku semakin tegang. Andik , kini kau masukin punyamu ke memek Ibu

” Ibu melepaskan kontolku & membimbingnya ke memek Ibu.

“Jangan takut, Ibu kan suka minum pil KB, Ibu ga akan hamil ko”. saya arahkan kontolku ke lubang memek Ibu, lubang tempat dulu saya lahir.

Posisi Ibu terlentang & selangkangannya terbuka, Ibu menyelipkan bantal kecil di bawah bokongnya sesampai Memeknya sedikit terangkat, kemudian tangan Ibu membimbing kontolku sampai di bibir memeknya. saya merasakan hangat sekali di kepala kontolku.

“sayang, kini kau tekan perlahan

“ perlahan saya menekannya sampai kepala kontolku masuk.

“Ahhh sayang, punya kau gede & enak, terus tekan”.

Terasa hangat, basah & enak sekali Memek Ibu. saya melanjutkan sampai seluruh batang kontolku amblas di telan Memek Ibu.

“Tahan dulu sayang, biarkan memek Ibu terbiasa dulu dengan kontol kamu

” akupun membiarkan kontolku tertancap di dalam memek Ibu yang sangat basah. “Kini kau kocok perlahan

” saya pun mengocoknya secara perlahan

“Gimana enak kan”

“enak banget ma baru kali ini Andik menyetubuhi perempuan”.

“Sayang, ini namanya ngentot, teruskan genjotanya sampe Ibu puas”

“Terus kocok sampe Ibu puas sayang”,

“Ahhhhh……ahhhhhh” Ibu terus mengerang kenikmatan saya terus mengocok kontolku. Sekitar 10 menit berlalu, ibu mengerang semakin keras.

Ndik Ibu udah mau nyampe, ahhhh…. udah gak tahan sayang”, “ahhhhhh……ahhhhh….sayang…..enakkk…. .

” Ibu orgasme dengan sangat hebat, membuat memek Ibu semakin basah. Dinding memeknya berkendut-kendut & membuat cengkramannya semakin sempit di kontolku.

Aku pun terus melanjutkan kocokanku. “terus sayang, lanjutkan Ibu puas banget udah lama Ibu ga sepuas ini” saya terus melanjutkan kocokanku cukup lama sampe saya merasa ada yang ingin keluar dari ujung kontolku, saya tak menyangka saya dapat bertahan sejauh ini.

Aku terus mempercepat kocokanku, & mengerang. Res, kau udah mau keluar ya?

” ibu bertanya sambil tangannya membelai-belai kepalaku

“Iya bu, Andik mau keluar”

“Keluarin di dalem sayang, Ibu juga udah mau keluar lagi” saya semakin dalam menancapkan kontolku & terus mengocoknya”

“Ahhhh,,,Andik keluar buuuuu,,, ahhhhhh….“ “Crootttt…..crrroottttt…..” semua sperma ku tembakkan ke dalam rahim Ibu, terasa enak banget rasanya mengeluarkan sperma di dalam memek yang dulu pernah melahirkanku.



Sampai tetesan terakhir saya tak henti mengcocok memek Ibu, ketika sperma ku mulai habis Ibu pun berteriak, Andik Ibu juga enak,,,,,,ahhhhh,,,ahhhhhh enak….sayang….Ibu sampe….


” Ibu kembali orgasme dengan hebat untuk kedua kalinya, setelah itu saya terbaring lemas di atas dada Ibu yang seksi.

“Ma kalau Andik mau lagi boleh kan? saya meminta dengan lirih.

“Boleh sayang asal Bapak & adikmu tak tahu”. Ibu menjawab dengan lembut

“Iya ma ini akan jadi rahasia kita”. Sejak ketika itu saya terus menyetubuhi Ibu, di kamar, di dapur di ruang tengah, bahkan di kamar mandi sepanjang di rumah tak ada siapa-siapa saya senantiasa menyetubuhi Ibu. saya juga tak perlu khawatir membuat Hamil sebab Ibu senantiasa minum pil KB. Selesai cerita dewasa sedarah terbaru.

Post By : PokerAstro.com


Agen Poker Indonesia - Mba Kely dia adalah tetangga saya yang aduhai sekali. Seing kali saya dan istri maen kerumahnya kadang mba Kely maen kerumahku, karena jarak rumah kita juga tak jauh sering berkunjung , tapi saya lebih menyukai kalau bermain ke rumahnya mba Kely sebab dia selalu memakai pakaian yang minim dan menerawang dasternya.

Sempat juga saya saat maen kerumahnya tanpa pemberitahuan sebelumnya mendapati mba Kely sedang bangun tidur jelas waktu itu dia memakai piyama serta buah dadanya yang tak terbalut oleh BH, dan pernah juga saat bermain di rumahnya bersama istriku , mba kely habis mandi saat keluar dari kamar mandi handuk yang dia pakai nyangkut di pintu, jelas bentuk toket dan anunya kelihatan sebentar, saya langsung berpaling muka soalnya ada istriku. 





Agen Poker Terpercaya - Suatu pagi di hari Minggu, saya dipinta istriku mengantarkan makanan yang dibuatnya untuk keponakannya, anak-anak Mbak Kely.

Tanpa pikir panjang saya langsung melajukan mobilku ke rumah Mbak Kely, kali ini sendirian saja. & satu hal yang membuatku semangat ialah fakta bahwa suami Mbak Kely sedang tak ada di rumah.

Hingga di rumah Mbak Kely, semua masih tidur sehingga yang membukakan pintu ialah pembantunya. saya masuk ke dalam rumah & setelah yakin si pembantu naik ke kamarnya di atas, saya mulai bergerilya.

Dengan perlahan saya membuka pintu kamar Mbak Kely, & seperti sudah kuduga, Mbak Kely tidur dengan daster tipisnya yang bagian bawahnya sudah tersingkap hingga paha & celana dalam warna hitamnya.

Saya meneguk ludah & langsung konak melihat paha montok yang putih mulus itu, apalagi lengkap dengan CD hitam yang kontras dengan kulit putihnya.

Pagi itu saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk dapat menjajal tubuh montok kakak ipar ku. Tekadku sudah bulat untuk menikmati setiap lekukan tubuhnya.

Setelah puas melihat pemandangan di kamar, saya kemudian menuju meja makan di mana kulihat dua gelas teh manis sudah terhidang, satu untukku & satunya pasti untuk Mbak Kely.

Dengan penuh semangat saya meneteskan cairan perangsang yang kubeli beberapa waktu lalu ke dalam teh Mbak Kely. saya berharap wanita itu akan dipenuhi birahi sehingga tak menolak untuk saya sentuh.



Agen Capsa Terbaik - Dewi keberuntungan memang sedang memihakku pagi itu. Tak berapa lama, Mbak Kely bangun & seperti biasa, dengan santainya ia berjalan keluar kamar masih dengan daster minim itu yang membuatku semakin tergila-gila.

“Eh, ada Azka, udah lama?”, sapanya dengan suara serak yang terdengar seksi, seseksi tubuhnya.

“Barusan kok mbak, antar makanan buatan Dila”, jawabku sambil melihat dengan jelas buah dada besarnya yang no-bra itu.

Mbak Kely memang sangat cuek, ia tak memperdulikan mataku yang nakal memandangi buah dadanya yang menggelantung di balik daster tipisnya. Dengan gontai ia menuju meja makan & menghirup teh yang sudah kuberikan cairan perangsang.

Menurut teori, dalam waktu 5 hingga 10 menit ke depan, hormon progesteron Mbak Kely akan meningkat & ia akan terbakar nafsu birahi.

Setelah minum teh, Mbak Kely masuk ke kamar mandi untuk cuci muka, pipis & pastinya cuci memek lah, hehee. Keluar dari kamar mandi, wajah Mbak Kely memang sudah lebih segar. Masih dengan daster tipis yang memberikan informasi maksimal itu, ia memanggil pembantunya & menyuruh ke pasar. Wah, tambah perfect deh, pikirku.

Setelah sedikit beraktivitas di ruang makan, ia kembali ke kamar. Pasti ia akan ganti baju pikirku. Dengan perlahan saya mengikuti di belakangnya.

Dan benar juga seperti dugaanku, Mbak Kely tak menutup dengan baik pintu kamarnya. Ia begitu cuek atau sengaja memberikanku kesempatan mengintipnya berganti baju.

Kontolku semakin mengeras melihat Mbak Kely menanggalkan dasternya & … oh, rupanya obat perangsangku sudah mulai bekerja. Mbak Kely tampak gelisah lalu mengusap-usap selangkangannya dengan tangan.

Saya seperti diberi berkah pagi itu, Mbak Kely benar2x seperti terangsang hebat. Ia dengan sedikit terburu-buru melepas CD hitamnya sehingga kini ia benar2x telanjang di kamar. Kemudian kulihat ia mengusap-usap bagian memek & sekitarnya dengan tangan.



Bandar Ceme Online - Wah… tak akan kubiarkan ia melakukan masturbasi.

Dengan semangat 45 & penuh percaya diri, saya membuka celanaku & membiarkan kontolku yang sudah konak dari tadi mengacung bebas.

Walau dengan sedikit canggung, saya beranikan diri membuka pintu kamarnya.

“Azka… kau…”, Mbak Kely menjerit melihat saya masuk ke kamarnya sementara ia sedang telanjang & lebih kaget lagi melihat saya tanpa celana & mengacungkan kontol ke arahnya.

“Daripada pakai tangan, pakai ini aja Mbak…”, pintaku seraya memegang batang kontolku.

“Gila kau, jangan kurang ajar”, sergahnya ketika saya mendekati tubuh telanjangnya.

Mbak Kely menampik tanganku yang ingin menjamahnya, namun nafsu birahi yang membakar otaknya membuatnya tak cukup tenaga untuk menolak lebih lanjut sentuhanku. saya yakin kalau birahinya sudah memuncak & ia juga menginginkan sex denganku.

Ketika tanganku berhasil meraih buah dada & meremasnya, ia hanya bilang “Gila kau!”, namun tak sedikitpun menjauhkan tanganku untuk meremas-remas buah dada & memilin puting susunya.

Aku sudah merasa di atas angin. Mbak Kely hanya bersumpah serapah, namun tubuhnya seperti pasrah. Setiap sentuhan & remasan tanganku di tubuhnya hanya direspon dengan kata “kurang ajar” & “gila kau”, namun saya merasa yakin ia menikmatinya. Dugaanku betul, Mbak Kely akhirnya dengan malu memegang batang kontolku.

“Besar banget punya kau Azka”, serunya.

“Pingin masuk memek Mbak tuh…” jawabku.

Mbak Kely tersenyum manja,”Gila kau!”

“Iya mbak, saya memang tergila-gila pada Mbak”, rayuku sambil terus memilin puting susunya yang sudah mengeras.

Mbak Kely semakin relaks & pasrah. Kini dengan sangat mudah saya bisa meraih daerah selangkangannya yang berbulu tipis & mulai meraba-raba memeknya yang ternyata sudah becek.

“Kaya’nya memeknya udah minta nih Mbak”, kataku.

“Gila kau!”, entah sudah berapa kali ia mengeluarkan kata itu pagi ini.

“Nungging Mbak, saya masukin dari belakang”, pintaku untuk doggy style.

Mbak Kely masih dengan sumpah serapah menuruti kemauanku. Kini pantat bahenolnya terpampang di hadapanku, pantat yang selama ini saya impikan itu akhirnya bisa kuraih & kuremas-remas.

Dengan perlahan, saya memasukkan batang kontolku ke dalam liang memeknya. Tak sulit tentu saja, maklum sudah punya dua anak & memang sudah becek pula.

Maka adegan selanjutnya sudah bisa ditebak, Mbak Kely yang sudah terbakar birahi tentu saja orgasme lebih dulu akibat pompa kontolku pada memeknya. Namun sekali lagi, pagi itu memang milikku.



Meskipun sudah orgasme, kakak ipar ku yang montok itu tetap penuh birahi meladeni permainanku hingga akhirnya kami merasakan orgasme secara bersama. Nikmatnya luar biasaaaa.

“Sembarangan kau numpahin sperma di memekku ya Azka…”, jeritnya ketika saya memuncratkan spermaku ke dalam rahimnya.

“Habis memek Mbak enak sih….”, seruku di telinganya. Kakak ipar ku hanya melejat-lejat menikmati orgasmenya juga.

Selesai orgasme, seperti sepasang kekasih, kami berciuman.“Kau memang gila Azka, awas… jangan bilang siapa-siapa ya!”, serunya perlahan.

“Ya iyalah Mbak, masa’ mau cerita-cerita..”, candaku. Ia pun tertawa lepas.


“Kapan-kapan lagi ya Mbak…”, pintaku.

“Gila… kau gila…” jeritnya sambil berjalan ke kamar mandi.

Aku memandang tubuh montok kakak ipar ku dengan senyum puas. Akhirnya tubuh impianku itu dapat kunikmati juga.

Post By : PokerAstro.com


Agen Poker Online - Sebelum menginjak ke cerita bolehkan saya memperkenalkan diriku, nama saya teguh saya bekerja di karyawan swasta dengan gaji lumayan seumuranku, saat ini umurku 28 tahun dengan sedikit kumis tipis dan badan tegapku rambut pekak, kulit putih saya adalah keturunan china dan tentunya merupakan daya tarik bagiku untuk memikat wanita wanita.

Saya mempunyai cerita dewasa dimana kisah ini terjadi 4 tahun yang lalu, jujur saja saya lebih menyukai wanita yang umurnya lebih tua dari saya bisa di bilang tante tante lah, karena bagi saya tante tante ada daya tarik sendiri apalagi di tambah dengan kulit yang putih dan mulus serta jam terbangnya juga tinggi untuk masalah bercinta.




Agen Domino Terpercaya - Tetapi sebagai pegawai swasta yang bekerja, saya mempunyai keterbatasan waktu, tak gampang bagiku untuk mencari wanita tersebut. Hal ini yang mendorong saya untuk mengiklankan diriku pada sebuah surat kabar berbahasa Inggris, untuk menawarkan jasa ‘full body massage’.

Uang bagiku tak masalah, sebab saya berasal dari keluarga menengah dan gajiku cukup, tetapi kepuasan yang ku bisa jauh dari itu. Sesampai saya tak memasang tarif untuk jassaya itu, diberi berapapun kuterima.

Sepanjang hari itu, semenjak iklanku terbit banyak respon yang kudapat, sebagian dari mereka cuma iseng belaka, atau cuma ingin ngobrol. Di sore hari, kurang lebih pukul 18.00 seorang wanita menelponku.

“Hallo dengan Teguh?” bunyi merdu terdengar dari sana.

“Ya saya sendiri” jawabku.

Dan seterusnya ia mulai menanyakan ciri-ciriku. Selanjutnya, “Eh ngomong-ngomong, berapa sich panjangnya kau punya?” katanya.

“Yah normal sajalah sekitar 18 cm dengan diameter 6 cm.” jawabku.

“Wah lumayan juga yach, lalu apakah jasa kau ini termasuk semuanya,” lanjutnya.

“Apa saja yang kau butuhkan, kau pasti puas dech..” jawabku. Dan yang agak mengejutkan merupakan bahwa ia meminta kesediaanku untuk melakukannya dengan ditonton suaminya. Tetapi kurasa, wah ini pengalaman baru buatku.

Akhirnya ia meminta saya untuk langsung datang di sebuah hotel “R” berbintang lima di wilayah Sudirman, tak jauh dari kantorku. Saya mengira bahwa pasangan ini bukanlah sembarang orang, yang mampu membayar tarif hotel semahal itu.

Dan benar dugaanku, sebuah president suite room sudah ada di hadapanku. Langsung kubunyikan bel di depan kamarnya. Dan seorang pria, dengan mengenakan kimono, berusia tak lebih dari 40 tahun membukakan pintu untukku.

“Teguh?” katanya.

“Ya saya Teguh,” jawabku. Lalu ia mencermatiku dari atas sampai bawah sebelum ia mempersilakan saya masuk ke dalam. Pasti ia tak ingin sembarang orang menyentuh istrinya, pikirku.

“OK, masuklah” katanya. Kamar itu begitu luas dan gelap sekali. Saya memandang sekeliling, sebuah TV berukuran 52″ sedang memperlihatkan blue film.

Lalu saya memandang ke arah tempat tidur. Seorang wanita yang kutaksir umurnya tak lebih dari 30 tahun berbaring di atas tempat tidur, badannya dimasukkan ke dalam bed cover tersenyum pada saya sambil menjulurkan tangannya untuk menyalamiku. “Kau pasti Teguh khan? Kenalkan saya Sofi” katanya lembut.

Saya terpana melihatnya, rambutnya sebahu berwarna pirang, kulitnya mulus sekali, wajahnya cantik, pokoknya perfect! Saya masih terpana dan menahan liurku, ketika ia berkata “Lho kok bingung sich”.

“Akh enggak..” kata saya sambil membalas salamnya.

“Kau mandi dulu dech biar segar, tuch di kamar mandi,” katanya.

“Oke tunggu yach sebentar,” jawabku sambil melangkah ke kamar mandi. Sementara, suaminya cuma menyaksikan dari sofa dikegelapan. Cepat-cepat kubersihkan badanku biar wangi. Dan langsung sesudah itu kukenakan celana pendek dan kaos.

Saya melangkah keluar, “Yuk kita mulai,” katanya.

Dengan sedikit gugup saya menghampiri tempat tidurnya. Dan dengan bodohnya saya bertanya, “Boleh saya lepaskan pakaianku?”, ia tertawa kecil dan menjawab, “terserah kau saja..”.

Langsung kulepaskan pakaianku, ia terbelalak melihatku dalam keadaan polos, “Ahk.. ehm..” dan langsung mengajakku masuk ke dalam bed cover juga. “Kau cantik sekali Sofi” kata saya lirih.

Saya tak habis pikir ada wanita secantik ini yang pernah kulihat dan suaminya memperbolehkan orang lain menjamahnya, ah.. betapa beruntungnya saya ini. “Ah kau bisa saja,” kata Sofi.

Langsung saya masuk ke dalam bed cover, kuteliti tubuhnya satu persatu. Kedua bulatan toketnya yang cukup besar dan berwarna putih terlihat menggantung dengan indahnya, diantara keremangan saya masih bisa melihat dengan amat jelas betapa indah kedua bongkah susunya yang kelihatan begitu amat montok dan kencang. Samar kulihat kedua puting mungilnya yang berwarna merah kecoklatan.

“Yaa aammpuunn..” bisikku lirih tanpa sadar, “Ia benar-benar sempurna” kata saya dalam hati.

“Guh..” bisik Tante Sofi di telingaku.

Saya menoleh dan terjengah. Ya Ampuun, wajah cantiknya itu begitu dekat sekali dengan wajahku. Hembusan nafasnya yang hangat sampai begitu terasa menerpa daguku. Kunikmati seluruh keindahan bidadari di depanku ini, mulai dari wajahnya yang cantik menawan, lekak-lekuk tubuhnya yang begitu seksi dan montok,



Bayangan bundar kedua buah toketnya yang besar dan kencang dengan kedua putingnya yang lancip, perutnya yang ramping dan pantatnya yang bulat padat bak gadis remaja, pacuma yang seksi dan aah.., kubayangkan betapa indah bukit kemaluannya yang kelihatan begitu menonjol dari balik bed cover.

Hmm.., betapa nikmatnya nanti saat batang kejantananku memasuki liang kemaluannya yang sempit dan hangat, akan kutumpahkan sebanyak mungkin air maniku ke dalam liang kemaluannya sebagai bukti kejantananku.

“Guh.. mulailah sayang..” bisik Tante Sofi, membuyarkan fantasi seks-ku padanya. Sorotan kedua matanya yang sedikit sipit kelihatan begitu sejuk dalam pandanganku, hidungnya yang putih membangir mendengus pelan, dan bibirnya yang ranum kemerahan terlihat basah setengah terbuka, duh cantiknya.



Agen Poker Indonesia - Kukecup lembut bibir Tante Sofi yang setengah terbuka. Begitu terasa hangat dan lunak. Kupejamkan kedua matsaya menikmati kelembutan bibir hangatnya, terasa manis.

Selama kurang lebih 10 detik saya mengulum bibirnya, meresapi segala kehangatan dan kelembutannya. Kuraih tubuh Tante Sofi yang masih berada di hadapanku dan kubawa kembali ke dalam pelukanku.

“Apa yang bisa kau lakukan untukku Guh..” bisiknya lirih setengah kelihatan malu.

Kedua tanganku yang memeluk pinggangnya erat, terasa sedikit gemetar memendam sejuta rasa. Dan tanpa terasa jemari kedua tanganku sudah berada di atas pantatnya yang bulat. Mekal dan padat. Lalu perlahan kuusap mesra sambil kuberbisik,

“Tante pasti tahu apa yang akan Teguh lakukan.. Teguh akan puaskan Tante sayang..” bisikku pelan. Jiwa saya sudah terlanda nafsu.

Kuelus-elus seluruh tubuhnya, akhh.. mulus sekali, dengan sedikit gemas kuremas gemas kedua belah pantatnya yang terasa kenyal padat dari balik bed cover.

“Oouuhh..” Tante Sofi mengeluh lirih.

Bagaimanapun juga anehnya saya saat itu masih bisa menahan diri untuk tak bersikap over atau kasar terhadapnya, walau nafsu seks-ku saat itu terasa sudah diubun-ubun tetapi saya ingin sekali memberikan kelembutan dan kemesraan kepadanya. Lalu dengan gemas saya kembali melumat bibirnya. Kusedot dan kukulum bibir hangatnya secara bergantian dengan mesra atas dan bawah.

Kecapan-kecapan kecil terdengar begitu indah, seindah cumbuanku pada bibir Tante Sofi. Kedua jemari tanganku masih mengusap-usap sembari sesekali meremas pelan kedua belah pantatnya yang bulat pada dan kenyal. Bibirnya yang terasa hangat dan lunak berulang kali memagut bibirku sebelah bawah dan saya membalasnya dengan memagut bibirnya yang sebelah atas. ooh.., terasa begitu nikmatnya.

Dengusan pelan nafasnya beradu dengan dengusan nafasku dan berulang kali pula hidungnya yang kecil membangir beradu mesra dengan hidungku. Kurasakan kedua lengan Tante Sofi sudah melingkari leherku dan jemari tangannya kurasakan mengusap mesra rambut kepalaku.

Batang kejantananku terasa semakin besar apalagi sebab posisi tubuh kami yang saling berpelukan erat membuat batang kejantananku yang menonjol dari balik celansaya itu terjepit dan menempel keras di perut Tante Sofi yang empuk, sejenak kemudian kulepaskan pagutan bibirku pada bibir Tante Sofi.

Wajahnya yang cantik tersenyum manis padaku, kuturunkan wajahku sambil terus menjulurkan lidah di permukaan perutnya terus turun dan sampai di daerah yang paling kusukai, wangi sekali baunya. Tak perlu ragu.

“Ohh apa yang akan kau lakukan.. akh..” tanyanya sambil memejamkan mata menahan kenikmatan yang dirasakannya. Beberapa saat kemudian tangan itu malah mendorong kepalsaya semakin bawah dan..,
“Nyam-nyam..” nikmat sekali kemaluan Tante Sofi. Oh, bukit kecil yang berwarna merah merangsang birahiku.

Kusibakkan kedua bibir kemaluannya dan, “Creep..” ujung hidungku kupaksakan masuk ke dalam celah kemaluan yang sudah sedari tadi becek itu.

“Aaahh.. kau nakaal,” jeritnya cukup keras. Terus terang kemaluannya merupakan terindah yang pernah kucicipi, bibir kemaluannya yang merah merekah dengan bentuk yang gemuk dan lebar itu membuatku semakin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecil kedua belah bibir kemaluan itu dengan mulutku. “Ooohh lidahmu.. ooh nikmatnya Teguh..” lirih Tante Sofi.

Sementara saya asyik menikmati bibir kemaluannya, ia terus mendesah merasakan kegelian, persis seorang gadis perawan yang baru merasakan seks untuk pertama kali, kasihan wanita ini dan betapa bodohnya suaminya yang cuma memandangku dari kegelapan.

“Aahh.. sayang.. Tante suka yang itu yaahh.. sedoot lagi dong sayang oogghh,” ia mulai banyak menggunakan kata sayang untuk memanggilku. Sebuah panggilan yang sepertinya terlalu mesra untuk tahap awal ini.



Agen Capsa Online - Lima menit kemudian.. “Sayang.. Saya ingin cicipi punya kau juga,” katanya seperti meminta saya menghentikan tarian lidah di atas kemaluannya.

“Ahh.. baiklah Tante, sekarang giliran Tante,” lanjutku kemudian berdiri mengangkang di atas wajahnya yang masih berbaring. Tangannya langsung meraih batang kemaluan besarku dan sekejap terkejut menyadari ukurannya yang jauh di atas rata-rata.

“Okh Guh.. indah sekali punyamu ini..” katanya padaku, lidahnya langsung menjulur kearah kepala kemaluanku yang sudah sedari tadi tegang dan amat keras itu.

“Mungkin ini nggak akan cukup kalau masuk di.. aah mm.. nggmm,” belum lagi kata-kata isengnya keluar saya sudah menghunjamkan burungku kearah mulutnya dan,

“Croop..” langsung memenuhi rongganya yang mungil itu. Matanya menatapku dengan pandangan lucu, sementara saya sedang meringis merasakan kegelian yang justru semakin membuat senjatsaya tegang dan keras.

“Aduuh enaak.. oohh enaknya Tante oohh..” sementara ia terus menyedot dan mengocok batang kemaluanku keluar masuk mulutnya yang kini tampak semakin sesak. Tangan kananku meraih toket besarnya yang menggelayut bergoyang kesana kemari sembari tangan sebelah kiriku memberi rabaan di punggungnya yang halus itu.

Sesekali ia menggigit kecil kepala kemaluanku dalam mulutnya, “Mm.. hmm..” cuma itu yang keluar dari mulutnya, seiring telapak tanganku yang meremas keras daging empuk di dadanya.

“Crop..” ia mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya. Saya langsung menyergap pinggulnya dan lagi-lagi daerah selangkangan dengan bukit berbulu itu kuserbu dan kusedot cairan mani yang sepertinya sudah membanjir di bibir kemaluannya.

“Aoouuhh.. Tante nggak tahan lagi sayang ampuun.. Guhn.. hh masukin sekarang juga, ayoo..” pintanya sambil memegang pantatku. Langsung kuarahkan kemaluanku ke selangkangannya yang tersibak di antara pinggangku menempatkan posisi liang kemaluannya yang terbuka lebar, pelan sekali kutempelkan di bibir kemaluannya dan mendorongnya perlahan,

“Ngg.. aa.. aa.. aa.. ii.. oohh masuuk.. aduuh besar sekali sayang, oohh..” ia merintih, wajahnya memucat seperti orang yang terluka iris.

Saya tahu kalau itu merupakan reaksi dari bibir kemaluannya yang terlalu rapat untuk ukuran burungku. Dan Tante Sofi merupakan wanita yang kesekian kalinya mengatakan hal yang sama. Tetapi jujur saja, ia merupakan wanita setengah baya tercantik dan terseksi dari semua wanita yang pernah kutiduri.

Buah dadanya yang membusung besar itu langsung kuhujani dengan kecupan-kecupan pada kedua putingnya secara bergiliran, sesekali saya juga berusaha mengimbangi gerakan turun naiknya diatas pinggangku dengan cara mengangkat-angkat dan memiringkan pinggul sampai membuatnya semakin bernafsu, tetapi tetap menjaga ketahananku dengan menghunjamkan kemaluanku pada setiap hitungan kelima.

Tangannya menekan-nekan kepalsaya kearah buah dadanya yang tersedot keras sementara burungku terus keluar masuk semakin lancar dalam liang senggamanya yang sudah terasa banjir dan amat becek itu.

Puting susunya yang ternyata merupakan titik nikmatnya kugigit kecil sampai wanita itu berteriak kecil merintih menahan rasa nikmat amat hebat, untung saja kamar tidur tersebut terletak di lantai dua yang cukup jauh untuk mendengar teriakan-teriakan kami berdua.

Puas memainkan kedua buah dadanya, kedua tanganku meraih kepalanya dan menariknya kearah wajahku, sampai disitu mulut kami beradu, kami saling memainkan lidah dalam rongga mulut secara bergiliran.

Sesudah itu lidahku menjalar liar di pipinya naik kearah kelopak matanya melumuri seluruh wajah cantik itu, dan menggigit daun telinganya. Genjotan pinggulnya semakin keras menghantam pangkal pahaku, burungku semakin terasa membentur dasar liang senggama.

“Ooohh.. aa.. aahh.. aahh.. mmhh gelii oohh enaknya, Guhh.. ooh,” desah Tante Sofi.

“Yaahh enaak juga Tante.. oohh rasanya nikmat sekali, yaahh.. genjot yang keras Tante, nikmat sekali seperti ini, oohh enaakk.. oohh Tante oohh..” kata-katsaya yang polos itu keluar begitu saja tanpa kendali. Tanganku yang tadi berada di atas kini beralih meremas bongkahan pantatnya yang bahenol itu.

Setiap ia menekan ke bawah dan menghempaskan kemaluannya tertusuk burungku, secara otomatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Secara refleks pula kemaluannya menjepit dan berdenyut seperti menyedot batang kejantananku.

Cuma sepuluh menit sesudah itu goyangan tubuh Tante Sofi terasa menegang, saya mengerti kalau itu merupakan gejala orgasme yang akan langsung diraihnya, “guh.. aahh saya nngaak.. nggak kuaat aahh.. aahh.. oohh..”

“Taahaan Tante.. tunggu saya dulu ngg.. ooh enaknya Tante.. tahan dulu .. jangan keluarin dulu..” Tapi sia-sia saja, tubuh Tante Sofi menegang kaku, tangannya mencengkeram erat di pundakku, dadanya menjauh dari wajahku sampai kedua telapak tanganku semakin leluasa memberikan remasan pada buah dadanya.

Saya sadar sulitnya menahan orgasme itu, sampai saya meremas keras toketnya untuk memaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya.

“Ooo.. ngg.. aahh.. sayang sayang.. sayang.. ooh enaak.. Tante kelauaar.. oohh.. oohh..” teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu.

Saya merasakan jepitan kemaluannya disekeliling burungku mengeras dan terasa mencengkeram erat sekali, desiran zat cair kental terasa menyemprot enam kali di dalam liang kemaluannya sampai sekitar sepuluh detik kemudian ia mulai lemas dalam pelukanku.

Sementara itu makin kupercepat gerakanku, makin terdengar dengan jelas bunyi gesekan antara kemaluan saya dengan kemaluannya yang sudah dibasahi oleh cairan dari kemaluan Tante Sofi.



“Aaakhh.. enakk!” desah Tante Sofi sedikit teriak.

“Tante.. saya mau keluar nich.. eesshh..” desahku pada Tante Sofi.

“Keluarkanlah sayang.. eesshh..” jawabnya sambil mendesah.

“Uuugghh.. aaggh.. eenak Tante..” teriakku agak keras dengan bersamaannya spermsaya yang keluar dan menyembur di dalam kemaluan Tante Sofi.

“Hemm.. hemm..” bunyi itu cukup mengagetkanku. Ternyata suaminya yang sedari tadi cuma menonton kini sudah bangkit dan melepas kimononya. “Sekarang giliranku, terima kasih kau sudah membangkitkanku kau boleh meninggalkan kami sekarang,” katanya seraya memberikan segepok uang padaku.

Saya langsung memakai pakaianku, dan melangkah keluar. Tante Sofi mengantarkanku kepintu sambil sambil menghadiahkanku sebuah kecupan kecil, katanya “Terima kasih yach.. sekarang giliran suamiku, sebab ia butuh melihat permainanku dengan orang lain sebelum ia melakukannya.”

“Terima kasih kembali, kalau Tante butuh saya lagi hubungi saya saja,” jawabku sambil membalas kecupannya dan melangkah keluar.

“Akh.. betapa beruntungnya saya bisa ‘order’ melayani wanita seperti Tante Sofi,” pikirku puas. Ternyata ada juga suami yang rela mengorbankan istrinya untuk digauli orang lain untuk memenuhi hasratnya. 

Post By : PokerAstro.com


Agen DewaPoker Online - Cerita sex hot ini terjadi beberapa thn yg lalu, tepatnya thn 2011. Waktu itu tepat di hari kelahiranku, mamaku membuat acara kecil-kecillan dengan mengundang beberapa teman-temanku. Oh iya aq lupa, perkenalkan aq Ridwan, aq anak tunggal dari papaq Hari yg telah lama tiada, dan mamaku Ana, seorang wanita tercantik di dunia ini. 

Yah, sudah lama aq tergila-gila pada kecantikan dan keindahan tubuhnya, mungkin tdk normal memang jika kalian mendengar kata-kataq ini, tapi jika kalian sudah pertama dengan mamaku, aq yakin kalian pun pasti akan berpikiran sama seperti aq… yah… memang wajah dan bentuk tubuh mamaku memang sangat menggiurkan bagi setiap laki-laki yg melihatnya, bahkan aq yg anak kandunganya sendiri.





Judi Kartu DewaPoker - Singkat cerita. Waktu itu, pagi hari, sehari sebelum acara ulang tahunku, aq terbagnun diwaktu yg tak seperti biasanya, karena berasa hendak buang air besar. Dengan terburu-buru aq menuju kamar mandi untuk buang air besar, dan tanpa melihat kanan kiri lagi aq langsung aja nyelonong masuk ke dalam kamar mandi yg terbuka, tapi betapa terkejutnya aq begitu berada di dalam kamar mandi. 

Di dalam kamar mandi itu kulihat mamaku sedang bermasturbasi, tangan mamaku sedang memegang penis karet yg masih terbenam di dalam vaginanya, mataku melotot melihat pemandangan indah itu, rasa mualku tiba-tiba langsung hilang melihat itu semua, dan yg anehnya reaksi dari mamaku, tdk sedikitpun ada rasa malu yg terlihat diwajah mama, padahal dia mengetahui aq melihatnya bermasturbasi dengan penis karetnya, malahan mamaku dengan santainya berkata padaku,

“Mau ngapain kamu Wan” kata mama padaku, tapi tangan mama masih smamak dengan kegiatannya memainkan penis karet di vaginanya.

Aq yg lagi terbengong melihat kelakuan mamaku itu, jadi tersadar oleh pertanyaan mama…

“Eh.. emm.. anuu… Ridwan mau eek Ma..” jawabku terbata-bata karena penisku mulai bereaksi melihat pemandangan indah itu,

“Ya udah buruan sana eek.. kok malah bengong gitu,, nanti keluar dicelana lho…”

“Tapi,,, kan ada mama disini.. masak Ridwan bugil di depan mama”

“Emangnya kenapa? toh aq ini kan mama kandungmu… sudah bsoen liatin kamu bugil… kamu kok ngeliatin mama terus sih, Wan… kenapa? mau bantuin” kata mama padaku, dan membuat jantungku jadi berdebar tak beraturan, tapi karena memang rasa mules sudah terlalu berasa menyiksa perutku, maka aq langsing aja jongkok ditoilet dengan membuka semua celana… seperti laki-laki normal lainya, saat eek pasti penisnya tegang, maka aq pun demikian… dan yg paling gilanya lagi mama malah melotot melihat aq yg sedang jongkok tapi penisku malah berdiri dengan gagahnya… tangan mama berhenti memainkan penis karetnya di vaginanya..



Agen Poker Indonesia - “Besar baget penis kamu, Wan…”

“Ah mama bikin malu Ridwan aja… emangnya mama mau?”

“Kalau mau kasih, ya pastinya mama mau… nggak pun dicoba.. di pegang-pegang aja pun jadi..”

“Bentar ya, Ma… Ridwan nyelesaikan eek Ridwan dulu… nanti baru silahkan mama pegang-pegang ata apapun”

“Ya udah buruan eeknya… mama dah nggak sabar nich… liat nich vagina mama dan basah liatin penismu”

Mendengar ucapan mama tadi maka aq cepat-cepat menyelesaikan urusanku dengan perut ku,karna ada urusan lagi antara aq dan penisku yg udah ngeceng gak karuan,dan perlu segera di selesaikan juga,.setelah cebok aq langsung mendekati mama dengan bertelanjang,mama langsung menangkap penisku dan langsung saja memasukkannya kedalam mulut nya,sedangkan aq yg masih belum ada persiapan merasa terkejut dengan perlakuan mama pada penisku itu,,rasa nikmat yg tak ter katakan mulai menjalar ke seluruh aliran darah ku,apalagi mama dengan liarnya menyedot dan menjilati penisku seperti orang yg kelaparan,,

karna ini pertama kalinya aq mendapat pengalaman ini,maka tak terlalu lama penisku udah mulai cenut-cenut dan crotcrotcrot,,muntah lah smua sperma dari dalam penisku kedalam mulut mama,dan anehnya mama bukannya melepaskan penisku,tapi malah makin gila menyedot penisku yg membuat aq merasa melayang ke awang-awang,,habis smua pejuku ditelan mamaku,,

“kata orang peju perjaka bisa buat awet muda,,kamu masih perjaka kan WAN” tanya mama padaku,,

“pasti dong bu,,kan baru mama yg mau megangin penis Ridwan,,kok enak ya bu swaktu di isap-isap penisnya”

“ada yg lebih enak lagi WAN,,tapi gak skarang mama tunjukin,,besok mama kasi sbagai hadiah ULANG tahunmu,,kamu mau kan?”

“mau banget bu,tapi Ridwan ada mau minta sesuatu skarang sama mama,,boleh gak Ridwan pegang vagina mama”

“jangan hari ini,,besok aja,oke””

Sambil berkata seperti itu,mama lalu pergi meninggalkan aq yg terpaku bengong melihat tingkah laku mamaku yg menurutku tdk seperti biasanya,,

Sabtu,17 maret 2010,dihari dan tanggal inilah pengalaman pertama ini kudapatkan,tepatnya dimalam hari sekitar pukul 9,disaat berada berdua bersama mama di meja makan ketika usai menyantap makan malam,aq memberanikan diri tuk memulai berbicra,karena sejak kejadian kmarin sampai kami usai makan berdua,tak ada sepatah kata yg keluar dari mulut kami,bahkan bertegur sapa pun tdk,kami asyik dengan perasaan kami masing-masing,hingga akhirnya aq tak tahan dengan situasi ini,aq pun membernikan diri tuk bertanya akan kelanjutan dari janji mama padaku kmerin

“bu,,hadiah dari mama mana?,katanya kmarin mau kasi RIDWAN hadiah spesial malam ini”

“bentar lagi ya sayang,Mama masih blom siap ne,,kan baru selesai makan,pokoknya nanti mama kasi kamu hadiah yg gak akan kamu lupakan seumur hidup kamu,OKE”

Setelah itu mama pun bergegas memberes kan meja makan,,lalu kami berdua pergi nonton tv diruang depan.tak sepert biasanya,malam ini seluruh pintu dan jendela rumah kami bagitu cepat terkunci,aq jadi penasaran,

“bu,,kok pintu sama jendelanya dah dikunci,,kan panas bu,mana cuacanya gerah gini,Ridwan buka dulu ya pintu nya”seraya aq beranjak hendak membuka pintu,mama melarangku

“gak usah dmamaka Wan pintunya,,bagusan baju kamu aja yg dmamaka,,biar hilang gerahnya”

“malu ah bu,,”

“kmarin kamu telanjang gak malu,masak sekarang cuma buka baju kamu malu?”mama aja gak malu-malu nih”kata mama sambil mama membuka bajunya yg ternyata mama sudah tdk menggunakan BH lagi.



Agen DominoBet - mata melotot tak berkedip melihat pemandangan itu,dan pastinya tanpa dikomando PENISku pun mulai beranjak dewasa dengan sendirinya,

“mama gak malu ih,,masak telenjang gitu didepan Ridwan,kan Ridwan jadi serba salah?..

“serba salah gimana sayang?tapi kmarin kamu dah liat juga,masak masih penasaran,,dan itu,penismu mulai bergerak-gerak,,udah buka aja,kan kasian dia tersiksa kesempitan didalam”

“malu ah,,kalau smalam kan gak disengaja bu,,kalau sekarang kan mama sengaja telanjangnya,,Ridwan jadi gak karuan ne pikirannya,,

“ya udah,,sini kita nonton bareng aja,tapi sama-sama bugil ya,,”
tanpa basa basi mama langsung menarikku dan membuka baju dan celanaku,,tapi tdk celana dalamku,mama mengelus-ngelus penisku dari luar CDku,aq jadi gemetaran menahan rasa nikmat yg tak terkatakan saat mama mencium penisku dari luar CDku,,,

“kok gemeteran gitu Wan,,santai aja,,nikmati aja,,nanti bakal ada yg lebih menggiurkan dari pada ini,,skarang kita duduk yuk,mama mau kita nonton pilm yg mama pinjam dari teman mama,,katanya sih enak filmnya,,maukan namenin mama nontonnya?

aq hanya bisa mengangguk tanpa bisa berkata apa-apa,mama lalu menyalakan dvd player,dan mulai memutar film yg ada di dalam disc itu, awalnya aq berfikir mama akan memutar film blu untuk kami tonton,tapi rupanya film petualangan mama dan anaknya yg tersesat dihutan,dan tak ada satu pun adegan hot yg ditampilkan sampai setengah perjalanan film itu,,penisku yg tadi udah berdiri gagah,,lambat laun menciut kembali,perlahan-perlahan,,mama hanya melirik ku sesekali saja sambil melihat reaksi penisku yg mulai mengecil,

TAPI alangkah terperangahnya aq,begitu film itu mulai berjalan 2/3nya,adegan-adegan hot yg marangsang birahiku mulai bergulir satu prsatu,,aq pun gelisah,,penisku mulai berontak lagi,,apalagi disaat adegan anak lelekinya minjilati vagina mamanya dengan rakusnya,,rasanya seperti aq yg berada di adegan film itu,dan lebih parahnya lagi,tanpa kusadari,mama telah telentang disebelahku,tanpa memakai sehelai benang pun ditubuhnya,sambil mengangkangkan kakinya,,mama menggosok-nggosok vaginanya yg terbuka lebar dan dihadapkan ke arah ku,sambil menatapku dengan mata sayu,,mama berkata seperti berbisik padaku,,

“nWan,,mama pengen seperti itu,,kamu mau kan melakukannya nak”terdengar parau suara mama mengucapkan kata-kata itu,,
“mau bu,,mau bangets,,skarang ya bu”

tanpa menunggu persetujuan mama aq langsung mambaui vagina mama yg telah merekah terbuka,,kuciumi semua bagian dari vagina itu,hingga kerongga-rongganya,,baunya yg tak pernah kucium sebelumnya menambah rangsangan birahiku smakin menjadi jadi,, puas membaui seluruh bagian vagina indah nan merah merekah milik mama,aq pun mulai menjulurkan lidah ku,,petama-pertama bagian yg kusentuh dengan lidahku adalah daging kenyal mnjulur keluar dari mangkoknya,,,ku hisap daging itu,,kujilati dengan rakusnya bagian-bagian dri daging kenyal itu,,dan waktu lidahku menyentuh biji kecil yg terselip didaging aq mendengar mama mendesis seperti ular sambil mengaNGangka pantatnya,,tangannya menekan kepalaku tuk lebih menempel ke biji itu,,

“ooohhhhhhhhhhhh Wan,,,enak kali Wan,,yg kuat jilatnya Wan,,mama dah lama gak ngerasain yg seperti ini Wan,,,ohhh Wan,,,,jilat smua vagina mama Wan,,,,,,,,ohhhhh,,enak kali Waaannnnn.”

mama mulai meracau tak karuan,,badannya meliuk kekanan kiri menahan rasa nikmat saat vaginanya kusapu dengan rakusnya menggunakan lidah ku,,,

dengan dibimbing naluri kelelakianku,aq berganti tempat menikmati tubuh mama,,bagian yg paling aq sukai,,yah,,tetek besar mamaku,,ku julurkan lidahku ke arah puting susu mama yg telah mengeras,,kuhisap dan ku main-mainkan dengan lidahku daging kenyal mama,, belum puas lagi aq bermain-main ditetek mama,dengan kasar mama menarik badn ku katas wajahnya,tanpa basabasi mama langsung saja melahap penisku yg udah tegak tk bertulang,,aq kewalahan menikmati kenikmatan yg dihasikan oleh sepongan mulut mama di penis ku,,,

“ssssssshhhhhhh,,,,”hanya itu yg keluar dari mulut ku,,,

“gimana sayang,nikmat kan “lebih enak dari ini bu,shhhhhhhhh,,mau dong bu,,tapi kapan bu,,”

“bentar lagi ya sayang,mama masih pengen banget ngisapin penis mu ini,smalam mama masi blom puas ngerasain penis kamu””

“ohhh bu sshhhh,,bu,,,enaknya bu,,sedot lagi bu yg dikepalanya”

aq mulai meracau tak karuan merasakan nikmat yg tak terkata,mama tak meng hiraukan desahan ku,mulutnya dengan rakusnya melahap semua batang penis ku,dari ujung kepalanya sampai pangkal tak luput dari sapuan lidah mama ku,,aq dmamaat seperti di atas awan,,nimatnya,,apalagi ketika mama menghisap-hisap kepala penisku yg telah kembang mengkilat,

setelah puas bermain main dengan penisku,,mama lalu menyuruhku tuk berdiri,,lalu mama berbaring di lantai sambil mengangkangkan kakinya,,vaginanya yg telah basah kuyup olrh cairan kewanitaannya tampak merekah indah seolah-olah menantang ku,

“Wan,,sini sayang,,masukin penismu itu Wan ke vagina mama,,mama dah pengen bangets ngerasai keperkasaan penis mu Wan,,ayo sayang,,mama dah gak tahan lagi,,,”

“apa nanti mama gak kesakitan kalau Ridwan masukkan,ini kan besar bu,sedangkan lubang vagina mama kecil”

“gak sayang,malahan bakal nikmat banget,mama dah terlalu lama memimpikan saat ini Wan,,”

tanpa babmama lagi,kuturiti permitaan mama,,mulai kuarahkan kepala penisku ke permukaan vagina mama,dan begitu kepala penisku menyentuh kulit vagina mama,,ada rasa yg begitu nikmat dan hangat yg mengalir di sekujur tubuh ku, dan perlahan-perlahan mulai ku dorongkan penis ku ke dalam lubang vagina mama,,



“ssshhh,,ayo dong sayang,cepetan masukin penisnya,,mama dah gak tahan ne,,jangan kamu siksa mama seperti ini Wan,,,”ayo dong Wan kentot mamamu ini Wan,,puasin mama malam ini Wan,,”

“baik bu,Ridwan pun dah dari dulu pengen banget ngentotin mama,tapi Ridwan takut,,dan skarang,,Ridwan akan kentotin mama sepuas-puasnya,”

aq terus mengocok vagina mama dengan penis ku,,ber bagai gaya kami praktekan,film yg kami putar pu tak lagi kami hiraukan,yg ada di benak kami saat itu hanya menikmati dosa besar yg sedang kami kerja kan bersama,,
peluh mulai membasahi tubuh aq dan mama,dan itu menambah kami semakin semangat tuk mereguk kenikmatan bersama,,vagina mama bartambah licin seiring dengan cepatnya goyangan ku,,dan,,,

“aaaahhhhh sayang,,,mama keluarrrr,,,,tekan lebih dalam penismu Wan tubuh mamaku mengejang dan matanya melotot seperti orang yg sedang ketaqtan,,sedang aq,kuntulku pun sudah memuntahkan smua isinya didalam vagina mama,,,kami terjatuh tak berdaya di lantai,,suasana jadi hening,,kami sama-sama diam sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan dan kelelahan kami masing,,

setelah kejadian itu,,aq dan mama jadi ketagihan tuk mengulang lagi dan lagi hingga sat ini,,, 

Post By : PokerAstro.com



Agen DewaPoker - Langsung ke cerita sex, cerita dewasa hot. Wah tiba-tiba aq terkejut dan berkata

“Lohh… yg nonjol di celanamu apa Bondan…?

Mendengar itu muka Bondan langsung memerah padam, lalu ia berdiri ingin berlari menghindar dariku, tapi segera kutarik tanganya untuk duduk, dan tanganku yg satu meraba dan memegangi tonjolan tersebut.





Bandar Capsa Terpercaya - “Jangan mbak, Bondan malu…” katanya.

Dasar aq yg nakal, ku pelototin matanya, Bondan langsung diam, dan tanganku dengan leluasa memegang barang tersebut.

Wah hot banget kan cuplikan cerita sex diatas… pengen tau lanjutanya ikuti cerita berikut pasti pada tegang k0ntolnya.

Pemilu 7 Juni 2004, yg baru saja lewat bagi sebagian orang kesannya penuh nuansa politis. Tetapi bagi saya, kesan sangat jauh berbeda, bahkan tdk akan pernah terbayangkan akan bermakna demikian dalam bagi saya pribadi. Kesan yg penuh sensualitas dan menggairahkan.

Saat itu, 7 Juni, rumah saya sedang sepi. Maklum pemilu, padahal biasanya ramai sekali. Satu rumah dihuni tujuh orang, ayah, ibu, kakak laki-laki saya yg masih kuliah, saya sendiri SMA kelas tiga, baru saja selesai Ebtanas dan lulus. Kemudian adik perempuan saya kelas lima SD, lalu sepupu laki-laki saya kelas dua SMP dan pembantu satu orang. Oh iya, panggil saja saya Pipit, asli Tolaki.

Jadi pada saat pemilu rumah yg berada di kawasan Perumahan Pemda Kampung Kemah Raya, Kendari jadi sepi sekali. Ayah ke Kolaka, mengurus pemilu di sana, kebetulan juga beliau caleg untuk daerah tersebut. Kakak saya jadi pengawas pemilu untuk UNFREL Kendari, ibu saya jadi panitia pemilu lokal kawasan Kemah Raya. 

Pembantu dan adik, disuruh bantuin ibu mengurus konsumsi. Praktis yg jaga rumah, saya dengan sepupu saya yg bernama, Bondan. Saya belum ikut memilih, belum cukup umur, baru 16 tahun lebih dua bulan. Saya dengan Bondan sangat akrab, habisnya dia ikut dengan keluarga saya sejak masih kelas satu SD, dan selalu menjadi teman main saya.

Senin itu, 7 Juni 2004, badan saya pegal sekali, selesai ngepel dan membersihkan rumah. Dan seperti biasa saya kepingin dipijitin. Biasanya sih oleh ibu, dan Bondan juga, habis dari kecil saya sudah biasa menyuruh dia. 



Judi Poker Uang Asli - Karena agak pegal, saya panggil saja Bondan untuk mijitin, Bondan nurut saja. Saya langsung berbaring telungkup di karpet depan TV, dan Bondan mulai memijit tubuhku. Asyik juga dipijit oleh Bondan, tangannya keras sekali, punggungku jadi fresh lagi.

“Aduuhhh, Bondan…, mijitnya yg lurus dong, jangan miring kiri miring kanan..”, kataku.

“Abis, posisinya nggak bagus kak”, jawabnya.

“Kamu dudukin aja paha Kak Pipit, seperti biasa…”.

“Tapi…, kak..”.

“Alah.., nggak usah tapi…, biasanya kan juga begitu…, ayo..”, Saya tarik tangan Bondan memaksanya untuk duduk di pahaku, seperti kalau dia memijit saya pada waktu-waktu kemarin.

Bondan akhirnya mau, duduk dan menjadikan kedua pahaku dekat pantat sebagai bangkunya, dan mulai lagi ia memijit sekujur punggungku. Tapi, pijitan agak lain, makin lama makin saya rasakan tangannya agak gemetaran dan nafasnya agak ngos-ngosan.

“Kamu kenapa Bondan, capek atau sakit..?”, tanyaku.

“Tdk, tdk apa-apa kak”, jawabnya. Akan tetapi duduknya mulai tdk karuan, geser kiri dan kanan, sementara pantatnya seperti tdk mau dirapatkan di pahaku, agak terangkat.

Akhirnya, saya menyuruhnya pindah, dan saya bangun, lalu duduk mendekati, biasa bermaksud menggoda.

“Ayo.., kamu kenapa, ini pantatmu, selalu diangkat.., tdk biasanya”, sambil tanganku bermaksud mencubit pantatnya.
“Tdk, tdk apa-apa kak..”, jawabnya sambil menghindari cubitanku, malah tanganku tersenggol celana
bagian selangkangannya yg seperti agak tertarik kain celananya dan agak menonjol, melihat itu timbul rasa isengku, karena memang saya dan Bondan kalau main seperti anak-anak yg masih TK, asal ngawur saja.

“Loh.., itu apa di celanamu Bondan, kok nonjol begitu..” Mendengar itu Bondan merah padam mukanya, lalu ia berdiri ingin lari menghindar dari saya, tapi segera kutarik tangannya untuk duduk, dan tanganku yg satu menggeraygi celananya memegangi dan meraba benjolan tersebut.

“Jangan kak Pipit, Bondan malu..”, katanya. Dasar saya yg nakal, saya pelototin matanya, Bondan langsung diam, dan tanganku leluasa memegang barang tersebut.

Penasaran, saya buka resliting celananya dan menarik keluar barangnya yg mengeras tersebut, dan astaga, ternyata k0ntol Bondan sudah menegang. Baru kali ini saya melihat k0ntol milik orang yg bukan anak-anak dan sudah disunat yg tegang dan keras serta panjang seperti itu. Sementara Bondan diam saja, kepalanya hanya menunduk, mungkin malu atau bagaimana saya tdk tahu.

Saya acuh saja, perlahan-lahan, kuelus-elus k0ntol Bondan, semakin mengeras k0ntolnya hingga urat-uratnya seperti mau keluar. Kudengar Bondan mendesah tertahan. Lalu kuurut-urut sambil kupijit kepala k0ntolnya yg merah itu, Bondan makin mendesah,

“Aghh.., ahh..”

Kugenggam erat k0ntol Bondan dan kukocok-kocok dengan perlahan, semakin lama semakin kencang. Badan Bondan ikut menegang, sambil kepalanya terangkat ke atas menatap langit, mulutnya terbuka, dia mulai agak mengerang, “Achh..”.
Semakin kencang k0ntol Bondan kukocok, semakin menggeliat badan Bondan membuat saya tersenyum geli melihatnya. Sampai erangan Bondan makin mengeras,

“Aghh.., ahhh..”. Dan badannya makin menggeliat, hingga mungkin tdk tahan…, ia lalu memelukku erat.

Mulanya saya kaget akan reaksinya, tapi saya biarkan saja, karena keasyikan mengocok k0ntol Bondan. Rupanya Bondan sudah semakin menggeliat, hingga tangannya entah sadar atau tdk ikut menggeliat juga, meraba badanku dan toketku.

“He Bondan…, kenapa..” tegurku, sambil tetap mengocok k0ntol Bondan,

“Ooghh…, oohh..” Hanya itu yg Bondan bilang, sementara tangannya meremas-remas toketku, dan remasannya yg kuat membuatku merasakan sesuatu yg lain, hingga saya biarkan saja Bondan meremas toketku, dan Bondan lalu menyingkap baju kaos yg kupakai, hingga kelihatan BH-ku dan meremas toketku lagi hingga keluar dari BH-ku.

“Aaaghhh…, aahhh” erang Bondan, saya mulai merasakan kenikmatan tersendiri pada saat toketku tdk terbungkus BH diremas oleh tangan Bondan dengan kuat, sedangkan k0ntolnya tetap saja kukocok-kocok.



Judi Poker Tanpa Bot - Dan entah naluri apa yg ada pada Bondan, hingga dia nekat menyosor toketku dan mengisap putingnya seperti anak bayi yg sedang menyusu.

“Aduhh…, Bondan…, adduhh” Hanya itu yg mampu kuucapkan, toketku mulai mengeras, keduanya diisap secara bergantian oleh Bondan.

Saya juga mulai menggeliat, kutarik kepala Bondan dari toketku, lalu kudekatkan ke wajahku, kucium bibirnya dengan nafsu yg muncul secara tiba-tiba, Bondan balas mencium, bibir kami berdua saling memagut, lidah bertemu lidah saling mengadu dan menjilati satu sama lain.

Tangan Bondan menggeraygi badanku, melepaskan baju dan BH-ku, hingga aku bugil sebatas dada. Kulepaskan juga baju yg dipakai Bondan, dan kupelorotkan celananya, hingga Bondan bugil tanpa sehelai benangpun, dan kembali kukocok k0ntolnya, sedangkan Bondan kembali menyosor toketku yg sudah keras membukit.

Perlahan tangan Bondan menelusuri rokku lalu menyelusup masuk ke dalam rokku,

“Acchh…, Accchh”, Saya dan Bondan terus mengerang dan menggelinjang. Tangan Bondan menyelusup ke dalam CD-ku, lalu mengusap-ngusap memekku.

“Duuhhhh…, Bondan..” erangku, sementara jarinya mulai ia masukkan ke dalam memekku yg mulai kurasakan basah, dan Bondan mempermainkan jarinya di dalam memekku.

“Ooghhhh…, aduuuhhhh…, ooohhh..”. Tak tahan lagi, Bondan menarik lepas rok dan CD ku, hingga akhirnya saya kini telanjang bulat. Kemudian Bondan mencium bibirku dan saya tetap mengocok k0ntolnya, sedangkan jarinya bermain dalam memekku.

“aaagghhhh..” Hanya erangan tertahan karena tersumbat bibir Bondan yg keluar dari mulutku.

Kemudian Bondan berhenti menciumku, lalu ia mengambil posisi menindih badanku, saya membiarkan saja apa yg akan Bondan lakukan, karena kenikmatan itu sudah mulai terasa mengaliri pembuluh darahku. Dan, tiba-tiba saya rasakan sakit yg teramat sangat di selangkanganku.

“Aaaagghhh, Bondan.., apa yg kau lakukan..”, tanyaku.

Tapi terlambat, rupanya Bondan sudah memasukkan batang k0ntolnya ke dalam memekku, dan seperti tdk mendengarkan pertanyaanku, Bondan mulai mengoyang batang k0ntolnya naik turun dalam memekku yg semakin berlendir dan mulai terasa basah oleh aliran darah perawanku yg mengalir membasahi memekku.

“Aaagghhh…, Bondan…, aduuhh Bondan..”, erangku.

Badanku semakin menggelinjang, kujepit badan Bondan dengan kedua kakiku sementara tanganku memeluk erat dan menggoreskan kukuku di punggung Bondan. Semakin kencang goyangan k0ntol Bondan dan semakin keras pula erangan kami berdua.



“Aaghhh…, aduhh..” Hingga akhirnya kurasakan sesuatu yg sangat nikmat yg terdorong dari dalam…, dan erangan panjang saya dan Bondan,

“ooohhhh”. Bersamaan semprotan mani Bondan dalam memekku dan semburan maniku yg menciptakan kenikmatan yg tak pernah kurasakan dan kubayangkan sebelumnya.

Bondan menarik keluar k0ntolnya, lalu berbaring di sampingku. Kami berdua saling bertatapan, seperti ada penyesalan tentang apa yg telah terjadi, akan tetapi rupanya nafsu kami berdua lebih kuat lagi. Kuraih kembali dan kudekatkan wajahku ke wajah Bondan, kami lalu berciuman lagi dan saling melumat, kemudian kupegang erat k0ntol Bondan, sehingga kembali menegang dan kembali lagi kami melakukan hubungan badan tersebut hingga beberapa kali.

Hingga hari ini saya dan Bondan, bila ada kesempatan masih mencuri waktu dan tempat untuk melakukan hubungan badan, karena mengejar kenikmatan yg tiada taranya, kadang di kamarku, di kamar Bondan, ataupun di dalam kamar mandi. 

Post By : PokerAstro.com
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home