Agen Poker Online - Satu orang pembantu memutuskan untuk tidak kembali dari mudik lebaran, dengan alasan akan menikah. Banyak pekerjaan terbengkalai, karena pembantu dirumah tidak ada, hanya mengandalkan 3 pembantu lagi yang harus mondar-mandir ngurusin rumah-kos kosan.

Akhirnya istriku memutuskan untuk mencari pembantu baru melalui agen. Setelah seminggu Ratna pembantu baruku mengurusi rumah, orangnya lumayan rajin , sopan dan lumayan hitam manis.

Dari ceritanya, Ratna adalah seorang janda beranak satu, cerai dengan suaminya karena tidak tahan dengan suaminya yang bersikap keras. Dia juga bercerita sebelumnya juga pernah bekerja sebagai score girl di kawasan jakarta utara. Dia memilih jadi pembantu ditempatku karena pembantuku aku gaji 1,5 – 2 jt bersih.





Agen Domino Online - Suatu hari istriku ada acara keluar kota. Kebetulan pagi itu hari aku dirumah, menunggu teman-temanku yang akan datang. Aku duduk di ruang tamu sambil baca koran. Dan datanglah teman-temanku. Dua temanku datang, Adit dan Fery, teman kampus yang sampai sekarang masih sering jalan bareng.

”Halo pagi bro” sapa Adit.

”Eh, ayo masuk-masuk, ” aku beranjak menghampiri mereka.

”Bi..tolong buatin minum, ada tamu” aku minta tolong ke pembantuku.

“Sepi banget, kemana bini lu?”tanya Fery. “Lagi ada urusan ke Surabaya.”jawabku.

“Iya pak, sebentar”jawab pembantuku. Rupanya dia barusan mandi. Kami sempat melihat dia keluar kamar mandi sambil tubuh masih dibalut handuk, dan segera menyediakan minum temanku. Baru kali ini aku memperhalikan si Ratna, ternyata di tubuhnya ada beberapa tatto.”Wuih sangar juga pembantu lo…”ujar Fery yang juga memperhatikan.

Sejam lebih kami bercerita, tiba-tiba Ratna datang:”Pak, saya ijin mau keluar dulu, mau belanja keperluan rumah.” “Kemana, jauh gak? Atau nanti aja deh saya anter, bareng saya keluar. Sekalian mau nganter temen.”ujarku. Ratna menggangguk sambil masuk keddalam lagi.

“Bro.., sexy juga pembantu lo, sapa namanya?”tanya Fery.

“Ratna” jawabku.

“ Dia bisa mijet gak bro, pada pegel nih badan gue.

”tanya Adit.” Iya bro, kita ajak jalan-jalan aja, kalo mau ntar kamar gue tanggung deh (kamar hotel maksud Fery).

” Setelah bincang-bincang aku panggil si ratna:”Bi…ayo katanya mau belanja.” Kamipun siap-siap dan berangkat. Setelah belanja beberapa kebutuhan, sesuai rencana aku pilih hotel dan Fery yang ngurusin keuangan.

Agen Poker Indonesia - “Pak kita mau kemana?”tanya pembantuku heran.”Bi..udah masuk aja, aku agak pegel-pegel, tolong pijetin bentar ya..” kataku sambil membuka pintu kamar.

Setelah didalam kamar, kami duduk, dan aku jelaskan pada Ratna semuanya.”Bi..sini saya jelasin. Bibi disini beda dengan dirumah, disini bibi gak usah panggil saya bapak, dan saya manggil kamu Ratna aja.”kataku.

“tapi pak..”ujar Ratna. “Udah gak ada tapi-tapian, kamu khan tau ibu lagi keluar kota, dan kamu dipesen untuk melayani saya, ya udah nurut aja.., sekarang saya minta tolong kami dipijet gantian , bisa ya..” pintaku. “Iya pak” jawab ratna.

Satu persatu kami mulai dipijet, tentunya dengan lepas baju. Giliranku dipijet, Kuberanikan diri menarik tangannya yang mungil, dan mendekap si ratna. “Pak….jangan pak, nanti ibu tau…”kata pembantuku. “ Kamu, jangan bilang ke ibu.

Sudah lama aku ingim menciummu. “kataku sambil melucuti bajunya. Fery mulai buka celananya, dia hampiri tubuh Ratna yang ku dekap dan melepaskan roknya. Aku terus menciumi tubuh munggil si Ratna, semantara Fery sibuk membuka BH dan celana dalam ratna.

Adit rupanya sedang mencari sesuatu dalam tasnya dan mengeluarkan HP kamera S*nyericson yang baru dibeli. Aku kecup dan kuremas bagian depan tubuh Ratna, hingga ratna mendesah. Sementara Fery jonggok dibelakang Ratna sambil menciumi pantat mungil pembantuku.

Aku ajak ratna ke kasur, kubuka celanaku hingga Ratna dapat mencium penisku. Sedangkan Fery asik memainkan selangkangan Ratna. Adit mencoba mengambil foto kami dengan HP kameranya.

“Ratna, aku minta dicium penisku ama Fery ya.”pintaku. Ratna menuruti perintahku. Kamipun naik berdiri ke atas kasur Sambil kufoto dengan kamera F*jifilm yang telah kusiapkan. Sementara adit asik mengambil foto bagian bawah paha Ratna.

Aku tak menyangka ternyata pembantuku sangat pandai mengulum penisku. Putu istriku aja kadang menolak untuk cium penisku. Ratna tampaknya sudah sangat bergairah, aku yakin sudah lama juga dia tak mendapat sentuhan kehangatan lelaki sejak dia bercerai.

Adit tampaknya masih asik sibuk mengambil foto kami, kusuruh dia pakai kameraku, karena pencahayaannya lebih baik.

Hampir 15 menit kami bercumbu, saatnya aku memulai acara utama dengan pembantuku yang sexy. Walaupun seorang pembantu, ratna ternyata selalu merawat tubuhnya dengan baik, payudaranya yang indah masih terasa kenyal saat kuremas. Setelah cukup basah ku cium vaginanya, aku coba masukin pen|s. Ratna juga tampak sudah berharap akan suatu kehangatan di selangkangannya.

Perlahan kugenjot tubuh mungil pembantuku, sambil kuciumi wajahnya yang manis, dan kumainkan putingnya. Desahan dan erangan Ratna membuatku tambah semangat. Adukan penisku pada vaginanya membuat kakinya ikut kontraksi, sehingga Fery ikut membantu menahan kaki ratna. Tangan Fery juga turut ambil bagian, tampaknya dia juga tak sabar menunggu giliran.

Ku genjot terus tubuh Ratna, hentakan demi hentakan membuat penisku masuk sangat dalam. Beberapa kali ratna mengerang sembari kurasakan kontraksi di vaginanya. Akhirnya akupun merasakan orgasme, dan mengalirlah cairan hangat dalam vag|na Ratna.

Agen Capsa Terpercaya - Kini giliran Fery menikmati tubuh pembantuku. Tak kuat menahan sisa geli dariku, Ratna masih lemas dan rebah didada Fery. Sambil memainkan panggul, Fery mendekap Ratna. Tiba-tiba dari belakang, Adit juga ambil bagian. Aku gantian ambil foto.

Selangkangan Ratna dipenuhi dua pen|s, tubuhnya dihimpit Adit dan Fery. Kuyakin Ratna baru kali ini bersetubuh dengan 2 lelaki sekaligus, itu tampak dari ekspresinya dan erangannya. Fery dan Adit berlomba mengaduk-aduk tubuh ratna. Cairan di pantat ratna mengalir ke atas sprei. Mereka sangat menikmati permainan tersebut. Hingga erangan Fery diikuti ratna dan Adit.

Kamipun tidur bersama, meredakan nafas yang memburu, kuciumi tubuh pembantuku. Terimakasih Ratna. Tak ada perbedaan diantara kami, pembantu dan majikan tidur bersama satu ranjang, bersenda gurau…Hingga esok paginya. Kamipun check out, Adit dan Fery pulang kerumahnya dan aku pulang kerumahku dengan pembantuku. Dan kami simpan rahasia kami didepan keluarga

Post By : PokerAstro.com

Agen Poker Terbaik - Aq pulang kampung dari majikanku di kota, hampir 8 bln aq menganggur di kampung, dan aq hanya bisa membantu ibuku masak dan pergi keladang, aq juga disuruh untuk segera menikah, tapi laki-laki yg ada dikampungku nggak begitu menarik hati, kalau terpaksa menikah dengan laki-laki yg ada dikampungku, sama saja tak jauh beda dengan ibuku nasibku.




Agen Judi Poker - Maka aq segera mencari lowongan kerja di koran. Namun dengan ijazahku yg hanya SMP lowongan yg susai hanya PRT. Setelah pamit dan berbekal tekad yg menggebu-gebu aq pun menuju ke alamat salah satu pemasang iklan yg tinggalnya di kota terdekat dengan desaku.

Rumah itu besar dan mewah. Kutekan bel di pintu gerbang dan keluarlah seorang perempuan 40 tahunan. Yg membuatku terkejut, ternyata ia berwajah seperti artis india yg sering kulihat di TV. Ada tanda titik di dahinya.

“Apakah benar di sini mencari pembantu rumah tangga, bu?” tanyaku.

“Iya benar, dik”

“Saya mau melamar, bu” sambungku. Ia menamatiku sebentar.

“Mari masuk dulu, dik” ajaknya. -cerita sex pembanmtu-

“Nama kamu siapa? Dan kamu dari mana, dik?” tanyanya.

Aq pun menjelaskan diriku apa adanya, kecuali tentu saja pengalamanku 3 thn menjadi PRT pak N.

“Baiklah, kamu saya terima bekerja di sini, Nis. Dengan gaji 450 ribu sebulan, tapi kamu harus menjalani percobaan selama 1 bln. Kalau tdk ada masalah akan saya pakai terus. Bagaimana>” katanya.

Aq pun langsung mengangguk, soalnya gaji 450 ribu buat seorang pembantu sangat tinggi menurutku.

Dulu pak N pun aq hanya di gaji 300 ribu, tentu saja di luar ‘tips (baik berupa uang maupun barang)’ yg kuterima karena pelayan sex ku.

Kamarku di bagian belakang. Setelah istirahat sejenak, akupun mulai membantu pekerjaan ibu tadi yg namanya ternyata Hesti, seorang keturunan India. Menurutnya ia tinggal di situ bersama suami dan 2 anak laki-lakinya yg buka toko konveksi.

Seminggu bekerja di situ, aku mulai mengenal anggota keluarganya. Suami Bu Hesti bernama Pak Ranu, dan dua anaknya laki-laki Zaki dan Arga. Kalau melihat mereka sekilas aku jadi ingat artis Syahrukh Khan.

Ganteng dengan tubuh tinggi tegap atletis dengan bulu-bulu di dadanya. Orang India memang terkenal cantik dan ganteng. Akupun semakin suka pada keluarga itu karena mereka ternyata ramah. Bahkan tak jarang aku diajaknya makan malam bersama semeja.

“Minumlah ini madu India, supaya kamu gak gampang cape,” ajak Bu Hesti pada suatu acara makan malam bersama sambil memberiku segelas minuman berwarna kuning emas. Aku ragu-ragu menerimanya. Sementara anggota keluarga lain sudah mengambil segelas masing-masing.

“Ini memang minuman simpanan kami, Nis. Tdk boleh terlalu sering diminum, malah tdk baik. Dua minggu sekali cukuplah soalnya pengaruhnya luar biasa.. ha.. ha.. ha..!” Sahut Pak Ranu disambut tawa Zaki dan Arga.

“Kamu akan rasakan khasiatnya nanti malam, Nis,” sambung Zaki tanpa kuketahui maksudnya. Lagi-lagi disambut tawa mereka sambil masing-masing mulai minum, kecuali Bu Hesti. Akupun pelan-pelan mencicipnya.

Agen Poker Uang Asli - Ada rasa manis dan masamnya. Memang seperti madu, tapi setelah minum beberapa teguk aku juga merasakan badanku hangat malah agak panas. Semua menghabiskan minumannya, maka akupun juga berbuat demikian. Baru setelah itu kami makan malam.

“Tidurlah kalau kau cape, Nis,” perintah Bu Hesti setelah kami selesai cuci piring jam 8 malam. Tdk biasanya aku tidur sepagi itu, tapi entah kenapa aku merasa mataku berat dan perutku panas. Aku masuk kamar dan rebahkan diri.

Tapi rasa panas di perutku ternyata malah menjadi-jadi dan menjalar ke seluruh tubuhku. Aku tak tahan untuk tdk meremas toketku mengurangi rasa panas itu. Kemudian juga meremas-remas seluruh tubuh sampai seputar bawah pusar dan pahaku. Ingatanku segera melayang pada remasan-remasan Pak N.

Sudah cukup lama aku tak bersetubuh dengan laki-laki itu, apakah sekarang ini tubuhku sedang menuntut? Gawat, pikirku, kalau benar itu terjadi. Selama ini aku hanya melakukan hubungan seks aman dengan Pak N. Belum pernah dengan pria lain. Belum habis pikiranku berkecamuk mendadak pintu kamarku terbuka dan masuklah Pak Ranu. Buru-buru aku menghentikan kegiatan tanganku.

“Kamu kelihatan sakit, Nis?” tanyanya sambil duduk di tepi ranjangku.

“Eng.. eng.. tdk, pak,” sahutku pelan. Tapi Pak Ranu segera tempelkan telapak tangan di dahiku.
“Benar, Nis, tubuhmu panas sekali. Kamu harus segera diobati. Cepat telungkup, biar kupijat sebentar untuk menurunkan panasmu.

Jelek-jelek begini aku pintar mijat lo..” perintahnya. Dan, mungkin karena aku merasa perlakuannya seperti ortu pada anaknya maka aku menurut. Aku tengkurap dan sebentar kemudian kurasakan pantatku dinaikinya dan punggungku mulai dipijat-pijatnya.

Tdk sebatas punggung, tapi tangannya juga ke arah pundak, leher, pinggang malah bergeser-geser ke kiri-kanan hingga kadang menyenggol sisi luar toketku. Aku diam saja, namun setelah aku merasa pantatku juga ditekan-tekan oleh pantatnya, mulailah aku tak tenang.

Pengalaman seksku dengan Pak N membuatku dapat merasakan manakala pria sedang naik nafsu syahwatnya. Demikian pula Pak Ranu saat itu. Pijatannya tambah berani. Dia mulai meremasi tetekku dan pantatnya menekanku keras-keras. Aku berontak namun tak berdaya.

“Pak! Jangan, pak!” seruku sambil berupaya menyingkirkan tubuhnya. Tapi mana mampu aku melawan tubuh besar kekar itu. Selain itu entah kenapa aku malah mulai ikut terangsang. Di antara perlakukan Pak Ranu sekilas-sekilas aku juga ingat perlakukan seks Pak N padaku. Uugghh.. aakk.. aakkuu.. malah jadi terangsang.

Aku tak berontak lagi ketika dasterku ditariknya ke atas hingga tinggal beha dan celana dalamku. Aku ditelentangkannya dengan posisi dia tetap mengangkangiku. Dibukanya t-shirt yg dipakainya juga piyama tidurnya.

Dan.. gila aku melihat tonjolan besar di balik celana dalam nya dan sejurus kemudian nampaklah si tongkat penggadanya yg panjang besar sekitar 20 cm dengan diameter 4 cm! Behaku direnggutnya kasar demikian pula celana dalamku. Tubuhku tak melakukan perlawanan apapun ketika ia menggumuliku habis-habisan.

Dan.. bless langsung aku disodok dan digenjotnya. Aku ingat pengalamanku dengan Pak N. Ingat bagaimana dia memerawaniku. Persis sama perlakuannya dengan Pak Ranu. Aku tak habis pikir sewaktu pahaku malah menjepit paha Pak Ranu dan.. menyambut gejokannya dengan putaran pinggulku. Syahwatku ikut terbakar!

Entah berapa lama Pak Ranu terus menggenjotku keluar masuk naik turun sambil mulutnya mengenyut-ngenyut tetekku. Aku hanya bisa menggeleng-geleng kenikmatan dan kelojotan merasai badai hempasannya sampai aku tak tahan lagi untuk menahan orgasme. Aku merinding lalu.. Cruut.. suur.. suur.. tubuhku berkejat-kejat menumpahkan mani.

Pak Ranu menggasakku lebih keras, tak peduli cairanku memperlicin jalannya. Mungkin hampir tak terasa karena besar dan panjangnya tetap mampu memenuhi liang V-ku. Sleebb slebb jlebb jleebb.. bunyi tusukan-tusukannya.

Mungkin sekitar 30 menit telah berlalu ketika aku orgasme yg kedua kali.. seerr.. seerr.. serr.. klenyer.. kembali aku terkejat-kejat sampai belasan kali. Sejurus kemudian hentakan Pak Ranu sedemikian keras menekanku. Dalam-dalam gadanya dibenamkan di V-ku lalu pantatnya berkejut-kejut sampai belasan detik. Lalu diam terbenam. Dia ejakulasi. Nafas kami tersengal-sengal.

“Kamu hebat, Nis,” bisiknya sambil mencium bibirku,

“Nanti lagi, ya,” katanya tak kumengerti.

Ia bangkit, mengenakan pakaiannya lalu keluar membiarkanku telentang telanjang di ranjang. Belum habis capeku digenjot Pak Ranu, masuklah Zaki ke kamarku.

“Permainanmu hebat banget, Nis. Aku juga mau dong..” katanya sambil mulai melepasi pakaiannya sampai bugil. Aku segera menutup tubuhku dengan selimut, tapi tak berguna karena sesaat kemudian ia sudah menarik selimutku juga tubuhku ke pelukannya.

“Jangan, Mas Zaki,” protesku tak berdaya.

“Tak apa, Nis. Papa bilang kamu sudah tak perawan lagi kan? He he he..”

“Jangan, mas..” tapi suaraku hilang ditelan bibirnya yg melumat ganas bibirku. Tangannya liar merayapiku sambil mendorongku kembali terjelepak di ranjang. Ciumannya menjalar menjulur dari bibir semakin turun.

Ke tetekku, putingku, perut, pusar, pubis sampai akhirnya sampai di V-ku. Menelusup lincah memasuki gua garbaku. Mengobok-obok dalamnya. Aku kembali teringat permainan Pak N. Namun yg ini lebih gila lagi.

Syahwatku jadi menggelegak mengikuti irama lidah Zaki. Dia memutar tubuh sampai kami 69, mengangsurkan zakarnya ke mulutku. Gila! Lebih panjang dan besar dibanding bapaknya. Tanganku tak mampu menggenggamnya dan mulutku tak mampu menampung seluruhnya. Paling hanya separuh yg masuk.

Maka perlombaan menjilat dan menghisap pun dimulai. Kami saling memuasi. Rasanya sampai berjam-jam waktu aku merasa harus menumpahkan maniku dan dijilatinya sampai tandas tuntas. Sementara milik Zaki masih tegar tegang meski licin oleh ludahku.

Kemudian ia memutar tubuhnya lagi dan menusukkan pentungannya ke memekku yg sudah agak kering. Preett..

“Iiih sakit, mas..,” desisku menggigit bibir dan memeluk punggungnya karena terasa batang penisnya masuk begitu dalam sampai aku kesakitan.

“Sabar, Nis. Sebentar lagi juga nikmat,” bisiknya.

Kupeluk punggungnya erat-erat ketika tubuhku terangkat karena sodokannya. Shlleeb shleeb shleebb.. batang penis besar itu menumbukku bagaikan alu menumbuk lesung.

Keluar masuk, naik turun, sampai cairan nikmatku mengalir lagi sehingga rasa sakit pun berkurang. Dan kenikmatanku bertambah manakala bulu dadanya menggesek-gesek putingku. Pahaku semakin menganga lebar. Mataku terpejam-pejam menikmati remasan dan belaian tangan kekarnya di sekujur tubuh.

“Akh.. akhu mau keluar, Nis..” Lalu jreet.. jreet.. jroot.. jrot.. jrut.. pantatnya menyentak-nyentak. Tubuhnya kaku menegang ketika spermanya menyemprot rahimku sampai basah kuyup. Semprotannya kuat sekali.

“Akk.. aku bisa hamil, mas,” desisku puas karena aku juga orgasme lagi.

“Jangan kuatir, Nis, kami punya obat pencegah hamil,” jawabnya sambil menggulirkan tubuhnya ke sisi. Dan.. belum Zaki turun dari ranjang, si Arga sudah ganti menaikiku. Tubuhnya sama atletis dengan Zaki. Tapi gayanya lebih liar.

Begitu Zaki keluar kamar, akupun diangkatnya supaya menduduki batang penisnya lalu disuruh menungganginya kencang-kencang. Tangannya ikut memegangi pinggangku dan melontarkanku naik turun. Zakarnya juga menyodok ke atas setiap pantatku turun.

Gila! Tubuhku seperti mainan. Tangannya berpindah ke tetekku dan meremasinya sampai aku mendesis-desis, antara sakit dan nikmat. Hancur rasanya memekku digempur bapak dan dua anaknya yg batang penisnya berukuran luar biasa. Dan.. aku kembali orgasme justru saat tubuhku dilontar ke atas, sehingga punggungku agak meliuk ke bawah merasakan tersalurnya syahwatku untuk kesekian kali.

“Sudah, mas, cukup..” pintaku karena kelelahan. Namun Arga tak menggubris.

“Aku belum cukup, Nis. Kau harus bisa mengeluarkan spermaku baru aku puas..” Dan lemparannya masih terus berlangsung hingga setengah jam lagi.

Sampai akhirnya dia berhenti lalu tangannya menekan pinggangku lekat-lekat ke zakarnya, kemudian terasa pantatnya melonjak-lonjak menyemburkan cairan hangat. Lagi-lagi rahimku disemprot sperma hasil ejakulasi. Tak terasa sperma bapak dan dua anaknya memenuhi lubang memekku.

Pintu kamarku terbuka dan masuklah Pak Ranu dan Zaki sambil membawa segelas minuman. Keduanya telanjang.

“Minumlah ini, Nis, biar kamu nggak hamil,” Pak Ranu menyerahkan gelasnya padaku. Akupun meminumnya tanpa pikir panjang, karena aku benar-benar takut hamil dan haus sekali setelah melayani tiga majikan ini berjam-jam.

Rasanya seperti minuman kuning yg tadi kuminum. Badanku jadi hangat lagi dan.. gairahku bangkit lagi. Aku jadi sadar pasti minuman ini dibubuhi obat perangsang. Tapi kesadaranku segera hilang ketika merasa tubuhku ditunggingkan oleh Zaki. Kemudian..

Ya, malam itu secara brutal ketiga orang itu mengerjaiku semalam suntuk tanpa istirahat sejenakpun. Mereka bergantian menyemprotkan sperma di rahimku, di perut, wajah, mulut sampai telinga dan rambutku juga. Aku mandi sperma.

Dan entah berapa kali akupun mengalami orgasme yg selalu mereka telan bergantian. Tak jarang ketiga lubangku mereka masuki bersama-sama. Lubang mulut, memek dan anusku. Tubuhku jadi ajang pesta mereka hampir 10 jam lamanya, toh selama itu aku tak merasa capai. Mungkin gara-gara minuman berkhasiat itu?

Pagi hari Bu Hesti datang dan menyeka tubuhku yg lemas lunglai tak mampu bangun.

“Maaf, Nis. Aku sudah tak mampu melayani suamiku yg hiperseks sehingga aku mencari orang pengganti,” ceritanya.

Mataku masih terkantuk-kantuk karena pengaruh obat perangsang. “Moga-moga kamu betah disini, dan kami akan bayar berapapun yg kamu minta..” lanjutnya.

“Aa.. apa sudah pernah ada pembantu yg dibeginikan, bu?” tanyaku lirih.

“Sudah, Nis. Tapi kebanyakan hanya bertahan dua hari.. lalu minta pulang. Aku harap kamu kuat, Y Nis. Aku akan sediakan obat-obatan untukmu.. Ini minumlah obat untuk menguatkan dan membersihkan rahimmu,” dia mengangsurkan sebotol obat yg namanya tak kumengerti karena berbahasa asing.

“Hari ini kamu boleh istirahat seharian,” lalu dia keluar kamar.

Aku pun tertidur lelap. Baru siang hari bangun untuk mandi dan makan. Bu Hesti melayaniku seperti anaknya sendiri.

Kami tak banyak berbicara. Selesai makan aku kembali ke kamar. Membersihkan ranjang, mengganti sepreinya yg penuh bercak sperma dan mani. Lalu aku tidur lagi. Sampai jam makan malam tiba dan aku diundang untuk makan bersama lagi, dan minum cairan kuning emas itu lagi. Dan..

“Nis, kamu sudah kuat untuk melayani kami lagi nanti malam kan?” Tanya Pak Ranu sambil senyum kepadaku. Aku bingung dan memilih diam.

“Kamu jangan kuatir hamil, Nis. Obat kami sangat mujarab,” lanjut Zaki.

“Pokoknya selama di sini, kita mencari kenikmatan bersama Nis,” sambung Arga sambil menyeringai nakal.

Jadilah, akhirnya hampir setiap malam sampai pagi aku melayani ketiga ayah beranak yg gila seks itu. Untung staminaku, dibantu obat-obatan pemberian Bu Hesti, cukup kuat untuk menanggung kenikmatan demi kenikmatan itu.

Hingga dua bulan lamanya aku “dikontrak” mereka, sampai akhirnya mereka mulai bosan dan ingin mencari wanita lain. Aku diberi banyak uang ketika meninggalkan rumah mereka.

Post By : PokerAstro.com


Bandar Ceme Online - Villa ”golden olive” adalah salah satu villa mewah di kawasan puncak bogor yg dimiliki oleh Hobert Dominguas. Tak hanya mewah , villa ini pun cukup luas dgn bebebrapa bagiannya masih berupa areal pepohonan yg rimbun memberikan nuansa asri dan hijau. Bangunan utamanya cukup besar dan berjarak cukup lumayan dari pintu gerbang.

Semenjak tewasnya aceng , Ny. Dominguas memutuskan untuk membawa Donita ke villa ini . Perempuan itu hingga saat ini masih tak sadarkan diri karena penyakit misterius , dan Ny. Dominguas bersikukuh untuk tak membawa Donita ke rumah sakit . 

Enam orang anak buah kepercayaan keluarga Dominguas menjaga villa tersebut , dua orang di pintu gerbang , dua orang di dalam dan dua orang lagi berpatroli di sekeliling villa.Mereka semua adalah orang orang terlatih yg tak hanya jago berkelahi tetapi juga piawai menggunakan senjata api. Aldo dan roy saat itu mendapat giliran berpatroli , aldo menyusuri sektor barat villa sedangkan roy di sektor timur.




Agen Domino Terpercaya - “roy…bagaimana situasi timur..over….” aldo menghubungi rekannya
“timur aman…bagaimana barat ..over….” roy menjawab
“all clear …tetap siaga saja..over and out..” aldo memutuskan komunikasi

Malam itu cuaca sepertinya cukup bersahabat walau agak berawan , secercah cahaya bulan membuat areal villa tak terlalu gelap. Sektor barat yg sedang aldo telusuri sebagian besar wilayahnya masih banyak pepohonan yg rimbun , pada siang hari memang terlihat asri tetapi di malam hari terasa agak menyeramkan. Aldo menyorotkan senternya ke segala arah mencari sesuatu yg mencurigakan , walau dalam hati ia tak begitu yakin akan ada orang yg bisa menyusup masuk ke dalam villa ini.

Tiba tiba suara gemerisik diantara pepohonan menghentikan langkah aldo , ia menajamkan pendengarannya. Suara gemerisik itu terdengar lagi bahkan kali ini diakhiri dgn suara benturan keras pada sebuah pohon besar , terlihat pohon itu bergetar dan daunnya berjatuhan. Sesaat aldo bermaksud untuk menghubungi rekannya , tetapi ia mengurungkan niatnya dan memeriksa sumber suara itu sendiri karena bisa saja itu hanya binatang malam.

Aldo bergegas mendekati pohon tadi , senternya disorotkan ke segala penjuru , waspada seandainya ada yg menyerangnya walau hanya binatang , aldo mencabut pistolnya. Suara gemerisik itu terdengar lagi , kali ini dari atas pohon , aldo mengarahkan senter dan pistolnya ke arah suara.

“ooo…shit….!!!” Aldo terkejut. Di salah satu batang pohon berdiri sesosok pocong dgn kain kafan lusuhnya , sorot lampu senter yg menyinari wajah pocong itu membuatnya semakin terlihat menyeramkan.

Walau terkejut tetapi nalurinya sebagai bodyguard yg terlatih untuk tak takut apapun membuatnya bersiap menyerang pocong itu menggunakan pistolnya. Suara tembakan memecah keheningan malam saat aldo memuntajkan pelurunya , ia tak berhenti menembak sampai pistolnya berbunyi klik tanda peluru habis. Seluruh peluru aldo tepat mengenai pocong itu , masih di tempatnya semula pocong itu terlihat limbung , lalu bergoyg ke depan dan belakang seperti mainan anak anak sebelum akhirnya melayg jatuh.

Aldo terus menyoroti pocong itu saat melayg jatuh , tetapi ketika hanya tinggal beberapa senti dari tanah , gerakan pocong itu berubah . ia tak terus melayg jatuh , tapi jutru melayg terbang langsung ke arah aldo dan langsung menggigit leher lelaki malang itu yg sama sekali tak menygka akan terjadi hal seperti ini. Aldo pun tewas kehabisan darah dan pocong itu pun melesat menghilang.

Agen Poker Terpercaya - Dari dalam ruangan tempat Tekin dan Sam berjaga , tepatnya di depan kamar Donita , suara tembakan pistol Aldo jelas sekali terdengar. Mereka pun segera waspada dan menyiapkan pistolnya.

“aldo..roy..ada masalah….over…???”
tak ada jawaban
” aldo..roy…do you copy…over…??? “ tetap tak ada jawaban
“gerbang..gerbang….apa ada masalah….??” Penjaga gerbang pun tak menjawab
“gimana sam..?? “ Tekin bertanya pada rekannya
“ada yg gak beres nih…coba kamu periksa nona Donita apa masih aman..?? “ jawab sam

Tekin membuka pintu kamar Donita dgn hati hati , ia tak masuk ke dalam dan hanya melongok saja di pintu . Donita masih terbaring dgn damainya . Tekin berlama lama memandangi Donita , bukan untuk memastikan keamanannya melainkan sekedar menikmati kecantikannya yg bagaikan putri salju. Baru beberapa saat kemudian ia menutup pintu kembali.

Saygnya atau untungnya , Tekin tak masuk ke dalam kamar , karena jika ia lakukan itu maka ia akan melihat sosok pocong yg berdiri di balik pintu kamar.
Tiba tiba terdengar suara gedombrangan dari arah dapur , seperti ada yg mengamuk dan membanting banting peralatan dapur. Sam dan Tekin saling berpandangan , sikapnya semakin waspada , pistol mereka siap ditembakkan kapan saja.

“biar gue periksa….!!!” Kata sam sembari bergerak berhati hati menuju dapuryg terletak di bagian belakang villa.

Sesampainya di dapur ia tak menemukan siapapun disana , tetapi kondisi dapur seperti baru saja terkena ledakan bom , sangat beranTekinn. Panci , wajan dan peraltan dapur lain berserakan di lantai , meja dan kursi semuanya terguling dan di beberapa sudut dapur terlihat pecahan pecahan gelas dan piring. Sam melangkah dgn hati hati diantara peralatan dapur yg berserakkan di lantai , ia bermaksud mengecek pintu belakang. Dan anehnya pintu belakang masih terkunci rapat.

Hal ini membuat Sam bingung , siapa yg meng acak acak dapur dan kemana dia pergi , pintu belakang masih terkunci , sementara jika ia lari ke dalam pasti akan bertemu dgnnya. Dalam kebingungannya , tiba tiba ia mendengar suara tembakan dari ruang depan.

“shit…Tekin….!!!” Sam segera berlari menuju kamar Donita , tetapi kali ini ia tak hati hati hingga tersandung kursi yg terbalik di lantai , badan sam pun melayg meluncur jatuh menimpa perabotan yg berserakan di lantai. Sumpah serapah pun keluar dari mulut sam.

Tetapi mengabaikan rasa sakitnya , ia segera memungut kembali pistolnya yg terjatuh dan bergegas menuju kamar Donita. Sesampainya di depan kamar , ia menemukan Tekin sudah tergolek tak bernyawa di lantai. 

Mendapati rekannya sudah tak bernyawa , dgn kekuatan penuh sam menendang pintu kamar dan langsung menyerbu masuk . Pintu kamar terbuka dgn keras , sam melompat masuk dan mendapati empat orang tak dikenal sedang merubungi Donita yg masih terbaring di tempat tidur.


Agen Poker Uang Asli -
“jangan bergerak….!!!” Sam berteriak sembari mengacungkan pistolnya.

Empat orang itu yg ternyata adalah pak Mahmud , abdul , Misro dan udin . Semuanya terdiam tak bergerak sembari menatap Sam.

“siapa kalian..???” teriak Sam lagi Pak Mahmud hanya tersenyum dan bergerak mendekati Sam.
“Diam di tempat pak tua…!!!”
Pak Mahmud menghentikan langkahnya , dan sembari tetap tersenyum ia menunjuk ke arah langit langit kamar.

Curiga pak Mahmud sedang menipunya , Sam tak mempedulikan arah yg ditunjuk pak Mahmud. Dan akibatnya sungguh fatal , sam tak melihat sosok pocong meluncur turun dari atas dgn posisi terbalik , ia baru menyadarinya saat wajah pocong itu sudah berhadapan langsung dgn wajahnya. Selain menyeramkan , wajah pocong itu juga mengeluarkan bau busuk yg membuat sam limbung ke belakang.

Secepat kilat pocong itu menyambar wajah sam dan mengigit hidung lelaki itu. Rasa sakit dan ketakutan yg menjadi satu membuat sam secara refleks menodongkan pistol ke bagian belakang kepala pocong itu lalu tanpa ragu menarik pelatuknya. Dan sebutir peluru meluncur menembus pocong sekaligus kepala sam , ia tewas oleh pelurunya sendiri.

Setelah sam tewas , si pocong meluncur kembali ke atas dan menghilang. Abdul cs bergidik ngeri melihat semua kejadian itu , mereka bersyukur karena pocong itu ada di pihak mereka. 

Pak Mahmud kini kembali menghampiri Donita, keempat lelaki itu menatap Donita yg tertidur dgn pandangan penuh nafsu. Betapa tak.., Donita tertidur dgn pakaian tidur yg potongan dadanya cukup rendah sehingga setengah dari payudaranya tersembul keluar , bentuk puting yg tercetak disana menandakan Donita tak mengenakan Bra.

Pak Mahmud menyingkap bagian bawah baju tidur Donita , pahanya yg begitu mulus sungguh menggoda , apalagi kemaluannya yg masih tertutup celana dalam sungguh membuat penasaran. Pak Mahmud mengambil sebuah lintingan tembakau dari sakunya , dgn sigap Abdul membantu menyalakannya .

Pak Mahmud menghisap lintingan tersebut layaknya rokok , lalu menghembuskan asapnya ke sekujur badan Donita . Dihisapnya lagi lintingan itu , dan kembali asapnya dihembuskan ke badan Donita. 

Tujuh kali ia melakukan hal tersebut. Dan sungguh ajaib , pada hembusan ketujuh jari jemari Donita mulai terlihat bergerak , matanya perlahan mulai terbuka walau pandangannya masih kosong.

“Donita….bangunlah nak….bangunlah….” perintah pak Mahmud . bak terhipnotis Donita bangkit dari tempat tidur dan berdiri
“Donita…saya pak Mahmud.., dan kamu akan mengikuti semua perintah saya “
“iya..pak Mahmud” rupanya asap tadi tak hanya membangunkan Donita tetapi juga menghipnotisnya .

Pak Mahmud berjalan mengitari Donita yg sedang berdiri , sisa lintingannya terus ia hisap dan asapnya dihembuskan pada Donita , hingga benar benar habis. 

Setelah habis ia kembali berdiri di hadapan Donita , ditatapnya sejenak wajah cantik perempuan itu lalu tali bahu baju tidur Donita ia turunkan dua duanya sehingga pakaian tersebut langsung meluncur jatuh ke lantai.

Tak ada respon apapun dari Donita , yg bereaksi justru abdul , Misro dan udin . nyaris bersamaan mereka menelan ludah saat melihat keindahan lekuk lekuk badan Donita yg sudah terbuka , hanya tinggal celana dalam saja yg menempel pada perempuan itu. 

Pak Mahmud pun segera melepas pakaian, dan hanya menyisakan juga celana dalamnya. Dirangkulnya badan Donita , dan ia langsung mencium bibir perempuan itu.

Donita ternyata merespon dgn liar saat pak Mahmud menciumnya , lidah mereka saling bertaut. Sembari berciuman dgn panasnya , tangan pak Mahmud menyusup masuk ke dalam celana dalam Donita , jari jemarinya bermain dgn nakalnya di kemaluan perempuan itu , permanianan lidah Donita makin liar tanda ia mulai terangsang.

Pak Mahmud kemudian menurunkan celana dalam Donita , sehingga badan perempuan cantik itu kini benar benar polos. Dan kembali tiga begundal hanya bisa menelan ludah ,walau kemaluan mereka sudah menegang dan nafsunya sudah mulai naik tinggi , tetapi tak ada seroangpun yg berani mendekat apalagi menyentuh Donita tanpa seizing pak Mahmud.

“Donita ..buka celana bapak…” perintah pak Mahmud.

Perempuan itu segera berlutut dan tangannya hendak membuka celana dalam pak Mahmud , tetapi tiba tiba lelaki tua itu mencegahnya.

“jangan pakai tangan, .pakai mulut…” kata pak Mahmud.

Sungguh pemandangan yg erotis saat seorang wanita muda nan cantik berkulit putih mulus , berlutut membuka celana seorang lelaki tua berkulit butek hanya dgn mulutnya.
Sentuhan bibir Donita saat melepas celana , memberi sensasi tersendiri bagi pak Mahmud. Setelah celana pak Mahmud terbuka, tanpa diperintah dgn spontan Donita meraih kemaluan lelaki tua itu dan mulai melakukan oral sex dgn sangat ahli. Lidahnya menjilati dan melingkari kepala kemaluan itu untuk beberapa saat , kemudian turun menyusuri batangnya dari atas ke bawah kembali lagi keatas begitu sterusnya berkali kali.

“oughh..ternyata kamu jago nyepong juga….” Pak Mahmud sungguh tak menygka Donita bisa selihai ini.

Donita kini mulai melakukan kuluman , dimulai dari kepalanya yg mirip jamur , lalu berlanjut hingga hampir seluruh kemaluan itu masuk kedalam mulutnya. Jilatan , hisapan dan kuluman mulut Donita ternyata begitu membuat pak Mahmud terbuai. 

Bisa dibaygkan apa yg terjadi dgn abdul , Misro dan udin . mereka hanya bisa menonton dgn air liur menetes , beberapa kali mereka terlihat membetulkan celana masing masing yg makin terasa sempit.

Tak tahan lagi dgn sepongan Donita , pak Mahmud menyuruhnya berdiri , diangkatnya badan perempuan itu lalu dibaringkan di kasur. Pak Mahmud mulai menindih badan Donita , kemaluannya ia bimbing ke liang kemaluan , ia dorong pantatnya maju dgn perlahan.

“aaaaahhhh….”

Donita mendesah saat kemaluan pak Mahmud mulai menyeruak masuk ke dalam kemaluannya. Pak Mahmud terus mendorong kemaluannya hingga amblas seluruhnya , lalu ditariknya sedikit dan didorong lagi. 

Setiap gesekan kemaluan pak Mahmud selalu direspon dgn desahan dan erangan kenikmatan oleh Donita . 

Pak Mahmud mulai melakukan genjotan dari perlahan hingga makin cepat . Badan Donita terguncang guncang , kepalanya mendongak ke atas , payudaranya bergoyg goyg begitu menggoda , begitu erotis.

“aahh..ahhh….ooohh….aaahhhh…”

Desahan dan erangan keluar dari mulut Donita , membuat pak Mahmud kian bernafsu , ia hentikan goygan payudara Donita dgn mulutnya , puting susu perempuan itu ia kulum dan sesekali digigit dgn lembut. 

Donita pun menjadi kian bernafsu , pinggulnya ikut bergoyg mengimbangi gerakan pak Mahmud. Badan mulus Donita kini basah oleh keringat , genjotan pak Mahmud kian lama kian gencar.

“aahh…oohhh…ahhh….sssh….aahhhh….”
“ooohh….oohhh…aaahhh…ahhhh…..”

Akhirnya setelah beberapa lama , Donita mencapai puncak kenikmatan. Badannya melengkung , kakinya menendang nendang bagai bayi ,kemaluannya berdenyut denyut. 

Dan tak lama berselang , pak Mahmud mencapai orgasme juga , semburan sperma dgn deras menyembur mengisi rahim Donita. Badan keduanya pun melemas , nafas Donita terengah engah seperti habis melakukan sprint , payudaranya bergerak naik turun.

Trio abdul , Misro dan udin hanya bias melongo dgn air liur menetes menyaksikan adegan tersebut , mengingatkan kita pada trio dono , kasino dan indro saat melihat perempuan cantik. 

Bandar Ceme Terbaik - Pak Mahmud kemudian membawa Donita yg masih dalam pengaruh hipnotis ke kamar mandi , terdengar bunyi shower saat mereka di dalam. Hanya beberapa menit saja mereka di dalam , dan saat keluar Donita sudah tampak lebih cantik dan segar. Salah satu pemandangan yg enak dilihat adalah saat seorang perempuan cantik baru saja selesai mandi.

Pak Mahmud memakai kembali pakaiannya , juga Donita yg kembali mengenakan pakaian tidurnya. Lelaki tua itu lantas memberi tanda pada Misro dkk untuk segera pergi dari sana. 

Mereka membawa Donita ke sebuah taksi yg terpakir di luar villa. Taksi itu dibawa oleh abdul dan bukan taksi biasa, melainkan taksi yg memang dirancang khusus untuk melakukan kejahatan.

Abdul adalah anggota komplotan yg sering melakukan perampokan pada penumpang taksi , dan jelas sebagian besar korbannya adalah wanita. Modusnya dgn membawa korban ke daerah sepi dimana anggota lain sudah menunggu untuk menyergapnya dan mengambil seluruh harta benda milik si korban. Dan tak jarang jika korbannya lumayan cantik , dipastikan ia akan mengalami pelecehan seksual bahkan pemerkosaan . yg pasti seorang mahasiswi cantik pernah terenggut kehormatannya di taksi itu.

Sebuah mobil BMW biru melaju agak kencang menembus malam menuju villa “golden olive”. Herman sendirian mengemudikan mobil itu , kepalanya bergoyg goyg seirama dgn musik linkin park yg bergaung dari audio systemnya. Ia berniat menemui Donita disana karena kebetulan selama tiga hari ke depan jadwal kuliahnya kosong.

Herman sebenarnya merasa heran , kenapa ibunya Donita tak mau membawa anaknya ke rumah sakit , malahan dibawa ke villa keluarga di bogor. Setaknya hal ini sedikit merepotkan Herman jika hendak menemui Donita , karena harus pergi ke luar kota.

Selain itu Herman juga heran dgn penyakit Donita yg bahkan dokter pun tak bisa mendiagnosanya. Sebersit pemikiran sempat terlintas di benaknya , jika penyakit Donita mungkin berhubungan dgn kasus pemerkosaan yg pernah Herman saksikan dulu , tetapi dimana hubungannya ia tak tahu. Mobil Herman sudah memasuki jalan kecil yg berujung di villa “golden olive”.

Sesampainya di gerbang villa , Herman merasa curiga melihat gerbang yg terbuka lebar dan tak seorangpun penjaga yg terlihat. Ia pun menghentikan mobilnya di depan pos penjagaan dekat pintu gerbang. Dgn berhati hati , Herman keluar dari mobil dan memeriksa pos penjagaan. Saat melongok ke dalam ia terkejut melihat dua orang penjaga telah tewas dgn luka gigitan dileher.

Perasaan Herman mulai tak karuan , ia menkhawatirkan keselamatan Donita. Belum sempat Herman kembali ke mobilnya , sebuah taksi melaju kencang ke arahnya . Tetapi karena sedikit terhalang oleh mobil Herman saat hendak berbelok ke luar villa , laju taksi itu melambat dan saat itulah Herman melihat jika kekasihnya dalam bahaya , ia masih hafal wajah orang orang yg bersama Donita adalah wajah para pemerkosa suster asti. Sontak Herman berlari mengejar taksi yg sudah berbelok ke luar villa itu.

“Woiii…berhenti looo…!!!!!!” teriak Herman sembari terus berlari mengejar taksi yg kian menjauh.

Herman semakin mempercepat larinya sampai akhirnya nafasnya pun habis , sementara taksi yg menculik Donita semakin menjauh saja. Herman terdiam dan berhenti untuk mengatur nafasnya kembali dan saat itulah ia baru menyadari kebodohannya mengejar mobil itu dgn berlari. Ia pun bergegas berbalik menuju villa , tak lama kemudian sebuah BMW biru melaju kencang mencoba mengejar taksi tadi. Butuh waktu beberapa menit sampai akhirnya Herman berhasil mengejar dan menguntit taksi itu tepat dibelakangnya.

“dul…orang yg tadi dul…..” Misro memperingatkan abdul saat melihat mobil Herman telah berada di belakangnya.
“iya…gue tahu..gue tahu….!!!” Jawab abdul sembari terus melirik ke kaca spion.

Donita yg masih berada dalam pengaruh gendam pak Mahmud tak bereaksi apa apa , tatapan matanya kosong lurus ke depan. Satu peluang dilihat Herman , ia menabrak bagian belakang taksi itu sehingga lajunya menjadi sedikit oleng.

“anjjiiiiinggg……!!!!!” abdul memaki sembari berusaha mengendalikan taksinya.

Suara decitan rem dan gesekan ban dgn aspal jalan memecah kesunyian malam atau mungkin tepatnya dini hari di jalanan yg sepi itu. Abdul berhasil mengendalikan taksinya kembali , dan kini lebih mewaspadai setiap gerakan yg dibuat Herman.

Ia melihat mobil Herman berusaha menyusul dari kanan , maka taksinya bergerak ke kanan untuk menghalangi , begitupun saat mobil Herman bergerak ke kiri dgn sigap abdul menghalanginya. Kedua mobil itu meliuk liuk di jalanan yg sepi mencoba saling menyusul dan menghalangi. Abdul tersenyum penuh kemenangan karena Herman tak juga berhasil mendahuluinya. Sebaliknya pada Herman , ia mulai frustasi dgn situasi ini.

Kesempatan Herman untuk menyusul akhirnya datang juga , sebuah truk besar melintas dari arah berlawanan , cahaya lampunya menyilaukan mata abdul dan membuatnya lengah. Celah ini dimanfaatkan Herman untuk bergerak ke sisi kanan sesaat setelah truk itu melintas. Abdul yg terkejut melihat mobil Herman sudah berada di sampingnya , spontan membanting setir ke kanan dan Herman pun menyambutnya dgn membanting setir ke kiri.

Akibatnya kedua samping mobil itu berbenturan dgn kerasnya , walaupun keduanya masih tetap melaju dgn posisi berdampingan. Dalam posisi mobil berdampingan , Herman sekilas berusaha melirik Donita yg berada di jok belakang. Entah sengaja memanasi atau tak , Misro dan udin terlihat sedang menciumi leher Donita sembari meremas payudaranya. Baju tidur perempuan itu sudah melorot ke bawah.

Walau Cuma sekilas tetapi hal itu cukup untuk membuat Herman mendidih penuh amarah , diinjaknya pedal gas lebih dalam , ia akan menghadang taksi itu agar berhenti. Dan Herman pun hampir saja berhasil mendahuluinya , ketika tiba tiba ada sesuatu yg melayg dari atas dan jatuh menghalangi laju mobilnya. Refleks Herman menginjak rem , decitan ban mobil terdengar menyayat telinga. Taksi abdul sudah semakin menjauh meninggalkannya.

Saat Herman hendak mengejar kembali , ia baru menyadari dan terkejut melihat benda yg tadi menghalanginya. Benda itu ternyata adalah sesosok mahluk yg menyeramkan , terbungkus kain kafan lusuh dgn ikatan di atas kepalanya.

“pocong..???!!!!”

Herman terkejut karena baru pertama kali melihat langsung sosok pocong. Rasa takut sempat terbersit melintas di hati Herman , tetapi saat teringat jika Donita tengah digeraygi oleh para penculiknya , ketakutan itu langsung sirna. Herman memundurkan mobilnya , lalu pedal gas ia injak dgn keras sehingga mobilnya melesat ke depan dgn kecepatan penuh menabrak pocong dihadapannya sehingga terpental ke atas dan tak terlihat lagi.

Herman melirik kaca spion dan tak ada tanda tanda pocong tadi muncul lagi Mengira pocong itu telah pergi , ia kini kembali focus pada pengejaran . Tetapi tiba tiba , terdengar suara benturan di sisi kanan mobilnya . dan sungguh terkejut Herman saat melihat pocong tadi kini menempel disana dgn wajahnya yg menyeramkan menekan pada kaca jendela.

“setan goblog…!!!!”

Herman berseru menutupi rasa kaget dan paniknya. Konsentrasinya kini terpecah antara mengemudi dan berjaga jaga seandainya pocong itu melakukan sesuatu. Kepanikan kian menderanya saat pocong itu membenturkan wajahnya ke kaca jendela berulang ulang seolah hendak memecahkannya. Dgn panik , Herman mengemudikan mobilnya zig zag ke kiri dan ke kanan , berharap pocong itu terpental jatuh. Tetapi usahanya sia sia , karena pocong itu tetap bertahan disana.
Petaka bagi Herman terjadi saat mobilnya melintasi sebuah jembatan yg berada di atas sebuah sungai besar dgn arus deras dan kelihatannya juga cukup dalam. Konsentrasi Herman terlalu terfokus pada pocong di kanan mobilnya , sehingga ia tak menyadari jika di jok belakang muncul satu pocong yg lain. Pocong di jok belakang tanpa basa basi lagi langsung menggigit bahu kiri Herman.
“aaaaaarrrrggghhh….” Herman berteriak kesakitan.

Gigitan pocong itu bukan saja terasa sakit tetapi juga panas , bahunya serasa ditusuk oleh besi tajam yg panas membara. Rasa sakit di bahunya membuat ia tak mampu lagi mengendalikan mobilnya , BMW biru itu mulai oleng tak terkendali hingga akhirnya menabrak pagar pembatas jembatan, dan meluncur jatuh ke sungai yg mengalir deras di bawahnya. Mobil Herman sempat terlihat untuk beberapa detik sebelum akhirnya hilang tertelan derasnya sungai dan gelapnya malam. Pak Mahmud dan yg lainnya menyaksikan jatuhnya mobil Herman dari ujung jembatan.

“biar mampus loo..!!!!” teriak abdul puas
“hmm..bagus …bento dan parjono telah menjalankan tugas dgn baik..” kata pak Mahmud , “ ayo..kita lanjutkan perjalanan”.

Taksi abdul kembali bergerak menuju rumah pak Mahmud , mereka akan beristirahat sejenak disana sebelum melanjutkan perjalanan ke desa watu ireng , tempat dimana abdul , udin dan Misro akan terbebas dari kejaran arwah suster asti yg pernah mereka perkosa dulu. Di jok belakang , Donita yg masih terpengaruh gendam ,diapit oleh Misro dan udin. Belum sadarnya Donita , tentu menjadi kesempatan bagi dua orang itu untuk menggerayginya. Saat abdul melirik ke belakang , Donita ternyata sudah bugil tanpa sehelai benangpun.

Udin dgn asyiknya menjamah payudara perempuan itu begitu pula Misro , mereka saling berbagi payudara. Donita hanya merintih pelan saat kedua payudaranya menjadi mainan , putingnya ditarik , dipilin , dan digigit dgn lembut.

Abdul terus mengemudikan taksinya dgn menggerutu , ia iri pada dua temannya yg sedang ayik menggumuli perempuan cantik anak konglomerat terkenal di jok belakang. Apalagi saat suara rintihan dan desahan Donita kina kentara , abdul menoleh ke belakang , dan Misro terlihat dgn penuh nafsu menancapkan kemaluannya ke kemaluan Donita , smentara udin merangkul Donita dari belakang dgn tangan yg terus meremas remas payudara montok perempuan itu.

“gawat…!!!!.polisi……!!!!” abdul berteriak panik

Sontak Misro dan udin menghentikan aksinya , pakaian Donita mereka kenakan kembali padanya . Taksi mereka saat itu sudah hamper sampai di rumah pak Mahmud , tetapi ternyata disana sudah banyak polisi dan kerumunan orang yg ingin tahu. Abdul segera membelokkan taksinya ke tempat yg aman dan tersembunyi.

“ki , apa kita ketahuan…??” Tanya abdul
“hmmm..sepertinya tidak….” Jawab pak Mahmud ,” din , coba kamu kesana cari tahu ada apa”
Sebenarnya udin enggan dan takut , tetapi ia tak berani membantah pak Mahmud. Dgn sedikit gugup , udin keluar dari taksi lalu pergi mendekati rumah pak Mahmud.Setengah jam kemudian ,barulah udin kembali dgn wajah panik.

“ada apa din..?” Tanya abdul
“gawat ki ..gawaattt..!!!” suara udin terdengar gemetar
“gawat kenapa..??”
“perempuan yg kemarin aki tidurin ., lapor ke polisi..!!!”
“perempuan….yg mana..??”
“itu..yg mukanya kayak orang jepang…!!”
“Miskha maksudnya…??”
“iya itu…..”

Pak Mahmud terdiam , ini pertama kalinya ada korban yg melapor pada polisi. Selama ini pak Mahmud dgn samarannya sebagai penjaga sekolah , sudah meniduri banyak guru dan murid perempuan di sekolahnya , dan tak ada seorangpun yg berani lapor ke polisi.

“kalian punya tempat untuk kita bersembunyi sementara..??” Tanya pak Mahmud kemudian.
“rumah saya aman , ki..” jawab abdul cepat.
“bagus….kita bersembunyi disana sementara waktu, “ pak Mahmud terlihat geram. “ dan kamu Miskha….dasar anak nakal , kamu akan rasakan akibatnya”.

Keluarga Miskha merupakan keluarga yg hangat akrab dan harmonis. Ayah Miskha adalah seorang diplomat dan juga pejabat penting di negeri ini , sementara ibu Miskha yg asli jepang mempunyai usaha restoran masakan jepang yg tersebar di Jakarta , bandung dan bali. Walau saling sibuk , mereka semua sangat akrab dan dekat. Setiap ada kesempatan berkumpul bersama , selalu dimanfaatkan untuk saling berbagi dan bercerita.

Itulah sebabnya , saat suatu hari Miskha yg biasanya periang dan ceria tiba tiba berubah menjadi pemurung dan terus mengurung diri di kamar , orang tuanya merasa khawatir. Mulanya kedua orang tua Miskha kesulitan mengorek keterangan darinya , karena Miskha memilih diam seribu bahasa. Tetapi lama kelamaan Miskha tak tahan juga dgn beban yg menghimpitnya , ia pun bercerita jika kehormatannya telah direnggut penjaga sekolahnya sendiri.

Tak terbaygkan betapa murkanya ayah Miskha mendengar hal tersebut , dalam hitungan detik ia telah memanggil polisi. Kedudukan ayah Miskha sebagai orang penting dan berpengaruh di Indonesia membuat polisi pun bergerak cepat mengejar pak Mahmud , saygnya atau untungnya mereka tak berhasil menemukannya.

Miskha merasa sedikit lebih lega setelah menceritakan kejadian yg menimpanya pada orangtuanya , walaupun ia belum kembali ceria seperti sedia kala. Miskha masih sering termenung dan berdiam diri kadang kadang menangis pelan. Ternggutnya kehormatan dirinya oleh penjaga sekolah merupakan pengalaman traumatis baginya.

Malam itu Miskha duduk di depan cermin dalam kamarnya , menatap pantulan baygan perempuan cantik dihadapannya. Tanpa bermaksud narsis , Miskha menyadari jika dirinya memang cantik , dan bukan hanya sekedar cantik , gen ibunya yg orang jepang membuat kecantikan wajahnya mempunyai nilai plus dibandingkan kecantikan teman sebayanya. Semenjak SD hingga SMA sekarang , Miskha selalu menjadi yg tercantik di sekolahnya.

Wajah Miskha yg putih mulus dgn sedikit nuansa jepang , membuat lelaki manapun betah memandanginya. Badannya yg ramping ideal dihiasi oleh payudara yg terbentuk begitu bulat sempurna. Di usianya yg ke-17 , payudaranya terlihat begitu ranum , indah dan menggoda. Dalam keadaan tertutup saja , bukit kembarnya sanggup membuat lelaki normal yg melihatnya naik birahi. Air mata Miskha mengalir mengingat kini badannya sudah kotor dijamah lelaki bejad.

Dulu Miskha begitu bangga dgn keindahan badan dan kecantikan wajahnya , tetapi kini sedikit penyesalan mulai tumbuh. Seandainya saja , wajah dan badannya biasa biasa saja , mungkin pelecehan seksual itu tak akan terjadi. Miskha beranjak dari depan cermin karena perutnya terasa lapar. Beberapa menit lalu , bi sumi , pembantu di rumahnya membawakan sepring nasi goreng dan segelas susu , yg diletakkan di meja samping tempat tidur.

Dgn enggan Miskha meraih piring nasi goreng lalu duduk di sisi tempat tidur. Pandangan matanya kosong seperti sedang melamun , nasi gorengnya hanya ia aduk aduk saja. Barulah beberapa menit kemudian Miskha menyendok nasi goreng untuk dimakan. Tetapi betapa terkejutnya Miskha ketika ternyata nasi goreng yg disendoknya penuh dgn belatung , begitu juga yg berada di piringnya. Miskha menjerit histeris , piringnya ia lempar ke lantai hingga pecah berderai.

“bi sumiiiii…..!!!!” Miskha berteriak memanggil pembantunya , tetapi tak ada yg dating.
“bi sumiiii…..!!!!!”

Miskha berteriak lebih keras lagi , ia bergidik jijik melihat belatung yg merayap di lantai. Ia mulai merasa kesal dan heran karena tak ada seorangpun yg datang.

“mamiiiii…..!!!!..bi sumi…….!!!!”

Tetapi tetap tak ada seorangpun yg muncul. Mengabaikan rasa jijiknya , Miskha berjingkat keluar kamar untuk mencari penghuni rumah lain. Aneh sekali , rumah kelihatan sepi bagaikan tak berpenghuni kecuali dirinya. Berkali kali Miskha memanggil orangtuanya dan pembantunya tetapi tetap tak ada jawaban. Setiap ruangan dan kamar di rumah itu Miskha periksa , tetapi tak ada siapapun disana.

Heran , takut dan panik menjadi satu dalam diri Miskha , kemana perginya orang orang..??? Miskha sempat melongok ke garasi , semua mobil masih terparkir di tempatnya. Saat mencoba menggunakan telepon , semuanya mati , baik handphone ataupun telepon rumah. Semakin didera rasa takut , Miskha memutuskan untuk menuju pintu depan dan keluar mencari pertolongan. Tetapi saat Miskha membuka pintu depan , perempuan itu langsung terlonjak mundur sembari menjerit sejadi jadinya. Di ambang pintu telah berdiri sesosok pocong yg menyeringai menakutkan.

“awwww..tidakkk…pergiii…pergiiiii…..!!!!”

Miskha histeris saat pocong itu melompat maju mendekatinya. Keberanian yg tersisa mendorongnya untuk segera bangkit dan berbalik untuk menyelamatkan diri. Tetapi saat berbalik , Miskha kembali jatuh terduduk ke lantai karena ada satu sosok pocong lain yg telah berdiri menghadangnya. Miskha semakin menjerit histeris , saat kedua pocong itu melompat mendekat. Ia beringsut mundur ketakutan dan terpojok hingga ke tembok.

Sembari bersandar pada tembok , Miskha menutup wajah dgn kedua tangannya. Ia tak sanggup lagi menatap dua pocong itu , Miskha mulai menangis dan berharap ini hanya mimpi saja. Tiba tiba Miskha merasakan suasana berubah hening dan sepi. Tak ada suara sedikitpun yg ia dengar , dan sepertinya dua pocong itu telah pergi. Miskha menurunkan kedua tangannya dan membuka mata.

“aaaaaaaaawwww……!!!!!!”

Miskha kembali menjerit histeris. Pocong yg dikiranya telah pergi , justru ada tepat dihadapannya. Wajah menyeramkan itu hanya beberapa senti saja jaraknya dari wajah cantik Miskha. Kali ini Miskha merasakan seluruh ruangan berputar , lalu semuanya menjadi gelap dan ia pun jatuh tak sadarkan diri.

“hei….anak manis , bangun..”
“ayo sayg , waktunya bangun “

Sayup sayup Miskha mendengar seseorang berbisik di telinganya, tetapi pikirannya masih dalam kondisi antara sadar dan tidak.

“kayaknya udah mulai sadar nih perempuan…”
“bagus dong, kita bisa mulai bersenang senang…”

Seiring kesadaran yg mulai terkumpul , suara itu semakin jelas Miskha dengar. Miskha mencoba membuka mata , ia mengerjapkan matanya beberapa kali agar bisa melihat jelas. Dalam keadaan setengah sadar Miskha merasakan kondisi aneh pada dirinya , ia tak bisa menggerakkan tangannya dan ia pun tak merasakan ada pijakan di kakinya seolah sedang melayg.

Butuh waktu beberapa saat sampai kesadaran Miskha sepenuhnya pulih , dan ia pun terkejut saat menyadari kondisi aneh yg ia rasakan tadi.Ternyata dirinya dalam keadaan tergantung , tangannya terikat ke atas dan kakinya hanya sedikit di atas lantai.

Bukan itu saja , Miskha mendapati dirinya memakai pakaian seragam SMA putih abu abu , tetapi ukurannya terasa terlalu kecil untuknya. 

Rok putih abu abunya berada cukup tinggi di atas lutut membuat paha mulus Miskha terbuka dgn indahnya. 

Sementara baju putihnya begitu ketat membungkus badan indah Miskha , bahkan kancing bajunya seakan berusaha keras menahan desakan payudara Miskha yg menonjol begitu sempurna.

Selain pakaian seragam yg minimalis , Miskha juga tak merasakan ada pakaian dalam yg menempel dibadannya , baik itu bra maupun celana dalam. Kondisi Miskha saat itu , seorang perempuan remaja nan cantik jelita , terikat tergantung tak berdaya .

Post By : PokerAstro.com

Agen Poker Online - Amir ML dengan pacarnya diruang tamu rumahnya ketika mati lampu, nekat sekali amir, padahal saat itu kedua orang tuanya ada di rumah. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.




Agen Domino Online - Aku mempunyai pacar bernama Mirna, dia adalah cewek SMA yang sudah tidak perawan lagi bahkan sebelum berpacaran denganku. Aku akan menceritakan kisah sex-ku dengan Mirna yang pastinya akan bikin agan sekalian Ngecrot ditempat hha.namun sebelum aku menceritakan kisah sexs-ku ini perkenalkan namaku Amir, dan aku adalah seorang mahasiswa.

Pada malam itu adalah aku mengajak Mirna untuk bermain kerumahku, hari itu adalah hari pertama mengajak Mirna main kerumahku untuk aku kenalkan pada orang tuaku. Orangtuaku yang selalu ramah dengan siapapun mereka menyambut Mirna dengan keramah tamahan. Beberapa saat Mirna dan kedua orangtuaku-pun mengobrol dengan asiknya.

Mirna sendiri adalah tipe wanita yang aku anggap dewasa walaupun dia masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Selain dewasa dia juga mempunyai bentuk tubuh yang menggemaskan, mungil namun berisi bodinya. Dia mempunyai tinggi badan 159 cm dan mempunyai berat badan 51 kg, bagi anak seumuranya dia bisa dibilang semok.

Dari bentuk tubuhnya yang mungil itu dia mempunyai ukuran payudara 34B dan mempunyai pantat yang bulat serta kencang. Selain itu dia juga mempunyai pinggang yang singset namun pinggulnya lebar, jika kata orang-orang sih tipe wanita seperti pasti nafsunya besar dan memeknya bisa ngejepit katanya, hhe.

Emang iya sih benar pendapat itu, soalnya selama 3 bulan jadian dengan mirna aku udah sering sekali ML dengan Mirna, bahkan semenjak kami jadian 1 minggu aku sudah bisa menikmati kehangatan tubuhnya,hhe. Setelah beberapa saat Mirna dan kedua orangtua-ku mengobrol, pada akhirnya orangtuaku kembali masuk keruangan santai khusus keluarga.

Mereka memang sangat pengertian meninggalkan kami berduaan diruang tamu. Setelah orangtuaku meninggalkan kami, kami-pun mengobrol sembari bercanda. Mirna selalu saja tertawa jika aku sedang melawak. Mungkin saja dia suka denganku gara-gara aku ganteng dan humoris, wkwkwkwk.

Agen Poker Indonesia - Saat itu kami terus bercanda sembari menonton TV yang ada diruang tamuku. Tidak terasa kami bercanda sudah setengah lebih, rasanya perut kami serasa dikocok, aduh pegal sekali rasanya. Ketika sedang asik-asiknya bercanda tiba-tiba saja ada pemadaman listrik, Huuuhh sial,

“ Pak, Buk, mati lampu nih, ada emergency nggak ??, ” teriaku dari ruang tamu.

Saat itu beberapa kali aku teriak dari ruang tamu namun orang tua-ku tidak menyahut,

“ Wah pasti bapak sama ibuk udah tidur ni Yank, asik nih Yank kita bisa ML, hhe…, ” ucapku berbisik ketika berbicara ML.

“ Sssssttt…. Kamu tuh nekat banget sih Yank, nggak mau ah takut kalau bapak ibu tiba-tiba bangun, huwwwwww…, ” ucapku pacarku perlahan.

“ Nggak bakalan bangun Yank, aku udah hafal banget sama bapak ibuk, mereka kalau udah tidur ada gempa sekalipun tidak bakalan bangun, sumpah deh Yank, ” ucapku merayu an meyakinkan Mirna.

“ Masak sih Yank, tapi nanti kalau…., ”

Belum selesai menjawab aku langsung saja mencium bibirnya sembari aku remas payudara-nya,

“ Oughhh.. Eummmm… Ssssssss…, ” lenguh perlahan Mirna.

Setelah melenguh dia-pun segera merespon ciumanku dengan membalas ciumanku dengan penuh nafsu. Seperti yang aku bilang sebelumnya Mirna itu nafsu sexs-nya besar. Bibir kami-pun berpangutan dengan penuh nafsu birahi. Bibir kami bertemu dan lidah kami saling beradu didalam mulut kami dengan ganasnya.

Sesekali aku menyedot lidahnya dan sebaliknya Mirna juga menyedot lidahku. Suasan yang gelap karena pemadaman lisrik membuat kami nyaman untuk bercinta di ruang tamu rumahku. Aku remasi payudara Mirna, dan dia membalas meremas penis-ku dengan gemasnya dari luar celanaku. Dalam kegelapan itu nafsu sex kami saling terpicu.

Sembari terus berciuman kami saling meremas bagian vital kami, diremas-remas penisku dengan penuh gairah sex, dan aku juga mereamas payudara Mirna dengan penuh nafsu juga. Kurang puas meremas dari luar Mirna-pun segera memasukan tangannya dibalik celanaku. Kebetulan saat itu aku memakai celana joggerpant yang pinggangnya terbuat dari kolor.

Hal itu memudahkan Mirna untuk menggapai penisku. Dia nampak tambah gemas ketika tanganya sudah langsung menyentuh penis-ku. Dia mainkan kepala penis-ku dengan jari-nya,

“ Ssssssssss…. Geli Yank, Oughhhhh…., ” desahku perlahan agar tidak terdengar oleh orangtuaku.

“ Enak ya sayang, mainin memek aku juga dong yank, aku juga pingin nih, ” ucapnya sembari memainkan kepala penisku.


Agen Judi Poker Online - “ Iya Yank, Oughhhhhh…., ” jawabku singkat.

Kebetulan sekali saat itu Mirna memakai dress minim sehingga memudahkan aku untuk menyelipkan tanganku kedalam dress-nya dari bawah. Setelah tanganku masuk kedalam Dress langsung saja aku saja aku selipkan tanganku pada vagina-nya. Aku masukan tanganku dari samping celana dalam dekat selangkanganya.

Setelah tergapai vagina Mirna, jari-jari tanganku-pun mulai beraksi, pertama aku mainkan citorsinya agar cepat basah,

“ Sssshhhh… terus Yank, Aghhhhhhhhhh… Eummm… buwat becek memek aku Yank.. Oughhh.., ” ucapnya perlahan menikmati permainan tanganku pada vagina-nya.

Dia mendesah sembari terus memainkan kepala penisku,

“ Iya Yank, Ssssss… Ouhhhhh… kocok penis aku Yank, Aghhhh…., ” ucapku nikmat juga.

Kami-pun tidak lagi berciuman, ciuman kami mulai berpindah pada leher, tengkuk dan telinga sembari terus memberi rangsangan pada alat kelamin kami. Penis-ku yang ereksi maksimal dan sudah berlendir memudahkan Mirna untuk mengocok penisku tanpa harus memberi ludah lagi pada penis-ku. Aku-pun sama, vagina Mirna yang mulai basah dengan ledir kawinya memudahkan aku untuk memainkanya.

Sungguh terasa syahdu dan penuh adrenalin bercinta diruang tamu ketika pemadaman listrik. Nafsu sex dan rasa was-was menyelimuti malam kami saat itu. Mirna dan aku saling mendesah nikmat seiring berjalanya percintaan kami,

“ Ughhhhhhhhhhhh… Yank, aku keluar yank, Aghhhhhhhhhhhhhhh….., ” desah panjang Mirna namun perlahan.

“ Iya sayang, Biarin aja, Ouhhh… ayo kocok terus penisaku yank, Sssssss…., ” ucapku sembari terus meyodokan jari-ku pada vagina Mirna.

“ Sssssssss… Ughhhh… Iya Yank, Uhhhh.. geli rasanya yank… Eugghhhh…, ” desah Mirna dengan terus mengocok penisku.

Saat itu nafsu sex kami sudah sama-sama memuncak, Mirna bahkan sudah mendaptkan klimaks yang pertama kalinya. Vagina Mirna terasa basah dan hangat sekali seiring keluarnya lendir kawin dari Vagina gembulnya yang ditumbuhi sedikit rambut kemaluan. Tidak terasa kami sudah melakukan hal itu selama 15 menit. Merasa sudah cukup melakukan warming up, aku-pun berkata,

“ Yank, Foreplay-nya udahYuk, aku pingin ngentot nih… Aghhhhh…, ” ucapku sembari mengeluarkan tanganku dari balik celana dalamnya.

“ Iya Yank, nanti malah keburu hidup listriknya, ” ucapnya sembari mengeluarkan tanganya dari balik celanaku.

Karena kami akan Ml diruang tamu rumahku pada saat itu kamitodak telanjang, aku hanya menurunkan celana dan celan dalamku hingga atas lutut saja. Sedangkan Mirna saat itu melepas hanya mlepas dress-dan celana dalamnya saja. Untuk menghemat waktu Mirna-pun segera memposisikan dirinya dengan gaya sex doggy style dengan tanganya bertumpu pada tangan sofa,

“ Ayo yank, cepetan masukin kontol kamu, nanti keburu listriknya hidup,!!!, ” ucapnya nampak was-was.

Tanpa banyak bicara aku-pun segera meraih penisku lalu aku masukan penis-ku dalam-dalam pada vagina-nya,

“ Zlebbbbbbbbbbbbbbbbbb…. Aghhhhhhhhhhhhhhhhh…, ” desah kami perlahan namun bersamaan.

Tanpa membuang buang waktu segera aku ayunkan penisku maju mundur pada vagina Mirna. Memek Mirna yang sudah basah itu memudahkan aku untuk menjajah vagina-nya dengan bebasnya. Aku tusuk maju mundur dengan tanganku berpegangan pada pantat bulatnya yang kenyal dan bulat itu,

“ Oughhh… Oughhh… Oughhh…Yank… Sssssss… Aghhhhh…, ” desah Mirna perlahan.

Mirna mendesah pelan merasakan nikmatnya sodokan penis-ku pada vaginanya yang gembul itu. Memang mata lelaki itu lebih tajam dari mata kelelawar, buktinya disuasana yang gelap gulita seperti malam itu aku tidak kesulitan membenamkan penis-ku didalam vagina Mirna, hhhaaa. Terus aku genjot Vagina Mirna dengan nafsu sex yang menggebu-gebu.

Persetubuhan kami malam itu dihiasi dengan desahan-desahan mesra yang keluar dari mulut kami. Mirna nampak menikmati persetubuhan kami malam itu, dia terus mendesah bahkan tanganya kirinya sempat memaikan clitorisnya seiring aku tusuk vagina-nya dengan posisisex doggy stye. Dia mendesah perlahan sembari terus memainkan clitoisnya dengan jarinya sendiri,

“ Uhhhhh Shittt… Oughhhh.. Aghhh… Aghhh… Aghhh…, ” desahnya nampak sudah horny sekali.

Terdengar vaginanya sangat becek sekali saat itu ketika sodok memeknya dengan penuh nafsus sex. Tidak terasa sudah 10 menit kami melakukan hubungan sex. Merasa sudah lelah dengan posisi sex itu Mirna-pun meminta berganti posisisex,

“ Yank, kita ML-nya ganti di sofa yuk aku capek nih, ” pintanya.

“ Okey sayang, ” jawabku singkat.

Aku-pun segera mencabut penisku lalu kami-pun duduk disofa,

“ Yank aku diatas yah, ” pntanya lagi.

“ Iya Sayang, ”

Mirna-pun segera berjongkok diatasku dengan kedua kakinya bertumpu pada Sofa. Setelah merasa poisisi sexs-nya sudah nyaman, dia-pun segera meraih penisku lalu,

“ Blesssssssssssssss….., ” masuklah kembali penisku didalam vagina Mirna.

“ Ughhhhhhhhhhhhhh… enak Yank, ” ucap Mirna nampak puas dengan posisi sex WOT (women on top).

“ Iya sayang aku juga enak kog, ayo buruan entot aku Yank, ” ucapku.

Saat itu giliran aku yang dientot Mirna, hha. Mirna-pun segera beraksi, segera tangannya dirangkulkan pada tubuhku lalu dia mulai naik turun diatas penis-ku,

“ Oughhhhh… Ssssssss… Agghhhh… Iya sayang terus seperti itu, Ughhhh.., ” desah nikmatku.

Tanpa menjawab dia terus bergoyang diatas penis-ku. Sungguh lincah sekali Mirna dengan Gaya WOT ini, pinggulnya terlihat meliak liuk seiring vagina-nya terisi oleh penis-ku. Dia bergoyang memutar, maju mundur, dan naik turun diatas tubuhku. Memek-nya sungguh nikmat sekali, walau-pun sudah becek namun tetap saja masih terasa sempit.

Dia terus mengocok penisku dengan vagina-nya, desahan demi desahan malmitu terus terdengar mengiringi hubungan sex kami. Tidak terasa sudah 15 menit kami bercinta. Ketika sedang asik-asiknya menikmati goyangan Vagina Mirna tiba-tiba saja,

“ Aghhhhhhhhhhhhh…. Aku keluar lagi Yank, Aghhhhhhhhhhhhh…., ” ucapnya.

Mirna-pun sudah mendapatkan klimaks lagi. Walaupun dia orgasme tapi dia terus bergoyang memanjakan penis-ku dengan vagina sempitnya itu. Rasanya hangat sekali penis-ku terbasahi oleh lendir kawin Mirna,

“ Ssssssss… iya sayang, Ughhhhhhhhhh…, ” jawabku singkat lalu mendesah pelan.

Setelah Mirna mendapatkan klimaks untuk kedua kalinya memeknya semakin basah saja, bahkan batang penis dan bulu kemaluanku terasa basah sekali oleh lendir kawin Mirna. Mirna terus saja bergoyang diatas penis-ku. Beceknya memek dan desahan Mirna membuat aku tidak kuat menahan birahi sexs-ku. Kira-kira 5 menit setelah Mirna orgasme tadi aku-pun merasa akan klimaks juga,

“ Yank aku mau keluar nih, Oughhhh… telan pejuh(sperma) aku yah, !!!, ” ucapku.

Tanpa menjawab dia-pun lekas berdiri dari pangkuanku dan aku juga berdiri. Dengan cekatan dia segera berjongkok dibawahku lalu segera dimasukanlah penis-ku dalam mulutnya,

“ Eummm… Slurpppp… Slurpppp… Slurpppp… Slurpppp… Slurpppp… , ” suara mulut Mirna yang mengkulum penisku dengan penuh nafsu.

Kira-kira 1 menit aku dikulumnya pada akhirnya aku-pun mendapatkan klimaksku,

“ Oughhhhhhhhhhhhh… Crotttttttt… Crotttttttt… Crotttttttt… Crotttttttt…, ” desahku seiring tersebutnya spermaku didalam mulut Mirna.

Mirna yang nampak haus sex itu menyedot penisku kuat-kuat dan ditelanlah semua spemaku denganlahapnya.,
“ Sssssssss… telan habis pejuh aku sayang… Aghhhh…, ” ucapku puas mendapatkan klimaksku.

Setelah semua spermaku ditelan habis, tiba-tiba saja listrik menyala. Seketika itu kami-pun terkejut, tanpa banyak bicara kami segera membenahkan pakaian kami kembali tanpa memperdulikan jika alat kelamin kami masih berlumur sperma dan lendir kawin kami. Seketika kami-pun sudah rapi kembali,

“ Untung aja udah ngecrott uya sayang, hhaaa… Kalau belumngecrott bisa gawat tadi…hhaaa.., ” ucapku merasa lucu dengan keadaan kami tadi.

“ Iya sayang, hha… yaudah yuk aku anterin pulang, udah malem nih, ” ucapnya.

“ Iya Yank, taoi pamit bapaki ibu dulu yah, ” ucapku.

“ Iya Yank, ” jawabnya singkat.

Kemudiana aku bergegas aku dan Mirna menuju ruang santai keluarga dan membangunkan bapak ibuku,

“ Pak, Buk, Mirna mau pamitan nih, bangun…!!!, ” ucapkiu sembari membangunkan bapak ibuku.

Seketika bapak dan ibuku-pun terbangun, lalu Mirna-pun bersalaman dengan mencium tangan ayah dan Ibuku,

“ OM, tante Mirna pulang dulu, terima kasih sudah diijinkan main kerumah ini, hhe…, ” ucap mirna.

“ Oh iya Nak hati-hati yah, ” ucap bapak-ku.

“ Iya nak, tante juga seneng kog kamu main keini, yaudah sana buruan pulang soalnya udah larut, hati-hati ya Nak, ” ucap ibuku.

Setelah berpamitan aku-pun segera mengantarkan pulang Mirna kerumahnya. Aku hanya mengantar sampai depan rumahnya saja karena sudah larut malam. Singkat cerita aku-pun sudah sampai dirumah lagi, karena aku merasa lemas sekali maka aku-pun segera menuju kamar dan tidur dengan pulasnya.

Demikian kisah sexs-ku dengan Mirna, jika ada kesempatan aku akan menceritakan cerita sexs-ku dengan Mirna di tempat yang berbeda dan tentunya dengan sensasi sex yang berbeda juga. Jika ada cerita saya kurang menarikmohon dimaklumi, karena aku bukan pakar cerita sex, hhe. Selesai.

Post By : PokerAstro.com


Agen Poker Online - Seperti hari-hari biasanya, pulang kerja aq selalu memanfaatkan waktu untuk beristirahat di sebuah cafe yg letaknya tdk jauh dari tempatku bekerja. Sedang asyik menikmati jucie mangga kesukaanku, tiba-tiba hp ku berdering. Aq lihat siapa yg menelponku, ternyata nomornya tdk aq kenal sama sekali. Dengan bermalas-malasan, kuangkat juga telepon itu.

“Halo…” aq mencoba bicara sesopan mungkin.

“Ya halo. Ini Gugun ya” ujar suara lembut dari seberang sana.

“Maaf ini siapa ya, saya tak mengenal suara anda” jawabku dengan sedikit penasaran. Soalnya, sama sekali aq tak mengenal suara tersebut, termasuk nomor teleponnya.

“Ini Citra, kita memang belum pernah kenal kok” jawabku semakin membuatku penasaran.

“Citra…? Terus, dari mana kamu mendapatkan nomor HP saya” aq coba bertanya.

“Nanti kamu akan tau juga kok. Kita bisa ketemuan nggak?” ujarnya lagi




Agen Judi Poker - Aq sedikit terkejut. Soalnya, selain aq tak mengenalnya sama sekali, aq juga tak tau apa maunya wanita itu ingin bertemu denganku. Namun dengan masih penasaran, akhirnya aq menyggupi permintaannya untuk ketemuan di sebuah mall yg cukup terkenal di kotaku.

Setelah menghabiskan sisa juice mannga di hadapanku, aq langsung menghidupkan mesin mobil dan melaju arah utara, menuju pusat perbelanjaan tempat aq janjian bertemu dengannya.

Sesampai di tempat kami janjian untuk bertemu, aq coba untuk menghubungi nomor HP-nya yg masih tersimpan di HP-ku. Seketika terdengar suara dering HP milik seorang cewek cantik yg berdiri tak jauh dari tempatku berada. Seketika aq matikan kontak telepon dengannya, dan langsung menuju arah cewek itu.

“Citra ya, saya Gugun..,” aq mengulurkan tangan memperkenalkan diri.

“Citra,” kurasakan tangannya yg lembut bersentuhan dengan tanganku.

Setelah berkenalan, aq ajak dia untuk masuk ke salah satu cafe yg ada di pusat perbelanjaan itu, sekaligus untuk mengobrol. Dari percakapannya dengannya, ia menyatakan mendapatkan nomor HP-ku dari seseorang yg katanya kenal denganku. Tapi ketika memberikan nama orang yg memberikan nomor HP-ku itu padanya, ternyata aq juga tdk mengenalnya sama sekali.

“Persetan dengan orang yg memberikan nomor HP-ku, yg penting bisa berkenalan dengan cewek cantik,” ujarku dalam hati.

Dari pembicaraanku dengannya, ternyata kuketahui ia kuliah di fakultas hukum di Universitas “BH” yg cukup terkenal di kotaku, dan kost di daerah “T” yg dekat dengan bandara. Dari ceritanya, aq juga bisa menebak bahwa ia saat ini sedang kebingungan setelah ditinggal pergi sang pacar.

“Sudahlah, tak usah dipikirkan lagi. Justru kalau kamu memikirkannya terus, akan menambah beban pikiranmu,” ujarku sambil coba menenangkan perasaannya dengan membelai rambutnya yg direbonding.

Dan tanpa kusadari, ternyata ia merebahkan kepalanya ke dadaku. Aq terkejut bukan main, karena tak menygka ia akan begitu. Lalu perlahan, aq tawarkan padanya untuk pergi dari tempat itu mencari tempat yg bebas untuk bercerita. Ia setuju, dan kamipun meluncur menuju pinggir pantai.

Dalam suasana yg sejuk dan senja mulai merambat turun itu, aq memberanikan diri untuk merengkuh pundaknya. Ia terlihat pasrah, dan aq jadi makin berani untuk berbuat lebih lagi. Ku coba kembali membelai rambutnya dan mengecup lembut keningnya, terus turun ke bibirnya yg ranum.

“Ah..,” dia mendesah.

Aq jadi semakin berani. Lidahku mulai keluar masuk ke rongga mulutnya, dan perbuatanku itu ternyata mendapat balasan darinya. Aq jadi semakin berani, dan tanganku coba meremas daging kenyal di dadanya, sementara ia juga terlihat mencoba menrambat ke sela-sela sudut pahaku.

Citra terlihat mulai tak sabaran untuk bisa mengelus-elus rudalku yg sudah menegang sejak tadi. Secara perlahan-lahan, ia mencoba untuk bisa membuka resluiting celana ku, dan sesaat ia terkejut merasakan betapa besarnya punyaku.

“Oh.., besar sekali,” katanya, dan aq hanya tersenyum menanggapinya sambil tanganku tetap bermain di puting susunya.


Agen Domino Terbaik - Ciuman bibirku mulai turun ke leher, dan terus turun ke bawah serta berhenti sejenak di puncak bukit kembarnya. Disini, aq permainkan puting susunya dengan lidahku, sehingga membuatnya tak kuasa menahan gejolak hawa nafsunya. Tampaknya, ia sudah tak sabaran lagi untuk melanjutkan aktivitasnya ke arah yg lebih intim lagi, karena ia sudah mulai berusaha untuk melorotkan celana dalamku.

“Jangan disini, Citra. Kita cari tempat istirahat yg aman yuk,” ajakku, yg ternyata dibalas dengan anggukan.

Tanpa pikir panjang, segera aq hidupkan mesin mobilku, dan menuju sebuah hotel “P” yg terletak di jalan Dobi bersebelahan dengan Bank BNI. Begitu masuk kamar, aq segera memeluknya dan mengulum bibirnya dengan penuh nafsu. Sementara ia kulihat sibuk membuka kancing-kancing baju kemeja yg kupakai dan kemudian melorotkan celana panjangku.

Akupun tak mau kalah. Dengan sekali tarik, aq berhasil melepaskan baju kaos yg dipakainya dan kemudian menarik resluiting celana jeans yg dipakainya, sehingga tinggallah ia hanya mengenakan BH hitam dan CD yg juga berwarna hitam.

Tanpa membuang waktu lagi, aq dorong tubuhnya ke ranjang yg berukuran besar itu setelah berhasil membuka kait BH dengan ukuran 34B di bagian belakang tubuhnya, sehingga terlihatlah dua buah gunung putih yg menyembul dengan puncaknya yg berwarna pink. Tanpa menunggu lagi, segera aq hisap puting susunya yg berwarna pink itu dan sekali-sekali memainkannya dengan ujung lidahku.

“Ahh, Gugun..!” serunya.

“Citra, mimikmu begitu indah dan kenyal. Aq sangat menyukainya,” ujarku.

“Terus, Gugun. Ohh, geli..,” desahnya.

Mendengar desahannya itu, aq jadi semakin bernafsu. Jilatanku terus merambat turun ke pusarnya, dan terus ke gundukan di sela kedua pahanya. Dengan lihainya, aq permainkan clitorisnya yg sudah mulai menyembul dengan ujung lidahku, dan aq terus memasukkan ujung lidahku hingga ke dalam. Tiba-tiba, ia mengangat pinggulnya dan berteriak,

“Ah.., terus.. niiik.. maattt..!” racaunya.

Sementara aq terus mempermainkan rongga kenikmatannya, Citra juga terlihat semakin kencang menggoyang-goyang pinggulnya. Dan tiba-tiba ia berteriak dengan kuat.

“Ah, aq.. ke.. luar..,” dan terlihat tubuhnya mengejang dengan mata terpejam.

Sementara di lubang kenikmatannya terlihat cukup banyak cairan yg keluar. Aq merasakan rasa asin bercampur manis dengan aroma yg harum dan terasa panas.

Dengan rakusnya, aq jilat seluruh cairan yg keluar dari rongga kewanitaannya itu, dan tubuhku terus merambat naik ke atas. Disini, aq permainkan kembali puting susunya yg terlihat begitu indah. Rasanya, tak ingin aq melepaskan bibirku dari sana.

Tak lama kemudian, aq lihat Citra kembali menggeliat dan mendesah-desah. Ia tampak kembali terangsang dan minta aq segera memasukkan rudalku yg berukuran 16 Cm dengan diameter 3 cm itu ke lubang vaginanya.

“Ayo Gugun, Citra sudah nggak tahan lagi,” erangnya.

Tanpa menunggu lama lagi, segera aq arahkan rudalku ke lubang vaginanya. Secara perlahan-lahan tapi pasti, ujung rudalku mulai menyeruak masuk ke lubang vaginanya yg berbulu tipis itu. Aq merasakan punyaku cukup sulit menembus lubangnya yg ternyata masih sempit itu. Namun aq terus memaksanya untuk bisa masuk.

“Ah, pelan-pelan ya..,” erangnya.

Kembali aq tekan kepala rudalku untuk masuk ke lubang vaginanya secara perlahan-lahan, sehingga akhirnya aq berhasil memasukkan seluruh rudalku dan merasakan ujungnya menyentuh dasar vaginanya.

“Oh, nikmat sekali,” katanya sambil mendesah.

Aq semakin bernafsu untuk menggenjot terus lubang kenikmatannya mendengar desahannya. Semakin dia menceracau tak karuan, semakin kencang aq mengeluarkan dan memasukkan rudalku ke lubang kenikmatannya.

“Oh Gugun, aq.. mau.. ke.. luar lagi,” desahnya.

“Tahan dulu ya sayang, aq juga.. su.. dah.. mau sampai.. Keluarkan dimana..?” tanyaku.

“Di lu..” Belum sempat ia menjawab, aq sudah tdk bisa menahannya lagi, sehingga akibatnya.

“Crett.. Crett.. Crett.. Crett!” beberapa kali tembakan pejuhku yg cukup banyak menghantam dinding vaginanya, sementara pada saat bersamaan aq juga merasakan cairan hangat menyelimuti batang kemaluanku.

“Maaf Citra, aq tak kuasa lagi menahannya dan pejuhku tertancap di lubang vaginamu,” kataku menyesali.

“Tak apa-apa, mudah-mudahan saja sekarang aq tak subur, karena jadwal datang bulanku dua hari lagi,” katanya sambil memelukku sambil mengelus dadaku.

“Terima kasih Citra, kamu telah memberikan kenikmatan yg tiada tara padaku hari ini,” ujarku sambil mengecup bibirnya.

“Saya juga, rasanya beban pikiranku hari ini menjadi hilang dan berubah jadi rasa nikmat. Yuk, kita mandi berdua,” ajaknya sambil menarik tanganku menuju kamar mandi.

Dan di kamar mandi itu, batang kemaluanku kembali mengeras ketika Citra sedang mengelus-elusnya. Tanpa berbasa-basi lagi, aq menarik pinggang Citra dan menyuruhnya menungging membelakangiku. Perlahan-lahan, aq arahkan kepala rudalku di sela-sela pantatnya yg bahenol. Sesaat, aq merasakan Citra tersentak. Namun itu hanya sebentar, karena tiba-tiba Citra mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya, ketika dirasakannya kepala rudalku sudah amblas semuanya.

“Ah, Gugun. Aq sampai lagi,” desah Citra tertahan.

“Aq ju.. ga..,” kataku sambil menembakkan kembali pejuhku ke dalam rongga kewanitaannya.

“Kapan kita bisa mengulangi seperti lagi, Gugun,” ujar Citra sambil mengecup lembut bibirku.

“Terserah kamu aja, telpon saja aq,” jawabku pasti.

Setelah jam menunjukkan pukul 20.45 WIB, kami lalu check out dari hotel itu dan mengantar Citra pulang. Di perjalanan menjelang tempat kostnya, Citra terlihat seperti tdk ingin melepaskan tangannya dari rudalku. 

Sebelum sampai di tempat kostnya, aq belikan ia voucher simpati agar ia bisa menghubungiku kapanpun ia menginginkan permainan seperti tadi kembali, dan kemudian aq kembali ke rumah untuk berkumpul dengan keluargaku.

Post by : TuguPoker.com
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home