Agen Judi Poker - Semula aku tidak percaya telah berbuat mesum dengan seseorang yang sangat aku hormati, dia adalah Mbak Zevany (28 tahun) seorang guru agama di sebuah SMP negeri di Kota Yogyakarta. Aku mengenalnya karena suaminya yang bernama Tony (40 tahun) sering mengisi pulsa di counter HP milikku.


Judi Poker Terpercaya - Seminggu sekali dia ketempatku, kadang sendiri kadang juga berdua dengan istrinya. Karena sudah kenal baik aku sering mampir kerumahnya saat pulang dari toko, kebetulan rumahnya searah dengan tempat kosku. Oh ya namaku adalah Michael usiaku 22 tahun aku asal dari Surabaya.

Singkat cerita kami sudah akrab, mereka berdua sebenarnya keluarga yang sempurna menurutku, Mas Tony bekerja sebagai teknisi listrik PLN dan mereka sudah memiliki 2 orang anak yang berusia 12 dan 8 tahun. 

Terus terang saat pertama bertemu dengan Mbak Zevany aku sudah sangat kagum, dia pintar, cantik dan sholehah karena selalu berjilbab rapi.

Selain itu dia juga taat pada suami dan pandai mendidik anaknya. Namun semua kekagumanku itu tiba-tiba berubah saat aku tahu kalau dia punya Pria Idaman Lain. 


Judi Poker Online Terpercaya - Hal ini ku ketahui tanpa sengaja ketika aku melihat Mbak Zevany berboncengan dengan seorang lelaki di sebuah objek wisata di Kabupaten Magelang, padahal waktu itu masih jam sekolah dan seharusnya dia masih mengajar.

Akupun terus mengikutinya dan mereka berdua berhenti di tempat yang sepi di sebuah warung yang tak di pakai lagi. 

Dengan mengendap-endap aku merekam aksi mereka berdua yang memadu kasih di tempat sepi. Walaupun mereka hanya sekedar berpelukan dan berciuman namun ini bisa jadi bukti yang kuat atas perselingkuhan mereka.

Pada keesokan harinya aku berniat memberitahukan perselingkuhan ini pada Mas Tony, namun saat aku datang kerumahnya aku cuma bertemu dengan Mbak Zevany. 

Entah setan mana yang menghasutku, tiba-tiba aku ingin memanfaatkan ini untuk berbuat sesuatu pada Mbak Zevany ketika aku diberitahu bahwa Mas Tony sedang pergi mengunjungi Ibunya di Purwokerto beserta dua anaknya. 

Akhirnya akupun menjelaskan tentang rekaman video itu sambil mengancam Mbak Zevany akan mengirimkan rekaman ini pada suaminya.

Dia sangat terkejut dengan pernyataanku yang mengetahui dengan detail perselingkuhannya dan akhirnya dengan menangis diapun memohon padaku untuk menghapus video itu dan sebagai gantinya dia berjanji akan memberi imbalan apapun yang aku inginkan.

Akhirnya Mbak Zevany masuk perangkapku, dengan terus terang akupun meminta imbalan pertamaku yaitu mengajaknya mandi bersama. 

Dia langsung menolaknya dan menawarkan uang sebagai gantinya, namun aku tetap pada pendirianku sambil menyatakan bahwa aku tak butuh uang. 

Setelah sedikit bujukan akhirnya diapun mau menerima permintaanku dan aku segera menuju kamar mandi, sedangkan Mbak Zevany terlebih dulu mengambil handuk di kamarnya.


Agen Judi Poker Online - Hal ini sengaja kulakukan agar aku bisa meletakkan HPku di tempat yang aman untuk bisa merekam aksi kami tanpa diketahui oleh Mbak Zevany. 

Sesaat kemudian diapun datang hanya dengan berlilitkan handuk, karena semua pakaian dan jilbabnya sudah di lepas di dalam kamar. akupun segera melepas pakaianku hingga bugil.

Dia terkejut melihat torpedoku yang berdiri tegak karena terangsang dan segera kuraih tangannya lalu kuajak masuk kekamar mandi. 

Dia hanya diam saja sambil merunduk malu dan kesal pada perbuatanku, tapi aku tak peduli segera saja kutarik handuknya dan kamipun sama-sama bugil.

Aku sempat tertegun melihat tubuh Mbak Zevany yang sangat seksi, kulitnya yang putih mulus sangat kontras dengan warna rambutnya yang hitam panjang tergerai sampai punggung. 

Setelah itu kamipun mandi berdua dengan menggunakan shower sambil menikmati guyuran air aku mulai mencumbui Mbak wulan, awalnya dia menolak namun dengan sedikit ancaman diapun menurut juga.

Dengan leluasa aku memainkan organ intimnya, payudaranya yang montok dan berukuran 34B itu menjadi santapan empuk bagi bibir dan lidahku. 

Selain itu kedua telapak tanganku juga secara bergantian bergerilya di sekitar vagina dan pantatnya yang bahenol. 

Awalnya Mbak Zevany selalu berusaha menghindar saat aku memasukkan dan memainkan jariku ke lubang vegy miliknya namun akhirnya dia pasrah juga, mungkin karena sudah terangsang.

Setelah beberapa lama perkiaanku ternyata benar, Mbak wulan mulai mendesah karena birahi dan akhirnya dia orgasme. Tubuhnya meliuk-liuk dan sesekali mengejang sambil mulutnya terus merintih. 

Aku tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, saat dia lengah segera kuposisikan tubuhnya sedikit menungging dan kupeluk dari belakang, dia menurut saja dan tak tahu kalau sebentar lagi akan kuentoti. 

Aku terus memainkan jariku di lubang vegy miliknya dan pada saat yang tepat langsung kuganti dengan kontolku yang telah berdiri tegak Blezz…. Slepp kontolku menancap sempurna.

Mbak Zevany langsung berontak dan berusaha mencabut kontolku dari vaginanya, namun hal itu sia-sia saja karena aku sudah merengkuhnya dengan sepenuh tenaga sehingga perlawanannya tak berguna. 

Dengan leluasa aku mulai mnggoyangkan pantatku maju mundur dengan irama pelan agar tidak lepas lalu diapun mulai rileks dan tak berontak lagi, mungkin dia mulai menikmati goyangan kontolku di dalam vegynya.

Akupun mulai menambah kecepatan goyanganku Slepp…slepp…slepppp…oh…ahhh..ahhh oh…. aku dan Mbak Wualn mulai saling mendesah dan tak berapa lama dia kembali orgasme, namun reaksinya jauh berbeda dengan yang pertama. Dia mengerang dan mendesah tak karuan


Situs Judi Poker Online - Ahhh….Uhghhh….ahhhchh …ohhh….. akupun menjadi bersemangat dan semakin mempercepat goyanganku lalu diapun terkulai tak berdaya di sambil bersandar pada bak mandi. Oh… Ton kamu jahat banget sih….. aku kan sudah keluar banyak, ko masih di goyang terus….aku jadi lemas nihh.

Akupun kembali memeluknya Maaf Mbak…. aku benar-benar terangsang dengan tubuhmu yang bahenol, jadi pinginnya goyang terusss…..

Tapi enak kan Mbak..? Mbak Zevany tersenyum malu sambil mencubit perutku, Ton… kalo dari tadi aku tahu kamu pinter ngentot, nggak usah dipaksapun aku mau kamu entotin. 

Aku sangat kaget dengan pernyataanya ini, namun hal ini dibuktikan oleh dia. setelah tenaganya pulih dia tidak menolak kuajak ngentot lagi, namun dia minta pindah kedalam kamar tidur.

Masih dalam kondisi bugil aku keluar dari kamar mandi untuk mengambil HPku yang kuselipkan di atas lubang ventilasi lalu segera masuk ke dalamkamar Mbak Zevany. 

Sambil menunggu dia datang kulihat kembali rekaman tadi dan hasilnya cukup memuaskan, karena semua adegan itu terekam dengan baik. 

Setelah itu aku segera mencari tempat yang pas untuk merekam aksiku yang kedua, tak jauh dari kasur ada tumpukan kulihat pakaian, segera kuletakkan disana sehingga tersamar dengan baik.

Setelah Mbak Zevany masuk kamar akupun segera mencumbuinya, sengaja kuarahkan vaginanya menghadap kamera HP yang berada diantara tumpukan pakaian, sehingga aksi jari-jariku yang nakal di vagina Mbak Zevany terekam dengan baik. 

Setelah puas bercumbu kupun segera mengentotnya yang kuawali dengan posisi terlentang.

Bless….Sleppp tanpa kesulitan aku menancapkan torpedoku dan rasanya memang mantap…. clepp..cleppp..ahhh…ahhhh….ohh..ohhh. 

Hanya desahan dan suara tumbukan kelamin kami yang terdengar dan berbagai gaya dalam ngentot seperti dalam film bokep yang ku tonton aku coba, termasuk gaya Dogy favoritku. Sampai akhirnya aku puas dan mencapai orgasme 2 kali. 

Sedangkan Mbak Zevany terkapar sampai tertidur karena kelelahan. Bahkan saat kurekam tubuh bugilnya dari jarak dekat dia hanya diam saja.

Sejak saat itulah fantasi Sex yang aku inginkan selalu dapat ku praktekkan, aku menjadi sering mendownload film bokep dari barat dan kemudian aku coba lakukan dengan Mbak Zevany. 


Dia tak pernah menolak, kapanpun aku minta ngentot asalkan nggak sedang menstruasi dia akan datang. Karena kebetulan tempat kosku sangat aman maka aku tak pernah repot mencari tempat untuk ngentot.

Namun bila rumah Mbak Zevany sepi aku lebih suka ngentot dirumahnya untuk melampiaskan fantasi Sex ku karena aku bisa lebih bebas berekspresi di berbagai tempat, tidak cuma di atas kasur, bisa di dapur, di ruang tengah, di meja makan di kamar mandi, di tempat jemur pakaian DLL.

Di rumahnya aku memiliki tempat favorit untuk melampiaskan fantasi sex ku yaitu diatas kursi sofa di ruang tamu karena lebih santai dan penuh sensasi. Sampai saat ini aku terus melakukan perselingkuhan ini.

Post By



Agen Poker Online Terpercaya - Udara pagi ini terasa sejuk sekali, seakan menyambut baik datangnya hari Minggu ini. Secerah wajah tante Melani yang tengah bercengkrama dengan bunga bunga ditaman. Meskipun nampak angkuh, namun kcantikan wajahnya tak dapat disembunyikan.


Agen Poker Online Indonesia - Aku baru saja selesai mandi dan berniat ngeteh diteras rumah sambil mnghirup udara pagi yang segar. Akan tetapi mataku mlihat tante Melani tengah asyik menikmati keindahhan bunga ditaman depan rumah. Dengan gaya ala petani bunga Cibodas, tante Melani nampak srius mmperhatikan tanaman itu. 

” Pagi tan ” sapaku. ” Hmm… ” balasnya tanpa brpaling dari rumpunan bunga. ” Mau aku buatin minum nda tan!? ” tanyaku lagi stengah mnawarkan jasa. ” Nda usah!! ” jawabnya juga seraya membelakangiku. Aku tak mlihat tante Riana, Hendri ataupun Wenny pagi ini. ” Ach, pada lari pagi kali? ” fikirku dalam hati.

Aku kmbali mmperhatikan tante Melani yang membelakangiku. Mulai dari betisnya yang putih mulus mskipun nampak kurus, pahanya yang lebih mulus dari betisnya, bokongnya meskipun trbalut celana pendek, namun trlihat jelas lekukannya. 

” Coba dia bisa aku tiduri Seperti tante Riana ya? ” gumanku dalam hati. Belum habis lamunanku,tiba tiba kulihat tubuh tante Melani terhuyung lemah ingin trsungkur. 

Dengan cepat aku mloncat dan mmegangi tubuhnya yang nyaris trsungkur itu, mninggalkan sisa lamunan cabulku.

Kurangkul tubuhnya yang mulus dan trlihat lemas sekali. “Ga papa kan tan??” tanyaku penuh rasa khawatir, seraya mmapah tubuh tante Melani. “Kpalaku terasa pusing Bud jawab tante Melani lemah. 

“Ya udah, istirahat aja didalam” saranku sambil terus memapahnya ke dalam rumah. “Akhirnya aku bisa mrangkulmu Mel ucapku dalam hati. Ada Sejuta kebahagian dihatiku karna mampu mrangkul tubuh si angkuh tersebut.

setelah brada didalam rumah, dengan perlahan kududukan tante Melani disofa ruang tamu. Dengan mnarik nafas tante Melani duduk dan brsandar pada sandaran sofa. setelah itu aku melangkah mninggalkannya sendiri. 

Tak berapa lama aku kembali dengan sgelas air hangat dan mnghampiri tante Melani yang tengah brsandar disandaran sofa. “Minum dulu tan, biar enakan!” ujarku sambil mnyerahkan gelas brisi air hangat yang kubawa. 


Agen Poker Online - Tante Melani pun mminum air hngt yang kuberikan. “Makasih ya Bud ucapnya lemah sambil mletakan gelas dimeja yang ada didepannya.

Kepalanya masih pusing ga tan!?” tanyaku. Tante Melani hanya mnganggukan Kepalanya. “Mau dipijatin ga!?” tanyaku lagi. “E, em” jawab tante Melani perlahan seakan tengah mnahan sakit. 

Aku pun sgera memijat mulai dari Kepalanya dengan perlahan lahan, kmudian dahinya yang dia bilang mrupakan pusat rasa sakitnya. “Wah, knapa tante Bud!?” tanya Wenny yang baru saja pulang. 

“Tadi si tante hampir jatuh, Kepalanya pusing Nit!” jawabku. ” Terlalu capek kali!? ” ujar Wenny sambil melangkah kedapur. “Dah aga mendingan Bud jelas tante Melani dengan mata terpejam, menikmati pijatan pijatan jariku. 

Terasa hangat dahinya bersamaan dengan rasa hangat yang menjalari tubuhku. Harum aroma tubuh tante Melani terasa mnusuk kedua lobang hidungku. Membuat aku ingin lebih lama lagi memijat dan dekat dngnnya.

“Masuk angin kali tan, dahinya aga anget ne!? ” jelasku, brupaya memancing agar niatku tercapai. “Iya kali? “ujarnya pula, seakan mngerti akan arti ucapanku. Membuatku makin brani lebih jauh. “Mau dikerikin ga!?” tanyaku dengan penuh haraf kepadanya. 

“Memang kamu bisa!?” tante Melani balik brtanya. Membuat hatiku terasa berdebar tak karuan. “Ya bisa… ” jelasku dengan cepat, takut tante Melani brubah fikiran lagi. “Ya udah, tapi dikamar ya…, ga enak disini” pinta tante Melani. 

Membuat hatiku berdebar makin cepat. Dengan perlahan papah dia melangkah mnuju kamarnya. Akupun berusaha untuk menahan dan menenangkan hatiku. Yang mulai dirasuki niat dan fikiran kotorku.

Setelah brada didalam kamar, kusarankan agar dia istrahat diranjangnya. Tante Melani pun mrebahkan tubuhnya seraya brnafas panjang. Seolah olah ada beban berat yang dibawanya. 

Aku sgera brlalu mngambil obat gosok dan coin untuk mengerik tubuh tante Melani. setelah kudapati semua yang kubutuhkan, aku kembali mnghampiri tante Melani yang tengah menanti. Dengan mmbranikan diri aku memintamya agar dia mlepaskan pakaian yang dipakainya. 

Dia pun perlahan melepaskan pakaian atau baju yang dipakainya. Sehingga tante Melani kini hanya mngenakan bra yang berwarna pink dan celana pendek saja. 

Ada getaran hangat mnjalari sluruh tubuhku, saat menyaksikan tante Melani membuka bajunya. Hingga mmbangunkan kjantanan dan hawa nafsuku. Yang memang telah mngendap dibenakku sejak awal, ketika memperhatikan dia ditaman.

Dengan prasaan yang tak mnentu dan dibayangi nafsu dibenakku. Akupun mulai mngusap …

..usap punggung mulus yang membelakangiku, dengan hati hati sekali. “Tali branya dibuka aja ya tan??” pintaku penuh haraf sambil terus mngusap dan mengerik punggung bagus dihadapanku. 

“Iya… ” jawabnya lirih. Menahan kerikan dipunggungnya, entah sakit atau geli aku tak tau. Yang pasti tanganku sgera melepaskan kait tali branya, sehingga membuat branya mlorot mnutupi sebagian payudaranya yang bulat dan berisi. Sperti payudara milik gadis kebanyakan. setelah tiada lagi penghalang dipunggungnya, akupun membalurinya dengan minyak gosok. 

Dan jari jemarikupun menari mmbentuk garis dipunggung tante Melani. Sambil sekali kali mataku melirik kearah payudaranya yang berusaha ditutupi dengan bra dan kedua telapak tangannya. 

Tapi hal tersebut mmbuatku semakin terangsang didorong rasa pnasaran yang teramat. Sementara tante Melani hanya terdiam seraya memejamkan matanya yang bulat dan indah. 

” Pelan pelan ya Bud!? ” pintanya masih dengan mata yang trpejam. Tiba tiba pintu kamar perlahan terbuka, nampak Wenny tengah brdiri dimuka pintu. 

“Tan aku mo kerumah teman dulu ya!?” ujar Wenny berpamitan seraya matanya mlirik kearahku. “Iya Nit… ” balas tante Melani tanpa berpaling kearahnya. Kemudian scara perlahan Wenny mnutup pintu kembali dan brlalu pergi.

Jari tanganku mulai nakal trhadap tugasnya, jariku trkadang nyelinap dibawah ketiaknya berusaha meraih benda yang bulat dan padat brisi yang ditutupinya. Tapi tangan tante Melani terkadang berusaha menghalanginya, dengan merapatkan pangkal lengannya. 

“Jari kamu nakal ya Bud!? ” ucap tante Melani stengah berbisik seraya mlirik ke arahku. Membuatku tersipu malu. “Habis ga kuat sich, tan…” jawabku jujur. Tapi tante Melani malah melepaskan branya shingga kini payudaranya nampak polos tanpa plindung lagi. 

Dan langsung menjadi santapan kedua mataku tanpa berkedip. Langsung membuat hatiku berdebar debar mnyaksikan pemandangan tersebut. 

“Sekarang bisa kamu plototin pe puas dech!!” ujar tante Melani tak lagi mnutupit buah dadanya dengan kedua telapak tangannya lagi. Jantungku terasa bgitu cepat brdetak dan membuat lemas sluruh prsendianku. Kontolku brlahan tapi pasti mulai brdiri tegak mngikuti dorongan hasratku.

“Memang dah selesai ngeriknya Bud!?” tegur tante Melani mngingatkanku. Membuat aku sgera mlanjutkan prkerjaanku yang trtunda sesaat. 

Hampir sluruh bagian belakang tubuh tante Melani telah kukerik dan berwarna merah brgaris garis. Hanya bagian bokongnya yang luput dari kerikanku karna trhalang dengan celana pendek serta CD yang dikenakannya. Tapi belahan bokongnya telah puas kuplototin.

Akhirnya pekerjaanku selesai juga. Kemudian dengan perlahan jari jariku memijati pundaknya. Tante Melani mnundukan Kepalanya, sekali sekali trdengar suara dahak dari mulutnya. “Sudah Bud!” printahnya, agar aku menyudahi pijatanku.

Dengan prasaan malas akupun mnghentikan pijatanku dan sgera membersihkan sisa sisa minyak dikedua telapak tngnku. ” Cuci tanganmu dulu biar bersih sana!!” pinta tante Melani skaligus printah. 

Akupun branjak pergi kekamar mandi yang memang ada didalam kamar tersebut. setelah usai mncuci sluruh tanganku hingga bnar bnar bersih. Akupun kembali menghampiri tante Mel yang tengah telentang diatas ranjang masih dengan keadaan sparuh bugil. 

Sperti saat aku tinggalkan kekamar mandi. Hingga payudaranya yang bulat dan brisi nampak mmbusung besar didadanya, dengan puting yang berwarna coklat susu. 

“Ayo Bud, kamu mau mainin ini kan!?”. “Aku juga mau kok!?” ucap tante Melani sambil mremas salah satu payudaranya hingga putingnya menonjol kearahku. 

Akupun mndekat mnghampirinya dengan perasaan nafsu. Membuat kontolku kian berdiri dan Mengeras kencang dibalik celanaku.


Agen Poker Terpercaya - Akupun tak menunggu lebih lama, segeraku remasi payudaranya yang mnantang. Tante Melani brgelinjang saat telapak tanganku mndarat dan meremas kedua payudaranya. 

” Achh.., iya Bud terussss ” rintihnya perlahan. Jari jemariku kian liar mremasi sluruh daging bulat yang padat brisi. Jariku juga memainkan putingnya yang mulai Mengeras. ” Iya,.., ayo diisep Bud.., aaaayooo “pinta tante Melani dengan nafas taj teratur. 

Akupun sgera menjilati dan mengisapi puting payudaranya. “Aduhhh…, enaaaak, trusss….” desah tante Melani seraya mmegangi kpalaku. Aku semakin brnafsu dengan puting yang kenyal Seperti urat dan mnggemaskan. Sementara tante Melani semakin mndesah tak karuan. 

Tangan kananku meluncur kearah selangkangan dibawah pusar, trus mnyusup masuk diantara celana dan CD tante Melani. Hingga jari jariku terasa menyentuh rumput halus yang cukup lebat didalamnya. 

Tante Melani membuka pahanya tak kala jari telunjukku berusaha masuk kedalam lobang yang ada ditengah bulu bulu halus miliknya. “Aowww…” jerit kecil tante Melani saat telunjukku brhasil memasuki lobang memeknya. 

Dia pun Menggeliatkan tubuhnya penuh gairah nafsu. Sementara kontolku semakin Mengeras hendak keluar dari bahan yang Menutupinya.

Cukup lama jari telunjukku keluar masuk didalam memek tante Melani, hingga lobang itu mulai terasa basah dan lembab. 

Sampai akhirnya tangan tante Melani menahan gerakan tanganku dan mminta mnyudahinya. “Aaaachhh.., udaahhh., Buddd.., aaachh” rintih tante Melani. Akupun menarik tanganku dari balik clananya dan mlepaskan putingnya dari mulutku.

“Buka pakaianmu dong, Bud!!” seru tante Melani seraya bangkit dan mlepaskan celana pendek serta CDnya. 

Sehingga dia bugil dan nampak rumput hitam ditengah selangkangannya yang baru saja ku obok obok. Akupun mlepaskan semua pakaianku dan bugil seperti dirinya.

Dengan senyum manis kearahku, tante Melani mendekat dan berjongkok tepat didepan selangkanganku. “Aouw, gede banget..!!” seru tante Melani seraya telapak tangannya mraih kontolku yang telah brdiri dan keras. 

Dngn tangan kanan dia mmegang erat batang kontolku, sedangkan telapak kirinya mngelus elus Kepalanya. 

Hingga kepala kontolku terasa brdenyut hangat. Kemudian dimasukan kontolku kedalam mulutnya seraya matanya mlirik ke arahku. 

“Agghhh… “aku mlengguh tak kala sluruh kontolku tnggelam masuk kedalam mulutnya. Darahku brdesir hangt mnjalari sluruh urat ditubuhku. Aku hanya dapat memegangi kepala tante …

Melani, mremas serta mngusap usap rambutnya yang ikal sebahu. Sementara tante Melani semakin liar, sbentar mngulum dan mngemud seakan dia ingin melumat sluruh kontolku. 

Trnyata dia lebih buas dari tante Riana. Terkadang dia menjilati dari batang hingga lobang kencing dikepalanya. ” Aaaaaaa… ” erangku menahan rasa nikmat nan teramat. Terasa tubuhku melayang jauh tak menentu.

Entah berapa lama tante Melani mngemut, menjilat dan mengulum kontolku. Yang jelas hal ini membuat tubuhku brgetar dan hampir kejang. 

” Gantian dong tan, aku juga mau jilatin memekmu! ” rengekku, hampir tak mampu mnahan nafsuku. Ingin rasanya memuntahkan keluar sebanyak banyak. Agar tante Melani mandi dengan air maniku.

Tante Melani sgera bangkit brdiri meninggalkan kontolku yang masih brdiri tegak. Kemudian aku mminta agar dia duduk dikursi tanpa lengan yang ada. Akupun berjongkok menghadap memeknya yang dihiasi bulu lebatnya. 

Kedua kaki tante Melani trtumpu pada kedua bahuku. Maka mulutku mulai mnjarah memek yang telah mnganga terkuak jari jemariku, hingga nampak jelas lobang memek yang berwarna merah dan lembab. Lidahku pun mulai menjelajahi dan menjilati lorong itu. “Aaaaowwh…, aaaa…, iyyyaaa.., terussss, aassstttssh” desah tante Melani saat lidahku bermain menjilati lobang memeknya. 

“Aduuuhh,…, truuusss, lebihhh daallaaamm, aaah,… enaaakhh, agh, agh, aghhhh” rintihnya pula sambil mremas dan mnjambaki rambut dikpalaku. Lidahkupun semakin liar dan berusaha masuk lebih dalam lagi. 

“Aaaaghh,.., gilaaaa…, enaaaksss,.., ubss,.., aaaaachghhh” suara tante Melani tak karuan. 

Lidahku brhenti menjilati dinding lobang memek, kini brpindah pada daging mungil sebesar biji kacang hijau. Ku jilati itil yang berwarna merah dan basah dengan air mazinya dan air liurku.

“Aughh…..” suara tante Melani Seperti tersedak sambil mrapatkan kedua pahanya, hingga mnjepit leherku, ketika ku isap itilnya. ” Aaaaa.., auwghhh…., yaaaaa ” ucap tante Melani lirih. ” Udahhh…, Bud..., udddaah Buddd ” rengek tante Melani seraya mndorong kpalaku dengan kakinya yang terkulai lemas dibahuku.

Akupun mlepaskan isapan mulutku pada itil tante Melani dan bangkit brdiri dihadapannya dengan kontol yang masih tegak dan keras. Kemudian mminta tante Melani agar bangkit dari duduknya. Kini aku yang mnggantikan posisinya duduk dikursi.

Tante Melani naik keatas pahaku dan tubuhnya menghadap kearahku, hingga tubuh kami saling brhimpitan. Kemudian tante Melani mmbimbing kontolku masuk kelobang memeknya dngan jarinya. 

” Aagghhsss.. ” rintih kecil tante Melani ketika kontolku masuk menusuk memeknya. Tak lama kmudian bokongnya mulai turun naik, mngesek gesek kontolku didalamnya. Aqpun mngimbanginya dengan mmegangi pinggulnya mmbantu bokongnya turun naik. 

” Aachhh.., yaaaa, oohhh, enaaak Budd “. ” Auwwghhh…., aaaaaa…, oohhhh, yaaa ” racau tante Melani tak karuan jika tubuhnya turun mnenggelamkan kontolku dimemeknya. 

” Aauwww, aku ga tahan ne Budd,…, aaaauwww, yessss ” rintih tante Melani seraya mnggerakan bokongnya dengan cepat. Akupun mmbalas reaksinya, dengan melumat lagi payudaranya .

”Aaaaaawhhh……..”erang tante Melani sambil mnekan bokongnya lebih rapat dengan selangkanganku. Akupun mengejang mnahan tekanan bokong tante Melani. “Aaaachhhh…….” akhirnya aku tak mampu lagi mmbendung cairan kental dari dalam kontolku. Kamipun saling brpelukan dengan erat beberapa saat dengan bercampur peluh masing masing.

setelah cukup lama kami brpelukan, kamipun bangkit dengan malas, enggan branjak dari suasana yang ada. setelah itu kamipun mandi membersihkan tubuh kami masing masing yang basah dengan peluh syurga.

Akhirnya aku bisa menidurimu dan menaklukan keangkuhanmu Melani

Udara pagi ini terasa sejuk skali, seakan menyambut baik datangnya hari Minggu ini. Secerah wajah tante Melani yang tengah bercengkrama dengan bunga bunga ditaman. Meskipun nampak angkuh, namun kcantikan wajahnya tak dapat disembunyikan.

Aku baru saja selesai mandi dan berniat ngeteh diteras rumah sambil mnghirup udara pagi yang segar. 

Akan tetapi mataku mlihat tante Melani tengah asyik menikmati keindahhan bunga ditaman depan rumah. Dengan gaya ala petani bunga Cibodas, tante Melani nampak srius mmperhatikan tanaman itu. 

” Pagi tan ” sapaku. ” Hmm… ” balasnya tanpa brpaling dari rumpunan bunga. ” Mau aku buatin minum nda tan!? ” tanyaku lagi stengah mnawarkan jasa. ” Nda usah!! ” jawabnya juga seraya membelakangiku. Aku tak mlihat tante Riana, Hendri ataupun Wenny pagi ini. ” Ach, pada lari pagi kali? ” fikirku dalam hati.

Aku kmbali mmperhatikan tante Melani yang membelakangiku. Mulai dari betisnya yang putih mulus mskipun nampak kurus, pahanya yang lebih mulus dari betisnya, bokongnya meskipun trbalut celana pendek, namun trlihat jelas lekukannya. 

” Coba dia bisa aku tiduri Seperti tante Riana ya? ” gumanku dalam hati. Belum habis lamunanku,tiba tiba kulihat tubuh tante Melani terhuyung lemah ingin trsungkur. 

Dengan cepat aku mloncat dan mmegangi tubuhnya yang nyaris trsungkur itu, mninggalkan sisa lamunan cabulku.

Kurangkul tubuhnya yang mulus dan trlihat lemas sekali. “Ga papa kan tan??” tanyaku penuh rasa khawatir, seraya mmapah tubuh tante Melani. “Kepalaku terasa pusing Bud jawab tante Melani lemah. 

“Ya udah, istirahat aja didalam” saranku sambil terus memapahnya ke dalam rumah. “Akhirnya aku bisa mrangkulmu Mel ucapku dalam hati. Ada sejuta kebahagian dihatiku karna mampu mrangkul tubuh si angkuh tersebut.

setelah brada didalam rumah, dengan perlahan kududukan tante Melani disofa ruang tamu. Dengan mnarik nafas tante Melani duduk dan brsandar pada sandaran sofa. 

Setelah itu aku melangkah mninggalkannya sendiri. Tak berapa lama aku kembali dengan sgelas air hangat dan mnghampiri tante Melani yang tengah brsandar disandaran sofa. 

“Minum dulu tan, biar enakan!” ujarku sambil mnyerahkan gelas brisi air hangat yang kubawa. Tante Melani pun mminum air hngt yang kuberikan. “Makasih ya Bud ucapnya lemah sambil mletakan gelas dimeja yang ada didepannya.

Kepalanya masih pusing ga tan!?” tanyaku. Tante Melani hanya mnganggukan Kepalanya. “Mau dipijatin ga!?” tanyaku lagi. 

“E, em” jawab tante Melani perlahan seakan tengah mnahan sakit. Aku pun sgera memijat mulai dari Kepalanya dengan perlahan lahan, kmudian dahinya yang dia bilang mrupakan pusat rasa sakitnya. “Wah, knapa tante Bud!?” tanya Wenny yang baru saja pulang. 

“Tadi si tante hampir jatuh, Kepalanya pusing Nit!” jawabku. ” Terlalu capek kali!? ” ujar Wenny sambil melangkah kedapur. “Dah aga mendingan Bud jelas tante Melani dengan mata terpejam, menikmati pijatan pijatan jariku. 

Terasa hangat dahinya bersamaan dengan rasa hangat yang menjalari tubuhku. Harum aroma tubuh tante Melani terasa mnusuk kedua lobang hidungku. Membuat aku ingin lebih lama lagi memijat dan dekat dngnnya.

“Masuk angin kali tan, dahinya aga anget ne!? ” jelasku, brupaya memancing agar niatku tercapai. “Iya kali? “ujarnya pula, seakan mngerti akan arti ucapanku. Membuatku makin brani lebih jauh. 

“Mau dikerikin ga!?” tanyaku dengan penuh haraf kepadanya. “Memang kamu bisa!?” tante Melani balik brtanya. Membuat hatiku terasa berdebar tak karuan. 

“Ya bisa… ” jelasku dengan cepat, takut tante Melani brubah fikiran lagi. “Ya udah, tapi dikamar ya…, ga enak disini” pinta tante Melani. Membuat hatiku berdebar makin cepat. 

Dengan perlahan papah dia melangkah mnuju kamarnya. Akupun berusaha untuk menahan dan menenangkan hatiku. Yang mulai dirasuki niat dan fikiran kotorku.

Setelah brada didalam kamar, kusarankan agar dia istrahat diranjangnya. Tante Melani pun mrebahkan tubuhnya seraya brnafas panjang. Seolah olah ada beban berat yang dibawanya. Aku sgera brlalu mngambil obat gosok dan coin untuk mengerik tubuh tante Melani. 

Setelah kudapati semua yang kubutuhkan, aku kembali mnghampiri tante Melani yang tengah menanti. Dengan mmbranikan diri aku memintamya agar dia mlepaskan pakaian yang dipakainya. 

Dia pun perlahan melepaskan pakaian atau baju yang dipakainya. Sehingga tante Melani kini hanya mngenakan bra yang berwarna pink dan celana pendek saja. Ada getaran hangat menjalari sluruh tubuhku, saat menyaksikan tante Melani membuka bajunya. 

Hingga membangunkan kjantanan dan hawa nafsuku. Yang memang telah mengendap dibenakku sejak awal, ketika memperhatikan dia ditaman.

Dengan prasaan yang tak menentu dan dibayangi nafsu dibenakku. Akupun mulai mngusap …

..usap punggung mulus yang membelakangiku, dengan hati hati sekali. “Tali branya dibuka aja ya tan??” pintaku pnuh haraf sambil trus mngusap dan mengerik punggung bagus dihadapanku. 

“Iya… ” jawabnya lirih. Menahan kerikan dipunggungnya, entah sakit atau geli aku tak tau. Yang pasti tanganku sgera melepaskan kait tali branya, sehingga membuat branya melorot menutupi sebagian payudaranya yang bulat dan berisi. Sperti payudara milik gadis kebanyakan. 

Setelah tiada lagi penghalang dipunggungnya, akupun membalurinya dengan minyak gosok. Dan jari jemarikupun menari mmbentuk garis dipunggung tante Melani. Sambil sekali kali mataku melirik kearah payudaranya yang berusaha ditutupi dengan bra dan kedua telapak tangannya. 


Agen Judi Poker - Tapi hal tersebut membuatku semakin terangsang didorong rasa pnasaran yang teramat. Sementara tante Melani hanya terdiam seraya mmejamkan matanya yang bulat dan indah. ” Pelan pelan ya Bud!? ” pintanya masih dengan mata yang trpejam. 

Tiba tiba pintu kamar perlahan terbuka, nampak Wenny tengah brdiri dimuka pintu. “Tan aku mo kerumah teman dulu ya!?” ujar Wenny berpamitan seraya matanya mlirik kearahku. “Iya Nit… ” balas tante Melani tanpa brpaling kearahnya. Kemudian scara perlahan Wenny mnutup pintu kembali dan brlalu pergi.

Jari tanganku mulai nakal trhadap tugasnya, jariku trkadang nyelinap dibawah ketiaknya berusaha meraih benda yang bulat dan padat brisi yang ditutupinya. Tapi tangan tante Melani terkadang berusaha menghalanginya, dengan merapatkan pangkal lengannya. 

“Jari kamu nakal ya Bud!? ” ucap tante Melani stengah berbisik seraya mlirik ke arahku. Membuatku trsipu malu. “Habis ga kuat sich, tan…” jawabku jujur. Tapi tante Melani malah melepaskan branya shingga kini payudaranya nampak polos tanpa plindung lagi. 

Dan langsung menjadi santapan kedua mataku tanpa brkedip. Langsung membuat hatiku berdebar debar mnyaksikan pemandangan tersebut. “Sekarang bisa kamu plototin pe puas dech!!” ujar tante Melani tak lagi mnutupit buah dadanya dengan kedua telapak tangannya lagi. 

Jantungku terasa bgitu cepat brdetak dan membuat lemas sluruh prsendianku. Kontolku brlahan tapi pasti mulai brdiri tegak mengikuti dorongan hasratku.

“Memang dah selesai ngeriknya Bud!?” tegur tante Melani mngingatkanku. Membuat aku sgera melanjutkan pekerjaanku yang tertunda sesaat. 

Hampir sluruh bagian belakang tubuh tante Melani telah kukerik dan berwarna merah brgaris garis. 

Hanya bagian bokongnya yang luput dari kerikanku karna trhalang dengan celana pendek serta CD yang dikenakannya. Tapi belahan bokongnya telah puas kuplototin.

Akhirnya pekerjaanku selesai juga. Kemudian dengan perlahan jari jariku memijati pundaknya. 

Tante Melani mnundukan Kepalanya, sekali sekali trdengar suara dahak dari mulutnya. “Sudah Bud!” printahnya, agar aku menyudahi pijatanku.

Dengan prasaan malas akupun mnghentikan pijatanku dan sgera membersihkan sisa sisa minyak dikedua telapak tngnku. ” Cuci tanganmu dulu biar bersih sana!!” pinta tante Melani skaligus printah. 

Akupun branjak pergi kekamar mandi yang memang ada didalam kamar tersebut. setelah usai mncuci sluruh tanganku hingga bnar bnar bersih. Akupun kembali menghampiri tante Mel yang tengah telentang diatas ranjang masih dengan keadaan sparuh bugil. 

Sperti saat aku tinggalkan kekamar mandi. Hingga payudaranya yang bulat dan brisi nampak mmbusung besar didadanya, dengan puting yang berwarna coklat susu. 

“Ayo Bud, kamu mau mainin ini kan!?”. “Aku juga mau kok!?” ucap tante Melani sambil mremas salah satu payudaranya hingga putingnya menonjol kearahku. 

Akupun mndekat mnghampirinya dengan perasaan nafsu. Membuat kontolku kian brdiri dan Mengeras kencang dibalik celanaku.

Akupun tak menunggu lebih lama, segeraku remasi payudaranya yang mnantang. Tante Melani brgelinjang saat telapak tanganku mndarat dan meremas kedua payudaranya. 

” Achh.., iya Bud terussss ” rintihnya perlahan. Jari jemariku kian liar mremasi sluruh daging bulat yang padat brisi. JariQ juga memainkan putingnya yang mulai Mengeras. ” Iya,.., ayo diisep Bud.., aaaayooo “pinta tante Melani dengan nafas taj tratur. 

Akupun sgera menjilati dan mengisapi puting payudaranya. “Aduhhh…, enaaaak, trusss….” desah tante Melani seraya mmegangi kpalaku. Aku semakin brnafsu dengan puting yang kenyal Seperti urat dan mnggemaskan. Sementara tante Melani semakin mndesah tak karuan. 

Tangan kananku meluncur kearah selangkangan dibawah pusar, trus mnyusup masuk diantara celana dan CD tante Melani. Hingga jari jariku terasa menyentuh rumput halus yang cukup lebat didalamnya. 

Tante Melani membuka pahanya tak kala jari telunjukku berusaha masuk kedalam lobang yang ada ditengah bulu bulu halus miliknya. 

“Aowww…” jerit kecil tante Melani saat telunjukku brhasil memasuki lobang memeknya. Dia pun Menggeliatkan tubuhnya penuh gairah nafsu. Sementara kontolku semakin Mengeras hendak keluar dari bahan yang Menutupinya.

Cukup lama jari telunjukku keluar masuk didalam memek tante Melani, hingga lobang itu mulai terasa basah dan lembab. 

Sampai akhirnya tangan tante Melani menahan gerakan tanganku dan mminta menyudahinya. 

“Aaaachhh.., udaahhh., Buddd.., aaachh” rintih tante Melani. Akupun menarik tanganku dari balik celananya dan melepaskan putingnya dari mulutku.

“Buka pakaianmu dong, Bud!!” seru tante Melani seraya bangkit dan melepaskan celana pendek serta CDnya. 

Sehingga dia bugil dan nampak rumput hitam ditengah selangkangannya yang baru saja ku obok obok. Akupun mlepaskan semua pakaianku dan bugil Seperti dirinya.

Dengan senyum manis kearahku, tante Melani mendekat dan berjongkok tepat didepan selangkanganku. “Aouw, gede banget..!!” seru tante Melani seraya telapak tangannya mraih kontolku yang telah brdiri dan keras. 

Dngn tangan kanan dia mmegang erat batang kontolku, sedangkan telapak kirinya mngelus elus Kepalanya. Hingga kepala kontolku terasa brdenyut hangat. 

Kemudian dimasukan kontolku kedalam mulutnya seraya matanya mlirik ke arahku. 

“Agghhh… “aku mlengguh tak kala sluruh kontolku tnggelam masuk kedalam mulutnya. Darahku brdesir hangt mnjalari sluruh urat ditubuhku. Aku hanya dapat memegangi kepala tante …

Melani, mremas serta mngusap usap rambutnya yang ikal sebahu. Sementara tante Melani semakin liar, sbentar mngulum dan mngemud seakan dia ingin melumat sluruh kontolku. 

Trnyata dia lebih buas dari tante Riana. Terkadang dia menjilati dari batang hingga lobang kencing dikepalanya. ” Aaaaaaa… ” erangku menahan rasa nikmat nan teramat. Terasa tubuhku melayang jauh tak menentu.

Entah berapa lama tante Melani mngemut, menjilat dan mngulum kontolku. Yang jelas hal ini membuat tubuhku brgetar dan hampir kejang. 

” Gantian dong tan, aku juga mau jilatin memekmu! ” rengekku, hampir tak mampu mnahan nafsuku. Ingin rasanya memuntahkan keluar sebanyak banyak. Agar tante Melani mandi dengan air maniku.

Tante Melani sgera bangkit brdiri meninggalkan kontolku yang masih brdiri tegak. Kemudian aku mminta agar dia duduk dikursi tanpa lengan yang ada. 

Akupun berjongkok menghadap memeknya yang dihiasi bulu lebatnya. Kedua kaki tante Melani trtumpu pada kedua bahuku. 

Maka mulutku mulai mnjarah memek yang telah mnganga terkuak jari jemariku, hingga nampak jelas lobang memek yang berwarna merah dan lembab. 

Lidahku pun mulai menjelajahi dan menjilati lorong itu. “Aaaaowwh…, aaaa…, iyyyaaa.., terussss, aassstttssh” desah tante Melani saat lidahku bermain menjilati lobang memeknya. 

“Aduuuhh,…, truuusss, lebihhh daallaaamm, aaah,… enaaakhh, agh, agh, aghhhh” rintihnya pula sambil mremas dan mnjambaki rambut dikpalaku. Lidahkupun semakin liar dan berusaha masuk lebih dalam lagi. 

“Aaaaghh,.., gilaaaa…, enaaaksss,.., ubss,.., aaaaachghhh” suara tante Melani tak karuan. Lidahku brhenti menjilati dinding lobang memek, kini brpindah pada daging mungil sebesar biji kacang hijau. 

Ku jilati itil yang berwarna merah dan basah dengan air mazinya dan air liurku.

“Aughh…..” suara tante Melani Seperti tersedak sambil mrapatkan kedua pahanya, hingga mnjepit leherku, ketika ku isap itilnya. ” Aaaaa.., auwghhh…., yaaaaa ” ucap tante Melani lirih. 

” Udahhh…, Bud..., udddaah Buddd ” rengek tante Melani seraya mndorong kpalaku dengan kakinya yang terkulai lemas dibahuku.

Akupun mlepaskan isapan mulutku pada itil tante Melani dan bangkit brdiri dihadapannya dengan kontol yang masih tegak dan keras. Kemudian mminta tante Melani agar bangkit dari duduknya. Kini aku yang mnggantikan posisinya duduk dikursi.

Tante Melani naik keatas pahaku dan tubuhnya menghadap kearahku, hingga tubuh kami saling brhimpitan. Kemudian tante Melani mmbimbing kontolku masuk kelobang memeknya dngan jarinya. 

” Aagghhsss.. ” rintih kecil tante Melani ketika kontolku masuk menusuk memeknya. Tak lama kmudian bokongnya mulai turun naik, mngesek gesek kontolku didalamnya. Aqpun mngimbanginya dengan mmegangi pinggulnya mmbantu bokongnya turun naik. 

” Aachhh.., yaaaa, oohhh, enaaak Budd “. ” Auwwghhh…., aaaaaa…, oohhhh, yaaa ” racau tante Melani tak karuan jika tubuhnya turun mnenggelamkan kontolku dimemeknya. 



” Aauwww, aku ga tahan ne Budd,…, aaaauwww, yessss ” rintih tante Melani seraya mnggerakan bokongnya dengan cepat. Akupun mmbalas reaksinya, dengan melumat lagi payudaranya .

”Aaaaaawhhh……..”erang tante Melani sambil mnekan bokongnya lebih rapat dengan selangkanganku. Akupun mengejang mnahan tekanan bokong tante Melani. “Aaaachhhh…….” 

Akhirnya aku tak mampu lagi mmbendung cairan kental dari dalam kontolku. Kamipun saling brpelukan dengan erat beberapa saat dengan bercampur peluh masing masing.

setelah cukup lama kami berpelukan, kamipun bangkit dengan malas, enggan beranjak dari suasana yang ada. setelah itu kamipun mandi membrsihkan tubuh kami masing masing yang basah dengan peluh syurga.

Post By 


Agen Poker Online Terpercaya - Tanggal 25 November 2017 malam adalah merupakan malam yang penuh bahagia sekaligus ujian berat bagiku.Sari salah seorang mantan pacarku waktu di SMP sebagaimana telah kuceritakan tempo hari mengenai pertarunganku dengan dia di atas selembar papan penyangga meja belajarnya sewaktu kami belajar bersama di rumahnya. 

Kemudian kami aku lanjutkan bersama mamanya di lantai cucian sumur tua di tengah sawah. Hampir 10 tahun sudah, aku tidak pernah mengetahui kabar beritanya, apalagi berhubungan dengannya.


Agen Poker Online Indonesia - Jantungku terasa hampir copot dan pikiranku tiba-tiba terasa kacau ketika aku menerima telepon sewaktu kami sekeluarga sedang menyantap hidangan ayam, malam itu.

Halo, betul ini rumahnya Pak Aidit dan bisa bicara dengannya? katanya lewat telepon.

Yah betul, dan saya sendiri. Siapa ini yah? jawabku dalam telepon.

Ha ha ha, rupanya Kak Aidit ini sudah lupa denganku yah atau sudah sombong karena sudah tenang kehidupannya sekarang? tawanya menyindir.

Maaf aku tidak pernah miliki watak seperti itu, lalu anda ini siapa? kataku benar-benar bingung dan tidak tahu bicara dengan siapa.

Okelah, jika memang kamu sama sekali tidak mengetahui siapa diriku, aku akan jelaskan.Masih ingatkah peristiwa 20 tahun yang lalu ketika kita belajar bersama di rumahku, lalu kita. belum ia sempat selesai mengingatkanku, aku tiba-tiba mengingatnya peristiwa yang dimaksud.


Poker Online - Oh yah, aku hampir lupa. Lalu peristiwanya sudah lama sekali kataku sambil mengurangi volume suaraku dan aku tiba-tiba tersentak ketika.

Dari siapa itu Kang dan peristiwa apa yang dimaksudkannya istriku tiba-tiba bertanya padaku sambil tercengang mendengarkan pembicaraan kami lewat telepon.

Tapi aku tidak segera menjawab pertanyaannya, melainkan aku terus melanjutkan pembicaraan kami di telepon, sambil kuangkat sebelah tangan mengarah ke istriku agar ia sabar sebentar.

Di mana kamu sekarang? tanyaku sama Sari biar cepat jelas.

Saya ada di Wisma Mariana kamar no.7 kutunggu sekarang, ada sesuatu yang penting saya bicarakan dengan kamu dan.. jawabnya, lalu saya tutup telepon sebelum ia selesaikan bicaranya.

Setelah aku duduk kembali meneruskan makan di depan istriku, nampaknya istriku sudah tidak sabar lagi ingin mengetahui penelpon dan peristiwa yang dimaksud tadi. Bahkan ia sempat menghentikan makannya sejenak.

Siapa itu tadi Kang, mau apa dia dan apa urusannya denganmu? tanya istriku serius sekali, bahkan nampak ada rasa cemburu di wajahnya.

Oh, itu tadi teman lamaku yang baru pulang dari Jakarta. Katanya ada program bisnis baru yang akan ditawarkan padaku.

Jadi ia minta aku datang ke rumahnya karena kangen sekali denganku sekaligus membahas soal program bisnis baru itu jawabku berbohong agar ia tidak curiga.

Teman wanita atau pria? tanyanya penbuh kekhawatiran.

Masa sih teman wanita mengajak ke rumahnya malam-malam begini kataku.

Tapi kedengarannya tadi di telepon suara wanita Kang kata istriku.

Oh, memang suaranya dari dulu begitu. Seperti suara wanita lagi-lagi aku berbohong sama istri biar dia tidak melarangku menemuinya.

Sehabis kami makan, aku mengganti pakaian setelah duduk sejenak, lalu pamit sama istri untuk menemui penelpon tadi. Istri nampaknya sudah tidak ada rasa cemburu dan curiga lagi setelah aku jelaskan tadi.

Kang, jangan terlalu larut malam pulangnya yah pinta istriku ketika aku mulai stater motor vespaku.

Namanya saja teman yang lama sekali tidak ketemu, tentu banyak hal yang kami bicarakan, apalagi soal bisnis tawarannya itu. 

Jadi kita lihat saja nanti. Kalaupun pembicaraanku panjang lebar dan belum selesai hingga larut malam, maka silahkan dikunci pintunya, sebab mungkin kami tidur bersama di rumahnya untuk saling melepaskan rasa kangen kami penjelasanku pada istri biar ia tidak meragukanku lagi.

Setelah aku tiba dan menanyakan kamar Sari di Wisma itu, aku lalu diantar oleh salah seorang pelayan laki-laki Wisma itu.Kamar Sari ternyata tidak tertutup menunggu kedatanganku.

Hei, jam berapa kamu tiba di kota ini dan ada urusan apa sampai ngingap segala di Wisma ini.

Nampaknya ada urusan penting yah? Kenapa tidak langsung ke rumah saja? serentetan pertanyaan itu aku lontarkan pada Sari ketika aku sudah berdiri di depan pintu kamarnya.

Ia nampak kebingunan menjawabnya satu persatu, sehingga ia hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arahku memanggilku masuk.

Mari masuk Kak,aku sangat merindukanmu. Sudah lama kucari alamatmu dan ingin bertemu denganmu, tapi baru kali ini aku sempat.

Maklum daerah tempat tinggalku terlalu jauh dari sini, sehingga sulit sekali kita saling bertemu katanya sambil tersenyum seolah gembira sekali.

Aku langsung duduk di tepi rosban yang dilapisi kasur empuk, sementara sambil ia teruskan pembicaraannya, Sari berjalan ke arah pintu lalu menutup serta menguncinya dengan rapat seolah ia tidak membiarkan aku kembali dengan cepat atau mungkin ia inginkan aku menemaninya terus dalam kamar itu sampai segala urusannya selesai.

Tadinya aku ragu dan takut meneleponmu karena jangan sampai istrimu marah dan curiga, sehingga malah menghalangi pertemuan kita. 

Tapi tetap aku coba siapa tahu bisa berhasil, ternyata betul berhasil katanya sambil duduk sekitar 30 cm dari tempat di mana aku duduk.

Akupun tadi kaget dan merasa takut ketahuan istri ketika kuterima teleponmu. Untung aku masih bisa buat alasan yang bisa yakinkan dia kataku menceritakan kegiatan kami di rumah saat ia menelpon tadi.

Kamu betul-betul bersifat ular dan masih licik seperti dulu.Kukira kamu sudah insaf dan banyak berubah karena sudah beristri yang cantik, malah sudah punya 3 orang anak lagi. 

Ternyata sifatmu tidak banyak berobah, meskipun usiamu sudah lanjut. Apa jadinya kira-kira jika istrimu tahu soal pertemuan kita di wisma ini.Aku tidak mau nanggung resikonya dan tidak tega melihat rumah tanggamu hancur seperti yang kami alami saat ini komentarnya panjang lebar sambil mencubit pinggangku lalu sedikit bersedih, bahkan sempat keluar air matanya.

Maaf Sari, aku tidak dapat dan tidak mungkin melupakan peristiwa bersejarah kita yang penuh kenikmatan 20 tahun yang lalu itu. Sayang nasib yang memisahkan kita sehingga kita tidak berjodoh. 

Tapi sudahlah semua itu adalah takdir yang harus kita terima.Sekarang kita lupakan saja semua itu, kita memikirkan dan menikmati pertemuan kita ini.

Kak, aku sangat merindukanmu. Jauh-jauh aku datang dari Banjarmasin tempat aku berdomisili saat ini hanya untuk bertemu denganmu katanya sambil merapatkan tubuhnya ke tubuhku, bahkan bersandar di bahuku.


Agen Poker Online - Aku juga demikian sayang. Makanya apapun resikonya, aku tetap berusaha menemuimu di tempat ini. 

Aku sama sekali tidak bisa merasakan kebahagiaan dan kenikmatan yang sama ketika kita belajar bersama di rumahmu tempo hari sambungku sambil memeluk tubuhnya, malah membelai rambutnya yang agak panjang dan terasa harum.

Ia tidak hanya bersandar dibahuku, tapi kali ini ia berbaring di atas kedua pahaku, sehingga aku mengelus-elus pipi dan kelopak matanya yang terasa sedikit basah. Entah karena sedih atau bahagia, tapi yang jelas air mata itu terasa hangat. 

Untuk membuktikan kasih sayang dan kerinduanku, aku mencoba mengecup pipinya yang putih bersih itu, sehingga ia menarik kepalaku lebih rapat lagi seolah ia tidak ingin aku menarik kecupanku itu.

Kak, aku telah mengetahui seluruh keadaanmu sekarang ini dari mamaku di kampung, termasuk no. teleponmu. Apa kamu tidak ingin atau tidak mau ketahui keadaanku saat ini Kak? tanyanya tiba-tiba sambil mengangkat kepalanya dan menatap wajahku.

Oh yah, sempat kudengar tadi dari ucapanmu bahwa kamu tidak ingin melihat rumah tanggaku hancur seperti rumah tanggamu. Kapan kamu berumah tangga dan apa memang kamu kurang harmonis? tanyaku padanya.

Itulah Kak nasib buruk yang menimpaku. Tak lama setelah kuketahui bahwa kamu telah beristri, akupun frustrasi dan bergaul dengan banyak lelaki. Hingga akhirnya seorang lelaki seusiamu melamarku lalu aku terima menjadi suamiku. 

Tiga Bulan kemudian kuketahui bahwa ia ternyata sudah memiliki istri sebelumku, malah sudah punya seorang anak. Aku tinggalkan dia dan menuntut cerai, tapi ia tetap tidak mau ceraikan aku. 

Aku lalu ke Banjarmasin dan tinggal di rumah sepupuku. Enam Bulan kemudian, tanpa bekal surat cerai aku menerima lamaran seorang pria yang usianya jauh lebih mudah di bawah usiaku ulasannya panjang lebar.

Aku sangat tertarik mendengar pengalamannya itu, sehingga belum aku sempat mengomentari penjelasannya itu, ia terus cerita pengalamannya.

Sialnya Kak, belum cukup satu tahun perkawinan kami itu, pria yang jadi suamiku itu kawin lagi dengan wanita Banjar sesukunya karena dipaksa oleh keluarganya dan tidak direstui perkawinannya denganku.

Aku sakit sekali dan ingin rasanya bunuh diri, tapi tiba-tiba aku teringat dengan kebahagiaan yang pernah kualami 10 tahun lalu bersama Kak, sehingga aku bertekat untuk menemui Kakak dengan harapan kalau-kalau kebahagaian dan kasih sayang itu masih bisa kunikmati kembali sebelum aku meninggalkan dunia yang fana ini. Itulah yang mendorongku ke sini Kak ceritanya panjang lebar sambil meneteskan airmata di pangkuanku.

Sabar sayang, jangan putus asa. Masih banyak kebahagiaan dan kenikmatan hidup yang bisa kita alami jika kita masih hidup. 

Semua itu adalah ujian yang tak bisa dihindari. Buktinya kan aku ini masih menyayangimu, mencintaimu, merindukanmu dan belum aku selesaikan ucapanku, ia tiba-tiba menutup mulutku dengan tangannya.

Jangan diteruskan Kak, aku takut menyakiti hati istrimu dan merusak kebahagiaan rumah tanggamu. 

Biarlah aku yang mengalami nasib buruk ini katanya menyadarkanku kalau aku selama ini hidup rukun bersama istri.

Kalau memang tujuanmu satu-satunya ke sini hanya untuk bertemu denganku, maka bersyukur dan berbahagialah sekarang karena kita sudah ketemu dan marilah kita saling melepaskan kerinduan kita mumpung masih sempat dan masih pagi kataku sambil membelai tubuhnya dan mengangkat kedua kakinya yang terjulur ke bawah lalu membaringkannya di atas kasur yang empuk, kemudian aku berbaring di sampingnya sambil memeluk tubuhnya dalam satu bantal dengan tetap meneruskan pembicaraan kami.

Entah siapa yang memulai, tapi kini kami sudah saling merangkul dan berciuman dan bermain lidah, malah tanpa kusadari pula siapa yang lebih duluan, yang jelas tanganku sudah mempermainkan dua buah dada yang terselip di balik baju dan BH yang dikenakan Sari, sementara tangan Sari sudah meraba-raba dan menggocok-gocok sebuah rudah yang berdiri tegak di balik CDku, padahal kami sama-sama masih berpakaian lengkap. 

Tanpa terdengar suara sepata katapun, tangan kami sangat aktifnya mempermainkan alat vital yang dulunya pernah kami permainkan.

Aku buka bajunya yah sayang, biar aku lebih leluasa menikmati seluruh tubuhmu yang pernah jadi pusat kenikmatanku kataku berbisik sambil mempreteli baju dan celana panjang yang dikenakannya. 

Ia hanya mengangguk, namun tanpa minta izin ia juga ikut membuka kancing bajuku satu demi satu yang diteruskan dengan membuka ikat pinggang, resteling dan melorotkan celana panjangku.

Kini kami berpelukan dan berpagutan dalam keadaan setengah bugil sambil bergulingan.Kadang Sari berbaring di kiri dan di kananku, bahkan di atas dan di bawahku. 

Kami sudah sama-sama sangat terangsang sehingga tanpa aba-aba lagi, aku langsung melepas BH-nya, sehingga nampak di depan mata saya dua benda putih tergantung yang tidak terlalu besar tapi montok, halus dan sedikit menonjol akibat rangsangan meskipun tak semungil ketika pertama kali kupegang dulu.

Kujulurkan ujung lidahku keputingnya yang mulai agak keras dan warna coklat. Kujilati seluruh permukaannya, kuhisap dan kadang sedikit kugigit. 

Ia nampak menikmatinya, bahkan untuk mengimbangi kenikmatannya itu, ia bergerak menggelinjang, lalu memutar tubuhnya sehingga arah kami berlawanan. 

Dalam keadaan menyamping, ia mendorong CD-ku hingga turun sampai ke lutut, lalu meraih isinya yang sedang mengacung itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya dan memainkan dengan lidahnya, bahkan memutar-mutar dalam mulutnya, sehingga aku terasa mau muncrat.

Terus Kak, aku nikmat sekali auhuhhhaahhhhusstt.. katanya sambil berdesis dengan nafas terputus-putus ketika aku memainkan lidahku dengan cepatnya ke dalam lubang vaginanya yang basah dan masih mulus tanpa bulu selembarpun seperti ketika pertama kali aku jamah di rumahnya tempo hari. 

Iapun seolah mengikuti gerakan mulutku dengan mempercepat gocokan mulutnya pada rudalku yang terasa hampir muncrat.

Aduh,, aku sudah tidak mampu lagi menahan sayang, aahhhuuhhh kataku sambil mendorong kepalanya agar ia menghentikan gocokannya.


Agen Poker Terpercaya - Bersamaan dengan itu pula, Sari tiba-tiba berdiri dan segera mengangkangi tubuhku yang terbaring terlentang di bawahnya. Nampaknya ia sudah tidak sabaran lagi. 

Ia dengan cepatnya membuka kedua bibir vaginanya sehingga kulihat sedikit menganga dan nampak berwarna merah pada kedua bibirnya, lalu menurunkan pantatnya sehingga lubang kemaluannya pas ketemu dengan ujung penisku yang memang sejak tadi berdiri. 

Tanpa dipegang dan diarahkan, penisku itu dapat masuk dengan mudah ke lubangnya meskipun tidak langsung amblas seluruhnya melainkan setelah kami bantu dengan beberapa kali gerakan pinggul ke kiri dan ke kanan seperti orang ngebor.

Hmmmm.aaahhh itulah suara kecil bersama nafas keluar dari mulut kami secara bergantian ketika Sari berpegangan di atas kedua pahanya sambil mempercepat gerakan pinggulnya ke bawah dan ke atas seiring dengan gerakan pinggulku. 

Bahkan saking keras dan lamanya gerakannya itu, sampai-sampai ia capek dan berhenti sejenak lalu kedua tangannya bertumpu di atas dadaku lalu di atas kasur kemudian dengan leluasanya menggerakkan pinggulnya yang menyebabkan terdengarnya bunyi Cipratciprot secara berirama dari persenggolang kelamin kami.

Aku mau keluaar sayang, berhennti duluu kataku ketika terasa ada lahar panas mulai mengalir dari dalam batang kemaluanku.

Karena permintaanku itu, Sari berhenti bergoyang sejenak, lalu terlentang di sampingku dengan membuka kedua pahanya. Akupun mengerti maksudnya, lalu aku yang mengangkanginya dan dengan mudah menusukkan kembali rudalku ke lubangnya dan menggocok-gocoknya terus.

Sambil aku gocokkan penisku ke dalam vaginanya, Sari meraih bantal guling dan mengganjal pinggulnya lalu membuka lebar-lebar kedua pahanya sehingga batangku bisa masuk lebih dalam, bahkan terasa kedua biji pelerku masuk ke lubangnya, sehingga suara dan bunyi khas itu sulit dihindari, malah kali ini semakin besar dan ribut. 

Tidak puas dengan gaya itu, Sari mendorong pinggulku ke atas lalu mengangkat kedua kakinya tinggi-tinggi hingga ujungnya menyentuh bahuku.Akupun menekannya dengan keras dan memompanya secepat mungkin, terutama setelah ada tanda-tanda Sari juga sudah hampir mencapai puncak seiring yang kurasakan.

Ternyata benar, dalam posisi terakhirku itu, kami secara bersamaan memuntahkan lahar panas tanpa izin dari siapa-siapa dan tanpa aba-aba. Hal ini amat terasa ketika aku muncrat ke dalam vaginanya. 

Saripun memelukku erat sekali, malah sedikit mencakar punggungku dan menarik- narik rambutku yang ditandai pula dengan denyut-denyut yang menjepit ujung penisku.

Lalu kami secara bersamaan lemas lunglai sambil berbaring dengan nafas yang terputus-putus tanpa suara, gerakan dan pandangan yang berartri lagi. 

Kami bagaikan mayat telanjang yang terbaring berdampingan di atas tempat tidur. Kami baru sadar jika kami betul-betul sempat tertidur sekitar 30 menit setelah terdengar ada orang yang mengetuk-ngetuk pintu kamar dari luar. 

Kami secara bersamaan bangkit dan merapikan pakaian lalu kubuka pintu, ternyata petugas Wisma mau tanya apa aku mau bermalam atau mau pulang, sebab ia mau kunci pintu pagarnya.

Hampir bersamaan kami menjawabnya dengan kata iya setelah melihat jarum jam dinding sudah menunjuk pukul 12.30, lalu petugaspun berlalu dan aku kembali mengunci pintu.

Setelah itu kami berbarik sejenak sambil berpelukan lalu melepaskan pakaian masing-masing secara total seperti sedia kala lalu kugendong Sari masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan, terutama tentunya bekas cairan dari mulut dan kemaluan kami.

Sesampai di kamar mandi, kami saling menyirami dan menggosok seluruh badan, sehingga gairah dan nafsu sex kami kembali bangkit dan ingin rasanya melanjutkan ronde kedua di dalam kamar mandi biar gaya dan kesannya agak lain lagi. 

Kami memang sempat melakukan dengan bermacam-macam posisi, gaya dan metode sex di kamar mandi itu sehingga kami sempat mencapai puncak kenikmatan 3 kali, bahkan kami lanjutkan di atas tempat tidur hingga menjelang pagi. Kami tidak mampu lagi menghitung berapa kali kami muncrat selama pertemuan kami dalam kamar wisma itu.

Pertemuan kami di kamar wisma itu, betul-betul suatu pertemuan yang luar biasa berkesan.Seumur hidupku mungkin sulit kami alami kembali pertemuan seperti itu. 


Kerinduan kami selama 10 tahun betul-betul terobati malam itu, bahkan kami mencetak sejarah hidup yang sulit terlupakan lagi.

Sayang Sari hanya sempat bermalam 1 malam di kotaku karena takut menimbulkan masalah baru pada rumah tanggaku, sementara aku masih siap menemaninya selama beberapa malam sekiranya ia mau bertahan. 

Oh Sari sayang, kapankah kita bisa lagi mengulangi pertemuan seperti itu. Mungkinkah hal ini bisa terulang sebelum ajal kita dicabut. Alangkah nikmat dan bahagianya perasaanku malam itu. 

Rasanya aku tak mau malam itu berlalu dengan cepat, tapi itulah hidup dan fitrah yang harus diterima oleh setiap insan.

Post By

Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home